
Restauran McIntyre di Knightswood Glasgow Skotlandia
Jack tersenyum melihat kakaknya datang ke tempatnya bekerja. "Kak Betty !" serunya sambil menghampiri Betty.
Dahir menatap seorang pria berusia 20an tapi dengan wajah khas berkebutuhan khusus. Tapi melihat bagaimana Betty memeluk erat dan penuh kasih sayang ke pria berambut pirang dan bermata biru sama dengan wanita itu, Dahir bisa melihat bagaimana hubungan mereka sangat dekat.
"Jack, ini aku perkenalkan. Ini Mr Damian Azzam yang memiliki danau tempat surga Trout dan ini saudara nya Mr Dahir Saab."
Jack melakukan tos dengan kepalan tangan karena penuh dengan tepung. "Mr Azzam, apakah boleh saya memancing di danau anda?"
"Boleh Jack" senyum Damian.
"Mr Saab. Kenapa namamu seperti merk mobil?" Jack menatap Dahir dengan wajah jenaka.
Dahir tersenyum. "Mungkin karena kedua orangtuaku penggemar mobil?"
Jack tertawa lepas. "Ayo duduk. Kalian pesan apa?"
"Seperti biasanya Jack" senyum Izzy yang duduk bersebelahan dengan Betty.
"Fish and chips serta Mac and cheese akan datang" senyum Jack yang langsung menuju dapur.
"Betty! Izzy !" panggil seorang pria paruh baya dengan wajah mirip Santa Claus, membuat keempatnya menoleh.
"Joseph McIntyre" senyum Betty. "Mr Azzam, Mr Saab. Perkenalkan ini Mr Joseph McIntyre pemilik restauran ini dan juga boss Jack."
Damian dan Dahir bergantian bersalaman dengan Joseph McIntyre.
"Aku hanya mendengar nama Damian sebagai teman Betty dan Izzy yang memberikan Trout. Jack sangat senang dengan ikan itu. Terima kasih Damian, membuat Jack bahagia." Joseph McIntyre menoleh kearah Jack yang tampak serius memasak untuk kakak dan teman-temannya.
"Sama - sama Mr McIntyre" jawab Damian.
"Baik, saya tinggal dulu kalian semua. Enjoy the food ( selamat menikmati makanannya )." Joseph McIntyre pun meninggalkan keempat orang yang sedang duduk.
Damian dan Dahir melihat sekelilingnya yang lebih menyerupai pub khas Inggris dibandingkan dengan restauran.
"Vibe nya disini sangat fun dan warm ya?" komentar Damian.
"Everybody knows everybody ( semua orang mengenal satu sama lain )" jawab Betty. "So Mr Saab..."
"Dahir, please" potong Dahir.
"Dahir... Bolehkah bagaimana Dubai?" tanya Betty curious. "Apakah memang sebegitu mewahnya? Atau hawanya panas?"
"Kalau mewah, tergantung anda memang membutuhkan barang mewah atau tidak. Tapi kalau soal udara dan cuaca, saya lebih suka di sini. Jauh lebih segar" senyum Dahir yang membuat Betty terpana.
"Ternyata kalau kamu tersenyum, Dahir... Manis juga...* senyum Betty membuat Izzy memegang pelipisnya.
"Mr Saab..." potong Izzy.
"Please, Dahir, Miss Izzy."
"Dahir, jangan terlalu dipikirkan ucapan Betty. Dia lemah dengan bunga, coklat, makanan gratis dan enak serta... pria berkulit Tan ( gelap )." Izzy melirik judes ke Betty.
"Jadi kamu suka cowok Tan?" goda Damian ke Betty.
"Ooh Mr Azzam, anda sangat tahu selera saya" kerling Betty.
Damian terbahak sedangkan Izzy memasang wajah tidak enak ke kedua pria itu.
"Maafkan Betty, Mr Azzam dan Dahir" ucap Izzy.
"Tidak apa-apa Izzy. Aku senang kekacauan ini" senyum Damian.
Dahir tampak terkejut melihat bagaimana wajah Damian berubah menjadi tuannya yang dulu. Tuannya sebelum pernikahan sia@lan itu. Diam-diam Dahir bersyukur Damian sudah mulai ceria dan tidak ada beban pikirannya seperti saat menikah dengan Reema.
