Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Dragon King Doesn't Married (9)



Matahari sedikit demi sedikit mulai bersembunyi. Di kedalaman hutan tempat para Hybrid bersembunyi, mereka berkumpul di tengah perkemahan. Suasana di sana sangat hening. Tidak ada yang yang berani mengeluarkan suara.


"Kenapa?" Agni akhirnya mengeluarkan suara.


Reka dan banyak Hybrid juga melihat Feru. Reka memiliki wajah gelap dan suram, menunjukkan suasana hatinya yang sangat tidak menyenangkan.


"Kamu, itu karena kamu memiliki kemampuan membangkitkan Raja Iblis."


Seluruh orang menahan nafas mereka.


Raja Iblis, sebenarnya ini karena Raja Iblis.


Sementara itu, Agni menunduk. Wajahnya menunjukkan rasa sakit seperti mengalami sembelit. Di tempat yang tidak bisa dilihat orang lain, wajahnya yang pucat berubah menjadi biru.


Raja iblis?


Benar-benar Raja Iblis!!!


Kenapa dia tidak memikirkannya.


Tidak, kenapa tidak ada yang memberitahunya!!


Sialan, sialan!


Juga, kenapa dia. Kenapa lagi-lagi perannya lebih dalam daripada protagonis yang di tunjuk. (⁠ノ⁠`⁠Д⁠´⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻


Sistem kurang ajar, bisa-bisanya dia membawanya ke dunia yang sangat sulit ini.


Sejak awal, dunia ini memang dunia fantasi tempat Raja Iblis dan Pahlawan bertempur. Meskipun alur dunia ini mengatakan ada 300 tahun sebelum Raja Iblis di bangkitkan. Tidak ada yang mengatakan Raja Iblis tidak bisa dibangkitkan lebih awal. Tapi, jika benar seperti itu, bukankah artinya putri yang ingin menangkap seluruh Hybrid itu bukanlah manusia. Mungkin saja dia salah satu antek yang tersisa dari 700 tahun yang lalu. Memikirkan hal ini, bukankah sia-sia jika dia membunuh Sang Putri.


Jika dia membunuh Sang Putri, mungkin Hybrid akan selamat untuk saat ini. Tapi, bukan berarti sisa-sisa pasukan lain raja iblis akan diam saja. Mereka mungkin saat ini juga sedang mencari tempat Raja Iblis disegel. Dan jika raja iblis berhasil dibebaskan, para Hybrid tidak akan mampu melawannya. Para Hybrid saat ini masih mengalami kerugian akibat penangkapan dari Sang Putri.


Intinya, membunuh Sang Putri bukanlah cara terbaik untuk menghentikan kehancuran dari dunia ini.


Lagipula, selain dirinya. Selalu ada cara lain. Mungkin ini ada hubungannya dengan penculikan Hybrid.


Agni merasa dia tidak bisa diam saja.


Pertama-tama dia harus menyiapkan situasi terburuk. Dia harus menimbun kekuatan terlebih dahulu. Dia harus menyelamatkan para Hybrid, membuat mereka bersembunyi dan meningkatkan kemampuan mereka dengan aman.


Dalam beberapa menit, Agni memikirkan banyak hal dan banyak kemungkinan.


"Agni? Agni? Hei, apa kamu baik-baik saja?"


Agni kembali mendapatkan pikirannya yang melayang mendengar panggilan Reka.


Dia mengangkat kepalanya dan melihat Reka. Agni menggelengkan kepalanya perlahan. "Aku tidak apa-apa." Kata Agni menenangkan.


"Feru, mari dengarkan ceritamu."


Agni mengambil langkah pertama dengan menuju ke tenda paling besar yang ada di perkemahan.


Di dalam tenda. Feru berulang kali melirik Agni. Dia tidak tau harus mulai dari mana. Saat ini, Agni memecah keheningan.


"Siapa sang putri."


Feru terdiam. Dia tidak menyangka Agni akan langsung bertanya tentang ini. Dia merenung sejenak sebelum menjawab.


"Aku tidak tahu dia siapa, tapi aku tahu dia bukan Putri Lilia yang aku kenal. Sejak hari dia masuk istana, Lilia tidak pernah bersikap seperti Lilia yang dulu. Tidak, mungkin itu tidak benar. Bagi beberapa orang dia tidak berubah. Tapi, aku mengenalnya dengan baik. Dia bukan lagi Lilia. Lilia, meski dia selalu diperlakukan kasar dan bersikap rendah diri, dia tidak pernah seperti itu. Dia sombong di tulangnya, juga kakak perempuan yang sangat baik. Tidak seperti saat ini."


