The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Whaaaatttt?



Rumah Singgah Milik Duncan Blair di Knightswood Glasgow Skotlandia


Damian tampak serius mengikuti meeting bersama ayah Direndra dan sepupu nya Gasendra serta dua Oomnya, Ayrton dan Enzo. Mata hijaunya melirik saat Dahir datang dengan membawa dua ekor ikan Trout hasil tangkapannya.


"Saya yang masak tuanku" ucap Dahir tanpa suara yang dijawab anggukan oleh Damian. Pria itu pun kembali serius mendengarkan meeting dari airpods nya.


Dahir melihat bagaimana tuannya tampak serius dan pria berdarah Arab itu pun melanjutkan membersihkan ikan yang ditangkap nya lalu mulai mengolahnya.


***


"Haaaaahhh... Capeknyaaaaa!" keluh Damian usai meeting perusahaan. Pria itu bersyukur saham AJ Corp naik apalagi dengan investasi dari iparnya pangeran Alexander dari Qatar,semakin membuat saham aman.


"Pangeran Alexander jadi menanamkan modalnya, tuanku?" tanya Dahir yang menyiapkan grilled fish dan mashed potatoes serta salad. Tak lupa Dahir menyiapkan grape juice, minuman favorit Damian.


"Jadi. Alhamdulillah saham AJ Corp Dubai aman Dahir. Kalau yang disini dan Jepang kan memang selalu stabil apalagi bang Luke dan Jayde menjaga benar perusahaan disana." Damian melihat menu siang ini tampak lezat.


"Mari makan tuanku. Saya tahu anda pasti lapar usai meeting melelahkan" senyum Dahir.


"Thanks Dahir." Damian dan Dahir pun menyantap makan siang mereka. Damian melihat kalender digital nya yang berada di meja dapur. "Wah sudah dua bulan aku disini ternyata..."


Dahir tersenyum. "Anda betah rupanya disini tuanku."


"Setidaknya disini tenang Dahir. Tidak ada keributan dan jauh dari siapapun."


"Saya dengar dari Nizham, pengawal nona Raine, katanya nona Reema menelpon mencari anda di istana Al Azzam. Dan semua orang tutup mulut serta nona Raine tampak kesal dengan mantan anda. Bahkan nona Charlotte juga kena getahnya..."


"Wanita itu bikin ulah apalagi?"


"Kabarnya nona Charlotte ditelepon nona Reema untuk menanyakan keberadaan anda. Nona. Charlotte mengatakan tidak tahu menahu tapi malah kena omel..."


"Radhi tidak ada?"


"Tuan Radhi sedang balapan di Tokyo. Dan oleh nyonya Raana dan nona Raine, nona Reema dimarahi habis-habisan."


"Kenapa tidak ada yang bercerita padaku?"


"Karena mereka tidak mau nona Reema tahu anda disini tuanku."


Damian terdiam. Izzy ! Betty ! Jack ! Damian takut jika Reema tahu dirinya berada dimana, sudah pasti akan berbuat ulah disini.


"Semua jejak aku tidak terdeteksi kan?" tanya Damian ke Dahir.


"Sudah ditutup semuanya oleh tuan Benjiro Smith."


"Tidak tahu aku harus bagaimana membuat Reema sadar bahwa kita memang tidak bisa bersama !" Damian menatap pengawalnya.


"Tuanku, saya ada cara tapi sangat licik. Mungkin tuanku tidak setuju hanya saja itu tapi itu cara supaya nona Reema tidak mengganggu anda."


"Sebutkan."


***


Keesokan harinya Damian dan Dahir datang untuk membantu Izzy dan Betty seperti biasanya. Kedua pria itu langsung membantu membagi semua pupuk dan media tanah menjadi bagian paket hemat bagi para pemula.


