The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Kumpul Di Paviliun



Istana Al Azzam Dubai UAE


Seperti permintaan sang pengantin wanita yang tidak mau adanya resepsi mewah di hotel, akhirnya semua dilakukan di istana milik keluarga Al Azzam Blair usai ijab, dengan konsep standing party agar pasangan pengantin baru itu bisa menyapa para tamu undangan dari berbagai kalangan. Semua Emir dan raja berbagai negara pun hadir, begitu juga dengan para law enforcement yang sempat terlibat di Hongkong.


Damian memang membuktikan janjinya ke Izzy untuk mengundang sahabat dan kerabat dekat saja, apalagi yang mereka kenal baik. Tidak semua saja, istana yang luas itu pun tampak penuh.


Damian memperkenalkan Izzy kepada Lucas Syahputra, salah satu pemimpin BIN yang bersama dengannya di Hongkong. Pria Indonesia itu datang sendiri karena masih menjomblo. Selain Lucas, Izzy juga diperkenalkan kepada Eli Yaqub, pemimpin Mossad.


Gadis itu tampak takjub dengan banyaknya kenalan Damian yang tidak tanggung-tanggung. Izzy sendiri hampir jatuh saat melihat Raja Henry dan Ratu Medeline datang ke acara pernikahan nya.


"Mas, itu yang mulia raja Henry kan?" bisik Izzy takut salah. Gadis itu melihat Henry sedang berbincang dengan seorang pria tampan seusianya dengan brewok di wajahnya.


"Yup, itu raja Henry bersama dengan bang Sean, raja Belgia. Kamu sudah berkenalan dengan bang Sean dan mbak Zee kan?"


"Mas Dami !" Izzy mengeplak bahu suaminya. "Kenapa tidak bilang rajaku datang !"


"Lha, apa kamu tidak perhatian tadi?" kekeh Damian sambil mengusap bahunya.


"Duh !" ucap Izzy tampak panik.


"Sudah, aku kenalin ... " Damian menggandeng Izzy untuk menemui Henry dan Sean.


"Welcome your highness..." sapa Damian sambil membungkuk hormat.


"Dam ! Oh come on ! Macam apa saja" kekeh Henry sambil memeluk Damian. "Congratulations... So, ini istrimu... Elizabeth?"


"Izzy..." ucap Izzy gugup dan menekuk satu lutut nya. "Your highness.."


"Ah, santai saja Izzy. Aku kira kamu tidak akan menikah lagi Dam" ujar Henry.


"Pas dapat jodohnya jadi menikah lah..." senyum Damian.


"Benar itu. Betul nggak Sean?" Henry menoleh ke arah Sean Léopold.


"Exactly. Dam, mantan ayah mertuamu datang bersama orang tuanya Kamal..." ucap Sean ke Damian.


"Ohya?"


"Baru datang. Lagi ngobrol sama papa dan Oom Direndra" jawab Sean.


"Izzy, kita ketemu dulu sama mereka yuk" ajak Damian.


"Iya. Your highness, kami permisi dulu" pamit Izzy ke kedua raja yang bersahabat itu.


"Silahkan Izzy" balas Henry dan Sean.


***


"Jadi istrinya Damian gadis biasa?" tanya mantan mertua Damian, Emir Al Salam dari Bahrain.


"Gadis Irlandia biasa, sama seperti istriku Raana yang dulu seorang guru. Izzy hanya gadis yang memiliki bisnis kecil-kecilan tapi menghasilkan" jawab Direndra tenang meskipun kesal juga dibilang menantunya wanita biasa.


"Damian sangat mencintai Izzy. Bukankah Reema dan Kamal juga sudah saling mencintai? Apalagi Reema sedang mengandung pewaris tahta Oman?" sambung Ayrton yang sedikit jengah mendengar nada sinis dari mantan besan Direndra.


"Iya. Reema sedang hamil cucu laki-laki kami" ucap Emir Oman ke Ayrton dan Direndra.


"Dad..." panggil Damian. "Oom Ayrton."


"Dam, ayo bertemu dulu dengan Emir Bahrain dan Emir Oman" ucap Direndra.


Damian bersalaman dengan para pemimpin Oman dan Bahrain lalu memperkenalkan Izzy ke mereka. "Izzy, kenalkan ini Emir Bahrain, ayahnya Reema. Ini Emir Oman, ayahnya Kamal. Mereka berbesan."


Izzy membungkuk hormat karena tahu tidak boleh bersalaman karena bukan muhrim.


