
Agni melihat orang-orang yang mengelilinginya dan meminta isyarat untuk pergi sebentar. Sebelum pergi, dia melirik rubah hitam dan matanya bertanya 'apakah dia akan mengikuti?'
Seolah-olah mereka memiliki pemahaman diam-diam. Rubah hitam bergerak menjauh dari kawanan beast lalu mengikuti Agni pergi.
Orang-orang saling memandang, bahkan para duyung juga kebingungan. Agni yang mereka tau sangat acuh akan sekelilingnya. Jarang melihat Agni aktif melakukan sesuatu semacam itu.
Tidak ada yang menjawab pertanyaan di mata mereka. Mereka akhirnya hanya bisa memendam perasaan penasaran mereka. Mereka berbenah untuk pergi ke tempat tersembunyi, cukup bagi mereka untuk berlindung. Beberapa berharap bertemu anak, suami atau ayah mereka dalam perjalanan.
Disisi lain, Agni dan Rubah Hitam berjalan beberapa meter sampai berada jauh dari orang-orang, cukup jauh untuk didengar oleh mereka. Agni berhenti dan menghadap rubah Hitam. Dia mulai mengeluarkan aktingnya yang memukau.
Tidak seperti dunia sebelumnya, dia ingin bermain lebih lama dengan protagonis dunia ini. Dia merasa, mereka semua satu orang yang sama.
“Aku ingin istirahat sebentar. Bisakah kamu menjaga tempat ini untuk ku? Hanya lima, tidak, hanya dua jam saja.”
Ada kejutan di mata rubah itu. Dia tidak bisa menghentikan dirinya dari bertanya. “Kenapa kamu memaksakan diri seperti ini, ketika kamu tidak saling mengenal dengan kami semua.”
“Ada beberapa saudara duyung di kandang, tidak mungkin aku meninggalkan mereka. Sisanya, kupikir lebih baik membebaskan sesama kaum kita? Ini bukan berarti aku ingin menyelamatkan kalian semua. Hanya karena kalian ada di depanku dan tidak menghalangi sama sekali. Apakah ini menjawab mu? Jika kamu tidak bisa membantu ku menjaga untuk sementara waktu. Kamu bisa pergi dan memanggil salah satu duyung. Aku hanya ingin istirahat sebentar.”
Rubah hitam melihat bagaimana wajah Agni semakin pucat. Wajah yang seharusnya memiliki kemerahan darah menjadi semakin putih. Terlihat sangat lemah. Berbeda dengan apa yang dia tunjukkan tadi. Rubah hitam tidak mengerti ketika perasaan kesal muncul di hatinya.
“Siapa bilang aku tidak bisa membantu. Tenang saja, aku akan menjagamu.” Rubah Hitam merasa manis di hatinya. Seolah-olah, dia sudah lama ingin mengatakan ini. Tapi, jelas mereka baru bertemu hari ini.
“Kalau begitu, tolong.”
Agni tidak memperhatikan Rubah hitam lagi. Dia duduk dan berbaring dengan cepat, matanya perlahan-lahan terpejam. Tindakannya membuat Rubah hitam ketakutan dalam hatinya, tapi tenang kemudian saat melihat Agni baik-baik saja, Rubah hitam mencoba mengabaikannya dan duduk tidak jauh dari Agni. Menjadi seorang penjaga.
Agni mulai melihat informasi mengenai dunia ini. Sepertinya, tebakan Agni benar, karena saat Rubah Hitam berada di dekatnya, Sistem tidak bisa menghubunginya. Untung, informasi itu masih bisa diselamatkan.
Dunia ini adalah dunia fantasi dengan aneka ras. Tidak ada protagonis dalam dunia ini. Jika ada, mungkin Raja Iblis yang bisa di sebut sebagai protagonis. Poin ini mirip dengan ingatan tubuh asli.
Cerita di mulai dari sebuah kerajaan terpencil. Pangeran dan Putri dari kerajaan tersebut menemukan seorang hewan yang bisa menjadi manusia. Mereka kemudian memungutnya dan menjadikannya pelayan. Sang Pangeran dan Putri di usia 10 tahun merasa penasaran dengan makhluk Hybrid temuan mereka. Mereka kemudian melakukan eksperimen dan menyiksa makhluk tersebut.
Hybrid pertama yang mereka temukan berasal dari suku macan. Memperlakukan macan seperti itu dan masih bisa hidup membuat Raja penuh penghargaan di hatinya bagi Pangeran dan Putri.
