Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Dragon King Doesn't Married (16)



Agni melihat buah-buahan segar dan merah di depannya dengan senyum kecil. Dia merasa sangat tersentuh oleh tindakan Sani. Dia tidak tahu siapa dan kenapa Sani membantunya, tapi dia tidak menolak bantuan ini.


Sistem melihat bar merah muda di status Agni dengan kebingungan. Dia tidak tahu kenapa warna merah muda itu kembali naik sedikit demi sedikit. Melihat lingkungan hitam di sekelilingnya, dia menghembuskan nafas lelah.


Lupakan saja, dia juga tidak tahu untuk apa benda ini.


Sementara Agni dan Sani sedang makan dengan tenang, Troll tiba-tiba berdiri dan lari. Dia lari lurus ke depan dengan cepat meninggalkan pohon dan tanah yang berserakan selebar 1 meter. Agni dan Sani melihat punggung Troll, kemudian mereka saling memandang.


Jika dia bisa membuka jalan sejak awal, kenapa dia hanya bermain-main!


Untuk pertama kalinya Agni merasa Sani memiliki pikiran yang sama dengannya.


Tapi itu hanya sebentar karena baik Agni dan Sani tiba-tiba merasakan tekanan tajam ke tubuh mereka. Mereka dengan cepat memasang pertahanan terkuat mereka, mencoba menghilangkan dampak tekanan. Meskipun tidak menghilang, setidaknya mereka tidak tertekan seperti diawal.


AAAAARRRGGGHHH


"Troll!/Teman Besar!" Agni dan Sani berkata dengan serempak.


Mereka berdiri dan lari ke arah suara itu berasal.


Di sana, dia melihat Troll yang mengikuti mereka perlahan-lahan menjadi batu. Sementara di depannya ada seekor makhluk besar yang bisa menyemburkan api.


"Apa yang kamu lakukan?!" Kata Agni geram. Wajahnya gelap penuh kemarahan.


Bahkan jika Troll itu hanya anak bodoh, dia merasa Troll tidak jahat. Dia hanya makhluk kesepian di dunia yang luas ini. Dia sendirian.dan tidak memiliki siapapun. Dia juga mungkin satu-satunya yang tersisa seperti Agni.


"Membunuh siapapun yang mendekat teritori naga."


Naga itu seperti naga barat. Dia bertubuh besar, memiliki empat kaki dan sayap yang lebar. Tenaga itu melihat ke arah Agni dan Sani. Dia membuka mulutnya lebar-lebar, Agni bisa melihat cahaya di dalam mulut naga itu mulai membesar. Saat cahaya itu ditembakkan Sani berubah menjadi ular. Dia dengan cepat melingkar di depan Agni. Ukurannya cukup lebar sehingga Agni sangat tertutup oleh tubuh ular Sani.


Sani sudah berjanji bahwa dia akan melindungi Agni, jika dia tidak bertindak sekarang atas kata-katanya, lalu kapan.


Sani memiliki sisik yang sangat kuat. Sisik ini melindunginya dari panas dan dingin. Namun, sisik ini tidak bisa menahan api dan es terlalu lama. Jika dia terlalu lama terkena api atau tiba-tiba terkena api uang sangat panas, sisik ini bisa meleleh. Begitu juga, jika dia berada di suhu yang terlewat rendah, sisiknya akan membeku, lalu, itu akan mulai hancur.


Namun, dia tidak peduli. Dia hanya ingin melindungi Agni.


Sani menunggu lama hanya untuk sadar rasa sakit yang dia harapkan tidak kunjung datang. Dia melihat keadaan depannya tiba-tiba.


Sebuah dinding es yang sangat tebal. Itu mungkin sudah tidak bisa disebut sebagai dinding. Dinding s itu ada di sana, berdiri kokoh di hadapan api yang masih menyembur. Sani bisa melihat dinding es itu mencair, namun anehnya dinding es itu tidak menipis sama sekali.


Ini seperti proses yang tidak ada habisnya.


"Permisi, bisakah kamu kembali menjadi manusia. Itu sedikit mengerikan melihatmu menjadi seekor ular."


Sani melihat arah suara dengan tatapan yang luar biasa tenang. Lagi, meskipun dia ingin melindunginya dia malah dilindungi.


Dengan senyum kecil di wajahnya, Sani kembali menjadi manusia.


Saat ini naga yang menyemburkan api telah selesai. Dia melihat ke arah mereka 2 dengan tatapan sengit.


