Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Movie Actors Hidden Boss (14)



Mobil berhenti di halaman sebuah rumah. Mobil hitam itu tidak mematikan mesin. Sudah beberapa saat sejak mobil berhenti, namun orang-orang didalamnya tidak keluar.


Pak Puwan, pengemudi Agni merasa aneh. Sebelumnya, Agni ingin segera pulang. Setelah sampai, dia hanya mematung di sana sambil melihat ponselnya. Pak Puwan sudah memanggilnya beberapa kali, tapi tidak menerima balasan.


Dia juga sangat bingung.


Saat ini, Agni yang linglung di luar sedang bertarung dengan sistem.


Dia berharap bisa melihat wujud sistem sehingga bisa memukulinya.


Persetan dengan hewan lucu, apa yang sedang terjadi!


Agni sama sekali tidak senang ketika sistem mengatakan persentase tugas mereka naik menjadi 58%.


Bukankah ini aneh sejak awal. Sistem mengatakan untuk menyelamatkan dunia, namun yang dia lakukan hanya menjaga seorang anak laki-laki!


Sekarang, anak laki-laki memiliki perasaan yang aneh padanya. Lupakan Jin, dia memang menggoda Jin lebih dulu di tugas itu.


Tapi saat ini, dia tidak melakukannya!


Dia hanya menjaga Jordan sehingga dia tidak mengancurkan dunia. Bagaimana anak ini tiba-tiba memiliki perasaan padanya.


Agni bukan orang bodoh. Dia menyadarinya sejak lama. Tapi dia mengabaikannya. Dia membuat alasan sendiri bahwa itu adalah cara Jordan berterimakasih.


Dan alasannya disangkal begitu saja sekarang!


Siapa yang tidak kesal.


[Nyo, Nyonya, jangan kesal. Saya, saya juga tidak tau kenapa ini terjadi. Saya belum pernah diaktifkan sampai saat ini]


'.....'


Sialan! (⁠ノ⁠`⁠Д⁠´⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻


Agni sangat khawatir. Dia khawatir dengan kehidupan Jordan. Alasan Agni sangat kesal karena dia tidak lama tinggal di dunia ini.


Entah bagaimana dia meninggalkan dunia ini nanti, dia tidak bisa membuat Jordan melihat pemandangan seperti Jin.


Jin dibuat pingsan saat itu yang beruntung. Sekarang, bagaimana?!


Apalagi dia belum menyelesaikan masalah utama.


Agni menarik nafas panjang. Seseorang tiba-tiba mengetuk jendela mobil. Dia menoleh reflek. Itu Jordan. Dia terlihat khawatir, ada juga kebingungan di alisnya.


Lupakan saja.


Agni membuka pintu perlahan. Hal pertama yang dia lakukan mengeluarkan koper dari bagasi.


"Nona, apakah kamu tidak pergi?"


"Bagaimana denganmu. Masih baik-baik saja?"


Jordan berkedip beberapa kali. Apakah Agni kembali karena melihat berita dia dimarahi di internet. Jordan memiliki banyak kebahagiaan dihatinya. Dia tidak tau harus bagaimana.


"Aku sangat tidak apa-apa."


Jordan mengeluarkan senyum yang memperlihatkan giginya. Senyum itu sangat mempesona hingga Agni lupa apa yang ingin dia katakan.


Setelah beberapa saat, mereka masuk ke rumah.


"Karena kamu membuat pernyataan itu, kita akan melakukannya. Aku masih memiliki banyak foto dari beberapa paparazi sebelumnya. Tunggu hingga badai mereda dan katakan kalau kita tidak bersama."


"Ah?"


Dia sudah melihatnya. Jordan melihat ke samping. Dia tidak ingin menemui mata Agni saat ini.


Agni sendiri juga tidak melihat Jordan. Dia sedikit merasa bersalah. Namun, karena dia tau Jordan memiliki perasaan itu padanya, dia harus memotongnya secepat mungkin.


"Kalau begitu, bisakah kita pergi ke taman bermain besok? Karena masalah ini, sutradara mengatakan padaku untuk beristirahat."


"Kenapa?"


Jordan diam. Dia tidak tau bagaimana menjelaskannya. Dia tidak benar-benar ingin panas di internet mereda.


Meski saat ini status mereka palsu, dia masih ingin mencoba untuk membuatnya menjadi nyata.


Agni mengatakan itu setelah mengingat semua informasi dari sistem.


Jordan berkedip. Alasan itu juga bagus. Dia mengangguk malu menyetujui alasan Agni.


"Oke, besok."


Agni naik ke kamarnya, meninggalkan Jordan yang memiliki mata bintang penuh kebahagiaan. Dia tidak menyangka akan sangat semudah itu.


Keesokan harinya, internet masih mendidih. Agni sering ikut beberapa seminar keuangan. Di acara semacam itu, dia sering difoto. Tentu saja foto itu berakhir di majalah keuangan.


