The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Pulang



London Inggris


Damian tiba di rumah Aidan dan Thara Blair menjelang sore setelah menempuh sekitar 6jam an menggunakan mobil. Setelah memarkirkan mobilnya, Damian pun masuk ke dalam rumah lalu tersenyum melihat Opa dan Omanya di meja makan sembari menikmati acara minum teh.


"Hai sayang... Minum teh dulu sambil makan camilan" senyum Thara. Damian mencium pipi Thara dan Aidan seperti biasanya.


"Kamu tampak segar. Udara Glasgow cocok buat kamu ya Dam" kekeh Aidan sambil melihat cucunya duduk di kursi.


"Yup. Sayangnya parkir mobil berupa carport tanpa atap" senyum Damian sambil menuangkan teh wasgitel.


"Minta lah pada Huxley untuk memasang atap di carport. Sebenarnya kan dulu ada atap hanya saja ambruk kena salju. Untung pas tidak ada mobil disana. Dan opa lupa untuk memasang lagi sebab, jarang kan kami kesana. Kalau pun datang, hanya satu dua malam dan itu pas summer" ucap Aidan.


"Besok kalau aku pulang, aku akan minta tolong Huxley" ucap Damian.


"Kamu ngapain saja Dam?" tanya Thara yang melihat wajah cucunya semakin cerah dan tampak segar. Sangat berbeda dari hampir tiga Minggu lalu.


"Well, memancing, bersosialisasi, memelihara mawar..."


Aidan dan Thara melongo. "Hold on. Memelihara mawar? Sejak kapan kamu berminat soal tanaman? Mommy mu pernah cerita kaktus mu saja mati !" Thara menatap wajah cucunya dengan tatapan tidak percaya.


"You're joking right ( kamu bercanda kan )?" timpal Aidan.


"No. Serius, aku memiliki dua pot mawar orange."


"Terus kamu tinggal, apa tidak mati?" tanya Thara.


"Aku titipkan lah sama penjualnya."


"Penjualnya? Jadi kamu ... Gimana ceritanya?" Thara sungguh penasaran dengan perubahan cucunya yang menjadi berbeda hanya dalam waktu beberapa Minggu saja.


Damian pun bercerita tentang Izzy dan Betty serta kesibukan dan kegiatannya disana. Aidan dan Thara hanya tersenyum saat mendengar para gadis mencuci piring karena tidak mampu membayar macam di restauran.


"Jadi hasil belajar memasak kamu berguna ya Dam" kekeh Aidan.


"Malu lah Opa kalau aku sampai nggak bisa masak. Punya opa chef terkenal, masa cucunya cuma bisa masak air dan ramen" sungut Damian.


Aidan dan Thara terbahak. "Untung kamu tidak macam Arya. Julid sama kompor."


"Opa Arya mah parah. Sampai kompor ilfill sama dia itu terlalu."


"Jangan lupa, rumah Oom Gozali hampir kebakaran berapa kali" kekeh Aidan. "Masak tinggal manasin aja dengan ada Opa disana, bisa-bisanya gosong coba! Entah apa yang Arya lakukan dengan kompor..." gelak Aidan mengingat saat Arya Ramadhan menjadi bintang iklan malah bikin kacau RR's Meal. ( Baca My Rey ).


"Memang deh Generasi keempat aneh-aneh..." kekeh Damian.


"Tampaknya setiap generasi ya sayang" senyum Thara sambil menatap mesra Aidan.


"Yup. Setiap generasi punya ceritanya sendiri."


***


Kediaman Eagle dan Elane McCloud


"Yup dia bar-bar." Damian tampak asyik bermain dengan bayi cantik itu. "Fesya, dengarkan Oom Dam. Kalau kamu tidak bar-bar, patut diragukan bahwa kamu keturunan Oma Rain Reeves McCloud, Oma Aruna McCloud dan Daddymu... Aduuuuhhhh!"


Elane mengeplak bahu Damian kesal. "Jangan kamu ajarkan !" ucap wanita berhijab itu galak. "Bayi baru berapa bulan sudah macam mas Eagle keras kepalanya ! Bikin aku pusing tahu nggak!"


Damian mengelus bahunya yang terkena pukulan keras dari kakak iparnya. "Ya ampun mbak, habis punya anak kok jadi gualak sih?"


