Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Movie Actors Hidden Boss (7)



PERINGATAN!!! Hal-hal dalam cerita ini mungkin mengandung cerita dewasa. Jika anda masih dibawah umur, disarankan untuk Skip saja


SEKALI LAGI, PERHATIAN!! Hal-hal dalam cerita ini mungkin mengandung cerita dewasa yang tidak cocok untuk anak-anak. Jika anda masih di bawah umur, disarankan untuk Skip saja


Kalimat itu seperti menekan tombol di hati Jordan.


Apakah dia akan pergi. Apakah dia akan sendirian menunggu. Apakah dia akan ditinggalkan.


Tidak mau. Apakah dia tidak cukup menarik untuk wanita cantik ini. Jordan tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Saat ini, dia benar-benar berharap wanita ini akan menjadi pelaku yang memberinya obat. Dia berharap Agni adalah orang yang menginginkan kecantikannya.


Tapi tidak. Agni mulai mencoba melepaskan tangannya.


Jordan panik. Dia mencoba mempertahankan tangannya. Dia tidak tau kapan Agni melihat padanya. Tampilannya yang dibius terlihat menyedihkan seperti kucing kecil. Agni merasa hatinya melunak tiba-tiba. Dia tidak sadar menurunkan suaranya hingga lembut.


"Lepaskan aku. Tidak akan ada yang menyakitimu didalam sana. Tunggu sebentar dan aku akan mencarikan seorang dokter untukmu."


"Tidak mau. Jangan... Jangan tinggalkan aku..... Nona.."


Agni menarik nafas dalam-dalam.


Bajingan ini. Apakah dia tidak tau penampilannya saat ini sangat mengundang orang untuk merusaknya. Jika bukan karena pengendalian dirinya yang kuat. Agni mungkin sudah memojokkan Jordan ke dinding.


Meskipun Agni terlihat dingin dan tidak peduli. Dia adalah seorang penggila wajah!


Di dunia dulu, meski tidak benar-benar jatuh cinta saat menjalin hubungan, orang-orang yang menjadi mantannya adalah pria tampan.


Sekarang, dihadapkan dengan Jordan yang pesonanya melebih-lebihkan ciptaan Tuhan, sangat luar biasa Agni menahan diri. Mungkin juga karena Agni sering dikelilingi pria dan wanita tampan sehingga dia berhasil menahan diri.


Agni tidak salah menebak. Jordan benar-benar tidak tau pesonanya. Bahkan jika dia tau dan itu bisa menarik perhatian Agni, Jordan kemungkinan akan memberikan segalanya.


Namun dia tidak tau. Saat ini, Jordan masih melihat Agni dengan kedua mata basah dan memohon.


"Temani aku... Ya~~"


"......"


Bukankah ini hanya menemani?! Tentu, siap takut. Akan dia lakukan. Agni dengan lembut mengangguk. Dia menuntun Jordan ke dalam ruangan.


Di dalam ruangan yang hanya berisi dirinya dan Jordan, Agni tiba-tiba merasa panas. Bukan berarti dia tidak pernah berada di ruangan yang sama dengan laki-laki. Tapi saat ini Agni merasakan suasana yang sangat berbeda.


Ketika mereka berada di dekat tempat tidur. Agni yang tidak siap dibalikkan oleh Jordan. Kemudian Jordan menekannya di tempat tidur.


"Nona.... Saya.. Saya panas...."


Jordan mulai melepaskan dasi dan kancing kemejanya dengan satu tangan. Sementara tangan lain berada di sisi kepala Agni.


Sialan. Benar saja obatnya sudah bekerja. Seharusnya dia meninggalkannya sendirian daripada melakukan ini.


Ketika Agni berusaha bangun. Jordan yang sudah melepas dua kancing atas kemejanya tiba-tiba menunduk dan mencium Agni.


Kesan awal Agni dari ciuman ini adalah amatir. Ya, amatir. Berpikir seorang kaisar film benar-benar tidak pernah melakukan dengan panas saat syuting benar-benar membuka mata.


Dia mencium seperti seorang bayi baru belajar. Awalnya dia menempelkan bibirnya. Begitu dalam beberapa saat. Kemudian dia membuka bibirnya dan mulai menggigit bibir Agni. Awalnya gigitan itu tidak menyakitkan, namun lama-kelamaan Agni merasa sedikit nyeri dan kesemutan. Orang yang baru berciuman didepannya ini bisa bernafas dengan lancar sementara Agni mulai sedikit kehabisan.


Kemudian Jordan mulai menggunakan lidahnya. Seperti menemukan dunia baru, Jordan mulai mencoba membuka mulut Agni sehingga lidahnya bisa masuk.


Agni terlambat melawan dan hanya bisa mengikuti arus. Merasakan lidah yang hampir masuk ke mulutnya dan hidungnya yang kesulitan bernafas, Agni tanpa sadar membuka mulutnya.


Jordan menjelajahi setiap inci mulut Agni. Dia juga mulai memainkan lidah Agni dengan Aktif.


Ciuman itu berlangsung lama sampai Jordan meninggalkan mulut Agni. Jordan membuka kemejanya. Lalu mulai meninggalkan celananya. Saat itu, Agni kembali sadar.


Sial. Dia jatuh, trik kecantikan ini benar-benar mengerikan.


Tidak, apakah dia baru saja menikmati ciuman amatir.


Agni berpikir dia sudah gila.


Dia dengan tegas keluar dari pengekangan Jordan. Dia menggunakan sedikit trik dan mengunci pergerakan Jordan.


