The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Kenapa Mewah Sangat?



Paviliun Istana Al Azzam Blair Dubai UAE


"Pantas Damian santai saja, wong Izzy nya nggak bisa diapa-apain" gelak Bayu sambil merangkul pinggang Ajeng.


"Sekalian mengakrabkan diri kan mas. Izzy kan jarang bertemu dengan kalian, beda dengab ipar yang lain..." jawab Damian.


"Gimana mau kenal dekat, lha wong mbok umpetin ( kamu sembunyikan )" timpal Ajeng.


"Soalnya Damian takut kalau Reema macam-macam sama Izzy" sahut Nadira yang pahanya menjadi bantal Pedro Pascal, suaminya.


"Apalagi saat itu kan Izzy masih ... Yang penting sekarang kamu sudah sehat, jadi bisa dong dilatih bela diri !" cengir Leia Bianchi Mancini.


Izzy melongo. "Nggak usah, nanti kak Hunter shock !"


"Tapi kamu itu harusnya bisa lho, kan Hunter jago beladiri" ucap Yvonne Rogers Tarrant yang sudah menikah dengan Kai Tarrant, seorang agen NCIS.


"Nggak usah ! Izzy biar begini saja" protes Damian.


"Lha Ajeng saja sekarang bisa menembak" sahut Bayu.


"Jangan dipaksa. Elane saja sampai sekarang nggak mau pegang pistol. Dia mending pegang spatula, rollpin dan mixer" kekeh Eagle.


"Eh rolling pin itu bisa dijadikan senjata lho. Jadi mbak Elane, Shinchan kasih tahu nanti cara menggunakan rolling pin sebagai pengganti baton" ucap Shinichi Park serius.


"Nggak usah kamu kompori !" teriak kakak-kakaknya.


Elane hanya tertawa kecil melihat kerusuhan keluarga suaminya.


"Oke. Misi selanjutnya... Carikan jodoh Hunter dan Doogie ! Dahir saja dah dapat jodoh ! Masa kalah sih mereka? Sudah usia kepala 3 masih menjomblo !" seru Radeva.


"Mau jodoh orang mana?" tawar Alessandro Moretti. "Italia? Inggris?"


"Deva, divisimu kan banyak yang cantik-cantik. Kenalkan saja sama mereka" celetuk Valentino Reeves.


"Lha mereka sudah tahu Doogie dan Hunter tapi begitulah... Duo pengawal itu sama kakunya sama yang dikawal" jawab Radeva.


"Biarkan saja mereka cari sendiri. Biasanya semesta akan menunjukkan jalannya kok" sahut Damian.


"Macam kamu ya Dam?" ujar Alexis Accardi.


"Ya. Macam aku" senyum Damian sambil menatap mesra ke Izzy.


"Aaaawwwww..." goda para sepupu perempuan nya yang membuat Izzy memerah apalagi Damian mencium kening istrinya semakin riuh paviliun itu.


Malam itu para generasi keenam tampak asyik membicarakan banyak hal termasuk akhirnya Shinichi mengumumkan bahwa Kedasih sudah hamil dan Yvonne pun juga mengumumkan hal yang sama.


"Raihanun on the way people !" ucap Shinichi dengan wajah bahagia.


"Macam dia yakin saja anaknya bakalan perempuan" sungut Arkananta.


***


Seminggu Kemudian...


Izzy menatap toko bunganya yang bersebalahan dengan butik Morr di Dubai Plaza. Dirinya tidak menyangka akan mendapatkan toko bunga yang berada di area elite dan sudah mendapatkan pemasok bunga-bunga segar setiap hari.


"Mas Dami... Ini terlalu mewah..." bisik Izzy saat datang kesana bersama Damian untuk acara grand opening setelah sebelumnya baru soft opening.


"Lha kamu maunya dimana?" tanya Damian yang geli melihat Izzy agak panik. Pria itu lalu memeluk istrinya dari belakang.


"Dekat market atau macam di Knightswood... Pokoknya bukan tempat mewah seperti ini..."


"Kamu tahu kenapa aku memilih disini?"


Izzy menggelengkan kepalanya. "Kenapa?"


"Karena sebelahnya adalah Butik Morr dan Charlotte bekerja disana. Jadi kamu bisa setiap pagi pergi bersama dengan Charlotte, dan kamu ada temannya apalagi kan kamu masih belum fasih bahasa Arab."


"Lalu aku bagaimana?" Wajah Izzy semakin panik mendengar dia belum fasih bahasa Arab.


"Tenang sayang, ada Aminah yang akan membantu kamu..." Damian mengedikkan dagunya ke wanita berhijab manis itu. "Dia juga pengawal kamu, Izzy."


