Story Under The Rain

Story Under The Rain
Kawin kontrak



Malam hari menjadi waktu untuk Naina beristirahat setelah lelah seharian bekerja. Sesampainya dirumahnya, ia segera masuk dan mandi dengan air hangat untuk merilekskan tubuh dan pikirannya. sembari memakai sabun aroma terapi, Naina mendengar suara di rumahnya.


**Bukk!**


“eh..? mungkin hanya perasaanku saja.” Gumamnya yang tengah menghentikan kegiatan mandinya.


Setelah beberapa saat kemudian, Naina telah selesai mandi. Di depan cermin, ia mengeringkan rambutnya dengan hairdryer dan memakai pakaian handuk seusainya.


Naina yang keluar dari kamar mandi, dikejutkan dengan tangan yang membekapnya dari belakang.


“wuu..si..siapa ini..? kurang ajar ! lepaskan aku !” ucap Naina sembari memberontak.


“sstt..sayang, kenapa kau sangat takut. Ini aku.!” Bisik Danis sambil melepas bekapan tangannya.


“Da..Danis..? apa yang kaulakukan kemari..? bagaimana bisa kau masuk..?”


tanya Naina dengan melihat Danis duduk dikasurnya.


“inikan rumahku juga. Jadi, kenapa aku tak bisa masuk. Dan aku kemari, ada yang ingin aku sampaikan.” Ucap Danis dengan menatap Naina.


“iya, kalau begitu cepatlah !


aku tak punya banyak waktu.” Seru Naina sembari memegang kedua tangannya di kedua sisi baju handuk itu.


“aku pikir, kau sangat berani karena membuat masalah langsung dihadapan ayahku.


Dan aku hanya mengingatkanmu. Kalau ayahku adalah orang yang paling berbahaya. Dia bisa melakukan apapun.


Jadi, aku sarankan Kau jangan membuat masalah dengannya. cukup denganku saja kau membuat masalah.” Jelas Danis sembari berdiri dan memutari Naina.


“tidak, aku… Aku hanya ingin mem..membantumu untuk lepas dari gengaman ayahmu.


Maka dari itu, aku sengaja merencanakan untuk membatalkan pertunanganmu itu…” ucap Naina dengan terbata-bata.


“oh ya..? apa kau melakukan itu karena sudah jatuh cinta padaku..? lalu, bagaimana dengan DNA palsu itu..? juga orang yang membantumu..?” tanya Danis.


“apa..!? sial ! bagaimana dia bisa tahu !” gumam Naina.


“tentu saja aku tahu semua yang kau rencanakan. Bahkan minuman itu, kau juga yang memasukkan obat didalamnya.


Kau pikir kau bisa mengelabuiku dengan kemampuan IT mu yang tak sebanding denganku..? hmm..?”


Naina dibuat menghela nafas panjang karena tak berfikir kalau Danis bisa cepat menghetahui rencananya.


Naina tak berkutik dan menyangkal kalau itu adalah perbuatannya. Tetapi, ada rencana lagi yang tak diketahui oleh Danis. Dan Danis curiga kalau ada sesuatu yang dicari Naina dibalik rencananya ini


“hah..ya ampun. Aku ketahuan ya..? ehm..kalau begitu, kenapa kau tak ikut bersandiwara dalam rencanaku saja..?”


ucap Naina yang masih memakai baju handuk dan duduk disisi lain kasurnya


“baiklah. Apa itu..?” tanya Danis yang kembali duduk menghadap ke arah Naina.


“Danis, aku setuju menikah denganmu. Tetapi, secara kontrak !” ucap Naina dengan yakin.


“setuju.” Ucap Danis sembari tersenyum kecil.


Naina senang dengan rencananya ini yang tentunya akan memudahkan dirinya dalam membongkar seluruh kejahatan John Asher lewat hubungan perkawinan tak resmi ini. saking senangnya, Naina tak sadar kalau Danis memeluknya dari belakang dengan sangat erat.


“Naina, aku merindukanmu. Aku bersyukur kalau kau tahu, Perkataanku waktu itu hanyalah bohong. Aku benar-benar mencintaimu Naina...”


Ucap Danis dengan memeluk erat dan mengelus-eluskan kepalanya ke pipi Naina dari belakang.


Naina yang mendengar itu, terkejut. Danis belum tahu bagaimana isi hati Naina sebenarnya.


Tetapi, Naina berusaha sekuat mungkin untuk menahannya untuk tak menyampaikan hal itu pada Danis dan fokus pada tujuannya. Hampir saja, dia akan membalas ucapan Danis. Namun, ia hanya terdiam saja.


“sayang..kau wangi sekali. Aku suka baumu ini..” ujar Danis sembari menciumi leher Naina.


“Danis, hentikan ! kendalikan dirimu..” ucap Naina yang tengah berdiri melepaskan diri dari Danis.


Naina pun mengambil pakaiannya dan pergi ke kamar lain untuk mengganti bajunya dan istirahat disana. Tetapi, dia tak bisa tidur dan merasa sangat gelisah. Dia takut kalau rencananya ini, akan membuatnya terperangkap ke dalam permainannya sendiri dan semakin jatuh cinta pada Danis.


----------


Pagi itu, mereka berdua duduk berhadapan di satu meja untuk membuat kesepakatan dalam hubungan baru mereka. Semua telah dipersiapkan Naina sebelumnya secara matang.


“ini, adalah perjanjiannya. Kau..bacalah dengan baik.”


Danis menerima surat-surat yang diberikan Naina kepadanya dan membacanya baik-baik. Isi Perjanjian perkawinan mereka, hanya sampai kurun waktu setahun. Dan setelah itu, mereka berpisah dan tak saling menghubungi lagi.


Dan ada beberapa perjanjian yang menyatakan kalau selama perkawinan kontrak ini, keduanya tak boleh melakukan kegiatan intim selain berciuman dan berpelukan.


dengan adanya perjanjian tersebut, membuat Danis berfikir. Mungkin saja Naina tahu rahasia tentang keluarganya dan ingin membongkarnya dengan cara kawin kontrak ini. tetapi, Danis hanya tersenyum dengan apa yang ia pikirkan. dia malah dengan senang hati mencoba seberapa jauh Naina akan tahu kebenarannnya.


“baiklah. Semua sudah ku tanda tangani. Jadi, selanjutnya apa..?"


ucap Danis sembari melipat tangannya didadanya.


“selanjutnya…kita harus mendaftarkan pernikahan ini ke pengadilan.” Ucap Naina.


Setelah itu, pergilah mereka berdua menuju pengadilan. Diperjalanan, Naina sempat berfikir kalau caranya ini salah juga merasa telah menodai kesucian pernikahan dengan permainan dan rencana konyolnya.


Tetap saja. Ia bersikukuh di hatinya kalau inilah cara dan jalan yang terbaik untuk membalaskan dendam orang tuanya.


Bersambung…