The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Mengatakan Sebenarnya



Toko Bunga Milik Izzy


"Izzy... aku mau bicara dengan mu... Serius." Damian tampak bimbang antara ingin jujur dengan Izzy tapi dia tidak siap dengan reaksi gadis itu. Damian tidak mau hubungan baik antara dirinya dan Izzy serta Betty jadi berantakan.


"Mau bicara soal apa Dam?"


"Sebenarnya... Aku..."


"Izzy ! Mereka sudah pada datang!" Betty membuka pintu toko membuat Damian menghentikan ucapannya.


"Ditunda dulu Dam. Anak-anak sudah pada datang." Izzy tersenyum ke arah Damian. Tak lama, suara khas anak-anak terdengar dan Izzy pun menyambut mereka.


Damian hanya bisa menatap Izzy cemas.


***


"Nona Izzy itu adiknya Hunter McDouglas? Hunter pengawal tuan Bayu O'Grady?" Dahir menatap Damian dengan nada tertahan. Keduanya kini berada di cafe kopi karena tidak ikut acara Izzy dan Betty. Terlalu penuh !


"Aku harus bagaimana Dahir? Jujur ke Izzy dengan resiko akan berubah pandangannya ke aku atau diam saja ?" keluh Damian.


"Anda jujur, nona Izzy dan nona Betty akan berbeda sikap..."


"Yup."


"Anda tidak jujur... Kalau Hunter bilang, juga sama saja endingnya. Nona Izzy dan nona Betty akan merasa dibohongi... Simalakama tuanku." Dahir menatap Damian. "Tapi hemat saya, tuanku, lebih baik anda mengatakan siapa Anda sebenarnya. Bukan apa-apa, lebih baik nona Izzy tahu dari anda sendiri daripada dari orang lain."


"Aku harus mencari waktu yang tepat, Dahir. "


"Iya tuanku."


Damian menyesap kopinya sambil melihat toko bunga Izzy yang sibuk mengajar anak-anak usia 7-8 tahun tentang tata cara menanam yang baik dan benar.


Lebih baik aku jujur saja deh daripada nanti lebih runyam kalau bertemu Hunter.


***


Menjelang tutup toko, Dahir mengajak Betty untuk ke restauran tempat Jack bekerja. Pengawal tampan itu ingin memberikan kesempatan kepada Damian untuk berbicara empat mata dengan Izzy.


Betty sendiri tidak masalah karena dirinya memang butuh refreshing setelah harus berjibaku dengan mengajari banyak anak-anak.


"Izzy..."


Izzy tersenyum ke arah Damian yang tampak berdiri di tengah-tengah toko. "Ada apa Dam? Kamu hari ini mogok masak. Tumben..."


"Izzy, aku mohon kamu duduk dulu." Damian menatap gadis itu serius.


Izzy pun duduk dan menatap Damian yang tampak gugup hingga membuatnya penasaran. "Kamu baik-baik saja Dam?"


Damian pun duduk di hadapan Izzy dan memegang kedua tangan gadis itu. Izzy bisa merasakan bahwa tangan Damian terasa dingin. Ya Tuhan, apa ada sesuatu dengan pekerjaan Damian?


"Izzy, maafkan aku yang tidak sepenuhnya jujur padamu."


Izzy melongo. "Apakah kamu perampok? Kamu dikejar kejar interpol? Scotland Yard? Atau kamu seorang penyamun?" cecar Izzy yang membuat Damian bingung.


"Aku? DPO? Dikejar Interpol? No, Izzy... Aku bukan krimnal !" kekeh Damian.


Wajah Izzy tampak lega.


"Izzy, aku kenal siapa kakakmu."


"Kak Hunter? Bagaimana bisa kenal?" tanya Izzy.


"Dia pengawal Bayu Blair O'Grady bukan?"


"Bayu Blair O'Grady adalah kakakku. Namaku sebenarnya adalah Damian Al Azzam Blair..." Damian mengucapkan dengan sangat pelan.