Izzy tampak terharu dan mendongak ke arah suaminya. "Terima kasih mas Dami..."


"Apapun untuk istriku yang lebih meributkan toko bunga dibandingkan mahar mobil dan apartemen..." senyum Damian sambil mencium pucuk kepala Izzy.


***


Istana Al Azzam Blair Dubai Acara Makan Malam


"Bagaimana acara grand openingnya?" tanya Direndra saat semua anggota keluarga Blair makan malam minus Raine dan Charles yang sudah kembali ke London.


"Meriah Daddy. Terimakasih" senyum Izzy.


"Lha ? Marketnya itu lebih jauh dari Dubai Mall Izzy. Makanya Mas Damian memilih disana supaya kita bisa berangkat bersama" ucap Charlotte.


"Iya, Damian diskusi dengan mommy dan Tante Nura baiknya dimana jadi nggak repot. Apalagi kalian kan bisa makan siang bareng kan?" Raana menatap lembut ke menantunya.


"Sudah Mbak, santai saja. Aku juga lebih suka kalau Charlotte ada temannya apalagi kan dia sedang hamil. Siapa tahu malah mbak Izzy cepat ketularan hamil" sahut Radhi dengan cueknya membuat Charlotte menoleh ke suaminya.


"Benar juga!" ujar bumil bermata biru terang itu.


"Lho doaku baik lho... Siapa tahu bulan depan ada kabar baik jadi anakku dan anak mas Dam nggak jauh usianya, cuma beda beberapa bulan saja..." Radhi menatap ke semua anggota keluarganya.


"Aamiin" ucap semua orang di meja makan.


Izzy hanya tersenyum. Gimana mau hamil? Wong belum ngapa-ngapain juga.


***


Kamar Damian dan Izzy


"Kamu berarti besok sudah mulai kerja ya Izzy" ucap Damian sambil menyimpan alat sholatnya usai berjamaah isya dengan Izzy.


"Iya mas..." jawab Izzy dari kamar mandi karena usai sholat tadi dia kebelet pipis jadi Damian yang membereskan.


"Besok biar diantar Jamal dan Aminah. Mereka berdua suami istri. Jamal diminta Radhi mengawal Charlotte jadi aku meminta Aminah mengawal kamu."


Izzy keluar dari kamar mandi usai bersih-bersih. "Mas Dami, maaf ya membuat Mas Dami yang membereskan semuanya ..."


"Tidak apa-apa. Kan kamu harus ke kamar mandi." Gantian Damian yang ke kamar mandi sedangkan Izzy memilih merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur empuk.


Tak lama Damian merebahkan tubuhnya di samping Izzy. "Izzy... "


"Ya mas?"


"Boleh kah aku ... "


"Mas Dami mau buat anak sama Izzy?" goda gadis itu dengan mengerlingkan mata coklatnya yang besar.


Damian melongo. "Kamu ketularan siapa itu recehnya?"


"Lho bukannya receh itu menular?" gumam Izzy sambil menyentuh dagunya dengan jari telunjuk nya.


"Kamu kok gemesin sih !" Damian langsung memeluk Izzy dan menciumi gemas wajah dan leher istrinya yang cekikikan karena geli mendapatkan serangan mesra dari suaminya.


"Boleh kah?" tanya Damian dengan mata hijaunya yang sayu ke Izzy yang membalas tatapan suaminya.


"Boleh dong mas... Kan mas Dami sudah menunggu la..." Suara notifikasi ponsel Izzy berbunyi membuat gadis itu menoleh dan mengambil ponselnya.


"Kok belum di offline sih..." gerutu Damian.


"Tunggu... Takutnya kak Hunter." Izzy membuka ponselnya dan membaca pesannya lalu tertawa terbahak-bahak.


"Apaan?" Damian penasaran dengan pesan yang diterima istrinya.


"Baca saja ... Dari Betty" kekeh Izzy.


"Izzy, ternyata Mr Mannequin itu hot di ranjang... Aku sampai kewalahan... What the hell !" teriak Damian kesal karena pesannya sangat unfaedah.


Izzy masih cekikikan lalu Damian mengambil ponsel Izzy dan mematikan nya.


"Memangnya Dahir saja yang bisa. Aku juga bisa !" Damian langsung mengungkung tubuh Izzy sedangkan gadis itu masih cekikikan.


"Merasa tersaingi Mr Blair?" goda Izzy.


"Absolutely..." ucap Damian.


"Kalau begitu, buat aku bisa berteriak puas ..."


"Gadis Irlandia memang berbeda..." senyum Damian.


Malam itu Damian dan Izzy melakukan hubungan suami istri pertamanya setelah harus menunggu seminggu setelah ijab. Dan Damian membuktikan ucapannya dengan membuat Izzy puas beberapa kali.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️