
Hari Minggu di Rumah Singgah Milik Duncan Blair
Hari ini Damian dan Dahir tampak asyik memancing bersama dengan Jack sedangkan Izzy dan Betty memilih untuk memasak camilan untuk para pria yang heboh sendiri di danau belakang rumah.
"Itu ngapain para cowok pada buka baju?" celetuk Betty yang melihat dari jendela dapur.
Izzy pun menoleh dan matanya membulat sempurna melihat punggung lebar dan berotot Damian tampak asyik mengobrol dengan Jack. Dahir pun juga sudah membuka kaosnya dan tetap memegang joran dengan kacamata hitam bertengger di hidungnya yang mancung.
"Betty, mereka itu macam sok pamer body ya?"
"Bikin ngiler ya Zy? Duh, jadi pengen elus-elus roti sobek punya Dahir deh..." Betty mengusap air liur nya yang tetiba terbit di mulutnya membuat Izzy melongo.
"Oh ya ampun ! Kamu itu !" kekeh Izzy.
"Lho depan mata, Zy. Masa kita harus rugi tidja bisa menyentuh ... "
Suara teriakan Damian membuat para gadis berlari menuju dermaga kayu itu dan melihat pria itu tercebur ke dalam danau.
"Apa yang terjadi?" tanya Izzy yang baru sadar kakinya terasa sakit karena tadi dirinya berlari. Gadis itu langsung duduk di kursi untuk memegang kakinya.
"Astaghfirullah... Kamu lari Izzy?" tanya Damian.
"Kamu berteriak kenapa?" tanya Betty. "Tunggu sebentar Izzy, aku ambilkan obat gosok mu." Wanita itu lalu berlari ke dalam rumah untuk mengambil obat penghilang nyeri milik Izzy.
"Kak Izzy nggak papa?" tanya Jack.
"Nggak papa" senyum Izzy. "Kamu kenapa bisa kecebur?" Izzy menatap Damian yang berusaha naik ke atas dermaga.
Yang kecemplung
"Kayaknya tadi aku dapat Trout besar dan joranku tertarik. Aku berusaha mempertahankan tapi malah aku terpeleset dan byuurrr deh..." kekeh Damian yang kemudian berjongkok depan Izzy. "Maaf ya membuat kamu harus lari-lari."
Izzy mengeplak bahu Damian. "Jangan memaksa kalau nggak bisa ditangkap !"
"Iya ... iya..." cengir Damian.
Tiba-tiba suara orang tercebur membuat ketiga orang itu menoleh. Tampak Dahir berenang untuk mengambil joran milik Damian yang terapung.
"Astaga kalian ituuu !" komentar Betty yang sudah datang dengan membawa obat milik Izzy. "Digosokkan dulu Izzy, ini aku bawakan juga obat minumnya." Betty menyerahkan obat itu dan sebotol air mineral.
"Apakah sakit sekali?" tanya Damian ke Izzy.
"Lumayan senut-senut sih..." senyum Izzy sambil menggosok obatnya di kaki kanannya yang sakit.
"Dam, joran kamu nih" ucap Dahir yang sudah naik ke dermaga dan Betty harus menahan nafas melihat tubuh liat pengawal Damian itu.
"Duh, nggak rugi, nggak rugi..." gumam Betty membuat Izzy melotot.
"Apanya yang nggak rugi?" tanya Dahir bingung.
Betty menatap Dahir jahil. "Boleh nggak aku pegang roti sobek kamu? Gemaasss...."
"Haaaaahhh?" Dahir melongo. "Roti sobek apa?"
Betty tidak menjawab tapi langsung menegang perut kotak-kotak Dahir membuat pria itu terkejut dengan keberanian wanita berambut pirang itu.
"Ya ampun Kak Betty ! Bikin malu !" Jack sampai menutup matanya, malu melihat kelakuan kakaknya.