"Nona... Sakit...."


Sial, sialan, Bajingan!


Melihat wajah penuh kasih menunjukkan ekspresi menyedihkan membuat Agni mengutuk. Dia berharap bisa mengunakan kutukannya untuk mengalihkan perhatiannya dari wajah mempesona Jordan.


Agni menggunakan kesempatan untuk keluar dan membiarkan Jordan sendiri.


Dia melakukan panggilan ke dokter pribadinya dan duduk di sofa menunggu.


"Sial, apa itu dia anjing."


Agni menyentuh bibirnya yang sedikit membengkak karena gigitan Jordan. Dia juga bisa merasakan beberapa perih di sudut bibirnya.


Agni terus mengutuk di permukaan. Namun dia bisa merasakan hal aneh dihatinya. Jujur saja, ini bukan berarti Agni tidak pernah berciuman. Namun dia tidak pernah merasakan apapun di ciumannya sebelumnya.


Namun baru saja, dengan Jordan. Dia bisa memiliki perasaan nyaman yang aneh. Benar, nyaman. Agni merasa dia tidak akan menolak jika Jordan melakukan hal lebih padanya.


Memikirkan ini membuat Agni bergidik ngeri.


Hati yang berdetak lebih cepat juga perlahan tenang.


"Ada apa memanggilku kemari. Sangat sulit mendapatkan malam yang tenang dan aku harus mengurus masalahmu."


Seorang pria dengan baju santai membawa tas masuk dengan santai.


Dia adalah Reza. Dia sudah lama mengenal Agni. Awalnya mereka sama-sama dari lingkungan kalangan atas. Sampai keluarganya bangkrut dan dia menyerah di tengah jalan. Ayahnya bunuh diri dan ibunya meninggal karena sakit. Sejak saat itu, Reza ingin bisa mengobati segala penyakit. Namun hutang yang melilit membuatnya tidak bisa bergerak.


Sampai Agni keluar dan melunasi semua hutang keluarganya. Dia juga membantu Reza menempuh pendidikan kesehatan. Dan Reza juga tidak mengecewakan. Seolah-olah Reza dilahirkan untuk bidang kesehatan. Sekolah yang harusnya menempuh waktu bertahun-tahun hanya diselesaikan dalam dua tahun.


Orang-orang menyebutnya jenius di bidang kedokteran. Namun hanya dia dan Agni yang tau betapa keras dia berusaha.


Setelah lulus, Reza memilih untuk menjadi dokter pribadi Agni. Namun kehidupan Agni yang tidak teratur tidak terlalu berakibat pada tubuhnya. Dia sangat memperhatikan pola makan dan olahraga.


Merasa sia-sia, Reza hanya bisa bekerja di sebuah rumah sakit besar yang masih ada di bawah perusahaan Agni.


Ketika Agni mengalami masalah tentang kesehatannya, dia akan memanggil Reza. Seperti sekarang. Selama Reza tidak melakukan operasi penting, dia akan langsung datang.


Dia selalu mengingat hutangnya pada Agni yang tidak mungkin dilunasi dalam kehidupan ini.


Malam ini, Reza mendapatkan liburan dari rumah sakit. Dia berpikir untuk bersantai dan menonton film. Siapa tau Agni memanggilnya. Nada suara Agni juga membuat Reza panik, berpikir dermawannya ini menemukan masalah besar.


Hasil, setelah dia masuk, dia melihat Agni dengan aman dan nyaman duduk di sofa.


Reza merasa kesal. Namun, ada perasaan lega luar biasa di hatinya.


"Jadi, ada apa?"


"Kamar mandi. Lihatlah sendiri."


"Hmm?"


Reza secara tidak sadar melihat wajah Agni dengan teliti. Melihat bibirnya yang merah dan bengkak Reza terkejut.


Apakah kepala batu ini akhirnya menemukan cinta?


"Kamu yakin tidak perlu mengobati bibirmu."


"Pergilah, Za."


"Oke, oke, jangan marah."


Reza adalah laki-laki. Bohong jika dia tidak pernah merasakan perasaan cinta pada Agni. Apalagi mereka sudah saling mengenal sejak kecil. Namun pukulan bertubi-tubi di hidupnya membuat Reza menjadi sangat rendah diri. Dia merasa tidak pantas dengan Agni.


Sampai hal itu terjadi. Dia yang awalnya memandang Agni sebagai nona muda kaya yang manja dan sombong berubah. Peristiwa yang membuat Agni memiliki tempat yang sama dengannya.


Namun Agni tidak putus asa dan menyerah.


Dia berhasil membuat JA Company menjadi perusahaan ternama di dunia.


Kemudian, dia menemukan bahwa Agni adalah orang keras hati yang tidak bisa jatuh cinta. Benar bahwa IQ Agni sangat tinggi dalam bisnis. Namun EQ Agni sangat mengkhawatirkan.


Sejak itu, Reza tidak pernah berpikir untuk jatuh cinta pada Agni. Segala cintanya dia ubah menjadi kasih sayang. Dia merasa bahwa tanggung jawab menjadi kakak Agni lebih cocok untuknya.


Baru saja, melihat bekas ciuman di bibir Agni. Reza tidak bisa berhenti berpikir bahwa es yang ada di hati Agni perlahan meleleh.


Dia tidak tau, apa yang dia katakan adalah benar. Bukan hanya Agni yang menggantikan tubuh, tapi Agni tubuh asli juga telah mencintai Jordan di saat-saat terakhirnya.


Tapi tidak ada yang tau, mungkin orangnya sendiri juga tidak tau.