Story Under The Rain

Story Under The Rain
Kontrak yang hilang



Pagi-pagi sekali, akhirnya Naina bisa keluar dari rumah sakit itu. selama 2 hari selalu mencium bau obat-obatan, akhirnya ia bisa mencium suasana pagi dimusim panas.


Bersama Danis, dia pergi kembali ke rumahnya yang dulu di berikan Danis kepadanya.


“eh..?! kenapa kita tak kerumah orang tuamu..? bukankah kita belum berpamitan..?”


Danis tak menjawabnya dan terus fokus pada jalanan. Dia berfikir mungkin saja ayahnya akan bertambah murka dan tak segan melukai Naina lagi setelah dia mengumumkan pernikahan mereka didepan media.


Dengan tatapan mata biru itu, dia masih tertuju pada jalanan dan mengabaikan Naina. dan rupanya membuat Naina kesal akan tingkah Danis. Tentu saja hal ini membuatnya sedikit sulit untuk menemukan petunjuk dirumah tersebut.


“jangan keluar kemana pun sebelum aku memberimu izin. Dan ingatlah untuk menungguku seusai petang nanti.” Ucap Danis yang kemudian memacu kendaraannya kembali pergi.


Naina kemudian masuk ke kamarnya dan sejenak membaringkan dirinya disana. Dan dia tengah berfikir bagaimana ia akan menemukan petunjuk lagi, selain di kediaman Asher.


“oh ! benar juga. Sepertinya, aku harus kesana.” Ucap Naina yang kemudian bangun karena mendapat sebuah ide yang bagus.


--------------


“sudah kau selesaikan masalah kontrak itu..?”


“sudah tuan.”


“bagus. Kali ini, pastikan tak ada siapapun yang akan menemukannya.”


John Asher bersama asisten Danis, Henry tengah berbincang di telepon mengenai sebuah kontrak kerja lama. Pastinya, ada sesuatu saat itu sehingga ia menyembunyikan sebuah kontrak yang sangat penting baginya.


Dia lalu keluar dari ruangannya dan menuju dapur dirumahnya. Terlihat Aneta yang sedang sibuk memasak bubur dan beberapa makanan.


“untuk siapa makanan itu..?”


“ini, untuk menantu dan calon cucu kita. Mereka berdua harus mendapat nutrisi yang bagus saat ini.”


**prang !!**


“lupakan tentang gadis itu ! dia, bahkan tak layak untuk menjadi menantu dikeluarga ini. bahkan juga tak layak memakan makanan ini !”


Ayah Danis benar-benar membenci Naina. dia tahu kalau ada maksut lain Naina menikah dengan Danis. Dan hal itu, akan segera ketahuan cepat atau lambat.


Di pagi hari yang cerah, para pegawai Blue Enterprises sudah sangat sibuk. apalagi, menjelang peluncuran proyek baru mereka bulan depan, membuat kesibukan mereka bertambah. Danis tak henti-hentinya mengetik dan mencatat setiap berkas yang ada di mejanya.


Dia sangat sibuk dan tak bisa memperhatikan hal lain.


Disaat itu juga, Naina masuk ke kantor dengan menggunakan masker dan topi berwarna hitam agar tak ada orang lain yang mengenalinya. Dia mencoba pergi ke ruangan berkas lagi untuk mencari sisa-sisa tentang kontrak pengalihan proyek perusahaan ayahnya ke perusahaan milik Asher ini.


tetapi sebelum itu, ia harus menghetahui informasi mengenai kode berkas dan dimana letaknya. Untuk itu, ia pergi ke ruangannya dan meminta bantuan beberapa kenalan untuk melacak sistem keamanan dan informasi mengenai perusahaan.


Naina yang mengendap-endap, sangat panik begitu mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat ke kantornya. Dengan cepat ia sembunyi ke bawah meja sembari waspada jika ia ketahuan.


“tuan, seperti yang anda lihat. Nona muda tak ada diruangannya.”


“baiklah. Pasti putraku sendiri yang menyembunyikanya.” Ucap John sembari keluar lagi dari sana.


Naina menjadi heran menghetahui baru saja John Asher mencarinya ke kantornya. Rencananya akan sedikit sulit kalau John Asher ada disini. Dia harus melakukan rencananya secepatnya.


Setelah 30 menit kemudian, dia mendapat email dari teman Hackernya dan langsung menuju ruang berkas.


Tentu sebelum itu, Danis mendapat peringatan dilayar komputernya kalau sistemnya telah diretas.


“sial ! aku harus memperhatikan setiap angka dan huruf disini !” gumam Naina yang telah sampai di dalam ruangan ruangan berkas.


Ruangan berkas yang saat itu sangat sepi dan tak ada siapun, mendadak menjadi mencekam karena Naina mendengar suara orang yang datang menghampirinya.


“hah ! ini dia.” Batin Naina.


Dia berlari secepat mungkin dan kabur dari sana. Sembari masih memakai penyamaran, ia keluar dari gedung perusahaan itu. tetapi, Naina tak cukup pintar untuk mengelabui CCTV yang ada disetiap sudut ruangan.


Dan Danis bisa tahu langsung kalau itu adalah Naina. setelah pergi cukup jauh, Naina sampai di sebuah taman yang kemudian dia melepaskan penyamarannya.


Naina lalu membuka berkas yang dia pegang sedari tadi. Begitu membukanya, seketika ekspresinya berubah drastis.


“ap..apa..? ini kan, Berkas palsu..? hasil cetakannya pun dibuat asal-asalan !” seru Naina sembari melihat isi kertas-kertas itu.


“sial !” ucap Naina dengan kesal dan marah.


Dia berusaha sebisa mungkin untuk mendapatkan buktinya. Dan rupanya, ia salah langkah kali ini. John Asher, bukanlah tandingan yang mudah baginya. Dan sepertinya dia sudah berjaga-jaga sebelum Naina datang dan mencari berkas itu.


sore hari itu, membuatnya ingin pergi menghilang dan menjernihkan pikirannya. Naina berjalan disepanjang sore hari itu. dan langkah nya kembali membawanya ke danau yang dulu sering ia kunjungi.


Disana, dia mencoba menghela nafas yang panjang sembari memejamkan matanya untuk sekedar merasakan kalau hidupnya bisa setenang sore hari didanau ini.


“tak bisakah, aku hidup tenang seperti ini..? sekali, saja !” gumam Naina.


“tapi aku, takkan bisa tenang sebelum kematian orang tuaku terbongkar. Astaga ! aku sudah kehabisan ide.”


Naina terus saja menghela nafasnya. Dia tak henti-hentinya memikirkan cara agar bisa membongkar semua kejahatan ayah Danis.


Dan bagaimana semuanya akan berakhir.


Sampai dia sendiri tak tahu kalau hari sudah malam.


keadaan sekitar danau gelap dengan sedikit penerangan. Naina berjalan sendirian di gang dan jalanan malam yang sepi.


Bersambung…


Mohon vote, komen dan likenya buat kelanjutan ceritanya ya🙏🏻