
Istana Oman
Reema memunggungi suaminya usai Kamal meminta jatah padanya. Rasanya Reema muak dengan harus berpura-pura merasakan or*gasme karena jika dia tidak mengeluarkan suara, Kamal akan lebih brutal mengga*gahinya. Reema akhirnya bisa mendapatkan kepuasan jika dia membayangkan Damian yang berada diatasnya.
Damian. Reema menatap tembok kamarnya dengan perasaan amburadul. Kemana mantan suamiku itu. Reema diam-diam mencari tahu kemana Damian tapi semua jalan terbentur dengan terakhir pria itu berada di Bali.
Masa aku harus menyusul ke Bali ? Reema meremang saat tangan Kamal memeluk tubuhnya.
"Aku sangat suka tubuhmu Reema. Apalagi saat milikku kau jepit..." Kamal melanjutkan ucapan vulgarnya tapi pikiran Reema tidak ada disana.
Aku harus cari jalan untuk bisa pergi dari sini dan mencari Damian. Aku harus bisa membuat Kamal pergi dari hidupku ! Brengseeekkk! Bodoh kamu Reema ! Salah mu juga pakai acara mabok!
Tiba-tiba Reema merasakan jari Kamal masuk ke dalam miliknya dan mulai bermain disana. Reema pun memulai acara sandiwaranya dan sambil memejamkan matanya, Reema membayangkan Damian yang bersamanya, Damian yang merayunya, Damian yang merang*sangnya hingga lengu*Han pelan lolos dari bibirnya membuat Kamal menggila dan pria itu mencum*Bu istrinya lagi.
Reema tetap memejamkan matanya sambil membayangkan Damian yang sedang mencum*bunya. Damian... Damian ... Reema mende*sah saat mendapatkan sensasi nya. Kamal tampak senang melihat bagaimana istrinya menikmati acara olahraga diatas kasur dan merasa Reema sudah membuka hatinya.
Tanpa dia tahu kalau istrinya melakukan fantasi s3ksual ke mantan suaminya demi mendapatkan kepuasan.
***
Rumah Singgah Milik Duncan Blair di Knightswood Glasgow Skotlandia
Damian merasakan hawa dingin yang melanda lehernya saat sedang bekerja di depan MacBooknya dan menoleh ke arah Dahir yang sedang bermain PlayStation.
"Dahir..." panggil Damian.
"Ya tuanku?" jawab Dahir sambil tetap terarah ke layar tv.
"Apa kamu tidak merasakan hawa dingin ?" tanya Damian.
Dahir mengentikan gamenya dan menoleh ke arah Damian. "Apa perlu saya menghubungi nyonya Freya untuk mencari tahu apakah Opa anda datang, tuan?"
Damian menatap judes ke pengawalnya. "Sembarangan ! Jangan macam-macam kamu ! Itu namanya kamu memberikan nectar ke lebah !"
Dahir terbahak. Siapapun tahu hobi nyeleneh Tante Damian itu dan menjadi omongan para pengawal Blair dan Al Jordan jika membahas soal hantu.
"Tuanku, ini kan sudah mau masuk musim gugur jadi wajar kalau tiba-tiba hawa dingin mulai terasa" jawab Dahir yang kemudian dijawab anggukan Damian.
"Masuk akal juga" ucapnya sambil melihat pintu belakang yang masih terbuka sedikit. "Pintunya lupa kita tutup Dahir."
"See... Bukan hal yang supranatural, Tuanku."
Damian pun berjalan menuju pintu belakang dan menutup serta menguncinya. Pria itu juga mulai memasang pengaman rumah milik Duncan Blair tersebut dan melihat di layar MacBook nya semua CCTV berjalan dengan baik.
"Kamu masih mau main PlayStation?" tanya Damian sambil membawa MacBooknya ke dalam kamar.
"Masih tuanku. Tanggung" jawab Dahir.
"Ya sudah, aku tidur dulu. Good night Dahir."
"Good night Sir."
***
Kamar Damian
Damian melihat jam dan merasa masih bisa menelpon Izzy. Entah kenapa dirinya ingin menelpon gadis bergigi kelincinya. Pria itu mengambil ponselnya dan menelpon Izzy yang langsung mengangkat nya di deringan ke tiga.
"Hai Dami. Ada apa?" sapa Izzy.
"Izzy, apa besok kamu ikut kemari? Kan Jack mau memancing lagi" jawab Damian.
"Kalau kamu jemput Jack pasti Betty ikut dan pasti aku juga harus ikut bukan?" sahut Izzy.
"Exactly " kekeh Damian.
"Dami, kak Hunter sudah berbicara dengan Kak Bayu."
"Kak Hunter pusing karena kita berpacaran... Kalau boleh dibilang begitu..."
"Kita memang pacaran Izzy" potong Damian.
"Dami, kak Hunter bilang dinamika hubungan kita akan kacau karena dia adalah pengawal dan sahabat kak Bayu tapi jika kita serius..."
"Aku serius Izzy" potong Bayu lagi.
"Kak Hunter akan jadi kakak ipar kamu Dami..."
"Kapan lagi Hunter jadi ipar Emir?" ucap Damian cuek membuat Izzy terbahak. "Kenapa Izzy?"
"Itu juga yang diucapkan kak Bayu ke kak Hunter. Jadi aku percaya jika kalian memang bersaudara" gelak Izzy.
"Hei, kami memang bersaudara Izzy jadi tidak perlu diragukan lagi" kekeh Damian.
"Dami..."
"Yes Izzy?"
"Aku tidak sedang bermimpi kan?"
"Mimpi ada Emir menelpon mu malam-malam?" goda Damian.
"No... " kekeh Izzy. "Maksud aku, hubungan aku dan kamu... Dari hanya klien, terus berteman menjadi sahabat dan sekarang... naik level... Aku seperti mimpi Dami."
"Kamu nggak mimpi, Izzy. Sebenarnya aku yang mimpi sebab bisa jatuh cinta dengan gadis bergigi kelinci..."
Izzy tertawa. "Damiii, gigiku tidak seperti kelinci !"
"Okelah, seperti tupai, marmut, hamster..."
"Damiii !" Izzy tertawa geli karena semua binatang yang disebutkan Damian memiliki dua gigi besar di mulutnya.
"Izzy, sudah jam sepuluh malam. Sudah terlalu larut aku menelpon kamu jadi beristirahat lah. Besok kita kan bertemu..." ucap Damian.
"Dami, kamu benar-benar gentleman" puji Izzy.
"Hasil didikan kedua orang tuaku dan keluarga besarku Izzy" jawab Damian.
"Orang tuamu sangat awesome. Semoga aku bisa bertemu mereka dengan kondisi kakiku sudah sempurna..."
"Tidak sempurna pun tidak apa-apa Izzy, yang aku lihat adalah kamu dan personaliti kamu. Masalah kakimu, kapan pun kamu siap, hubungi Hunter dan aku akan membawamu ke dokter yang paling bagus."
"Dami, aku lebih nyaman dioperasi di Edinburgh karena dokter aku disana."
"Biarkan aku membantumu Izzy. Tenang saja, aku tetap akan menjaga tokomu. Kalau bangkrut karena aku salah kalkulasi dan menjual, aku jual Patek Philippe ku..."
Izzy cekikikan. "Damian, aku akan menjewer mu jika sampai membuat tokoku tutup !"
Damian tertawa. "Good night Izzy."
"Good night Dami" balas Izzy.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️