Tapi netizen saat ini seperti seorang detektif. Mereka dengan cepat menemukan sebuah terobosan. Ketika mereka mengetahui bahwa orang yang bersama Jordan adalah orang top di industri keuangan, mereka kembali menjadi heboh.


Sial, raksasa industri hiburan dan raksasa industri keuangan sangat mudah untuk bersama sekarang?


Bukankah novel mengatakan bahwa industri hiburan kotor dan tidak pantas bagi mereka seorang pebisnis.


Sial, novel sangat menipu! (⁠╥⁠﹏⁠╥⁠)


Karena penampilan Agni yang cantik, Jordan kembali mendapat gelombang penggemar. Ini adalah penggemar CP. Penggemar yang terbentuk tiba-tiba ini sangat kuat. Ketika ada seorang mantan penggemar atau pembenci memberi Jordan kutukan, mereka akan membalasnya dengan kekuatan tempur yang sangat kuat.


Jika mereka tau bahwa kebanyakan penggemar CP itu adalah orang-orang yang bekerja di perusahaan Agni dan hanya pernah melihat Agni dan Jordan bersama beberapa kali, entah apakah mereka meragukan hidup atau tidak.


Bahkan pekerja kerah putih saat ini memiliki efektivitas tempur yang kuat di internet!


Malam itu Jordan mengabaikan berita internet. Dia memberikan foto pada agennya. Jordan tidak mengatakan apapun, dia hanya memberikannya atas ijin Agni.


Dia tidak tau, di ujung telepon. Agennya memiliki wajah merah penuh kegirangan. Setelah melihat Jordan dan Agni bersama, dia tidak bisa berhenti merasa bahwa mereka cocok. Siapa yang tidak suka melihat pria tampan dan wanita cantik bersama. Melihat CP yang dia harapkan benar-benar terbentuk, Agen lebih bersemangat saat membimbing opini publik.


Keesokkan harinya, Jordan sudah berdiri di depan kaca yang memperlihatkan seluruh tubuhnya. Di karpet bawah kakinya dan tempat tidurnya, tumpukan baju berhamburan.


Jordan bangun 1 jam lebih awal dari biasanya. Jordan tidak tau apa yang dipikirkan Agni, dia juga tidak peduli. Dia hanya menganggap perjalanan mereka kali ini sebagai kencan.


Jordan selesai tepat pukul 9. Dia tidak melihat jam. Dia hanya berpikir untuk mengejutkan Agni di ruang tamu dengan penampilannya terlebih dulu. Tapi saat dia keluar dari kamar, dia melihat Agni sedang melakukan panggilan.


"... Ya, bukankah lebih baik aku menyewa seluruh taman hiburan untuk satu hari ini. Lagipula Jordan adalah publik figur.


Jordan terdiam. Dia tidak tau taman hiburan mana mereka akan pergi bermain, tapi menyewa seluruh taman hiburan tidak akan murah.


Apakah Agni tidak akan menyukainya karena dia miskin.


Sial, sepertinya dia harus mengumpulkan uang lebih.


"Begitu.... Aku mengerti."


Agni berbalik dan memandangnya. Jordan melihat Agni dengan polos. Dia tidak melewatkan tatapan Agni yang terguncang setelah melihatnya.


Aku rasa ini juga termasuk sukses.


Dia berdehem sedikit. Jordan bukan pemalu. Jika tidak, dia tidak akan bisa menjadi seorang aktor. Namun ditatap Agni membuatnya merasa sangat malu. Agni sendiri juga seperti tidak melakukan apapun.


"Kebetulan kamu disini, kamu ingin menyewa seluruh taman bermain atau tidak?"


"Kurasa tidak perlu."


Apakah ini perasaan dibesarkan oleh bos. Jordan menjadi sedikit mengerti kenapa banyak orang menyukainya. Tidak ada alasan lain, rasanya sangat keren menghambur-hamburkan uang seperti ini.


Karena Jordan mengatakan tidak perlu, Agni tidak melakukan panggilan lagi.


Mereka masuk ke mobil. Kali ini Agni tetap meminta pengemudi untuk mengantar mereka.


"Ketua, ini titipan dari Sekretaris Yona."


Pak Puwan memberikan sebuah amplop setelah mobil menyala. Agni tidak perlu membukanya untuk tau itu adalah tiket VIP yang dia minta.


Setelah menyetujui Jordan semalam, dia memanggil Yona segera dan memintanya untuk membeli tiket.


Sepertinya dia harus menaikkan gajinya.


Penulis memiliki sesuatu:


Yona sebelum kenaikan gaji : Bos sialan, membuat pekerja melakukan pekerjaan jam 2 pagi. Apakah dia masih manusia!!


Yona setelah kenaikan gaji : Bos, saya siap ditugaskan kapanpun!!