Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Movie Actors Hidden Boss (9)



Itu adalah tengah hati berikutnya ketika Jordan bangun. Dia memiliki perasaan hangat dan lembut ditangannya. Ketika dia melihat ke samping. Dia menemukan seorang perempuan tidur duduk di sebelah tempat tidur.


Dia melihat rambut hitam gadis itu dengan tenang. Pikirannya sedikit lambat bekerja.


Lambat kemudian, Jordan mengingat apa yang terjadi semalam. Dia duduk dan melepaskan tangannya. Jordan mencari ponselnya di tempat tidur. Dia tidak menyadari Agni bangun saat dia mengibaskan tangan Agni.


Saat sedang mencari, Jordan melihat bajunya sudah diganti dengan setelan lain. Wajahnya berubah pucat tanpa warna.


'Wanita itu memanfaatkannya. Dia benar-benar dibius. Kali ini, kali ini karirnya akan benar-benar berakhir disini.'


Jangan melihat bagaimana Jordan berdiri di puncak. Sebenarnya banyak orang yang menaruh iri, dendam dan benci padanya tanpa alasan. Menjadi seperti ini, bukan tidak mungkin orang-orang itu mencoba menjatuhkannya.


Jordan menutup matanya dengan putus asa. Dia duduk di tempat tidur dengan menunduk.


Agni melihat ini dan tidak peduli. Tiba-tiba pintu dibuka dari luar. Jordan yang tidak siap melihat ke pintu dengan waspada.


Apakah paparazi itu menemukannya. Apakah mereka akan mulai mengganggunya. Matanya mulai mengembun mematikan.


"Wow, tenang. Kapan dia bangun."


"Baru saja."


Jordan berkedip. Di pintu hanya ada seorang pria dengan tas plastik berisi makanan. Pria itu mendekat dan memberikan tas pada gadis yang masih ada di samping tempat tidur.


"Makanlah, ini bubur hangat. Aku meminta koki hotel khusus membuatkannya untukmu. Setelah itu pulang dan berbenah. Mengerti."


"Aku bukan anak-anak."


Reza terdiam sedikit. Implikasinya jelas, jangan banyak bicara dan memperlakukan Agni seperti anak kecil.


Bukankah dia hanya menunjukkan kekhawatiran, anak bermasalah satu ini benar-benar! (⁠ノ⁠ಠ⁠益⁠ಠ⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻


Agni kemudian berdiri. Namun saat dia akan melangkah, dia tiba-tiba terhuyung. Reza dengan cepat menangkapnya.


Dari saat Reza masuk, baik Reza dan Agni mengabaikan Jordan. Jordan juga tidak terlalu banyak berpikir. Dia merasa tadi malam dia tidak benar-benar mengalami hal buruk.


Melihat Reza memeluk Agni saat ini, Jordan tiba-tiba memiliki perasaan tidak menyenangkan. Sangat tidak nyaman dan tidak suka. Apa yang terjadi. Dia merasa ingin memisahkan tangan Reza dari tubuh Agni dan menggantikannya.


Tangan itu sangat menganggu. Jordan merasa tidak masalah untuk memotong tangan itu menjadi banyak bagian.


"Ada apa dengan mu?"


Suara Reza berhasil membuat Jordan sadar. Dia melihat Agni yang mencoba berdiri tegak lagi.


"Kram."


Reza mengerutkan kening. Kemudian menghela nafas.


Mereka menunggu beberapa saat sebelum Agni bisa bergerak. Kemudian Agni pergi ke sofa dan mulai makan.


"Sekarang... Halo, kaisar film. Saya Reza, Dokter bedah di RS JA Heart, saya adalah dokter yang membantu anda semalam. Saya juga yang menggantikan baju anda. Jadi jangan khawatir. Mengenai wanita tadi, Apakah anda mengingat sesuatu dari tadi malam?"


Jordan berkedip. Ada banyak perasaan lega di hatinya, namun ada juga sedikit rasa tidak nyaman. Dia tidak tau perasaan apa itu. Dan mengenai tadi malam, Jordan tidak memiliki ingatan tentangnya.


Dia menggeleng dan menatap Reza.


"Tentu saja. Ada dua kasus semacam ini, untuk kasus pertama, setelah mengonsumsi obat, kamu benar-benar tidak akan mengingat apa yang sudah terjadi sampai kapanpun. Dan kasus kedua kamu akan mengingatkannya setelah beberapa saat. Aku tidak tau kamu yang mana, namun adalah baik untuk tidak mengingatnya."


Hanya bercanda, seorang kaisar film benar-benar bersikap manja seperti anak-anak yang sangat memalukan. Bagus jika dia tidak mengingatnya.


"Dia?"


Reza melihat Jordan bertanya tentang Agni. Dia diam sejenak. Dia tidak tau bagaimana menjelaskannya.


"Tidak sengaja menyelamatkan."


Reza berkedip. Perkembangan macam apa ini. Reza melihat Agni memandang mereka. Dia adalah orang yang baru saja menjawab. Jordan menunduk melihat tangannya.


"Kenapa tidak pergi."