Suatu ketika, penyiksaan itu di temukan oleh Hybrid lain. Mereka memutuskan menyerang kerajaan dan meminta keadilan bagi satu Hybrid. Perang itu tidak menghasilkan keuntungan bagi para Hybrid. Putri dari kerajaan menemukan senjata api dan beberapa bom peledak yang membuat kerajaan memenangkan peperangan. Akhirnya, kerajaan itu memperluas wilayah kerajaan dan sering berperang dengan Hybrid untuk semakin memperluas wilayahnya.
Hybrid sebenarnya bukanlah suku lemah. Mereka memiliki berkat dewa yang membuat mereka unggul karena bisa mengendalikan unsur alam. Hanya saja, tidak tau bagaimana kerajaan menemukan sebuah benda yang menghambat kekuatan para Hybrid. Benda tersebut merupakan api yang tidak bisa padam. Api itu seperti menyerap unsur alam dan para Hybrid kesulitan menggunakan kekuatan mereka karenanya. Api itu juga berada dalam setiap senjata yang membuatnya sepuluh kali lebih kuat dalam menyerang Hybrid.
Tanpa adanya Hybrid, Raja Iblis dengan cepat mengendalikan peperangan. Hybrid yang merupakan halangan terbesar bagi Raja Iblis untuk menguasai dunia. Ini juga karena kebanyakan Hybrid bergabung dalam pasukan pahlawan dan menggunakan energi murni alam dalam menyerang, dimana energi alam merupakan kerugian terbesar untuk suku iblis. Tanpa para Hybrid, Raja Iblis menang dan menguasai dunia. Setelah menguasai dunia, Raja Iblis merasa dunianya tidak begitu besar. Dia mencoba mencari cara menuju dunia lain di galaksi lain.
Setelah membaca semua ini, Agni hanya ingin melontarkan kata-kata kasar.
Bajingan!!!
Bagaimana manusia bisa begitu mendominasi. Juga, Putri itu, mengapa dia merasa sang putri tidak berasal dari dunia ini. Agni menghela nafas besar. Dia membuka mata dan melihat ke langit.
Baru saja, dia juga melihat siapa Rubah hitam ini. Namanya Reka. Rubah ini memiliki darah raja naga di tubuhnya. Dia juga yang seharusnya menjadi pahlawan untuk membunuh Raja Iblis 70 tahun mendatang. Karena darah naga miliknya belum bangun dan dia di tangkap bersama Hybrid lain, dia berakhir disiksa dan mati.
Dalam perang melawan Raja Iblis, naga juga ambil bagian. Naga tidak terpengaruh oleh api yang dimiliki oleh manusia. Energi alam yang mengalir di tubuh mereka lebih kuat dari kekuatan penyerapan api yang tidak padam. Manusia tidak berani mengusik suku naga dan terus berburu Hybrid lain. Tapi dalam perang, Naga yang tidak memiliki pemimpin harus berusaha dengan sia-sia saat melawan raja iblis.
Pada akhirnya, mereka masih bertarung dengan mempertaruhkan seluruh kebanggaan dan harga diri mereka. Suku mereka habis dan mereka musnah.
Layak menjadi kaum paling kuat. Jika ada pemimpin yang memandu mereka dalam perang, kemenangan itu bukanlah tidak mungkin.
Pahlawan bisa menjadi siapa saja. Tapi seorang pahlawan yang membunuh raja iblis masih membutuhkan banyak orang untuk melawan bawahan raja iblis.
Dan sekarang, kandidat pahlawan yang dikenal Agni ada di dekatnya. Agni tidak tau apa yang harus dia lakukan selanjutnya. Dia merasa sangat lelah tiba-tiba.
Dua dunia yang dia lewati membutuhkan banyak energi. Bukan berarti dia lemah dan tidak bisa melakukannya. Dia hanya tiba-tiba merasa sangat malas.
Reka mendekati Agni dengan sebotol minuman dan sebungkus roti.
“Istirahatlah. Jangan sampai kelaparan.”
“Ah, terima kasih.”
Agni tiba-tiba mendapati makanan dan minuman didepannya tidak banyak bereaksi dan menerima mereka begitu saja.
Sebuah ide melintas di kepalanya. Bukankah dia malas melakukan tugas. Bukankah dia malas terlalu banyak bergerak. Kenapa tidak menyerahkannya pada orang lain. Ada orang yang cocok untuk bergerak dibandingkan dia.
Agni memandang Reka dengan senyum cerah. Reka melihatnya dengan bodoh dan tidak tau bagaimana jantungnya kembali berdetak kencang.