The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Pertanyaan Unfaedah



Istana Al Azzam Dubai ...


"Kamu mau mengundang Kamal dari Oman?" tanya Direndra tidak percaya ke arah Damian.


"Aku dengar dia dan Reema sudah membaik hubungannya jadi apa salahnya jika aku mengundangnya ke acara pernikahan aku?" jawab Damian santai.


Damian dan Dahir kembali ke Dubai tiga hari usai mengantarkan Izzy dan Betty kembali ke Knightswood. Untuk acara fisioterapi lanjutan, Izzy akan naik kereta bersama Betty karena untuk menyetir mobil, Izzy masih takut sedangkan Betty tidak diijinkan Dahir menyetir takut ada apa-apa.


Kedua gadis itu pun memikirkan bahwa mereka lebih santai naik kereta dibandingkan mobil karena lebih santai. Mereka akan menginap semalam di apartemen yang masih dibayar sewanya oleh Damian.


"Aku rasa ide Damian mengundang Kamal dan Reema itu baik, mas. Bukan apa-apa, alangkah baiknya jika semuanya bisa saling berlapang dada... Apalagi Damian dan Kamal kan berteman baik sebelumnya..." ucap Raana lembut.


Direndra menatap istrinya yang memegang tangannya lembut. "Begitu menurutmu?"


"Begini saja, kita kan memang mengundang kedua orangtuanya Kamal dan Reema. Kita juga mengundang Kamal dan Reema tapi masalah mereka mau datang atau tidak, itu hak mereka. Yang penting, kita sudah ada itikad baik ke mereka" jawab Raana agar mencari jalan tengah yang diplomatis agar suasana tetap nyaman.


Direndra menoleh ke arah Damian. "Kamu setuju dengan ucapan mommymu?"


"Aku rasa mommy benar Dad."


Direndra akhirnya mengangguk. "Okelah. Kita tetap mengundang mereka. Datang tidak datang, it's fine. Okay?"


Raana dan Damian tersenyum mendengar keputusan Direndra.


***


Muscat Oman


Reema menatap undangan pernikahan Damian yang berada di tangannya. Kamal lah yang memberikan undangan itu ke Reema yang sedang hamil besar, membuat bumil itu mengerenyitkan dahinya.


"Damian akan menikah?" tanya Reema sambil membuka undangan itu dan melihat nama calon istri Damian. "Elizabeth Jane McDouglas... Gadis Inggris?"


"Bukan, gadis Irlandia yang tinggal di Skotlandia..." jawab Kamal.


"Darimana kamu tahu?"


"Alexander yang cerita karena kami ada pertemuan Emir di kemarin. Elizabeth itu adiknya pengawal Bayu O'Grady."


"Adiknya pengawal Bayu O'Grady?" Reema teringat saat ada salah satu mantan dayang nya menikah dengan orang Skotlandia memberikan pesan bahwa Damian makan siang dengan seorang gadis cacat. Apakah itu orangnya?


"Katanya calonnya Damian pemilik toko bunga di Skotlandia, hanya aku tidak ingat di kota mana..." Kamal mengambil undangan itu dari tangan Reema. "Apa kamu mau datang?"


Reema menggelengkan kepalanya. "No. Aku sedang hamil besar, Kamal. Aku tidak mau terjadi apa-apa dengan anak kita... Perjalanan dari Oman ke Dubai memang tidak lama tapi aku sekarang gampang lelah apalagi masuk tri semester akhir."


"Apa kamu tidak mau datang karena masih ada perasaan dengan Damian?" tanya Kamal dengan nada cemburu.


Reema tertawa. "No, Kamal sayang. Aku lebih memikirkan anak kita. Bukankah aku sudah bilang tidak pernah memikirkan Damian lagi sejak saat itu?"


Kamal duduk di depan istrinya. "Jadi kamu memang tidak mau pergi karena takut kecapekan?"


Reema mencium bibir Kamal sekilas. "Kita bisa kesana kalau si boy sudah lahir. Setidaknya sudah bisa kita bawa kemana-mana..."


Kamal tersenyum. "Baiklah... Kita tidak usah datang dan menitipkan kado pernikahan via ayahku ya."


"Aku rasa ayah dan ibu mertua bisa paham mengapa kita tidak datang..." jawab Reema lembut.


"Nanti biar aku yang bilang pada mereka. Okay?" balas Kamal sambil mengusap perut Reema yang sudah membesar.


