The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Acara Ramah Tamah



RR's Meal New York


Acara lamaran Damian dan Izzy berlangsung lancar dan penuh kebahagiaan, sangat berbeda suasananya dibandingkan lebih dari satu setengah tahun lalu saat Damian menikah dengan Reema.


Hunter tampak terharu saat memeluk Izzy apalagi setelah operasi kakinya sukses. Para keluarga Blair dan keluarga New York ikut larut melihat bagaimana kedua kakak beradik itu saling mengeluarkan emosi masing-masing.


Doogie pun mendrama dengan ikut menangis di pundak Bayu membuat ayah Duncan itu melirik sebal.


"Seriously, Doog. Kamu pun ikut berdrama ria?" hardik Bayu jengah.


"Aku kan ikut terharu Bay. Kita kan tahu saat Izzy kecelakaan bagaimana terus Izzy menolak operasi perbaikan kakinya karena trauma dengan operasi dan rumah sakit..." isak Doogie dengan air mata buayanya.


"Iya tapi air matamu membuat noda di jas Ermenegildo Zegna aku, cumiii !"


"Di laundry kan hilang, cuma air mata tanpa maskara juga..." balas Doogie cuek.


Bayu menoyor dahi Doogie. "Cari pacar sana !"


"Cariin !"


"Memang kamu ingin seperti apa?"


"Receh macam Ajeng !"


"Ajeng itu istri gue, Doogie ! The one and only !"


"Aku kan bilang macam Ajeng, tidak mirip Ajeng. Maksud aku yang tahan banting dan receh begitu."


"Yakin kamu mau melepaskan masa melajang abadi kamu?" tanya Bayu.


"Kalau ada yang cocok, kenapa tidak? Kalau nggak cocok ya... Hidup membujang lah!" jawab Doogie santai.


***


"Senang, Izzy?" tanya Damian ke arah gadisnya.


"Senang. Aku suka suasana seperti ini. Hanya keluarga yang datang..." jawab Izzy.


"Mas Damian ! Akhirnya move on juga !" seru Nadya Blair yang datang bersama dengan suaminya Omar Zidane dan putra mereka Aslan.


"Thanks Nadya. Alhamdulillah mendapatkan yang cocok" senyum Damian sambil memeluk Nadya.


"Halo, aku Nadya Blair, sepupu kandung mas Damian ... Eh sebenarnya Opa buyut aku adiknya opa buyut mas Damian. So, ini keluarga aku, suamiku Omar Zidane dan putra kami Aslan.


Izzy bersalaman dengan Nadya dan Omar. "Senang bertemu dengan kalian semua" senyum Izzy.


"Owalaahhh! Pantas Kalian jodoh, sama-sama Rabbit Teeth !" seru Nadya. "Coba lihat saja, mas Damian kan juga Rabbit Teeth cuma nggak senampak punyamu sih."


Damian dan Izzy saling berpandangan. "Masa sih gigiku Rabbit Teeth?" ucap Damian.


"Nih aku kasih kaca" ucap Nadya sembari membuka tas Hermès nya dan mengambil kaca yang selalu dibawanya kemana-mana. "Lihat saja sendiri." Pengacara itu memberikan kacanya ke Emir Blair.


Damian dan Izzy pun melihat gigi masing-masing lalu keduanya terbahak. "Ternyata kita sama-sama Rabbit Teeth..." gelak Damian.


"Baguslah ! Jadi kalian berjodoh lah" senyum Nadya lalu memeluk Izzy yang mengenakan gaun merah. "Welcome to our family meskipun Hunter sudah duluan sih. Kalau Hunter bisa tabah, kamu pun bisa tabah dengan kami."


Izzy tertawa.



Damian Blair



Izzy McDouglas


***


"Kamu tahu, Izzy. Sejak jadi duda, Damian itu jarang ketawa !" ucap Nadira McCloud Pascal. "Hilang pokoknya muka cerianya DamDam!"


"DamDam?" Izzy menatap dosen filsafat itu bingung.


"Iya, panggilan nya mas Damian itu DamDam, kadang dam bendungan..." sahut Raine Blair McGregor yang sedang hamil anak pertama dengan suaminya Charles McGregor.


"Kok bisa mas Dam Bendungan sih Raine?" tanya Charlotte McGregor Blair yang juga sedang hamil anak pertama dengan suaminya Radhi Blair yang merupakan saudara kembar Raine.


"Lha dibandingkan Radhi kan badan mas Dam lebih besar... Macam bendungan..." jawab Raine.


"Gapura kecamatan yang jelas !" balas Blaze Bianchi Prasetyo cuek.


Izzy cekikikan mendengar keributan para sepupu perempuannya Damian. "Tunggu Raine dan Radhi saudara kembar?" tanya Izzy.


"Yes."


"Tapi Raine menikah dengan Charles McGregor yang notabene kakaknya Charlotte tapi malah Charlotte menikah dengan Radhi? Oh my God .. Kok bisa tukeran gitu ya?" Izzy menatap bingung ke arah dua bumil cantik itu.


"Buktinya bisa. Tuh hasilnya jadi melendung perutnya" sahut Ajeng sambil tertawa.


"Mbak Ajeng juga melendung tuh... " ejek Raine.


"Iya nih .. Kesundul..." ucap Ajeng manyun.


Para wanita disana terbahak. "Macam aku sama Sammy. Rania dan Rase nggak sampai dua tahun bedanya" ucap Blaze.


"Kalau Duncan dan adiknya cuma beda 22 bulan sih" senyum Ajeng sambil mengelus perutnya.


"Mbak, jangan pakai acara telepon 911 lagi ya..." pinta Ganiya Redford Dewanata, istri Radeva Dewanata, sepupu Bayu.


"Telepon 911? Polisi?" Tanya Izzy bingung.


"Iya Izzy, polisi ! Datang ke apartemen mas Bayu dan Mbak Ajeng. Gara-gara mbak Ajeng waktu itu hamil Duncan, kan harus makan Oreo coklat. Ternyata Oreo yang biasanya stoknya banyak, tinggal dua keping. Stock yang berdus-dus itu baru datang besok jadi mbak Ajeng ngeman-ngeman tapi...." Ganiya melirik ke arah Ajeng yang manyun. ( Baca My 100th Secretary )


"Tapi Oreo coklat tinggal dua keping itu dimakan sama mas Lisus ! Ngamuk lah bumil satu ini. Langsung telpon 911 dengan aduan perbuatan tidak menyenangkan dan sangat tidak masuk akal ! Ditambah, aku waktu itu sedang hamil Aslan, lagi ngidam nonton film action di bioskop, di kirimkan pesan suruh dampingi Ajeng di kantor polisi ! Njelehi nggak!" omel Nadya panjang lebar.


"Habis mas Bayu ...." Ajeng menatap melas ke ipar-iparnya.


"Ya tapi kan nggak harus sampai telepon 911 Ajeennggg..." sungut Nadya yang merasa masih kesal kalau mengingat akan hal itu.


Izzy tertawa terbahak-bahak mendengar cerita yang menurut nya sangat hilarious tapi ternyata memang kejadian.


"Izzy, besok kalau sudah menikah dan hamil, bilang sama Damian jangan sampai mengambil makanan yang memang kamu suka. Bahaya !" ucap Ajeng sungguh-sungguh.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️


***



Eniwaaiiii, dua pengawalnya Bayu kalau dibuat bonchapnya, pada mau nggak? Enaknya taruh di novel nya Bayu atau novel nya Damian kalau pada mau?