
Istana Al Azzam Blair Dubai UAE Setahun Kemudian
Pagi ini terjadi kerusuhan keluarga besar Blair di Dubai karena ada acara aqiqah semua cucu dan cicit penerus nama Giandra, Blair dan O'Grady.
Tentu saja kerusuhan dan keramaian dipicu dengan hadirnya para bayi yang sepantaran. Scarlett O'Grady, putri kedua Bayu dan Ajeng. Edward Blair McGregor, putra Charles dan Raine. Indiana Blair, putra Nelson dan Marisol.
Charlotte dan Radhi akhirnya dikaruniai sepasang anak kembar seperti daddynya yang diberi nama Nandara yang berarti anak laki-laki dan Nefa yang berarti salju. Sepasang bayi cantik dan tampan dengan warna mata yang belum jelas, tampak tidak terpengaruh dengan keributan di sekitarnya. Keduanya tampak terlelap dengan santainya.
Damian dan Izzy pun dikarunia seorang anak perempuan yang diberi nama Shaera yang berarti cerdas. Bayi cantik itu merupakan gabungan wajah kedua orangtuanya dan sama dengan sepupunya, warna matanya belum jelas ikut Damian atau Izzy.
"Mas Dami, ramai banget" kekeh Izzy sambil menggendong Shaera.
"Gimana nggak ramai, semua cucu dan cicit digabungkan acara aqiqah nya. Biar sekalian repot" jawab Damian yang tertawa melihat Bayu kerepotan mengejar Duncan yang sudah berjalan mencari Aslan, putra Nadya dan Omar.
"Nadya akhirnya hamil anak kedua ya mas... Setelah ribut ingin punya anak perempuan" senyum Izzy sambil melihat perut buncit Nadya.
"Kata Omar, kehamilan kedua Nadya bikin dia sakit semua badannya" ucap Damian.
"Lho kenapa?"
"Entah apa yang bikin Nadya jadi aneh. Tiap malam senang banget main pijat Omar tapi dengan brutal..."
Izzy melongo. "Untung aku hamil Shaera nggak ada acara aneh-aneh ya mas... Cuma minta dibuatkan lemon trout tiap hari sama kamu..."
"Itulah, aku bersyukur kamu ngidamnya nggak aneh-aneh, nggak ada drama manggil polisi macam mbak Ajeng... Kita itu mengahadapi kehamilan yang sangat anteng ..." gumam Damian.
Terkadang Damian bingung dengan kehamilan Izzy. Tidak ada drama mood swing, tidak ada gegeran hanya permintaan sederhana yang dirinya bisa penuhi permintaan istrinya.
Berbeda dengan Charlotte saat hamil ingin naik mobil formula satu milik Radhi, makan rujak hampir setiap hari saat hamil awal atau maunya makan disuapi Radhi.
Suara tangisan dan keributan para ibu membuat Damian dan Izzy memilih menyingkir bersama putri mereka ke halaman belakang.
"Sesi foto nya sudah kan mas?" tanya Izzy sambil menatap Damian yang mengambil juice jeruk untuknya.
"Sudah kok. Kita disini saja. Sumpek di dalam" jawab Damian sambil menoleh ke arah putri mungilnya. "Ya ampun Izzy, kayaknya Shaera bakalan ketularan bar-barnya gen Giandra dan Blair deh...."
"Kenapa mas?" tanya Izzy yang sedang minum juice jeruk nya.
"Itu tidur model apa?" kekeh Damian yang melihat satu kaki Shaera menggelantung di tangan Izzy.
"Oh ya Allah ... Anak cantik kok tidurnya rusuh sih?" gelak Izzy sambil membenarkan posisi kaki putrinya.
"Izzy..."
"Terima kasih..." Damian menoleh ke arah Izzy. "Terima kasih mau bersama mantan duda yang membayar Hublot nya dengan cicilan..."
Izzy terbahak. "Oh ya ampun mas ... Masih diingat saja ih... Padahal aku sudah lupain ..."
Damian tertawa. "So, Hunter dan Doogie bagaimana?"
"Entahlah mas. Kedua pria itu sampai sekarang belum dapat pasangan. Semoga secepatnya dapat ya mas. Aku gemas deh mereka terlalu banyak kriteria !" ucap Izzy kesal mendengar cerita dari Ajeng bahwa Hunter dan Doogie protes ke Bayu dikirim acara kencan kilat.
Kedua pria Irlandia itu terlalu cerewet dan mengkritik semua cewek-cewek yang diajak blind date dan speeding date, membuat Bayu kapok mengatur acara kencan mereka.
"Ya sudah, biarin saja. Lihat bang Tomat, nunggu sampai usia 34 atau 35 demi sama Deya. Mungkin Hunter dan Doogie juga sama tapi harapan aku, jangan terlalu jauh deh usianya."
"Aamiin." Izzy tampak mengerenyitkan alisnya.
"Kenapa Izzy?"
"Tanganku pegal... Mana Shaera maunya digendong begini pula..." senyum Izzy.
"Sini gantian aku yang gendong." Damian menerima putrinya yang tetap anteng terlelap dan kedua orang tua itu menepuk pahanya pelan saat Shaera sedikit terganggu. Damian menimang lembut putrinya yang cantik.
Izzy meluruskan tangannya yang kebas dan meletakkan kepalanya di bahu Damian. "Love you mas Dami."
"I love more Izzy."
Izzy mendongakkan wajahnya dan Damian mencium bibir istrinya lembut.
Suara tangisan kencang dan keributan di ruang tengah yang luas, tidak mengganggu pasangan Damian dan Izzy yang menikmati siang itu bersama dengan putri mereka.
*** END ***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Mas Dami and Izzy tamat Gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️