Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Dragon King Doesn't Married (6)



Di antara pepohonan sebuah sungai jernih mengalir dengan tenang. Lingkungan di sekitarnya begitu indah. Semak-semak dengan bunga warna-warna terlihat memukau dan memanjakan mata.


Duduk di atas batu yang tertanam di tepi sungai, seorang gadis tengah berbaring dengan tubuh menghadap matahari. Dia menguap dan membuka mata ke langit yang cahayanya perlahan di tutup awan.


Ada kelelahan dimatanya. Dia menghela nafas dan melihat dengan kosong ke atas langit.


Bagaimana semua bisa menjadi seperti ini.


Agni ingin bermalas-malasan.


Agni ingin mati dan tidak akan melakukan apapun lagi.


Ketika dia berpikir untuk membalas sistem dengan tidak menjalankan tugas. Dia berhenti, itu melelahkan mendengar omelan sistem nanti, dia tidak ingin membuat lelah dirinya sendiri. Agni sudah memikirkan beberapa rencana untuk bermain-main di dunia tugas ini, sehingga dia tidak terlalu bosan. Tidak seperti dunia sebelumnya yang tidak terlalu menarik. Agni melirik Reka, karakter yang bisa menarik dunia, Protagonis dunia, Agni menggantungkan harapannya begitu banyak padanya sehingga bisa bersenang-senang.


Awalnya dengan senyum tenang, Agni berpikir, biarkan dia melakukan sedikit hal-hal menarik, sesuatu yang bisa dia mainkan sehingga tidak perlu begitu bosan.


Berlarian terikat dengan tugas dan aturan sistem sangat menyebalkan baginya. Dia tidak rela. Dia tidak ikhlas. Tapi semua sudah terjadi. Agni mengharapkan hal yang berbeda sehingga dia tidak akan begitu menginginkan kematian. Tapi....


Sialan, siapa yang memberitahunya bahwa protagonis dunia begitu mudah jatuh padanya. Agni bahkan belum membuat langkah apapun. Berpikir seseorang seperti Jordan tiba-tiba menyukainya, dimana kemeriahannya? Tidak ada permainan sama sekali. Itu menyenangkan karena Jordan bisa memasak. Tapi Reka, rubah ini pasti tidak akan memasak.


Kemudian, bagaimana dengan keadaan menarik dan sensasi menyenangkan ketika mengerjakan sebuah permainan yang dia rencanakan.


Agni merasa lelah. Sensasi deja vu[1] tiba-tiba mengenai ingatannya. Bukankah juga begini di dunia pertama? Dunia kedua juga membutuhkan waktu, namun tidak lama.


Yah dia tidak menyayangkan apa yang terjadi di dunia kedua, dia bersenang-senang mengungkap orang di belakang layar, meskipun mengecewakan karena ternyata itu hanyalah orang cacat mental, Agni masih bersenang-senang.


Tentu saja, itu tidak menutup kemungkin karena keindahan menyelamatkan pahlawan[2] pada awal Agni bertemu mereka, Tapi itu tidak menutup kemungkinan bahkan dengan hanya bertemu, protagonis itu juga akan jatuh.


Lupakan, selesaikan semua dengan cepat dan kembali


Agni menggunakan tangan untuk menopang tubuhnya. Mengubah tubuhnya menjadi lebih santai di atas batu. Agni melihat arah dimana rubah dengan ekor hitam mengkilap di bawah sinar matahari muncul.


Agni melihat Reka dengan tenang. Dia berkata, “Kemana kamu akan pergi selanjutnya?”


Reka menggelengkan kepala, sepertinya dia sudah sadar sejak Agni bergerak. Dia berkata, “Entahlah.”


Setelah penyelamatan Agni yang memukau. Agni memberi saran pada para duyung untuk kembali ke Tanah Kelalean.


Tanah Kelalean merupakan sebuah pulau yang tersembunyi di lautan, ada kabut dan pusaran air mengelilingi pulau itu, sehingga sangat sulit untuk ditemukan. Namun, bagi para duyung yang tinggal dilautan, itu bukan hal sulit.


Menurut ingatan Agni, Legenda menyebutkan bahwa tanah tersebut di bangun oleh Dewa lautan untuk hybrid yang menyembahnya. Kemudian digunakan oleh para Duyung sebagai tempat tinggal. Namun setelah banyak tahun terlewati, beberapa duyung memutuskan untuk pergi dan membangun wilayah di tempat lain. Hal ini menyebabkan Tanah Kelalean sedikit dilupakan. Hanya Raja Neptunus dan beberapa anak laki-lakinya yang memutuskan untuk sesekali mendiami tempat itu.


Ketika penyerbuan duyung dilakukan, Raja Neptunus dan sebagian anggotanya sedang ada di Tanah Kelalean. Dan untuk mempertahankan wilayah mereka, beberapa duyung naik ke atas dan bertarung. Tapi para putri duyung dan anak-anak duyung kecil seharusnya melarikan diri dan bersembunyi ke Tanah Kelalean, namun mereka ditangkap di jalan. Hal ini mungkin juga karena kebanyakan duyung masih terlalu muda untuk bisa melewati segala rintangan untuk sampai Tanah Kelalean.


