Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Movie Actors Hidden Boss (13)



Paman Reza, Gustam. Dia anak yang lahir diluar oleh wanita yang tidak diketahui. Tiba-tiba dia sampai di rumah kakek Reza dan menetap di sana.


Ketika di masuk ke keluarga Reza, mereka merendahkannya. Tidak ada satupun yang menerimanya. Ini memang sudah dapat dipastikan, lagipula dikalangan orang kaya anak tidak sah memang seperti itu. Mereka tidak pernah menganggap Gustam penting.


Gustam juga seperti menjaga jarak dengan mereka. Satu-satunya yang bersikap baik padanya mungkin hanya keluarga Reza. Kemudian, dia mulai menjalani hidup dengan baik. Dia orang yang cerdas, dia membuka sebuah toko kecil untuk berjualan. Ketika bisnisnya makmur, dia membuka beberapa tempat makan.


17 tahun yang lalu, Gustam menikah. Setahun kemudian dia memiliki seorang anak.


Manusia, kehidupan selalu naik dan turun. Kadang akan diatas dan selebihnya ada di bawah.


Bagaimana mengatakannya, Gustam ini merupakan orang yang malang. Sesaat setelah melahirkan, istrinya meninggal. Dia tidak pernah membenci anak itu dan membesarkannya dengan baik.


Anak perempuannya memang tumbuh dengan baik.


Mereka hidup harmonis sampai anak itu berusia 7 tahun.


Mengapa 7 tahun? Ini adalah insiden lain.


Ketika mereka menghadiri sebuah perjamuan, terjadi kecelakaan yang menyebabkan kebakaran tempat perjamuan tersebut. Banyak korban saat itu. Gustam dan anaknya adalah salah satunya. Sementara Gustam keluar dengan luka bakar di punggung dan tangannya. Anak perempuannya tewas di pelukannya karena kekurangan oksigen.


Sepertinya dia menghirup asap terlalu banyak.


Lalu, tidak ada. Setelah kematian putrinya. Gustam tidak pernah terlihat. Dia hanya sekali menunjukan diri di upacara pemakaman kedua orang tua Reza.


Tidak banyak yang memikirkan tentang orang ini. Dia sendiri juga tidak pernah peduli pada orang lain sehingga itu tidak terlalu aneh.


Agni tiba-tiba memiliki pikiran yang berani.


Rasanya, Gustam tidak sesederhana yang ada di permukaan.


‘Bisakah kamu menemukan informasinya, Foxy?’


[Ya, Nyonya, sedang saya selidiki. Ngomong-ngomong. Kemajuan tugas berhenti di 32%. Meskipun tadi mengalami naik turun yang ekstrim, ini sangat melegakan karena tidak melewati 0%]


‘Tentu saja tidak akan. Hal ini hanya gelombang kecil. Jordan adalah publik figur yang paling terkenal saat ini. Masalah semacam ini pasti pernah dia alami. Namun, kali ini sepertinya cukup besar. Aku ingat Jordan tidak memiliki sejarah dengan perempuan.’


[Anda benar, Nyonya. Jordan sangat bersih dalam bidang itu. Beberapa orang yang memiliki pikiran bengkok tentangnya tidak pernah berhasil. Anda, ini anda satu-satunya yang berhubungan dengan Jordan sejauh ini]


‘Apakah menurutmu aku harus menjauh?’


[…..]


Melihat sistem diam, Agni juga mulai berpikir hati-hati.


Benarkah? Ini kesalahannya?


Tapi Jordan tidak pernah menunjukkan penolakan yang membuatnya berpikir semua baik-baik saja.


[Nyonya, saya rasa itu tidak perlu. Dengan berada di bawah sayap anda, Jordan menjadi lebih aman adalah hal yang nyata. Jadi saya rasa anda tidak membuat kesalahan dan harus menjauh]


‘Begitu…’


Sistem saat ini tidak tau, dia telah menyelamatkan hati seorang pemuda yang sedang dilanda asmara.


Entah apakah dia akan bahagia jika dia mengetahuinya.


Agni menghela nafas. Di tempat yang sistem tidak ketahui, sebuah bar mulai naik secara tidak terlihat. Bar itu seperti tabung panjang yang diberi tetesan air. Setelah beberapa tetesan, bar itu berhenti. Meski sedikit, ada sesuatu yang mengisi bar itu.


Agni menerima panggilan ketika dalam perjalanan. Itu adalah Yona, dia melaporkan hal yang sama dengan yang sistem katakan. Kemudian dia mendapat panggilan dari agen Jordan.


“Ketua, Bagaimana kita akan menyelesaikan masalah ini?”


“Tidak apa-apa. Jangan khawatir untuk sekarang.”


“Tapi aku tidak bisa menghubungi Jordan sampai sekarang.”


Agni mengerutkan kening. Apakah masalah ini benar-benar serius. Tentu saja dia memikirkan kata-kata sistem. Tapi bahkan jika dia menjauh, bukankah dia masih bisa melindungi Jordan.


“Aku sedang dalam perjalanan. Sementara itu cobalah terus menghubunginya.”


Sial, mengapa hal ini harus terjadi saat dia sudah jauh.


“Pak Wan, tolong percepat.”


“Baik, nona.”


Pengemudi itu mendapatkan perintah. Mobil berakselerasi lebih cepat perjalanan yang seharusnya menempuh waktu 3 jam, dipangkas menjadi 1,5 jam.


Sementara itu, duduk di sofa ruang tamu. Seorang pria melihat langit-langit ruangan dengan tenang.


