The Emir and The Ordinary Girl

The Emir and The Ordinary Girl
Izzy



Knightswood Glasgow Skotlandia


Damian bangun kesiangan karena dirinya merasa nyaman di kamar yang merupakan kamar Duncan dan Rhea dulu karena rumah itu hanya dua kamar, satu master bedroom, satunya kamar yang lebih kecil.


Bergegas pria itu memeriksa jam waktu subuh dan tertawa kecil karena jadwal subuh di Glasgow adalah jam tiga subuh dan sekarang pukul enam pagi.



"Astaghfirullah... Benar-benar kesiangan" kekeh Damian. Pria itu pun memilih ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap untuk menikmati suasana kota kecil Knightswood.


Damian memilih sarapan paling gampang di dunia, cereal dan susu plus toast bread serta kopi. Usai sarapan, Damian membersihkan peralatan makannya dan lalu keluar rumah. Setelah mengunci pintu dan membuka cover mobil nya, pria itu mengeluarkan Range Rover milik Aidan lalu berjalan menuju kota.


***


Damian memarkirkan mobilnya di tempat parkir umum dan berjalan menikmati pemandangan weekend di pasar tumpah area pertokoan. Damian membeli sebuah fish and chips serta ice Americano lalu duduk di kursi yang terletak dekat toko bunga.



Pria itu tampak menikmati makanan khas Inggris itu sembari memperhatikan sekelilingnya. Dilihatnya toko bunga yang berada di depannya tampak ramai pengunjung. Damian tersenyum ketika melihat ada seorang ayah dan putrinya berbelanja bunga untuk ulang tahun sang ibu. Pria itu melihat seorang gadis dengan mahkota bunga diatas kepalanya, tampak melayani ayah dan anak itu.


Yang membuat Damian tidak lepas memperhatikan gadis cantik itu adalah kakinya yang pincang. Seolah tidak memperdulikan kondisinya, gadis itu tetap melayani dengan senyuman yang menurut Damian senyuman yang tulus dan menenangkan hati.



Introducing Elizabeth 'Izzy' McDouglas


Damian memperhatikan gadis itu ternyata memiliki gigi kelinci di deretan giginya yang rapih. Gigi kelinci merupakan bentuk dan ukuran dua gigi depan di rahang atas yang lebih besar dan panjang daripada gigi lainnya.


Tampak dengan cekatan, gadis itu membuat rangkaian bunga dan diberikan kepada ayah dan anak yang tampak senang dengan buket cantik itu. Damian tersenyum ketika gadis itu membalas pelukan si bocah perempuan dan melambaikan tangannya kepada keduanya usai sang ayah membayar buketnya.


Entah kenapa mata Damian tidak bisa lepas dari gadis yang cacat tapi tetap semangat. Buru-buru Damian menghabiskan makanannya lalu membuangnya di tempat sampah dan menuju toko bunga.


Suara dentingan bel pintu masuk toko bunga itu membuat dua wanita di dalamnya menoleh. Damian tampak kikuk karena dirinya bingung harus berbuat apa apalagi dirinya tidak terlalu suka urusan gardening atau bunga-bungaan.


"Hello. Ada yang bisa saya bantu?" tanya gadis yang kakinya sedikit cacat itu dengan logat khas Skotlandia nya.


"Errr... " Damian menggaruk kepalanya dan tampak bingung.


"Apakah anda mencari bunga untuk kekasih anda?" tanya gadis itu.


"No, saya tidak punya kekasih" jawab Damian cepat. Terlalu cepat.


Gadis itu tersenyum. "Untuk ayah anda? ibu anda? Atau saudara anda?"


"Aku anak tunggal."


"Yes. Rumah saya dominan putih dan saya ingin bunga yang memiliki warna cerah agar tampak semarak, nona...?"


"Elizabeth McDouglas tapi orang-orang disini biasa memanggil aku Izzy" jawab Izzy sambil tersenyum memperlihatkan sedikit gigi kelincinya dan mengulurkan tangannya.


"Halo Izzy, Aku Damian Azzam" senyum Damian tanpa menyebutkan nama belakang yang sebenarnya menyambut uluran tangan gadis itu.


"Senang bertemu denganmu Damian. Tampaknya kamu bukan orang sini ya? Baru pindah ke Knightswood?" tanya Izzy sambil mencari-cari bunga yang cocok untuk rumah Damian.


"Berlibur tepatnya. Aku ingin melepaskan rutinitas sejenak..."


"Memangnya kamu dari mana?" tanya Izzy ke arah Damian.


"London."


"Apa pekerjaan mu?" tanya Izzy.


"Kenapa? Apakah penting?" tanya Damian bingung.


"Karena akan membuat aku mudah memikirkan bunga yang cocok untukmu hiasan rumahmu, Damian" jawab Izzy sambil tersenyum.


"Oh, aku bekerja di bidang kontraktor dan property." Damian menatap Izzy yang mengambil banyak bunga mawar orange dan beberapa hiasannya.


"Mawar orange? Apa artinya?" tanya Damian.


"Mawar Orange berarti kemampuan, antusiasme, desire dan energi. Dengan adanya mawar orange ini, semoga bisa membawakan dampak positif untukmu, Damian" jawab Izzy sambil merangkai bunganya dengan cekatan. "Kamu butuh berapa pot?"


"Empat!"


Izzy pun mengangguk lalu mengambil bunga mawar orang itu dan membawanya ke meja kerjanya. Gadis itu mengeluarkan vas dan pot untuk merangkai bunga cantik itu.


Damian hanya menunggu sambil memperhatikan wajah serius Izzy dengan dibantu rekan kerjanya. Dan tak lama, rangkaian karya Izzy pun jadi membuat Damian tersenyum puas dengan hasilnya.



***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️