Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Room (4)



“Ada apa dengan garis di bakat dan kemampuan?”


Sistem, yang melihat dan mengetahui arti seluruh status: […..]


Tuan rumahnya sangat menakjubkan dan semua statusnya berada di atas rata-rata! Bahkan bakat dan kemampuan yang dimiliki tidak bisa di deteksi.


[Tuan, artinya sistem tidak bisa mengindentifikasi berapa bakat dan apa kemampuan anda saat ini]


“Oh, aku paham. Ngomong-ngomong, bagaimana dengan dunia sebelumnya.”


[Tentang itu.….]


Sistem mengatakan semua mengenai dunia yang digunakan untuk uji coba oleh Agni. Dunia itu sebenarnya tidak cukup rumit.


Jin, sebagai protagonis dunia tentu saja mengalami banyak sandungan dan beberapa penjahat yang menghalangi jalannya menuju puncak kehidupan. Penjahat ini merupakan Morizawa Takano. Takano menganggap Jin sebagai rival sejak kecil. Oleh karena itu, dia akan selalu menghalangi Jin sebelum Jin sampai ke puncak dunia atau menjadi sukses.


Namun, variabel tidak terduga, Hoshikawa Mirai muncul dan membuat segala sesuatu berbeda. Jin harus cacat pada awalnya, sehingga kehidupannya yang cerah berubah suram. Musuh terbesar tidak lagi Takano, melainkan Morizawa sendiri. Agni sendiri hanyalah variabel pendukung. Agni bisa memberikan kekuasaan Kuroyama, kakeknya pada Jin karena ada saat dimana dia dan Jin bertemu. Tentu saja, Agni memiliki akhir yang sama yaitu kematian. Dalam jalur asli, dia hanya memiliki 1 tahun sampai kematiannya. Ketika Mirai merusak alur dan membuat dunia berpusat padanya, Agni sedikit terhindar dan mati 2 tahun kemudian.


Jin, pada akhirnya akan membalaskan dendam Agni didalam alur dunia asli. Tidak tau kemudian, Jin yang tadinya memikul cahaya suci masuk kedalam kegelapan. Untuk seseorang dengan takdir mencapai kesuksesan berakhir seperti itu, tentu saja dia bisa menghancurkan dunia.


Lagipula dia masih memiliki lingkaran suci di atas kepalanya sebagai seorang tokoh utama.


Plot melenceng ke arah benar setelah kemunculan Agni. Hanya tidak tau, Morizawa akan menggunakan cara buruk untuk berurusan dengan mereka. Morizawa menculik Jin dan berusaha membuat kesepakatan dengannya.


Agni dengan misi menyelamatkan Jin tentu tidak tinggal diam. Tubuhnya bergerak secara naluriah menyelamatkan Jin dan mengambil semua tembakan pada dirinya. Ingatan terakhir Agni tentang semua itu hanya Jin yang jatuh bersamaan dengan kursi yang mengikatnya. Kuma yang menerjang Morizawa. Terakhir, dia merasa seseorang mengangkatnya dengan cemas.


Yah, dia sudah mati. Apalagi yang bisa dilakukan.


Memikirkan semuanya, Agni merasa semua dunia itu seperti novel. Agni berkedip dan melihat rak buku yang tersusun rapi di sebuah bagian sudut ruangan.


“Hei, foxy~. Semua dunia ini, tertulis dalam buku?”


[Ah, ya. Bagaimana anda tahu?]


Tidak mungkin tidak menebaknya. Memikirkan sebuah dunia membutuhkan protagonis dan penjahat untuk menjaga keseimbangan yang sama dengan sebuah cerita dimana Pahlawan mengalahkan raja iblis untuk mendapat kedamaian dunia. Masing-masing mereka harusnya memiliki alur dan bagian yang ditulis.


Ketika pertama kali melewati dunia sebelumnya. Agni juga memikirkan bagaimana alur terjadi alih-alih tubuhnya sendiri. Meskipun prioritas yang dia miliki memang menyelamatkan Jin, bukanlah sebuah kesalahan dia memikirkan bagaimana dirinya di dunia yang aneh.


Agni mendesah dan pergi ke rak buku. Dia mengambil 5 buku dan duduk.


“Yah, dunia sebelumnya menguras tenaga. Aku ingin bersantai dan melihat dunia lain.”


[Begitu..]


Sistem memiliki perasaan aneh menghadapi Agni yang sekarang. Tapi dia tidak tau dimana letak keanehannya.


Agni membuka banyak buku dan membacanya dengan tenang. Tidak tau berapa lama. Jiwanya mendapatkan lagi warna kuning.


“Hei, aku perlu 1000 poin sebelum bisa masuk ke tubuh kontrak?”


[Ya, seperti itu]


“Bagaimana dengan bantuan menyelesaikan sebuah dunia?”


[Tentang itu, Tuan. Anda sudah bisa menggunakan beberapa alat peraga dari sistem. Juga menggunakan poin untuk menukar barang di mall sistem]


“Menarik. Membeli dengan poin, hee...”


Agni mengeluarkan senyum kecil disudut bibirnya.


Sistem tiba-tiba memiliki perasaan buruk. Dia tidak tau mengapa, dia merasa seseorang akan melubangi sakunya. Mungkin hanya perasaannya saja. Sistem meyakinkan dirinya sendiri.


“Apa dunia selanjutnya.”


[Tuan rumah, kita tidak akan menggunakan papan putar lagi untuk memilih dunia. Karena sekarang kita resmi menjalankan kerja sama. Dunia yang akan anda lalui sudah disusun rapi. Kita hanya perlu mengambilnya sesuai urutan yang ada. Setelah membaca beberapa buku mengenai dunia yang berbeda selama 7 bulan. Saya harap anda tidak keberatan dengan dunia misi yang mungkin terjadi.]


“Oh, lalu dunia apa selanjutnya?”


Agni tiba-tiba kehilangan kesadarannya. Jiwanya ditarik ke dalam pusaran kegelapan. Dia teringat deskripsi sistem. Alur dunia misi hanya bisa diakses ketika pemilik tugas sudah masuk ke dunia tugas tersebut.


Agni merasa memiliki sesuatu untuk dikatakan.


Bajingan!!!


[Transfer selesai. Selamat kepada tuan rumah karena berhasil mengikat Sistem Penyelamatan Alam Semesta. Dunia ini diberi nama Boss Behind the Actors]