Story Under The Rain

Story Under The Rain
The contract (part 1)



Naina yang berada didalam mobil mengoceh tak karuan dan berusaha keluar dari mobil. Tetapi, tingkah Naina itu, justru mengundang Danis untuk menghentikannya.


“hei ! dengar ya..ini namanya penculikan ! dan aku akan melaporkanmu ke polisi.!!


Aku tak peduli meski kaya, punya kekuasaan aku tak peduli !" teriak Naina didalam mobil sembari mengancamnya dan nyatanya, ancamannya tak berhasil.


“huhh..!! dasar iblis ! kenapa kau selalu menganggu ku..? masih banyak wanita lain disampingmu kan..? kenapa selalu aku sasarannya..?” oceh Naina.


“Berhenti !”


Danis menyuruh sopirnya untuk menghentikan mobilnya. Danis berpindah posisi dan kemudian duduk dibelakang bersama Naina. sembari mendekat padanya, Danis berkata.


“oh..?! jadi kau cemburu ya..?” ucap Danis dengan sangat dekat dengan Naina.


“ti..tidak ! kenapa juga aku harus cemburu. Aku malah..”


Tanpa peringatan apapun, Danis langsung menciumnya. Naina sangat terkejut dan tak bisa berbuat apa-apa dan tiba-tiba saja, Danis memeluknya dengan sangat erat seusai menciumnya.


“Danis ! Danis lepas !”


“sstt..! diam. Kalau kau tak bisa diam, aku akan memakanmu disini.” Goda Danis dengan suara yang amat pelan.


“sial..!!” batin Naina.


Danis membawa Naina kembali ke mansionnya dan malam hari sudah menghampiri mereka. Setelah sampai Danis menyuruhnya turun. Tetapi, Naina menolak.


“tidak mau ! meski kau memaksaku seperti apapun, kau takkan bisa.” Ujar Naina dengan begitu percaya dirinya.


Danis menjadi tak sabaran dengan tingkah Naina. dia langsung mengendongnya keluar dari mobil dan membawanya masuk ke dalam mansionnya. Naina sudah meronta-rontak dan berusaha keras untuk melepaskan diri. Tapi, tetap saja tak berhasil. lama-kelamaan Naina pasrah dan tak melawan lagi.


Saat didalam, wanita itu ternyata juga ada disana. Dan dia sedang melihat mereka berdua.


“Danis, kau sudah pulang..” ucap Selena.


Danis hanya menghiraukan wanita itu dan malah membawa Naina masuk ke sebuah kamar. Naina berfikir sebuah ide yang mungkin bisa membuatnya lepas dari Danis.


“Danis, ada wanita itu. aku tak mau jadi pengacau antara kalian berdua. Sebaiknya, aku pergi saja ya…?”


Naina kaget dengan gerakan cepat Danis yang mencegatnya dengan tangannya. Dia benar-benar tak bisa keluar kali ini.


“tenang saja. Dia bukan siapa-siapa. Justru dia adalah pengacau antara kita berdua. Kalau kau mau, aku bisa mengusirnya dari sini…” ucap Danis dengan suara yang lembut dibelakang Naina.


Danis langsung keluar menuju ke wanita itu. Naina sadar kalau idenya itu buruk dan segera menyusul Danis keluar untuk mencegahnya mengusir wanita itu. ia tak ingin menyebabkan masalahnya bertambah lagi. Tapi mungkin, dia sedikit terlambat sewaktu akan mencegah Danis. Karena wanita itu, sudah berada diluar.


“sudah cukup ! jangan melibatkan nama ayahku lagi. Pergi !” teriak Danis.


“jangan ! jangan Danis. Aku hanya bercanda soal dia. Dia..dia sama sekali tidak menganggu.Iya kan..?"


ucap Naina dengan tersenyum pada Selena dan selena hanya membalasnya dengan amarah.


“dasar ****** ! memangnya kau ini siapa ..? bisa bisanya kau menyuruh Danis untuk mengusirku. Kau pikir kau siapa..?” teriak Selena.


“apa..?! hei..aku juga tak tahu kau siapa ! dan juga, Aku bukan siapa-siapa disini ! pria itu yang membawaku kemari…”


“dasar perempuan tak tahu diri ! aku akan..”


“cukup ! Selena, ku biarkan kau menginap semalam saja. Tetapi, bukan disini. Di kamar tamu bagian belakang. kalau kau mengacau lagi, aku takkan segan langsung mengusirmu.” Ucap Danis. Sembari mengandeng Naina pergi.


Danis membawa Naina ke sebuah ruangan dilantai 2. Dan ruangan itu, adalah ruang kerjanya. Dengan cepat dia mendudukkan Naina disebuah kursi dan mengambil sebuah kertas dan bulpen.


“apa ini..?” tanya Naina.


“itu adalah kontrak yang yang kau harus kau tanda tangani. Jika kau masih bekerja di perusahaanku, kau harus jadi pembantu dirumahku.


Jika kau menolak, maka kau harus menjadi kekasihku dan aku akan membiarkanmu hidup seperti yang kau mau.” Terang Danis.


“apa..?! untuk apa aku menandatanganinya..? dan kenapa isinya sama-sama berada disisimu..?” ucap Naina yang tak terima dengan kontrak itu.


“pikirkan saja. Kalau kau menolak semuanya..aku masih punya bibimu yang ada dipenjara, Navya, dan juga pamanmu. Aku bisa lakukan apapun terhadap mereka jika kau menolak."


“dasar iblis ! dia menggunakan berbagai cara untuk membuatku berada disisinya. Benar-benar psikopat !” gumam Naina.


“ayo cepat pilih. “


Naina dibuat bingung olehnya. Semua pilihan ini benar-benar susah untuk dijalaninya. Tapi, ia pun ide bagus lain. Dia pun memilih bekerja untuknya dan menjadi pembantu. Kemudian menandatanganinya.Tetapi, dia mengeluarkan syarat. Danis tidak boleh memaksa kehendaknya dan tidak boleh melakukan hal lain seperti kontak fisik padanya.


“bagaimana..? setuju..?” ucap Naina.


“baiklah. Terserah kau saja..” ucap Danis sembari pergi dari sana dengan tersenyum puas.


Naina pun kembali ke kamarnya dan membereskan beberapa barangnya. Dia pergi ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya yang terasa lengket seusai dari rumah paman Hans. Waktu Mandinya benar-benar ia manfaatkan sebaik mungkin. dan saat itu pula, Danis masuk ke kamarnya tanpa ia sadari.


Bersambung…