Wow, bukankah kau seharusnya bertanya ini lebih awal.


Agni melihat naga yang ada di langit itu sebelum menghela nafas panjang.


"Kamu seharusnya menanyakan itu lebih awal. Ketika kamu menanyakannya saat ini, bukankah ini terlihat sedikit terlambat."


"Aku tidak merasa ini sudah terlambat. Jika kalian mengatakan siapa diri kalian, aku mungkin bisa mempertimbangkan kalian untuk hidup."


Agni berkedip beberapa kali, dia bertanya-tanya di kepalanya. Apakah para naga benar-benar sangat sombong seperti ini. Bukankah dia melihat kemampuan Agni sama dengannya. Tidak, tidak, jelas Agni memiliki kekuatan yang lebih unggul.


Dan itu terlihat jelas.


Bagaimana bisa naga ini masih menganggap dia mampu membunuh Agni.


Sesuatu di dalam diri Agni tiba-tiba terasa seperti ditantang. Dengan senyum cantik di wajahnya, dia berkata perlahan, "Kalau begitu cobalah. Aku harap kamu bisa membunuhku."


Karena ketika kamu tidak bisa membunuhnya, dia akan membunuhmu dengan sangat mengerikan. Sebuah balas dendam untuk teman yang baru saja dia kenal.


Agni mulai membentuk beberapa kerucut es di udara. Tidak seperti jarumnya sebelumnya, kerucut ini memiliki bentuk setebal lengan orang dewasa. Dia tidak menggunakan apa-apa saat menggerakkan kerucut es itu menuju ke sayap naga. Sayap dengan kulit tipis yang sangat rentan. Agni tidak perlu diberitahu untuk mengincarnya karena itu terlihat sangat rentan.


Naga itu juga mencoba menghindarinya, dia membuat beberapa pelindung sihir. Namun pelindungnya lama-kelamaan terkikis oleh kerucut yang ditembakkan Agni. Saat ini Dia tiba-tiba merasa bahwa, kedua orang di depannya bukanlah orang biasa.


Sebelum dia menyadarinya, sayapnya memiliki banyak lubang. Dan begitu saja, dia terjatuh dari langit.


Ketika dia jatuh ke tanah, tubuhnya yang menjadi naga perlahan-lahan menyusut menjadi seorang manusia. Agni dan Sani mendekati pria itu dengan tenang. Namun ketegangan dapat dilihat di mata pria itu.


"Kalian, jika kalian membunuhku, kalian tidak akan selamat. Kalian akan diurus oleh para naga setelah membunuh seekor naga."


"Aku tidak peduli. Kamu harus membayar atas apa yang kamu lakukan."


Sani tersenyum mendengar kata-kata Agni. Dia juga menambahkan, "Kamu seharusnya tidak membunuh makhluk besar tadi. Aku pikir kenapa dia tiba-tiba maju, ternyata dia mencoba melindungi kami dari makhluk sepertimu. Sayang sekali, dia meninggal gitu saja."


"Kalian melakukan ini hanya demi Troll itu. Apa kalian tidak tahu dia salah satu dari sisa-sisa pasukan Raja Iblis. Mungkinkah kalian juga hal yang sama. Sial, seharusnya aku menghentikan kalian."


Agni melihat ekspresi getir dan menyesal Hybrid naga itu. Dia hampir melupakan ini, beberapa makhluk di dunia ini dikaitkan dengan Raja Iblis hanya karena mereka berbeda dan memiliki kekuatan yang luar biasa. Troll adalah salah satunya.


Karena dunia ini tidak bisa menerimanya, ketika Raja Iblis bangkit mereka dengan rendah diri hanya bisa bergabung dengan Raja Iblis untuk menemukan tempat. Namun di saat terakhir, mereka selalu membantu makhluk lemah seperti manusia dan suku-suku Hybrid di dunia ini untuk melawan Raja Iblis. Meski begitu, mereka masih dicap mengerikan. Mereka masih tidak diterima di dunia ini.


Itu selalu terjadi selama ribuan tahun. Selalu dan selalu.


Pada akhirnya, mungkin hanya tersisa Troll itu saat ini. Agni bahkan belum mengetahui namanya, dan dia sudah meninggalkan mereka seperti ini.


Itu cukup masuk akal menyakiti orang lain untuk mengusir mereka masuk ke wilayahnya, tapi Agni merasa sangat marah ketika tuduhan aneh digunakan untuk alasan membunuh.


Tapi sebelum dia melepaskan amarahnya seseorang lebih cepat darinya.