"Izzy, perutnya keras banget !" seru Betty membuat Damian terbahak sedangkan Izzy hanya menggelengkan kepalanya.
"Mr Saab, maafkan Betty ya?" Izzy menatap Dahir yang masih terbengong-bengong.
"Ya sudah. Rasa penasaran aku akhirnya terjawab..." Betty melepaskan pegangannya di perut Dahir. Pria itu menatap Betty dengan tatapan yang tidak bisa dibaca membuat Betty gugup. "Maaf Dahir....aku penasaran..."
"Ada hukuman nya karena kamu sudah menyentuh perut aku tanpa ijin."
Betty melongo. "Lhaaaaa kok?"
"Iyalah !" jawab Dahir tegas.
"Duh !" Betty menatap Damian dan Izzy dengan wajah memelas. "Bagaimana ini Izzy?"
"Salahmu lah Betty..." kekeh Izzy.
"Kalian sudah dapat ikan berapa?" tanya Izzy untuk menetralisir suasana.
"Baru empat. Tuuuuhh..." Jack memperlihatkan empat ekor ikan Trout yang mereka tangkap.
"Ayo dapat dua lagi, nanti kita eksekusi!" ucap Betty ceria.
***
Setengah jam kemudian, akhirnya Jack berhasil mendapatkan dua ekor ikan Trout sedangkan Damian dan Dahir masing-masing mendapatkan satu. Ketiganya pun masuk ke dalam rumah dan segera mulai memasaknya. Jack dan Damian bekerja sama membuat dua menu Trout, grilled dan butter lemon sauce.
Dahir sendiri memilih beristirahat di luar dan duduk di sofa yang berada di teras. Betty pun menghampiri dengan membawa sepiring sandwich dan segelas es teh manis untuk mengganjal perut.
Pria itu melirik ke arah Betty dan wanita itu tampak cuek dengan melihat dirinya hanya mengenakan celana pendek.
Dahir si pengawal
"Capek Dahir?"
"Lumayan tapi matahari disini tidak seterik Dubai jadi enak lah rasanya" senyum Dahir.
"Dahir... " Betty menunduk.
"Apa Betty?"
"Aku mau minta maaf... " Betty menatap pria itu. "Aku ... tadi terlalu terbawa suasana... Mungkin ... karena aku lama menjanda kayaknya..."
Dahir tersenyum. "It's okay Betty. Karena aku tahu kamu seperti apa orangnya jadi aku santai saja."
Betty tersenyum. "Terimakasih."
Dahir mengangguk. "Sandwich apa ini Betty?"
"Sandwich tuna. Aku dan Izzy yang membuatnya sambil menunggu makan siang kita."
Dahir menggigit sandwich itu. "Enak Betty."
Betty tersenyum manis.
Betty Leigh
***
Acara makan siang kelima orang itu tampak ramai dan akrab. Damian dan Dahir tertawa saat Jack menceritakan awal mula bekerja dengan memberikan bumbu yang salah.
"Untung Joseph tidak marah" ucap Jack sambil tertawa.
"Tidak apa Jack. Aku punya Opa yang sampai detik ini tidak bisa akur dengan kompor. Sudah beberapa kali rumahnya nyaris terbakar hanya karena dia selalu lupa menyalakan kompor dan memasak air pun bisa sampai habis" kekeh Damian.
"Ya ampun Dam, tapi itu parah..." ucap Izzy.
"Parah banget! Kamu tahu, Opaku itu waktu muda sempat menjadi model. Dan oleh opa kandungku, diminta untuk bergaya memasak... Gaya doang ... Itu pun bisa gosong lho !" ( Baca My Rey edisi Bonchap )
Dahir tersenyum simpul. "Mr Arya Ramadhan?"
Damian mengangguk. "Parah kan?"
Izzy, Betty dan Jack tertawa karena baru kali ini mendengar orang yang selalu lupa kalau menyalakan kompor.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️