
Mobil itu diam. Tidak ada suara didalamnya. Orang-orang yang duduk melakukan kegiatan mereka masing-masing.
Karena dia menunda untuk melihat perkembangan perusahaan di kota selanjutnya. Dia menugaskan salah satu asistennya yang sibuk di kota lain untuk pergi. Meskipun asistennya lebih lemah darinya, Agni yakin mereka bisa menangani masalah ini paling cepat seminggu.
Selain itu, Agni juga mulai mengurus dokumen yang masuk di email-nya.
Sementara itu, Jordan melihat berita di media sosial. Ada senyum ketika dia membaca beberapa komentar mengenai dirinya dan Agni.
Pak Puwan yang sedang mengemudi melihat kondisi harmonis dibelakang merasa sedikit terkejut. Melihat kembali Agni yang tenang Pak Puwan tersenyum. Pak Puwan sudah mengemudi untuk Agni sejak dia kecil. Bagaimana Agni tumbuh berada dalam dewasa.
Melihat Agni sekarang, Pak Puwan juga turut senang dengan Tuan dan Nyonya yang sudah mendahuluinya. Sepertinya Agni tidak akan hidup sendirian.
Jordan merasa seseorang mengawasinya. Saat dia melihat keatas, matanya bertemu dengan mata Pak Puwan. Ketika dia bingung, pak Puwan tersenyum dan mengangguk.
Jordan tidak mengerti, tapi dia tiba-tiba memiliki perasaan diterima yang aneh dihatinya.
Mobil melaju dengan mantap sepanjang jalan.
Itu adalah pukul 9.30 saat mereka sampai di depan taman bermain.
Jordan tidak tau apakah Agni sadar, namun dia sangat menyadari bahwa mereka memakai warna baju senada. Jordan benar-benar merasa seperti pasangan sebenarnya.
Jordan menggunakan sweater tipis berwarna biru muda dan Agni menggunakan kaos lengan pendek biru muda yang sama. Meskipun ada jaket crop denim di bagian luarnya. Agni tidak mengancingkan bagian depannya. Membuatnya memperlihatkan kaos biru yang sama dengan sweater tipis miliknya.
Sungguh, ini benar-benar seperti kencan nyata.
Agni memberikan tiketnya setelah mengantri beberapa saat. Penerima tiket sedikit terkejut. Mengingat dia mendapatkan perintah dari atas. Dia dengan cepat bicara.
"Nona, saya mendapat titipan salam dari Tuan Bern. Jika anda memiliki waktu, silahkan mampir ke tempatnya."
"Lain kali."
"Saya akan menyampaikannya. Nyonya akan sangat senang jika dia mengetahuinya."
"Oh."
Agni melewati formalitas dibawah tatapan bersemangat para staf dan bingung antrian dibelakangnya.
Tapi Agni tidak peduli. Dia hanya berjalan lurus masuk.
Pemilik taman hiburan ini masih seorang kenalan lama. Mereka teman baik kedua orang tuanya saat masih hidup dulu.
Mengingat alasannya membuat taman bermain sedikit lucu bagi Agni.
Saat pemilik asli berusia lima tahun, Istri Tuan Bern akhirnya hamil. Mengetahui ini, Tuan Bern sangat bahagia. Dia tidak menunggu konfirmasi jenis kelamin anaknya, dia hanya memutuskan membuat taman hiburan untuk anaknya yang belum lahir.
Kemudian, istrinya melahirkan anak laki-laki. Saat anak itu berusia 5 tahun, Tuan Bern menutup taman hiburan ini satu hari untuk membuat anaknya bahagia.
Siapa tau, anak ini lebih suka mengikuti pemilik asli bermain berbagai macam gadget elektronik.
Saat itu, Tuan Bern sangat kesal setiap hari. Daripada bermain-main, anaknya lebih tertarik dengan teknologi.
Namun bukan berarti itu hal yang buruk. Saat ini anaknya mampu membangun industri teknologi yang sangat maju. Perusahaannya memang tidak besar, namun keuntungannya sangat luar biasa karena mereka memiliki kerjasama dengan lembaga penelitian negara.
Pemilik asli memiliki sedikit saham dari orang tuanya disini. Saat itu, ketika keluarga pemilik asli bangkrut, Tuan Bern ingin membantu. Namun pemilik asli menolaknya.
Agni menghela nafas. Kehidupan pemilik asli benar-benar tidak mudah.