Saat ini seorang kenalan Agni maju. Dia mengangguk, jelas menerima saran Agni. Namun, melihat Agni tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mengikuti, dia masih bertanya,


"Apakah kamu tidak akan pergi bersama dengan kami?"


"Tidak, Saudari Lea. Aku mungkin harus sedikit menjelajahi daratan. Ketika kamu kembali, sampaikan salam ku kepada Yang Mulia."


Duyung itu memeluk Agni, dia berkata. "Semoga perlindungan Poseidon tetap ada padamu."


Mereka akan pergi saat Agni mengatakan bahwa mereka harus membawa Hybrid lain. Memberi para Hybrid tempat sembunyi dan meningkatkan keterampilan mereka.


Lea mengerti apa yang direncanakan Agni. Dia mengangguk, dan pergi bersama Hybrid lain.


Hybrid lain awalnya tidak ingin mengikuti. Tapi, Agni bicara pada mereka. Dia mengatakan pada mereka untuk mencari tempat bersembunyi dan membangun kekuatan. Setelah mereka memiliki kekuatan yang cukup, mereka akan bisa melawan.


Meskipun mereka sedikit aneh dengan Agni, mereka harus mengakui Agni memiliki aura mulia dalam tubuhnya yang membuat orang lain mau tidak mau percaya padanya.


Mereka juga mendengar bahwa Agni tidak akan kembali dan mencari sisa-sisa Hybrid yang masih hidup.


Setelah mereka semua pergi, Agni ingin bunuh diri dan kembali ke ruang sistem. Dia tidak ingin mengerjakan tugas ini.


Kesimpulan dari kedua tugasnya adalah untuk memusnahkan putri dan pangeran kejam sehingga Hybrid tidak punah. Ketika Hybrid tidak punah, perkembangan Reka akan mengalir seperti yang seharusnya.


Tapi tidak, Reka tidak mengikuti Hybrid lain. Dia berjalan di belakang Agni. Agni tidak menyadarinya. Saat ini, dia sibuk dengan pikirannya sendiri.


Sebenarnya dia tidak perlu bersusah payah. Dia memiliki Reka. Selama dia membantu darah naganya bangkit dan memintanya menghadapi putri dan pangeran, itu akan sangat mudah. Namun, itu memerlukan waktu yang lama. Dan dia menjadi tidak tertarik lagi. Karena itu, dia tidak meminta Reka tinggal.


Agni memutuskan melakukan beberapa hal lain sendiri lagi di dunia ini sehingga dia tidak begitu bosan dan kesal seperti sekarang. Begitulah bagaimana mereka berakhir sampai di hutan.


Saat ini, Reka tiba-tiba bicara. “Aku mendengar kabar. Putri kerajaan Anjaya akan menikah.”


“Hah?!! Apa katamu??" Tidak, Agni juga memiliki kebingungan langka dimatanya. Kenapa dia tidak sadar Reka mengikutinya.


“Menurut beberapa pedagang yang aku temui, Putri ini memang memiliki kontrak pernikahan. Namun dia selalu menolaknya. Tidak sampai 2 tahun lalu, dia mengambil inisiatif melanjutkan pernikahan.”


Agni menyipit. Dia ingat dua tahun lalu adalah awal pangeran dan putri itu menemukan Hybrid pertamanya. Agni merasa tebakannya tidak akan salah. Putri ini pasti mengetahui sesuatu tentang dunia ini.


“Kamu tau siapa putri Aniaya?”


“Bagaimana mungkin tidak!! Wanita itu yang ingin menangkap banyak Hybrid dibawah 50 tahun. Aku juga menemukan para Hybrid yang akan melakukan penyerangan saat pernikahan sang putri. Saat ini, aku akan ikut mendukung penyerangan itu.”


“Reka, jangan gila. Bagaimana seorang manusia yang susah menyinggung banyak Hybrid bisa melakukan upacara akbar dengan megah dan tanpa rasa takut. Dia pasti memiliki senjata yang tidak diketahui. Kamu hanya akan mati jika mengikuti mereka.”


“Tentu saja dia.…” Reka membeku. Seolah seseorang tiba-tiba membisikan kata padanya. Dia melihat Agni dengan antisipasi.


“Maksudmu, mungkin ada jebakan di sana?”


“Aku tidak tau. Aku mungkin harus menyelidikinya sebelum tau.”


“Tidak mungkin, kamu sendiri yang mengatakan di sana berbahaya. Tapi, tidak masalah selama aku ikut.”


“Lakukan sesukamu.”


Pojok Penulis:


[1] Deja vu: dari bahasa Prancis, secara harfiah berarti "pernah dilihat", merupakan sebuah fenomena merasakan sensasi kuat bahwa suatu peristiwa atau pengalaman yang saat ini sedang dialami sudah pernah dialami di masa lalu.


[2] keindahan menyelamatkan pahlawan: kebalikan dari Pahlawan yang menyelamatkan Keindahan. Peribahasa yang mengartikan seorang laki-laki yang menyelamatkan perempuan sehingga perempuan yang diselamatkan jatuh hati padanya karena terlihat begitu heroik. Namun disini, karena Agni (perempuan) yang menyelamatkan laki-laki maka dibalik menjadi keindahan menyelamatkan pahlawan.