***


Knightswood Skotlandia


Hunter dan Dahir tiba bersamaan di kota Knightswood untuk menjemput Izzy dan Betty untuk dibawa ke Dubai. Ayah Betty sudah merestui hubungan putrinya dan Dahir, bahkan berniat untuk mengajari Dahir menjadi nelayan, membuat Betty dan Jack hanya tepok jidat.


"Well, boleh dibilang... Semua pekerjaan harus saya coba kan?" jawab Dahir kalem membuat Izzy tertawa.


"Nanti kulitmu semakin eksotis lho" sahut Izzy.


"Anggap saja jadi Mannequin kulit eksotis?" kerling Dahir membuat Hunter dan Izzy tertawa karena Betty hingga sekarang tetap memanggil Dahir Mr Mannequin.


"Kita berangkat besok pagi Izzy dan bagaimana tanaman kamu ini semua?" tanya Hunter yang merasa sayang dengan bunga dan tanaman lainnya yang kemungkinan bakalan mati ditinggal lama.


"Paman Joseph yang akan membantu menyiram. Sudah bilang sama aku. Lagipula kata Betty, dia akan seminggu saja di Dubai lalu kembali kemari. Bukankah begitu Dahir?"


"Yup. Dua hari setelah Damian dan Miss Izzy menikah, aku dan Betty menikah di rumah keluarga aku. Dan kami akan kembali ke Knightswood tiga hari sesudahnya" jawab Dahir.


"Bagaimana reaksi ibumu?" tanya Hunter.


"Ibuku senang akhirnya aku menikah juga meskipun agak kaget karena aku mendapatkan wanita Skotlandia tapi yang penting Betty dan aku sudah mantap."


"Syukurlah. Oke, sis. Kakak ke restauran paman Joseph dulu untuk berterima kasih mau mengurus tanaman kamu dan Betty." Hunter mencium kening Izzy dan berjalan keluar toko bunga itu.


Ditinggal Hunter, Izzy menatap Dahir serius. "Dahir, apakah mantan mas Dami akan datang?" Izzy mengikuti cara Raana, calon ibu mertuanya memanggil suaminya dengan panggilan 'mas'. Menurut Izzy itu sangat mesra dan berbeda jika dibandingkan memanggil nama saja.


"Miss Reema? Kata tuan Khalid kemungkinan tidak datang ..." jawab Dahir.


"Tuan Khalid itu, kak Alexander Khalid, Emir Qatar?" tanya Izzy.


"Iya suaminya nona Kalila, saudara kembar tuan Ken Al Jordan."


"Kenapa mantan mas Dami tidak datang?"


"Kemungkinan besar karena Miss Reema sedang hamil besar dan tidak mau perjalanan yang merepotkan. Kenapa Miss Izzy?! Penasaran?"


Izzy hanya tersenyum. "Nope. Hanya mau berterima kasih. Karena jika tidak begitu, aku tidak akan bertemu dengan mas Dami ..."


Dahir mengangguk. "Karena memang jodohnya tidak bersama Damian, Miss Izzy. Mau dipaksakan bagaimana pun, jika tidak jodohnya, akan tetap berpisah dengan cara apapun ..."


"Aku setuju padamu, Dahir."


***


Istana Al Azzam Dubai UAE Seminggu Kemudian


"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq. ( Saya terima nikah dan kawinnya dengan mahar yang telah disebutkan, dan aku rela dengan hal itu. Dan semoga Allah selalu memberikan anugerah )" ucap Damian saat mengucapkan ucapan qobul di depan wali nikah Izzy yang diwakili oleh Abiyasa O'Grady yang diminta khusus oleh Hunter dan ayah Bayu itu pun menyanggupinya.


"Alhamdulillah... Sah" ucap semua orang yang langsung bahagia melihat wajah berbinar Damian usai mengatakan kalimat sakral itu.


Izzy menoleh ke arah Damian dengan wajah terharu. "Mas Kawinnya toko bunga?" tanyanya karena sudah gemas tidak tahan untuk ingin tahu.


"Izzy, mas kawinnya ada banyak, kenapa malah itu yang kamu tanyakan?" Damian menatap bingung ke istrinya membuat Alaric, imam mesjid, Abiyasa, Direndra, Hunter dan Doogie, menggelengkan kepalanya mendengar percakapan pasangan suami istri baru itu sangat out of the box.


"Hunter, Izzy cocok masuk ke dalam keluarga kami. Pertanyaannya unfaedah !" jawab Abiyasa yang teringat dengan menantunya yang juga Membagongkan.


Hunter hanya memegang pelipisnya.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️