Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
The Boss (15)



"Selamat Malam, Shirokuma-san."


Jin mundur dan menarik kembali pintunya yang setengah terbuka. Wajahnya sangat dingin tanpa ekspresi. Hanya beberapa centimeter sebelum ditutup, sebuah tangan menghalanginya.


“Tunggu, Shirokuma-san. Aku punya sesuatu tentang Agu. Apakah kamu tidak ingin tau?”


Jin berhenti ketika mendengar nama Agni disebutkan. Dia menunduk dan sedikit berpikir. Jin hanya peduli dengan Agni sehingga dia tidak melihat gadis itu sama sekali. Dia melewatkan kebencian yang muncul dimata gadis didepannya ketika memanggil nama Agni. Tapi gadis itu menunduk dan menyembunyikan kebencian sebelum kembali melihat ke atas.


Jin tidak menyuruh gadis itu masuk. Dia bersandar di kusen pintu dan melihat gadis itu.


"Bicaralah."


"Ya, saya Hoshikawa Mi..."


"Aku tidak peduli. Ada apa tentang Agu?"


Gadis itu, Hoshikawa Mirai mengepalkan tangannya karena kata-kata Jin yang tiba-tiba. Apa yang membuatnya paling kesal saat ini adalah Jin sebenarnya memanggil Agni dengan nama depannya. Kuku Mirai hampir masuk kedalam daging.


"… Ini, aku dengar.... Shiroyama-san sedang dekat dengan seseorang. Maksudku, dia dan Takano-san terlihat sering bersama. Bukankah Agu sangat dekat dengan mu. Bahkan disekolah beberapa hari ini. Tapi orang-orang bilang mereka melihat Agu di sebuah restoran dengan Takano-san."


"Jadi."


"Jadi?"


"Apa hubungannya dengan ku."


Mirai begitu terkejut dengan perkembangan yang tiba-tiba. Dia bahkan menyinggung kedekatan Agni dan Jin. Tapi Jin tidak bersikap seperti seharusnya.


Mirai mengetahui sedikit kedekatan Agni dan Jin. Dia mencoba menggunakan kedekatan mereka untuk merangsang Jin sehingga hubungan mereka akan memiliki keretakan. Tapi Jin menunjukkan wajah tidak peduli. Ini yang Mirai sangat tidak mau. Dia tidak ingin Jin memiliki hubungan dengan Agni.


Mirai pernah bertemu dengan Jin. Awalnya ketika dia sedang dalam keadaan darurat. Dia berpikir Jin sangat tampan. Hanya kemudian dia menemukan Jin adalah orang bodoh dan lugu. Bukan hanya itu, dia juga mengidap autisme.


Tapi, Sekali saat dia menarik perhatian Takano. Mirai kembali melihat Jin. Awalnya dia merasa Jin familiar. Kemudian dia akhirnya menemukan siapa jin.


Jin adalah orang yang menyelamatkan Mirai saat SMP. Awalnya Jin hanya siswa terkenal karena tampan dan pintar. Suatu hari ketika Mirai memiliki masalah dengan beberapa berandalan, Jin menyelamatkan Mirai. Dia memukuli berandalan dan para berandalan akhirnya menemukan identitas sebenarnya Jin. Karena itu, Jin sering bertengkar dan meresahkan disekolah.


Setelah beberapa hal. Jin akhirnya pindah tempat tanpa sepengetahuan Mirai.


Mirai selalu ingin berterimakasih saat itu. Tapi dia tidak melihat Jin sama sekali. Sampai Jin pindah. Mirai kehilangan semangatnya.


Sekarang, setelah melihat Jin ada didepannya, bagaimana Mirai bisa melepaskan Jin.


Mirai mendapat pemberitahuan selanjutnya untuk membuat Agni dan Penerus Tuan Kuma tidak memiliki hubungan dekat. Dia menemukan informasi dari Takano tentang Jin. Dalam informasi menerangkan dengan jelas bahwa Jin adalah laki-laki yang lebih sempurna dari Takano.


Selain semua itu. Mirai sangat membenci Agni. Dia tidak ingin Agni memiliki laki-laki yang begitu sempurna disampingnya. Bukan Jin dan bukan yang lain.


Mirai merupakan manusia yang hidup dalam kebencian. Masa kecilnya bukanlah hal yang baik. Mirai selalu mengalami kekerasan dilingkungannya. Dia lahir dari seorang ibu yang memainkan trik untuk tidur dengan seorang laki-laki keluarga besar. Ibunya ingin memanjat cabang pohon tinggi dan hidup mewah tanpa memikirkan banyak masalah.


Keluarga besar bukanlah vegetarian. Laki-laki itu sangat kejam dan bisa membunuh ibunya kapan saja. Dia menyingkirkan ibu dan Mirai agar tidak menganggunya. Mengetahui hal itu, Ibunya berlari dengan Mirai yang belum lahir. Ibunya berpikir setelah Mirai lahir Mirai bisa dijadikan syarat tawar menawar dengan keluarga besar laki-laki tersebut.