Mulut Izzy menganga. "Kamu jangan bercanda Dam... Yang aku tahu ... Tuan O'Grady punya saudara di Dubai


.... " Izzy terkesiap. "Kamu Emir Blair ?"


Damian mengangguk.


"Nggak...nggak... Dam, kamu bercanda kan? Kamu bohong kan? Hublot kamu itu memang cicilan kan?" Izzy menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bercanda, Izzy. Aku sengaja tidak memberitahukan siapa aku sebenarnya karena aku tidak mau kalian merasa terintimidasi dengan nama Blair..."


"Oh my God, Damian ! Please, katakan kalau kamu bercanda kan? Karena hendak April Mop ... Eh tapi masih seminggu lagi... Apa buktinya kalau kamu anggota keluarga Blair ?" Izzy menatap Damian serius.


Damian mengambil ponselnya dan memperlihatkan foto dirinya bersama para anggota keluarga Blair saat acara pernikahan Nadya dan Omar Zidane. Para keturunan Edward dan Stephen Blair memang foto bersama termasuk Damian bersama Bayu, Raveena, Radeva, Nelson, Radhi, dan Raine.


Izzy menatap tidak percaya foto di layar ponsel Damian. "Kenapa... kamu tidak jujur sebelumnya Dam?" bisik Izzy.


"Karena... aku ingin hidup santai disini Izzy."


"Soal perceraian kamu?"


"Aku memang bercerai dengan putri Reema Al Salman dari Bahrain. Kami berpisah bukan tanpa alasan karena aku dipaksa menikahi nya dengan ancaman hubungan kerjasama dengan keluarga ku. Dan aku kemari juga dalam rangka menenangkan hatiku, Izzy. Aku dalam kondisi ingin menikmati suasana baru dan aku bertemu dengan kalian. Aku rasa kalian semua tidak perlu tahu siapa aku sebenarnya karena aku tidak ingin kalian merasa tidak nyaman berteman denganku..."


Izzy melepaskan genggaman tangan Damian. "Tapi kamu tidak bersikap seperti seseorang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan tidak terbatas Dam... Kamu seperti orang kebanyakan..."


"Karena kalian menerima aku dengan tangan terbuka, makanya aku tidak mau kalian tahu aku adalah Damian Al Azzam Blair sang Emir Blair. Cukup Damian saja kalian mengenal aku..."


Izzy memegang wajah Damian dengan kedua tangannya "Dam, rahasia mu aman di aku."


"Apa maksudmu Izzy?" Mata hijau Damian menatap gadis itu bingung.


"Cukup hanya aku yang tahu kamu itu siapa Dam. Betty tidak perlu tahu karena dia bisa heboh dan soal kita bagaimana, tetap seperti biasanya. Aku hanya tahu Damian Azzam dari awal, dan jika Damian Azzam berubah menjadi Damian Blair... Pasti ada alasannya mengapa. Jadi, kamu jangan khawatir. Kita tetap seperti sebelumnya. Oke?"


"Kamu tidak marah?" tanya Damian. Jujur dia sudah bersiap jika Izzy bakalan marah dan ngamuk.


"Selama kamu bukan buronan interpol, DPO Scotland Yard, so what?" jawab Izzy cuek. "Lagipula, aku juga tidak mau kehilangan pegawai yang merangkap chef. Makan siang aku apa kabarnya?"


Damian terbahak lalu tangan Izzy diambilnya dan pria itu mencium punggung tangannya lembut. "Setidaknya Hunter akan tenang jika adiknya aku temani."


Izzy tersenyum manis untuk menutupi debar jantungnya akibat Damian memperlakukan seperti princess.


"Tunggu... Jadi Dahir itu..."


"Pengawal aku" jawab Damian tenang.


Izzy hanya mengangguk paham. "Dam, aku sekarang yakin benar-benar tidak bisa menggajimu..."


Damian hanya mengacak rambut Izzy dengan gemas sembari tertawa.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️