Para warga disini sangat menyenangkan dan membuat tuanku Emir menjadi kembali seperti semula. Alhamdulillah... keputusan tuan Emir untuk berlibur di Glasgow membuat moodnya membaik.
"Ohya Izzy, besok aku mulai bekerja kan?" tanya Damian ke gadis berponi dan bergigi kelinci itu.
"Damian, kalau kamu bekerja di tempat aku, bagaimana dengan Dahir? Aku tidak sanggup membayar kalian berdua..." Mata coklat Izzy tampak berkejap-kejap jenaka.
"Izzy, kan aku sudah bilang. Kalau kamu tidak bisa membayar kami, jam Hublot aku bisa dijual kan?" cengir Damian.
"Astaghfirullah..." gumam Dahir.
Betty tertawa. "Dahir, kamu akan betah disini karena kami sangat lucu dan menggemaskan."
"Kamu kan berusaha menggemaskan demi mendapatkan makanan gratis dan enak dari Damian" tegur Izzy gemas dengan sahabatnya yang memang selalu blak-blakan.
"Kamu memasak Dam?" tanya Dahir terkejut. Wow, tuanku tinggal di Knightswood kurang dari sebulan tapi sudah banyak kemajuan dan ...kejutan.
"Of course. Kenapa tidak aku memasak, Dahir. Aku tinggal sendiri dan bahan makanan banyak, rugi kalau tidak memasaknya" senyum Damian ke pengawalnya. "Apalagi kata kedua gadis ini, masakan aku enak."
"Memang enak ! Apalagi Trout garlic lemon. Yummy !" celetuk Betty.
Lagi-lagi Dahir merasa terkejut karena tuan Emirnya dengan santai memasakkan untuk dua wanita di hadapannya. Setahu aku, tuan Emir hanya memasak untuk nyonya Raana, nyonya Nura dan nona Raine di istana. Hanya ketiga wanita itu yang dimasakan oleh tuan Emir.
"Sudan siaaappp!" seru Jack yang datang membawakan pesanan keempat orang itu.
"Waaaahhhh tampaknya lezat! Terimakasih Jack !" senyum Damian tulus kepada Jack yang tersenyum senang.
"Semoga kak Damian dan kak Mobil suka" ucap Jack.
"Kak mobil?" Dahir menatap Jack bingung.
"Habis nama kakak susah, jadi aku panggil kak mobil saja biar gampang."
Damian tertawa terbahak-bahak. "Nggak kakak, nggak adik, sama saja kacaunya!"
"Oh Mr Azzam, janganlah begitu. Membuat saya malu" ucap Betty dengan wajah sok imut.
Izzy memegang pelipisnya. "Oh my God ..."
"Kenapa Izzy?" tanya Damian.
"Aku sungguh tidak enak dengan kalian berdua akibat ulah Betty" jawab Izzy.
"It's okay Izzy. Sejujurnya aku rindu suasana seperti ini. Seperti jika aku berkumpul dengan semua saudara ku. Selalu ada kekacauan disana" senyum Damian.
"Wah, seru dong!" kekeh Izzy.
"Sangat seru dan kalau sudah menistakan, sering tidak lihat tempat!"
Dahir hanya bisa tersenyum dan sekarang dirinya tahu mengapa Damian betah disini. Karena orang-orangnya memang menyenangkan. Dahir menoleh ke arah Damian yang tampak asyik mengobrol dengan Izzy dan matanya berbinar-binar. Ya ampun tuanku Emir, sepertinya anda benar-benar jatuh cinta dengan gadis bergigi kelinci itu.
Dahir menatap ke arah Jack. "Jack, apakah kamu bisa memancing?"
"Ayahku seorang nelayan. Dan akan menjadi memalukan jika aku tidak bisa memancing" jawab Jack gamblang.
"Kalau begitu, bisakah kamu mengajari aku jika saat libur dan kita memancing di danau rumah Damian?" Entah kenapa Dahir tertular Damian yang bisa dekat dengan siapa saja disini.
"Of course! Lihat kak, aku akan mengajari Mr mobil memancing" seru Jack.
"Thank you Dahir. Aku senang melihat adikku bahagia dengan cara sederhana sekalipun" ucap Betty tulus.
"Sama-sama. Tampaknya aku akan betah tinggal disini" balas Dahir.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️