Story Under The Rain

Story Under The Rain
The contract (part 2)



“hufft..akhirnya bisa mandi dengan…aakkhhh !!”


Naina berteriak dan kaget dengan Danis yang sudah tiduran dengan posisi miring saat dia keluar dari kamar mandi. Bahkan tatapan mata Danis membuatnya takut karena Naina tengah memakai handuk yang agak pendek.


“kau..apa yang kau lakukan disini. Bukankah kau punya kamar sendiri..?” tanya Naina dengan gugup.


“hahh..aku bosan dengan kamarku dan kurang menarik bagiku. Tapi dikamarmu ini…sangat menarik.” Ucap Danis dengan tersenyum kecil.


“dasar aneh..!” umpat Naina dengan kesal.


Naina kembali masuk ke kamar mandi dan memakai baju tidurnya disana. Dan saat keluar, Danis tetap tak beranjak dari tempat tidur itu bahkan sepertinya sengaja tertidur disana.


Naina mencoba menengoknya dan sepertinya Danis benar-benar tertidur. Ia tak memperdulikannya dan langsung tidur juga disampingnya. Tetapi, Naina salah. Danis hanya berpura-pura dan begitu melihat Naina yang tidur membelakanginya, Danis langsung memeluknya.


“Da..danis kau belum tidur..? kau..”


“sstt…sebentar lagi aku akan tertidur.” Ucap Danis sembari memeluk tubuhnya dari belakang.


“Danis, aku tak suka seperti ini. tak nyaman. aku..”


Naina gelisah dan terus bergerak. dia bisa merasakan suara Nafas dan bau parfum dari tubuh Danis. Tapi, yang membuatnya paling takut adalah dia bisa merasakan sesuatu dari Danis.


“ssstt…diam. Jangan bergerak. Atau aku tak bisa mengendalikan diriku lagi.” Bisik Danis.


Naina langsung diam tanpa sepatah kata pun dan tak bergerak sedikit pun. Tetapi malam itu, ia benar-benar tak bisa tidur.


---------------


Esok pagi menyambut dengan hangat sinaran mentari. Dan sinarnya langsung membuat Naina terbangun.


Dia masih berusaha mengedipkan matanya. Membuatnya untuk terbuka. Tetapi, begitu dia berbalik. Danis masih ada disebelahnya dan masih tertidur pulas. Meski dia sedikit kaget. Tetapi, wajah tampan Danis benar-benar membuatnya terpesona dan lupa sejenak. Alis mata yang tebal dan bulu matanya yang panjang, semakin membuatnya terlihat keren dengan kesannya tersendiri. garis wajah yang tegas dan hidung mancungnya itu membuat Naina ingin menyentuhnya.


dan tanpa sadar, tangannya segera dicegat oleh Danis dan dia langsung terbangun dengan tingkah Naina. dengan cepat ia segera membalikkan tubuhnya dan menindih Naina.


“apa kau begitu menikmati wajah tampanku..? hmm..?” bisik Danis sembari mencengkram kedua tangan Naina.


“tidak, aku hanya..hanya.. oh ! tadi ada sisa makanan dihidungmu jadi aku ingin mengambilnya” ucap Naina dengan gugup.


“hidung..? maksutmu dibibirku..?” tanya Danis sembari tersenyum kecil.


“haha..iya dibibirmu.”ucap Naina dengan sedikit tertawa.


“kalau begitu, ambillah.”


Danis mengecup lembut dibibir Naina saat posisinya diatas menindih Naina. dan Naina hanya bisa menerimanya sambil menutup matanya. Setelah satu kecupan, Danis segera menyudahinya dan beranjak dari Naina.


“hari ini, siapkan aku sarapan yang biasa kau makan. Karena hari ini kau resmi jadi pembantuku.”


“apa..?! hari ini..? tapi..”


Naina belum menyelesaikan kata-katanya dan Danis langsung pergi begitu saja yang mana seakan sudah jadi kebiasaannya.


Dengan memakai baju yang selalu dia pakai saat dirumah, Naina mulai memasak didapur untuk Danis. Dan para pelayannya diminta untuk pergi sementara Naina mengerjakan tugasnya. Naina memulai dengan masakan yang sederhana seperti telur dan Nasi goreng. Tak butuh waktu lama bagi Naina uuntuk membuatnya dan segera ia menghidangkannya ke hadapan di meja makan.


“hanya ini saja..?” tanya Danis dengan nada meremehkan.


“kenapa..? kalau kau tak mau, ya sudah. Akan kumakan sendiri.”


“eh..! tidak-tidak. Sini ! biar ku makan.” Ucap Danis sembari merebut makanan itu lagi.


Danis tak pernah memakan makanan yang seperti Naina buat. karena dirumahnya, setiap pagi selalu tersedia roti dan oatmeal.


Bahkan bisa dihitung berapa kali dia memakan nasi. Memang, awalnya ia tampak meremehkan penampilan makanan itu. tapi, begitu dia mencobanya lidahnya tak bisa berhenti dan mulutnya ketagihan. Hanya dalam beberapa menit saja, makanan itu habis bersih dimakan Danis.


“sayang, lain kali buatkan aku seperti ini lagi.” Ucap Danis sembari mencium tangan Naina.


“hehh! Dasar kau ! apa kau lupa dengan perjanjian kita..? jangan sebut aku dengan nama seperti itu !” seru Naina yang langsung melepas gengaman tangan Danis.


“Naina, jangan marah. karena lama-lama, kau akan terbiasa dengan sikapku ini…” ucap Danis sembari beranjak pergi.


Danis menyuruh Naina agar dia berangkat bekerja dengannya. Jika dia tak mau, Danis selalu mengancamnya dengan ancaman yang sama setiap hari nya. Yaitu, teman terdekatnya juga pamannya. Naina hampir gila dengan perlakuan Danis yang sedetik pun tak bisa melepasnya dan terus menganggunya ataupun mengodanya.


“Naina ada apa..? kau terlihat seperti kehilangan nyawa ! sama sekali tak bertenaga hari ini.” ucap Alisa yang bertemu dengan Naina dikafe.


“iya. Benar kata Alisa. Kalau menurutku, kau harus pergi ke dukun atau paranormal agar hidupmu bisa tenang..” ucap Angela sembari memberikan Naina segelas minuman.


Naina tak mendengarkan ucapan mereka dan memasang wajah lesu sembari membenamkan wajahnya diatas meja tanpa ada semangat sedikitpun. Dimana-mana selalu ada saja perintah dari Danis yang membuatnya kesal sampai lelah dibuatnya meski itu dikantor sekalipun. Dan siang hari saat itu, menjadi waktu yang sangat panjang baginya.


Setibanya dia dikantor setelah makan siang asistennya Danis, Henry menyuruhnya untuk mengambil dokumen di ruang arsip. Dan lagi, Naina masih belum tahu kalau ruangan arsip itu 2 kali lebih lebar dari kantornya.


“ya ampun, bos dan asistennya sama saja! Tak ada bedanya. Mereka terus memerintahku untuk mengerjakan sesuatu yang sulit ini. haduh, dimana sih dokumen itu..?”


Naina masih terus mencari dan mencari dokumen yang diminta Henry. Dia bingung karena disetiap laci penyimpanan, tertulis kode-kode yang membingungkan.


“eh..? ini bukan ya..? B1.A/7..?” gumam Naina sembari berfikir-fikir itu adalah dokumen yang sudah benar.


Dan dia sangat terkejut begitu membukanya dan membaca beberapa kata didalamnya.


Bersambung..