"Assalamualaikum tuan Emir... Senang bertemu dengan anda berdua" salam Izzy sopan.


"Wa'alaikum salam... Selamat ya buat kalian berdua. Sayang Kamal tidak bisa datang karena harus menemani Reema yang sedang hamil tua" balas Emir Oman.


"Semoga persalinan Reema berjalan lancar dan ibu serta bayinya selamat dan sehat" doa Izzy tulus.


"Aamiin. Insyaallah..."


"Memang kapan due datenya ?" tanya Ayrton.


"Insyaallah Minggu ini...." Keenam orang itu terkejut ketika ponsel Emir Oman berbunyi. "Ya Kamal? ... Apa ? Oke. Abun akan segera pulang ..."


"Ada apa?" tanya ayah Reema.


"Tidak apa-apa. Kelahiran cucu anda jauh lebih penting" senyum Ayrton.


Kedua Emir itu berpamitan dengan tergesa gesa lalu pergi dari istana Al Azzam.


***


Menjelang malam, semua tamu undangan sudah pulang kecuali para anggota keluarga. Generasi keenam bersama dengan pasangannya memilih untuk tidak mengadakan balapan di Autodrome Dubai seperti biasanya karena Radhi dan Gasendra tidak mau jika para istri mereka khawatir apalagi Charlotte sedang hamil dan Gemma baru saja mendapatkan bayi laki-laki.


"Kita kumpul - kumpul begini saja. Untuk kali ini saja, anak-anak biar dipegang para pengasuh" ucap Arabella.


"Kayaknya setiap acara pernikahan, anak-anak pasti dipegang pengasuh deh biar nggak ngereog disini" ledek Blaze sambil bersandar di dada suaminya Samuel Prasetyo.


"Kita bisa kumpul kapan sih? Cuma acara pernikahan doang kan? Lebaran aja sering nggak lengkapnya" balas Juliet yang tiduran di paha suaminya, Romeo Akihiro.


"Jules, besok jadi ke rumah sakit?" tanya Ken Al Jordan yang duduk bersama dengan Dokter Faheema. Semua orang memilih lesehan sambil menikmati acara makan.


"Lho? Juliet sakit apa?" tanya Elane yang tidak tahu ceritanya.


"Bukan Juliet, tapi Aizen. Kayaknya dia ada alergi cuma belum tahu apa. Makanya Faheema minta besok ke rumah sakit tempat kita bekerja untuk diobservasi" jawab Ken sambil melirik wanita cantik di sebelahnya.


"Oooohhh..." ucap semua orang disana.


"Dam, memang tidak ada acara balapan tapi kita ngobrol sampai pagi ya" ujar Luke.


"Tidak apa-apa. Lagipula Izzy juga lagi halangan" jawab Damian santai membuat semua orang melongo lalu tertawa terbahak-bahak.


"Pantas dia santai saja diajak hang out di paviliun" gelak Gabriel.


Damian melirik usil ke Izzy yang sudah cemberut menatap suaminya. Bisa-bisanya hal seperti itu diumumin !


"Izzy, serius. Dari semua mahar yang diberikan Damian, kenapa yang kamu ributkan malah toko bunga?" tanya Antonio Bianchi.


"Itu yang membuat aku tertarik bang... Kok sudah buat duluan padahal aku maunya barengan gitu... " jawab Izzy santai.


"Ya ampun..."


"Izzy. Kamu tinggal di Glasgow?" tanya Inggrid Pascale Neville, istri Jayde Neville Abisatya.


"Iya. Di Knightswood..." jawab Izzy. "Apa Inggrid pernah kesana?"


"Belum pernah tapi Grandpa ku di Aberdeen... Kalau ibuku di Edinburgh..." jawab Inggrid.


"Lho Izzy operasi nya di Edinburgh" celetuk Radhi sambil mengusap perut Charlotte, istrinya.


"Mas Damian kok nggak bilang?" tanya Jayde sebal.


"Kamu sama Inggrid kan ke Afrika, Australia dan Rusia buat urus bisnis berlian bersama Oom Stephan" jawab Damian.


"Oh iya Ding ... " gumam Jayde.


Suara notifikasi ponsel Damian berbunyi. Pria itu membaca pesan dari Alexander yang berada di seberangnya.


"Ada apa Dam?" tanya Gasendra.


"Reema sudah melahirkan, anaknya laki-laki."


"Alhamdulillah... " Ucap semua orang.


Damian melirik ke arah Alexander yang hanya mengangguk.


***



Introducing Dokter Faheema Faruq, tunangannya Ken Al Jordan


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️