Jordan tidak mengerti alasan penurunan emosi Agni yang tiba-tiba. Melihat Agni masih dalam suasana hati yang buruk. Jordan mendekatkan tangannya. Melihat Agni tidak memiliki respon, dia menggenggam tangan Agni begitu saja.
"Hm?"
Agni tentu saja terkejut tiba-tiba diperlakukan seperti itu. Wajahnya yang dingin menjadi sedikit bodoh yang sangat langka. Jordan saat ini merasa jiwanya sedang di ambil. Agni yang seperti ini sangat imut.
"Ehem, tidak. Aku kira kamu melamun dan bisa membuat kita terpisah."
Wah, dia baru tau bisa tersesat saat 300 meter ruang disekelilingnya kosong.
Jordan juga menebak pikiran Agni, wajahnya dibalik masker memerah. Kenapa dia benar-benar mengeluarkan alasan konyol seperti itu. Ini sangat memalukan.
Tapi Agni tidak melepas tangannya. Mereka memainkan banyak permainan seru.
Saat mereka baru saja selesai bermain panjat tebing. Jordan dengan wajah berseri-seri memandang Agni.
Agni kesurupan sejenak. Bahkan jika dia tidak bisa melihat seluruh wajah Jordan, dia bisa melihat dari mata Jordan bahwa dia sangat bahagia.
Jordan memang sangat bahagia. Dia tidak pernah pergi ke taman hiburan untuk bersenang-senang. Mungkin ada beberapa kali dulu, namun itu untuk kebutuhan syuting. Jika ditanya apakah dia pernah bermain di taman hiburan, jawabannya tidak.
Hati ini, menikmati taman hiburan membuatnya mengerti bahwa taman hiburan memang sangat menyenangkan.
Ketika dia sedang sangat gembira. Agni yang telah pulih mengambil sapu tangan. Dia menyeka kening Jordan yang penuh keringat. Agni tidak tau bahwa tindakannya membuat anak laki-laki itu memerah dari pangkal leher sampai ujung telinga.
"Te,terima kasih, nona."
"Ya."
Mereka memutuskan untuk istirahat sejenak. Jordan mengajak Agni membeli es krim.
Mereka tidak tau, satu demi satu aktivitas mereka telah di foto. Beberapa orang mungkin kesulitan mengenali Jordan dalam dalam sekilas karena dia memakai masker. Namun mengenali Agni tidak bisa menjadi lebih mudah.
Beberapa orang yang mengenali Agni langsung mengenali Jordan ketika mereka berjalan bersama.
[Tebak, apa yang ku lihat!!!]
[Foto.jpg] [Foto.jpg] [Foto.jpg]
Beberapa postingan semacam itu bertebaran di internet. Taman hiburan dibuka untuk umum. Beberapa pelajaran dan turis dari luar daerah bisa mengunjunginya, sehingga sulit bagi banyak orang menemukan lokasi yang benar.
Netizen mencoba bertanya dan mencari tau, namun tidak ada dari orang yang membuat postingan menjawabnya.
Hanya bercanda, Jordan memang masalah lain, tapi mengganggu orang besar disebelahnya tidak akan membuat mereka berakhir dengan baik.
Hari ini, taman hiburan diberbagai tempat mendapat lonjakan pengunjung. Beberapa dari mereka tertarik karena dalam foto dua orang itu terlihat sangat mesra. Namun banyak dari mereka berharap menemukan kedua orang terkenal itu.
Ketika staf mencari tahu alasannya, dia merasa ingin memuntahkan darah 2 liter di tempat.
Lupakan, dia hanya seorang lajang yang jarang mendapatkan hari libur.
Saat ini, baik Jordan dan Agni merasakan peningkatan pengunjung. Mereka juga merasakan banyak orang mengawasi mereka.
"Nona, bagaimana jika kita menuju wahana bajak laut."
"Ya."
Jordan berbicara begitu dekat dengan telinga Agni. Dia takut Agni tidak bisa mendengar apa yang dikatakan Jordan karena keramaian.
Dia tidak tau tindakannya membawa gelombang antusiasme di sekitar.
Mereka sampai di depan wahana. Saat mereka akan mengantri, mereka bertemu dengan seorang kenalan.
Masih bukan kenalan biasa.
Penulis memiliki sesuatu:
Bisakah kalian menebak siapa itu?
Ps, penulis ingin beristirahat satu hari untuk novel ini. Lagipula sebentar lagi mencapai ******* cerita