
Toko Bunga Izzy di Knightswood Glasgow Skotlandia
"Apa Dam? Rabbit Teeth?" tanya Izzy.
"Yup, gigimu itu macam kelinci" kekeh Damian sambil mengeluarkan banyak makanan dari kotak yang dibawanya.
"Oh." Izzy tertawa. "Baru kali ini ada yang bilang padaku. Bahkan kak Hunter nggak pernah."
"Apakah Hunter sudah tahu?" tanya Damian.
"Belum. Kak Hunter sibuk dengan kak Doogie. Mr O'Grady baru saja dikaruniai anak kan Dam?"
"Yup, mas Bayu dan mbak Ajeng baru dikaruniai anak laki-laki, bernama Duncan. Ampun deh, itu nama Duncan ketiga di keluarga Blair..." gerutu Damian sambil manyun.
"Dam, kalau kamu punya anak, kira-kira mau kamu kasih nama siapa?" goda Izzy.
"Izzy, aku mau punya anak sama siapa? Pasangan nggak punya juga" senyum Damian. "Kecuali kalau kamu mau jadi pasanganku, ibu dari anak-anakku... Beda cerita."
Izzy melongo. "What?" Gadis itu tertawa. "Oh Damian, kamu sangat suka menggodaku..."
"Maybe but maybe not, Izzy" sahut Damian dengan wajah serius.
Izzy terdiam dan melirik ke arah Betty dan Dahir yang juga terkejut mendengar ucapan Damian.
"Betty, kita beli kopi dan pastry dulu. Aku butuh kopi" ajak Dahir yang tahu Emirnya butuh berbicara berdua dengan Izzy.
"Sekalian beli buat mereka berdua ya Mr Mannequin..." Betty menatap wajah tampan Dahir.
"Sure thing, Blondie." Dahir lalu menghela punggung Betty dan keduanya berjalan keluar dari toko bunga.
***
Damian menatap Izzy lembut sambil tersenyum membuat gadis itu sedikit gugup.
"Damian..."
"Maaf ya Izzy. Kamu agak tidak nyaman ya? Tapi aku bukan tipe basa basi. Aku sudah tertarik padamu sejak beberapa bulan lalu tapi aku tidak mau terburu-buru dan ingin kita dekat secara natural. Dan aku tahu kamu pasti tidak nyaman karena aku duda..."
"Bukan status marital kamu Dam. Justru dengan status kamu duda, bukan suami orang jadi tidak masalah... Yang jadi masalah..."
"Aku seorang Emir dan kamu adiknya Hunter yang hanya pemilik toko bunga?" tebak Damian sambil tersenyum. Izzy mengangguk sambil menatap pria itu.
"Izzy, semua orang pasti akan berpikiran seperti itu dan menganggap kita unreachable tapi kami sendiri banyak yang mendapatkan pasangan orang biasa. Bahkan ibuku sendiri adalah seorang guru dari dusun yang tidak tercapai luxury nya Dubai."
"Ibumu dulu guru?" tanya Izzy.
"Yup, dan daddyku menyamar jadi guru disana karena dusun itu hendak direlokasikan ke tempat yang sudah disiapkan oleh AJ Corp. Lokasi dusun itu sekarang menjadi salah satu area pembangkit tenaga listrik tata Surya terbesar di Dubai yang mensupport pengaliran listrik disana."
Izzy melongo. "Kenapa cerita kedua orangtuamu mirip dengan mu tapi bedanya kamu tidak menyamar tapi berlagak menjadi orang biasa ..."
"Semua orang Dimata Allah itu semua sama, tidak perduli kamu adalah Emir atau penjual bunga. Yang memberikan label adalah manusia dan jika kamu berpikir aku lebih baik dari kamu, tidak juga Izzy. Aku hanya beruntung lahir di keluarga yang tidak kekurangan apapun tapi aku merasa aku lebih suka hidup seperti ini, santai, cool dan yang jelas nyaman."
"Damian ... "
"Izzy, kalau kamu ingin berpikir dulu, it's okay, aku bisa terima... Tapi jangan sampai nolak aku ya?" senyum Damian membuat Izzy tertawa.