Sebelum Agni menjawab secara asal-asalan. Reza mengambil alih.


"Kamu tidak melepaskannya. Dia tidak bisa menarik tangannya sehingga dia menunggumu sampai sekarang."


Jordan mengerutkan kening. Benarkah?


Reza melihat Agni sebentar, Jordan sebentar. Tiba-tiba dia merasa sangat pahit di mulutnya. Dua orang yang saling menyayangi semalam sekarang menjadi orang asing.


Melihat bagaimana Agni bersikap tidak perduli, Reza merasa luar biasa. Dia tidak tau temannya ini memiliki kemampuan untuk akting.


Tapi, mengingat apa yang terjadi semalam dan apa yang sekarang dia lihat. Reza mengehela nafas kesusahan.


"Terimakasih sudah menyelamatkan saya."


"Aku tidak melakukannya dengan percuma."


"Ah?" Reza melirik Agni. Dia mengingat dengan jelas bagaimana tindakan Agni semalam. Melihatnya saat ini, Reza hanya menghela nafas dan keluar ruangan.


"Aku akan mencarikan obat untuk mu sebentar. Kalian bisa menyelesaikan urusan kalian."


Reza meninggalkan ruangan dengan tenang.


Saat ini hanya ada Agni dan Jordan di ruangan. Agni tidak memiliki perasaan tidak nyaman seperti semalam.


Dia dengan tenang melihat Jordan.


"Bagaimana saya membalas anda. Selama itu bukan sesuatu yang melanggar moral dan ada dalam kemampuan saya, saya akan melakukannya."


Agni mengangguk. Dia sudah memikirkan ini semalam.


"Bekerja di studio yang aku buka. Jangan khawatirkan perusahaan mu. Aku akan membayar biaya pemutusan kontrak. Agen, asisten dan tim akan diganti orang yang aku pilih."


Jordan berkedip. Apa saja? Apakah dia baru saja mendapatkan kue dari langit. Mengapa dia tiba-tiba mendapat banyak keuntungan ini.


"Jangan pikirkan hal lain. Aku hanya ingin kamu menghasilkan uang untuk ku. Dan sebelum menolak, pikirkan semua kemalangan yang terjadi padamu sejak kamu populer."


Kata-kata itu benar-benar mengehentikan Jordan dari menganggap Agni sebagai tuan emasnya. Lalu seperti yang dikatakan Agni. Dia mulai memikirkan segala macam hal buruk yang terjadi padanya setelah dia menjadi populer.


Dibius, makan makanan beracun, Variety Show berbahaya, penggemar fanatik gila, dan masih banyak lagi. Bagaimana agen dan asistennya saat itu. Mereka banyak minta maaf namun masih tidak membuatnya aman. Jika bukan karena kepintarannya sendiri, entah berapa kali dia akan mati.


Dia kemudian melihat Agni dengan bingung.


"Apa keuntungannya untuk anda?"


"Penghasil banyak uang. Juga, ada sesuatu."


Agni mengeluarkan ponselnya. Dia mengetik sebentar sebelum melihat Jordan.


"Kamu dapat yakin apa yang aku minta tidak akan pernah melampaui batas moral. Aku tidak akan memungkinkan tubuh mu atau omong kosong cinta dan semacamnya."


"Saya mengerti."


Tidak lama, Yona datang dengan beberapa berkas. Reza juga masuk ke dalam. Reza memberikan obat dan resep pada Jordan. Dia mengatakan jika masih ada masalah, Jordan harus segera memeriksakan dirinya ke rumah sakit. Kemudian dia pergi.


Sementara itu, Yona mendekati Jordan dan memberinya berkas. Dia tidak bisa menahan tersipu. Melihat idolanya secara langsung benar-benar berbeda. Yona saat ini sangat bersemangat.


Jordan tidak melihat Yona. Dia memiliki beberapa pengetahuan dan melihat kontrak itu. Selain melakukan pekerjaan seperti biasa, ada sebuah syarat yang masih kosong. Jordan mengingat kata-kata Agni dan kertas itu juga memiliki tulisan yang sama. Jordan merasa kertas itu tidak memiliki masalah.


"Saya akan menanda tanganinya."


Wow, apakah dia dan Jordan berbagi bos yang sama. Yona merasa sangat bahagia. Mungkin dia harus mempertimbangkan untuk menjadi asisten Agni sehingga memiliki banyak kesempatan bertemu Jordan.


Tapi dia masih tenang. Yona juga ingin tau mengapa Agni bisa menggali Jordan untuk bekerja dibawahnya.


"Selamat bekerja sama."


Masing-masing dari mereka memiliki kertasnya. Kemudian Agni meninggalkan Jordan. Tapi sebelum itu, sekretarisnya yang sangat tenang dari awal sampai akhir tiba-tiba mendekati Jordan.


"Anu... Bisakah aku mendapatkan tanda tangan, aku, aku penggemarmu."


"....."


"...."


Penulis memiliki sesuatu:


Jordan pada awalnya: astaga, aku dimanfaatkan!!!


Jordan akhirnya: nona~