Story Under The Rain

Story Under The Rain
sebelum pria itu datang



Pemandangan gedung tinggi yang megah. lalu lalang karyawan yang sibuk bekerja. dan beberapa staff yang mondar-mandir menyambut kedatangan pemimpin baru mereka.


"pagi yang cerah untuk memulai suatu yang baik hari ini. bagaimana perasaan anda diangkat menjadi ceo baru perusahaan ini, tuan muda ?" tanya seorang pelayan yang terlihat sangat menghormati atasannya.


"tentu saja aku senang dengan semua ini. kerja kerasku akhirnya bisa merebut proyek ini dan menjadi ceo baru disini. bahkan ayahku sendiri dengan tulus memberikan semuanya kepadaku.." ucapnya dengan bangga.


"tentu saja tuan muda, karna anda satu-satu nya pewaris perusahaan ini. dan mulai sekarang biarkan saya yang melayani tuan muda Danis. sesuai dengan perintah tuan besar." sambil menunduk ketakutan pelayan itu berkata pada pria yang jauh lebih tinggi darinya.


"kalau itu perintah ayahanda, aku akan menurutinya. tapi, jika dari wanita itu.. maka takkan ada lagi ampun untukmu !"


"ba..baik tuan muda. saya akan menuruti semua perintah dan permintaan tuan muda".


sambil tersenyum bangga, Danis duduk dengan nyamanya. selayaknya ia duduk di singgasananya. setelah sekian tahun ia tinggal diluar negeri, ia akhirnya bisa kembali ke tanah kelahirannya dengan kedudukan yang tinggi.


tempat yang ia tinggalkan selama kurang lebih 17 tahun itu, terasa asing baginya. namun, terdapat beberapa kenangan yang selalu ia rindukan dari tempat lahirnya ini.


"baiklah Henry. kau akan jadi asisten pribadiku. mengurus semua keperluan kerja juga kegiatanku". seru Danis.


"baik tuan muda"


ia pun membaca-baca dokumen proyek yang baru ia usulkan. dan mulai berfikir untuk mencari sosok yang pantas bagi proyek yang ia kerjakan. yang pasti sosok itu bisa menarik perhatiannya.


"aku ingin berkeliling sebentar di sekitar area kantor ini. hmm.. mungkin ke tempat para karyawan baru..?"


"emm...tapi tuan itu.."


"apakah kau mencoba membantah atasanmu di hari pertamamu bekerja..?"


"tidak tuan..mari silahkan, saya tunjukkan jalannya" ucap asisten itu sambil menunjukkan tangannya menuju arah yang dituju.


------------


sejam telah berlalu. tetapi nampaknya ceo baru ini sudah bosan dengan wawancara para pekerja barunya. ia pun akhirnya pergi keluar ruangan dan menyeruput segelas kopi segar di koridor ruangan. Namun, sebuah peristiwa tak disengaja terjadi dan membuatnya tertarik.


setelah semua kejadian itu, ia memerintahkan asistennya untuk menelusuri si gadis berambut hitam panjang itu. tak sulit untuk menemukannya. karena perusahaannya punya alat canggih untuk mencarinya.


"akhirnya si kucing hitam yg ku cari ini masuk keperangkapku ! kali ini aku akan membuatnya memohon kepadaku.. kita lihat saja bagaimana ia akan bertahan." gumam Danis.


senyuman dingin di wajahnya itu, tampak mengerikan jika berurusan dengan masalah wanita.


"huaaa...Naina dari mana saja kau?


aku merindukanmu..dan aku kelaparan." rengek gadis berkacamata sambil memeluk erat naina.


"ohh..apa kau masih menganggapku teman? setelah keputusan gegabah yang kau berikan padaku ! hmm..?" tanya Naina.


sedikit kesal tetapi tak tega memarahi temannya navya adalah satu-satunya yang ia andalkan dalam hidupnya. mereka tinggal bersama sejak lulus SMA. karena Naina yang tak lagi punya orang tua, dan temannya ini yang tak tega meninggalkan dia sendiri. pada akhirnya ia memutuskan untuk mendampingi naina berjuang keras di wilayah perkotaan.


"oke-oke...maafkan aku kalo kamu ngak senang tadi. ehh..tapi pasti ada hal yang mengejutkan untukmu hari ini kan?"


dia merasa terheran dengan pertanyaan temannya. namun menganggapnya ia sedang menghiburnya. dan menjawab pertanyaannya.


"yaa.. aku bertemu pria aneh hari ini." ucapnya dengan gugup.


"hahh? benarkah ? ayo ceritakan bagaimana pria itu? ..ehh apakah dia juga naksir padamu..?" tanya Navya.


"heii.. kau jangan ngawur ! dengarkan ceritaku. jadi begini, aku tak sengaja menabraknya dikoridor dan menyuruhku untuk tidak ikut wawancara. lalu, menyuruhku untuk menemuinya besok. bukankah itu aneh?


apa sebaiknya aku menghiraukan permintaanya ya..?" tanya Naina.


"itu.. terserah kau saja. aku ngak mau ikut-ikut."


***Ping.!** pesan masuk


*Naina besok paman ingin bertemu denganmu jam 10 pagi direstoran dekat pertokoan*.


sebenarnya Naina tak benar-benar hidup sebatang kara. ia masih mempunyai adik dari ayahnya yaitu paman Hans.


tetapi sulit bagi Naina untuk tinggal bersamanya. karena bibinya yang serakah, tak suka ada orang lain yang tinggal dirumahnya. dan pamanya hanya membantu sedikit dari kebutuhan finansial nya. itulah mengapa ia tak sebegitu dekat dengan pamannya. tetapi kali ini, pamanya ingin bertemu dengannya.


hal sepenting apa yang harus dibicarakannya..?


malam pun kian dingin dengan peristiwa yang ia alami hari ini. semoga saja ada angin cerah untuknya besok.


Bersambung...