"Damian, kalau nolak kamu itu rugi. Kamu itu baik, teman yang menyenangkan, jago masak dan... tampan" senyum Izzy.
"So?" Damian mendekatkan wajahnya ke Izzy. "Kita mencoba menaikkan level pertemanan kita? Atau kita buat double date dengan Betty dan Dahir?"
Izzy memundurkan sedikit wajahnya. "Pelan-pelan Tuan Emir..." kekeh Izzy tapi setelahnya wajahnya tampak murung.
"Kenapa Izzy?" Damian melihat ada sesuatu yang membuat gadis itu tampak mendung. "Apa ada yang salah?"
"Kakiku... kakiku kan cacat Dam... Bagaimana jika kedua orangtuamu..."
"Mereka tahu."
"Lalu ? Tanggapan mereka?"
"Apakah mereka tahu aku harus dioperasi?" tanya Izzy.
"Tahu."
"Lalu?"
"Aku bilang kalau aku bakalan menggantikan kamu menjaga tokomu" jawab Damian enteng.
"Astagaaaa, Dami ! Kamu itu !" Izzy memukul bahu kekar Damian. "Aku langsung auto tidak enak dengan kedua orang tua kamu !"
"Lho memang ada yang salah? Kamu tahu apa komentar orang tua aku? Mereka bilang, aku pasti akan ngaco jualnya" gelak Damian. "Oh aku suka panggilan Dami."
Wajah Izzy memerah.
Tak lama suara bel pintu toko berbunyi dan tampak Betty serta Dahir masuk sambil membawa kopi dan paper bag. Damian dan Izzy pun menoleh ke arah dua orang yang baru datang itu.
"Americano dan frappe ? Ada sausage croissant. Ada yang mau?" tawar Betty sambil menunjukkan bawaannya.
***
Damian dan Dahir seperti biasa membantu Izzy dan Betty hingga jam tutup toko. Damian mengajak kedua gadis itu untuk makan malam di restauran milik Joseph McIntyre sekalian menjemput Jack yang sudah selesai shift kerjanya.
Keempat orang itu tampak santai dan banyak bercanda apalagi Dahir dan Betty sama-sama semakin seenaknya memanggil dengan nama asal mereka.
"Apakah kalian pacaran sekarang?" tanya Damian yang melihat kedekatan pengawalnya dengan Betty.
"Boleh dibilang friend with benefits. Aku dan mr. Mannequin seru aja sih Mr Azzam. Dinikmati saja karena kita tidak tahu apakah memang jodoh atau tidak... tapi yang jelas aku nyaman dengan pria ini" kerling Betty ke Dahir.
"Really, Blondie?" goda Dahir.
"Absolutely stranger" senyum Betty sambil merangkul lengan Dahir.
"Aku senang melihat kalian bahagia." Damian mengangkat gelasnya yang berisikan sparkling grape juice. "Salut ! Buat kebahagiaan kita !"
Izzy, Betty dan Dahir pun mengangkat gelas mereka yang berisikan minuman yang sama.
"Salut..." balas mereka bertiga.
"Halo kakak - kakak aku... Pesanan kalian. Fish and chips ... " Jack membawakan piring-piring berisikan makanan pesanan mereka.
"Really Jack? Ikan lagi?" protes Betty.
"Dan beef steak. Don't worry sis, ini halal. Aku sudah belajar..." senyum Jack membuat Damian dan Dahir terkejut dan Damian berdiri lalu memeluk remaja akhir itu.
"Thanks Jack. Aku sangat menghargai nya" ucap Damian tulus.
"Aku mungkin tidak pintar tapi aku selalu ingin tahu..." senyum Jack yang merasa senang seperti mendapatkan kakak baru.
Dahir pun mengulurkan tangannya. "Kamu terbaik, Jack. Aku sangat menghormati kamu."
"Thanks kak Mobil." Jack tidak membalas uluran tangan Dahir tapi langsung memeluk pria berdarah Arab itu.
"Ayo kita makan" ajak Damian setelah semua pesanan datang.
Kelima orang disana pun makan bersama dan Jack sekali lagi meminta ijin pada Damian untuk memancing di danau rumah nya pada hari Minggu besok dan Emir Blair itu pun mengijinkan kedatangan adik Betty untuk berburu Trout.
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️