The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Hunter McDouglas



Perjalanan Pulang ke Rumah Singgah...


"Friends with benefits?" Damian menoleh ke arah Dahir yang sedang menyetir Range Rover Aidan.


"Bukan dalam arti yang negatif, tuanku. Meskipun saya tahu nona Betty itu janda, bukan berarti saya bisa seenaknya tidur bareng dengan dia" jawab Dahir. "Maksud saya disini, kami sama-sama saling membutuhkan yang positif. Nona Betty butuh saya di toko, saya butuh teman ngobrol."


"Dahir, aku tidak akan berkomentar soal kalian berdua karena sama-sama sudah dewasa bahkan sudah kepala tiga. Jangan sampai aku mendengar kamu membuat hamil Betty. Lakukan dengan benar !" ucap Damian.


"Iya tuanku. Saya dan Betty memang tidak terburu-buru dan membutuhkan penjajakan lagipula saya melihat bagaimana tuanku Emir, tuan Gasendra dan tuan Radhi memberlakukan wanita kalian seperti apa menjadi role model bagi saya. Tuanku Emir ke nona Izzy terlihat sangat menghormati jadi saya pun memberlakukan Betty seperti anda ke nona Izzy."


Damian mengangguk. "Aku harap kamu memegang ucapanmu Dahir. Jangan merusak wanita."


"Ya tuanku."


***


Kamar Izzy



Hunter McDouglas


"Hai..." sapa Hunter saat melakukan panggilan video.


"Hai kak Hunter."


"Ada kabar apa adikku?" Hunter menikmati kopi paginya.


"Kak, kamu tidak akan percaya aku bersama siapa."


Hunter menatap Izzy bingung. "Jangan bilang kamu bersama pemain sepakbola Glasgow Rangers."


Izzy tertawa. "No, aku kan tidak suka sepak bola. Aku mempekerjakan Emir Damian Blair...."


Hunter tersedak kopinya hingga terbatuk-batuk.


"Kak Hunter? Kak Hunter ..."


"I'm...fine !" jawab Hunter dengan suara tercekik yang bergegas mengambil sebotol air mineral. Tak lama kakaknya kembali untuk berbicara dengan Izzy melalui panggilan video. "Bagaimana Damian bisa disana?"


"Kak Hunter tahu kasusnya Damian kan?"


"Ya aku tahu. Bayu sampai kesal setengah mati mendengar Damian harus melakukan pernikahan itu." Hunter menatap Izzy. "Bagaimana Damian nyasar ke Knightswood?"


"Aku tidak tahu kak. Katanya saat itu dia ambil cuti besar dan bercerita kalau bekerja di perusahaan properti. Aku juga tidak tahu kalau Damian itu adalah Damian adiknya kak Bayu. Awal pertama kenalan, dia menyebut namanya Damian Azzam. Dan baru saat mantan istrinya ramai di berita dan disebutkan nama serta wajah Damian, aku dan Betty baru tahu..."


"Dia sama kamu gimana?" Jujur Hunter agak sedikit khawatir adiknya bakalan dikejar - kejar paparazi mengingat Damian kabur ke Knightswood.


"Damian? Baik. Bahkan dia membantu aku dan Betty terus dia juga suka memasakkan makanan untuk kami. Sekarang juga ada pengawalnya, Dahir. Tampaknya Dahir dan Betty ada rasa saling tertarik..."


"Kamu dan Damian?" Hunter menatap wajah adiknya.


"Damian bilang kalau... Dia suka aku ..." jawab Izzy dengan wajah memerah.


Hunter mengusap wajahnya. "Izzy... Kamu sendiri bagaimana?"


Hunter menatap adiknya yang lebih muda sepuluh tahun itu dengan tatapan lembut. "Izzy, follow your heart. Sejujurnya, aku suka jika kamu mendapatkan jodoh yang aku sudah kenal baik keluarga dan latar belakangnya. Aku sudah mengawal Bayu lima tahun terakhir ini dan selama menjadi pengawal keluarga O'Grady, aku melihat bagaimana mereka dengan pasangannya. Aku yakin Damian pun akan sama, akan menjadi pria yang gentleman."


"Damian juga bilang kalau selama menikah dengan mantan istrinya, dia sama sekali tidak menyentuhnya..."


"Itu benar. Damian sudah berjanji pada Reema untuk tidak menyentuhnya selama tiga bulan perjanjian usia pernikahan mereka. Dan anak itu membuktikan janjinya."


Izzy terkejut mendengar ucapan Hunter karena dia merasa bahwa Damian mengada-ada tapi ternyata benar. "Kak Hunter tahu dari siapa?"


"Nelson Blair. Aku waktu itu harus mengantarkan Nelson dan Thea ke bandara gara-gara Damian sudah mengucapkan talak ke Reema." Hunter menatap adiknya. "Keluarga Blair memang sering kacaunya tapi mereka dikenal sangat menepati janji dan ucapannya. Errrr kecuali Bayu sih jaman pacaran yang suka melanggar janji ke Tante Gandari..." Hunter lalu menceritakan kekacauan Bayu saat pacaran dengan Ajeng yang penuh kekacauan dan penyitaan membuat Izzy tertawa geli membayangkan boss Hunter yang juga sahabat bisa menjadi Absurd.


"Tapi Kak Bayu sekarang sudah bahagia kan bersama dengan kak Ajeng?" tanya Izzy.


"Dengan rumah tangga yang kacau... Kamu tahu saat Duncan lahir, Ajeng inginnya bukan nama itu tapi karena kalah taruhan dan suit jadinya begitulah..." kekeh Hunter.


Izzy cekikikan.


"Izzy, bagaimana dengan kedua orangtuanya Damian?!"


"Damian bilang kedua orangtuanya sudah tahu kondisi aku dan mereka bilang tidak masalah."


Hunter tersenyum. "Sangat khas keluarga Blair. Tidak pernah melihat kondisi asal bukan aneh-aneh..."


"Apakah Reema ..."


"Dengar Izzy, Reema itu tidak waras. Dan Kakak berharap kamu tidak bertemu dengannya sama sekali. Semoga pangeran Kamal bisa membuat Reema diam di Oman tanpa ada keinginan mengejar Damian lagi dan semoga Reema bisa mencintai Kamal."


Izzy tampak terkejut karena Hunter bisa bilang begitu. "Apakah sangat tidak waras?"


"Lebih cenderung terlalu obsesi ke Damian. Sayang, kakak tahu Damian pasti akan melindungi kamu dan kakak berharap, kamu aman selalu."


"Kak, Knightswood adalah desa kecil dan tidak banyak orang kemari jadi tampaknya aman-aman saja. Lagipula, kami semua tidak suka mengurus urusan orang lain. Kami di Knightswood tahu siapa Damian tapi ya sudah, cukup tahu saja." Izzy tersenyum berusaha menenangkan kakaknya.


"Aku harap kamu benar, Izzy. Kita kan tidak ada yang tahu mulut orang bagaimana..."


"Knightswood itu sedikit tertutup kok desanya. Kan kakak tahu sendiri kan?"


"Iya, makanya orang tua kita memilih tinggal disana ya."


Izzy tersenyum. "Tuh kakak tahu."


Hunter menarik sudut bibirnya. Semoga tidak ada yang datang ke Knightswood baik paparazi atau pun siapa saja yang akan mengganggu Izzy.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaa gaeeesss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️