
semua berawal dari perusahaan Blue Enterprises. perusahaan raksasa dengan berbagai cabang yang bergelud dibidang teknologi masa kini. bahkan penjualannya sudah mencapai pasar besar ekonomi se-asia.
didalamnya terdapat sebuah ruangan yang penuh sesak akan para karyawan yang sedang mengantri di depan ruangan interview. sesaknya ruangan oleh ribuan pelamar kerja, membuat gadis berumur 21 tahun berambut hitam panjang merasa kegerahan.
"huhh..bodoh skali aku harus ikut wawancara disini !
si Navya itu...emang bener-bener penasehat yang buruk buat karirku." gumam Naina
***ping** ! sebuah pesan masuk.
"hai..nai.. gimana disana ? apa kau sudah diterima ?" ucap Navya dengan santai.
"ohh..pasti ! aku pasti diterima disini ! dan tunggu saja kejutanku nanti dirumah..!"
ia mengetik dengan sedikit kesal dan cepat.
ia menghela nafasnya dan menutup handphone nya. entah berapa lama ia duduk dan berdiri di ruangan sesak itu.
"suatu saat aku akan mengkutuk bos perusahaan ini !! huh.. sebaiknya aku kekamar mandi saja..." umpat Naina.
tanpa merisaukan wawancara kerjanya, Naina pergi kekamar mandi. tak lama ketika ia akan keluar dari kamar mandi, ia mendengar pembicaraan dari karyawan kantor tersebut.
"hei, apa kau tak tahu kalau direktur lama kita akan mengadakan pengangkatan ceo baru !" tutur salah satu pegawai.
"benarkah ? aku harap ceo itu masih muda dan tampan.."
"husst.. sudahlah ayo kita lanjutkan kerjaan kita"
Naina yang menguping pembicaraan mereka tiba-tiba penasaran dengan sosok ceo baru ini. sambil berjalan ia memikirkannya dan tanpa sadar ia masuk ke ruangan yang salah.
Brukk..!!
tak disangka ia menabrak seorang pria yang sedang membawa minuman dan seketika itu tumpah mengenai jas hitam nan mahal itu.
"hahh? ya ampunn.. maaf kan aku tuan. aku, tak sengaja menabrakmu dan menumpahkan minumanmu. maaf.." ucap Naina dengan kagetnya.
"huhh? apa kau sengaja melakukan ini untuk menarik perhatianku..?" ucap si pria dgn congkak.
ohh ..heloow? aku udah minta maaf , oke..? aku kan ngk sengaja. nih orang ngapa sih ?. batin Naina.
ia yang sudah berulangkali meminta maaf dibuat bingung dan tak tahu harus berbuat apalagi.
"tuan, apa perlu aku ganti jasnya ? atau aku cucikan saja ? dengan begitu hatimu pasti puaskan..?!" ujar Naina dengan kesal.
ehh? nih orang makin nggak jelas deh?.
Naina yg menatap mata itu seakan melihat sosok ditaktor arogan yang bisa menguasai segalanya. meski wajah tampan di hadapannya itu seolah kalah dengan tatapan dinginya. bagaimana pun Naina baru pertama kali bertemu pria seperti ini.
"tidak tuan, aku tak berani.." ucap Naina sambil menundukkan kepalanya.
"apa kau kesini untuk interview kerja ?" tanya pria itu
"iya aku kemari untuk itu."
"baiklah.. kalau begitu kau tidak usah pergi untuk interview hari ini."
*ehh? whatt? nih orang makin gak jelas..perasaanku ngak enak nih !
"maaf..? maksud tuan, aku..?"
"kenapa? apa bicaraku kurang jelas bagimu..? pulanglah dan temui aku di alamat ini besok, bagaimana..?"
apakah begini sikap para pria kantoran jaman sekarang..? aneh. naina dibuat makin berpikir tentang perkataan pria itu. naina pun bertanya.
"maaf tuan, sepertinya tuan salah melihat ku seperti wanita yg bisa seenaknya saja dengan anda.?"
pria itu hanya membuat senyuman kecil diujung mulutnya. ia berfikir wanita ini begitu gegabah dalam menyimpulkan.
"tenanglah..aku tak bermaksud menyinggungmu seperti itu. tapi yg barusan kau lakukan dengan menabrakku adalah hutang.
jadi, biar kita buat kesepakatan untuk melunasi hutangmu itu."
Naina hanya memandangnya dengan pandangan pesimis. ia tak yakin ia pria yang baik.
"terima ini. anggap untuk melunasi hutangmu dan juga bisnis dengan keuntungan yang besar buatmu. kau tak perlu khawatir, aku seorang pebisnis yg kulakukan adalah sepenuhnya untuk keuntungan kita berdua. bagaimana mau kan..?" pinta pria itu sambil memandang dengan mata dinginnya.
setengah sadar dan tak percaya dengan apa yang ia dengar, pria ini pun memberikan sepucuk kertas berisi alamat dan nomer telpon. mau tidak mau naina harus menerimanya agar ia bisa mengakhiri percakapan mereka dan cepat2 pulang.
"baik tuan. aku akan memikirkan hal ini besok. aku pergi dulu." ucap Naina sembari meninggalkan gedung itu.
huhh..hari apes ini membuat orang darah tinggi saja! udah capek-capek kemari ternyata bertemu dengan pria aneh juga! tapi sebenarnya.. aku juga tak tertarik bekerja disana. gumam Naina.
langkah kaki dan suara riuh klakson jalanan mengiringi perjalanan pulangnya. naina merasa tak seharusnya ia mencoba masuk ke perusahaan itu. akan tetapi, saat bertemu pria tadi, ada rasa familiar yang tak biasa. apakah di masa lalu dia telah melupakan sesuatu?
Bersambung..