Menurut rencana hari ini akan ada anak-anak dari elementary school hendak mempelajari cara bercocok tanam di sekolah dan Izzy dengan senang hati memberikan bantuan kepada sekolah di Knightswood sebagai bagian warga kota kecil itu..


"Apa kalian tidak rugi, Betty?" tanya Dahir sambil memasukkan tanah ke plastik.


"No Dahir. Sudah rutin setiap tahun ajaran baru dan sudah berlangsung dua tahun terakhir ini. Bagi Izzy, bisa membantu komunitas itu membuat kami bisa lebih diterima meskipun kami bisa berbaur disini."


"Tapi ini kan lumayan..." Dahir menatap wanita bermata biru itu.


"Kan Mr Azzam tinggal menjual Hublot nya" gelak Betty usil membuat Dahir melongo.


"Astaghfirullah... Dasar kamu Betty!" kekeh Dahir. "Kamu itu benar-benar definisi teman minus akhlak !"


"Lho Mr Azzam sendiri yang menawarkan untuk menjual Hublot nya..." balas Betty tanpa dosa.


***


"Jadi kemarin kamu dipanggil boss untuk meeting?" tanya Izzy sambil mempersiapkan bibit tanaman untuk disumbangkan ke sekolah setempat.


"Iya. Meskipun aku mengambil cuti besarku, tapi tetap soal meeting bersama boss itu wajib hukumnya. Bisa-bisa gajiku terpotong dengan seksama" jawab Damian sambil membantu memilah - Milah bibit yang sudah disiapkan Izzy.


"Jadi kalau kamu tidak ikut, gajimu dipotong?"


Damian mengangguk dengan wajah memelas. "Nanti bagaimana dengan cicilan Hublot ku?"


Izzy terbahak. "Oh Damian, kamu sangat menggemaskan.Kamu bukan tipe membeli barang dengan cicilan."


"Bagaimana kamu tahu?"


"Aku hanya tahu saja." Izzy tersenyum ke arah Damian.


"Izzy, kalau misalnya uang kamu sudah terkumpul dan kamu hendak operasi, bagaimana jika toko ini dikelola oleh Betty dan aku serta Dahir dulu?" Damian menatap serius ke Izzy.


"Tapi Dam..."


"Hemat aku, Izzy, semakin cepat semakin baik karena usia kamu masih muda jadi regenerasi tulang kamu juga lebih cepat. Takut aku,jika terus menunda nanti..."


Izzy memegang tangan Damian. "Dam,enam bulan lho. Enam bulan masa pemulihan aku termasuk dengan fisioterapi lagi. Apa kamu sanggup membantu Betty mengurus toko selama itu?"


"Why not?" balas Damian dengan nada super ngeyel.


Izzy tersenyum. "Seriously Damian. Aku tidak mau merepotkan dirimu."


"Izzy, yang utama adalah kesembuhan kakimu. Aku tidak tega melihat kamu kesakitan seperti kemarin. Ngomong-ngomong, operasinya dilakukan dimana ?"


"Di Edinburgh. Dokter ku disana dan dia sangat kompeten."


Damian tersenyum. "Buatlah jadwal dan aku akan menemani mu."


"Aku juga harus memberitahukan kakakku. Dia akan membantu biayanya jika aku sudah siap untuk menjalani operasi."


"Memang kakakmu dimana?"


"Kakakku bekerja di New York. Dia bekerja sebagai pengawal salah satu anggota keluarga Blair."


Damian terkejut. "Blair? Blair? Siapa namanya?"


"Hunter McDouglas."


Wajah Damian tampak memucat. Hunter? Pengawalnya mas Lisus itu kakaknya Izzy? What the hell? Dunia kok sempit banget sih?!


"Dam, kamu nggak papa?" tanya Izzy bingung melihat pria itu memucat.


"Nggak... Nggak papa... Hanya saja ... terkejut."


"Karena keluarga Blair?" tanya Izzy.


Karena kakakmu adalah pengawal kakakku !


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️