Feru bahkan tidak tau alasan apa yang membuat Lilia berubah. Dia hanya merasa Lilia sudah bukan Lilia yang dia kenal.


Agni mengangguk. Dengan ini, dia mengonfirmasi dengan benar. Lilia bukanlah putri Lilia yang sebenarnya.


"Apa yang di incar dari para Hybrid."


Saat ini Feru menunduk. Apa yang diinginkan Kerajaan bukanlah apa yang diinginkan olehnya. Feru awalnya hanya berpikir kerajaan ingin menguasai wilayah lebih luas, sampai dia mendengar sendiri kata-kata Lilia malam itu. Dia mulai menjelaskan.


Malam itu, ketika dia menyusup ke kediaman kakaknya, Feru mendengar sesuatu yang luar biasa. Lilia mencoba mengumpulkan 1000 Hybrid dengan usia mulai 1 sampai 50 tahun, para Hybrid muda. Dia ingin mengambil darah mereka dan mempersembahkannya pada dewa. Feru awalnya tidak paham, tidak ada dewa yang disembah melalui pengorbanan para Hybrid.


Dia mencari informasi seputar itu. Dia terkejut menemukan bahwa darah 1000 Hybrid muda mampu membuka segel Raja Iblis. Dia juga menemukan catatan lain bahwa darah orang dari suku paus dapat menggantikan darah 1000 Hybrid.


Setelah mengetahui ini, dia berusaha mencari Agni. Dia tau Agni adalah seorang paus. Dia bukan hanya duyung biasa, dia bisa menjadi mamalia terbesar di lautan. Feru tidak ingin Agni diketahui dan diincar karena ini. Saat Feru pergi, Lilia mengetahui bahwa Feru memegang rahasia. Dia ingin mendapatkan Feru. Namun, entah beruntung atau tidak, Feru berhasil lolos dan bergabung dengan para Hybrid.


"Jadi begitu." Semua orang memiliki pemahaman dibenak mereka masing-masing.


Reka melirik Feru. Dia tidak menyangka ternyata orang ini melakukan semua tadi untuk melindungi Agni. Meski itu tidak menyenangkan, dia akan memaafkannya karena niat yang dia miliki.


Saat ini, Feru berdiri tiba-tiba. Dia bersujud di tanah kering, mengabaikan baju mewah yang dia kenakan. Feru mengetuk tanah dengan keningnya.


"Aku tau tindakan yang dilakukan kerajaan salah. Semua Hybrid muda dan tua yang tertangkap mungkin sudah tidak selamat saat ini. Tapi, itu bukan niat kerajaan. Seperti yang aku katakan, itu hanya ulah beberapa orang. Atas nama kerajaan, aku minta maaf. Aku tidak meminta maaf atas nama keluarga kerajaan, tapi aku minta maaf atas nama kerajaan. Kalian bisa membalas keluarga kerajaan, termasuk aku semau kalian, namun rakyat kerajaan tidak bersalah. Tolong, tolong jangan arahkan taring dan cakar pada mereka."


Dua Hybrid selain Agni dan Reka saling memandang. Mereka bukan orang yang tidak masuk akal, mereka bisa membedakan yang salah dan benar. Dan pangeran kedua dihadapan mereka ini tidak melakukan kesalahan sedikitpun. Bahkan dia rela bersujud dan memohon demi warga kerajaannya.


Orang seperti ini layak untuk diajak berteman atau menjalin hubungan.


"Tuan Feru, benar? Kami bukan orang yang tidak masuk akal. Kamu dapat berdiri dengan tenang. Kami tidak menyalahkan semua ini padamu."


Feru bangun dengan pandangan bersyukur dimatanya. Dia tidak menyangka, Hybrid yang dikatakan barbar dan seenaknya ternyata memiliki pikiran yang begitu jernih. Berbeda dengan manusia yang dipenuhi keserakahan.


Agni saat ini tiba-tiba bicara. "Feru, aku rasa, kamu salah pada satu hal."


Mereka semua memandang Agni secara bersamaan. Mereka tidak tau mengapa Agni mengatakan itu.


"Jika mereka membutuhkan darah Hybrid muda untuk membuka segel Raja Iblis, mereka tidak akan membunuh Hybrid begitu saja. Mereka akan mengumpulkannya sebelum digunakan. Dan dari kata-katamu, sepertinya, putri jadi-jadian itu belum menemukan tempat Raja Iblis disegel."


Dibawah tatapan penuh harap dan gembira dua Hybrid dan Feru, Agni melanjutkan. "Tentu saja ini hanya spekulasi ku, tidak menutup kemungkinan dia membunuh dan mengekstrak darah Hybrid dulu atau dia sudah menemukan lokasi segel Raja Iblis."


"Kalau begitu aku akan melihatnya."