"Biarin ! Mbak pusing ngadepin Fesya!"


"Well, tanya mbak Dira dong. Dia juga lagi pusing dengan Biana."


Elane menatap horor ke Damian. "Dam, apakah Fesya akan sama dengan Bia?"


"Well mereka sepupu kandung kan? Aku takut besarnya bakalan jadi tag team rusuh... Addduuuhhh!" Lagi-lagi Damian terkena keplak Elane yang kesal adik iparnya semakin membuatnya pusing.


"Dam ! Jangan bikin Elane emosi dong!" tegur Eagle sambil tersenyum.


"Aku hanya mengatakan fakta dan apa adanya mas..." cengir Damian.


"Baru anak perempuan sudah seperti ini. Bagaimana kalau anak kedua kami nanti laki-laki?" gumam Eagle.


"Mas Eagle harus banyak berguru sama Mbak Bee dan mas Bebek. Kan anaknya juga sama, cewek cowok kalau nanti Fesya punya adik cowok."


"Iya. Aku dan Elane memang berencana punya anak cowok nanti setelah Fesya usia dua tahun supaya ada yang meneruskan nama McCloud." Eagle lalu menggendong Elfesya. "Bagaimana pun, nama McCloud kan harus terus ada."


***


Bandara Heathrow London Inggris


Damian berangkat sendiri ke Dubai menggunakan pesawat komersial Emirates dua hari kemudian sedangkan Eagle memilih tidak datang karena selain RR's Meal ramai, Elane dan Elfesya juga tidak bisa ditinggal lama-lama apalagi wanita berhijab itu pusing dengan bayinya yang tampaknya mewarisi jiwa bar-bar keluarga ayahnya.


Emir Blair itu mengirimkan pesan ke Izzy kalau dirinya akan mengabari kapan pulang.


📩 Izzy Gigi Kelinci : Nikmati dulu saja acara keluarga mu Dam. Kami tetap menerima kamu bekerja sebab Betty akan marah padaku kehilangan koki.


Damian tertawa membaca pesan Izzy.


📩 Damian Azzam : Bilang sama Betty, kokinya tetap pulang ke Knightswood kok.


📩 Izzy Gigi Kelinci : Sorry Damian membuat kamu repot.


📩 Damian Azzam : No problemo. Aku senang melakukannya.


Damian lalu melihat ke arah iPad yang menunjukkan hasil CCTV yang dipasangnya. Damian ikut tersenyum saat melihat Izzy tersenyum membaca pesan di ponselnya.


Sabar Dam... Sabar. Selesaikan acara di Dubai, baru kamu balik ke Glasgow.


***


Dubai International Airport


Setelah tujuh jam di pesawat, akhirnya pesawat Emirates yang membawa Damian pun mendarat dengan selamat. Damian yang memilih kelas bisnis, tampak bahagia bisa kembali ke tanah kelahirannya.


Para pramugari yang mengetahui Damian, menyapa dengan ramah dan Emir Blair itu mengangguk dengan sopan sambil tersenyum. Damian pun turun dari pesawat dan menuju area kedatangan dan pintu keluar setelah melewati imigrasi.


Tiga orang pengawalnya sudah siap di pintu keluar dan membantu membawakan duffle bag nya lalu mereka pun masuk ke dalam mobil Bentley Bentayga warna biru dengan aksen perak salah satu koleksi Direndra di istana Al Azzam.



Bentley Bentayga


"Bagaimana kabar ayah dan ibuku? Sehat-sehat semua?" tanya Damian sambil membuka MacBooknya.


"Sehat yang mulia" jawab salah satu pengawalnya.


Damian memang tidak menelepon Direndra maupun Raana empat hari terakhir ini karena ingin menikmati bersama dengan Opa dan Omanya di London tapi kedua orangtuanya tahu dia akan pulang hari ini ke Dubai.


"Yang mulia" panggil salah satu pengawalnya dengan nada panik.


"Ada apa?" jawab Damian tanpa mengalihkan pandangannya dari layar MacBooknya karena menyelesaikan pekerjaannya.


"Maaf yang mulia, saya mendapatkan daftar tamu yang akan datang... Salah satunya mantan istri anda."


Damian terkejut menatap pengawalnya. Damn it !


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️