Ponselnya menunjukkan sebuah platform media sosial. Sebuah postingan menjadi sangat panas dan banyak komentar muncul satu demi satu.


Jordan membaca beberapa komentar dari postingan itu.


[Sial, bukankah ini bersih. Dia sangat kotor dan aku pernah menyukainya]


[Lantai atas tidak sendirian, aku mengikutinya karena dia terlihat bersih dan baik]


[Persetan, aku tidak akan menjadi penggemar lagi!!]


[Empat pengangkut jenazah menari.jpg]


[Jordan, aku akan menunggu klarifikasi mu. Kami tau kamu tidak akan melakukan itu, kami mendukung mu]


[Apakah ini diasuh? Astaga, dia mau dengan wanita jelek]


[Netizen sekarang sangat jelek, apakah mereka mengambil kesimpulan begitu saja sebelum klarifikasi]


[Makanya, kalo lagi kerja, kerja aja yang bener. Pake naik ke orang kaya segala. Ketahuan, kan]


[Tidak mungkin, apakah ini ritme sebelum Jordan akan mengumumkan kekasihnya]


[Lantai atas tidak sendiri, aku juga memikirkan itu!]


Mengira dia memiliki seorang kekasih, banyak pengemar pacar dan penggemar karir mulai melepasnya.


Mereka yang masih mendukung Jordan adalah penggemar ibu. Ada juga penggemar yang paling awal masih bertahan dan percaya padanya.


Internet seperti dilanda badai. Namun Jordan saat ini hanya diam. Wajahnya tidak menunjukkan kegelisahan sedikitpun.


Aneh, dia tidak merasa terganggu sama sekali.


Foto itu, dia mengenalnya. Itu fotonya dengan Agni. Dia ingat ketika mereka pergi ke supermarket untuk belanja bersama, Agni hampir menginjak kucing. Karena menghindarinya, Agni hampir terjatuh. Jordan menolongnya saat itu.


Kejadian lain, saat dia akan pergi syuting film baru ini. Atas permintaan Jordan, Agni mengantarnya sampai bandara. Mereka bicara dengan sangat dekat karena sekeliling mereka sangat ramai.


Di dalam foto, gambar itu menunjukkan bahwa mereka saling menggoda.


Aneh, Jordan malah merasa sedikit bersemangat. Saat ini, dia memiliki sejumlah kecil uang. Umurnya sudah 24 tahun. Sepertinya tidak masalah.


Jordan tiba-tiba duduk tegak. Dia membuka ponsel. Jarinya menyentuh galeri. Ada sebuah foto yang dia ambil diam-diam di sana.


Foto itu adalah Agni yang sedang mengerjakan dokumen di ruang tamu. Foto ini hanya memperlihatkan setengah wajah Agni. Namun wajah yang memiliki riasan kerja dengan setelan formal dibawahnya sangat menarik. Dia menggunakan foto ini sebagai wallpaper belum lama.


Memikirkan saat ini. Apa Agni sudah melihatnya. Apa dia merasa terganggu.


Jordan menutup matanya. Saat dia membukanya lagi, itu adalah mata tegas penuh tekad.


Tengah malam saat netizen masih menunggu kebenaran dari pihak Jordan. Sebuah postingan tiba-tiba naik ke pencarian panas.


Postingan itu hanyalah sebuah foto setelah wajah dari seorang wanita. Wanita itu memiliki alat tulis di salah satu tangannya. Dia sedang mengerjakan tumpukan kertas. Postingan itu hanya memiliki 3 kata.


"Hi, Perkenalkan, Pacar."


Masih memerlukan beberapa menit untuk sampai rumah. Sistem tiba-tiba berteriak kegirangan. Agni terkejut, dia dengan linglung mencoba bertanya. Namun tidak menemukan jawaban.


Saat ini agen Jordan memanggilnya. Agni tidak memiliki kebiasaan melihat ponselnya, mengenai masalah di internet, dia meminta sistem memantau. Sambil memantau, sistem sedang melihat video kucing kecil yang lucu. Agni mengira sistem berteriak karenanya.


Sekarang sepertinya tidak seperti itu.


Saat Agni mengangkat panggilan. Sebuah suara tiba-tiba menyerbu masuk.


"Ketua, benarkah itu? Benarkah? Apakah ini tindakan balasan anda? Yah, meskipun ini bukan yang terbaik, namun ini juga cukup untuk mengatasi masalah saat ini."


"Tunggu, apa maksudmu?"


"Apa anda tidak memerintahkan Jordan melakukannya? Dia, apakah dia melakukan itu sendiri?"


Agen itu mulai bertanya dengan hati-hati. Agni tidak mengatakan apa-apa. Dia hanya membuka ponsel dan melihat sosial media.


Pencarian panas malam ini didominasi dengan nama Jordan.


Agni membuka post paling atas. Dia sedikit terkejut melihat wajahnya. Dahinya berkerut kesal. Tapi, wajahnya menjadi kosong saat tau siapa yang membuat postingan itu.


Awalnya, Agni ingin menggunakan cara biasa. Ketika titik perhatian mereda, dia ingin membuat postingan klarifikasi. Mereka adalah teman atau semacamnya.


Tapi sekarang, sepertinya tidak perlu? (⁠☉w⁠☉)


Pemilik punya sesuatu untuk dikatakan:


Jordan : Nona~ mereka menggertak ku


Agni: Segera datang!! (⁠ ͡⁠°⁠ ͜⁠ʖ⁠ ͡⁠°⁠)