Keluarga besar yang mengetahuinya meremehkan Ibu Mirai. Sebelum ibu Mirai bisa menunjukkan diri, mereka memblokir ibu Mirai hingga dia menjadi gelandangan.


Ibu Mirai menjadi tidak kuat. Dia memiliki banyak tekanan dan membuat psikologisnya terdistorsi. Dia mulai melampiaskan semuanya pada Mirai. Semua ini menyebabkan Mirai mengalami dihina, dipukul bahkan dibiarkan kelaparan oleh ibunya. Dari sana, Mirai belajar untuk bersikap polos dan baik. Membiarkan ibunya memiliki kelembutan hati dan tidak lagi menyakitinya.


Seperti lili putih yang suci. Dengan aktingnya, dia berhasil bertahan hidup.


Tapi tidak cukup. Mirai ingin mengambil semuanya kembali. Dia tidak bisa membalas semua siksaan dari ibunya. Tapi adik perempuan tiri Mirai berkembang dengan baik. Adiknya mendapatkan apa yang seharusnya menjadi milik Mirai. Mirai iri dan benci.


Mirai mulai membuat sebuah rencana. Mirai bersikap seperti bunga lili dan mendapat perlindungan dari orang lain. Mirai berhasil membuat adiknya memiliki kesan jahat dan buruk di mata orang lain. Sedangkan dia, dia adalah gadis baik, polos dan penuh dikasihani.


Dia terus melangkah ke rencana hingga adiknya tidak bisa hidup dengan tenang lagi.


Namun hidup tidak selalu berjalan dengan baik.


Itu juga yang terjadi pada Mirai.


Semua berubah ke arah yang salah saat Mirai bertemu dengan seorang ketua kelompok Yakuza. Orang itu mengatakan dia adalah ayahnya. Ayahnya yang sebenarnya bukanlah dari keluarga Hoshikawa. Orang yang mengaku sebagai ayahnya memberi Mirai ancaman dan rayuan. Setelah beberapa saat, Mirai mulai bekerja dibawah orang itu.


Mirai harus membuat hidup Agni buruk dan penuh masalah. Mirai dengan percaya diri setuju. Itu sangat mudah. Setelah membaca riwayat hidup Agni, Mirai kembali iri dan benci. Dia tidak rela dan penuh permusuhan.


Pada adiknya yang mengambil semua yang seharusnya menjadi miliknya. Mirai tidak rela dan benci. Pada Agni yang menjalani hidup begitu baik. Mirai tidak rela dan memusuhi. Mirai tidak pernah berhenti berpikir bahwa dunia akan lebih indah jika adiknya dan Agni menghilang.


“Bagaimana kamu bisa begitu dingin. Aku melihat mereka makan bersama hari ini.”


“Oh?”


Sementara Mirai mencoba menghasut Jin. Agni memberi pukulan terakhir pada Takano. Disekitarnya ada 45 orang yang terkapar kesakitan. Meskipun Agni sendiri tidak dalam keadaaan baik. Dia masih menunjukkan senyum dan memukul.


Dia tidak mengatakan apapun setelah Takano kehilangan kesadaran. Agni berdiri dengan tegak, namun tubuhnya goyah dan terjatuh karena kelelahan dan rasa sakit. Dia menggelengkan kepala dan menarik nafas panjang.


Saat ini, dia tidak ingin dibawa ke rumah sakit. Dia tidak bisa sampai bertemu orang lain atau Jin. Dia berniat pergi ke apartemen yang dipinjamkan Jin untuk bersembunyi sementara.


Dengan pemukul baseball ditangannya dia berdiri. Meski goyah, dia dengan tegas berjalan pergi dari sana.


[Nyonya??]


‘Hai, Foxy. Aku baik-baik saja.’


Sistem yang baru saja ingin merawat Agni dengan itikad baik: [….]


Sistem berencana mengevaluasi Agni kembali karena masalah miliknya. Dia tidak banyak bicara dan bersembunyi. Agni juga tidak peduli pada sistem. Dia lebih menyukai ketenangan.


Ketika Agni mencapai lingkungan apartemen. Dia melihat Jin dan seorang gadis di sampingnya di lantai bawah. Agni menyipit dan mengenali gadis itu.


Protagonis dunia ini....


Bagaimana bisa sangat menarik.


Agni ingin mendengar percakapan mereka. Tapi kondisinya tidak bisa bertahan. Tiba-tiba dia menjadi pusing. Dia tidak tau siapa, seseorang mendekat dan membawanya pergi.


Agni tidak ingin bersamanya. Tapi kelelahan ekstrem membuat Agni tidak berdaya. Agni hanya bisa dibawa pergi begitu saja.


Penulis memiliki sesuatu:


Suara sirine polisi


Penculik : “……” Aku, aku bisa menjelaskan!


Agni yang di bawa : “…..”