
Agni mengabiskan sisa waktunya untuk menjelajah informasi dari foxy.
Jordan ini sangat mengagumkan. Bahkan tanpa orang tua kaya miliknya, dia pasti akan sangat sukses di industri hiburan.
Hal ini membuat Agni menjadi semakin kesal dengan pelintas. Jika bukan karena dia.
Agni kemudian merenung. Ini bukan hanya pelintas itu. Bagaimana bisa artis yang tidak terlalu terkenal membuat jebakan untuk seorang kaisar film. Meskipun saat ini pelintas itu sedang naik daun. Industri musik dan film sangat berbeda. Susah menjadi terkenal di industri musik saat ini. Bagaimana dia mendapatkan uang untuk menghubungi artis yang tidak terlalu terkenal itu.
Agni menyipitkan mata. Bibirnya mulai melengkung.
Benar, seperti ini. Jika tidak seperti ini, apa yang menarik.
Sistem yang melihat senyum Agni sedikit bergidik. Meskipun dunia sebelumnya hanya untuk uji coba, dunia itu nyata dan benar adanya. Mengingat Agni saat itu menunjukkan senyum seperti ini dan membuat plot untuk dirinya sendiri. Sistem merasa sangat menyeramkan.
Dia merasa tidak bisa bermain-main dengan tuan rumahnya.
Dia tau batasnya. Dia hanyalah prosessor lemah dihadapan Agni. Daripada menyakiti diri sendiri. Dia lebih memilih untuk bergabung dengan Agni.
Agni tidak ingat kapan dia tertidur. Tapi dia merasa seseorang menggoyangkan tubuhnya sebentar sebelum dia bangun.
"Ketua, ini bukan kebiasaan baik untuk tidur di sofa."
Agni menguap sebentar dan melirik Yona.
Sekertaris ini lebih mirip asisten kehidupannya daripada sekertaris sebenarnya. Dia pernah ingin menaikkan jabatannya menjadi asisten. Tapi Yona menolak.
Yona sendiri sudah melihat Asisten Novi dan Asisten Ziya yang pekerjaan mereka hampir mengalahkan sebuah departemen di perusahaan. Mereka lebih cocok dipanggil direktur itu sendiri daripada asisten.
Tapi mereka tidak mengeluh. Dan Yona juga mengerti.
Ini karena sumber daya yang memadai memang sangat sedikit di perusahaan. Beberapa orang yang mampu sudah dipindahkan ke cabang lain oleh Ketua, sisanya belum menguasai posisinya. Bahkan orang baru yang berhasil masuk sangat sedikit.
Yona menghela nafas dalam hatinya. Inilah kenapa dia tidak ingin naik jabatan menjadi asisten. Cukup baginya menjadi sekertaris yang merangkap tugas asisten. ಥ‿ಥ
Jika bukan karena pekerjaan sementara para asisten yang masih menumpuk, hal-hal seperti semalam mungkin tidak akan dihubungkan padanya.
Tapi sekali lagi. Yona sangat maklum dan mengerti. Untung saja Ketua tidak pernah menjadi orang yang pelit.
"Yona, aku lapar."
"....."
Lihat? Apakah ini tugas sekertaris!
Yona hanya bisa menerima nasib. Tentu saja dia tidak memasak. Dia membuat pesanan di sebuah restoran yang memiliki juru masak koki hotel bintang lima. Restoran ini diberitahukan oleh asisten Novi ketika mereka tau, Yona sering dihubungi Agni saat mereka sibuk.
"Ketua, saya sudah memesankan makanan. Silahkan menunggu sebentar. Kemudian, baju dan perhiasan ada di kotak itu. Undangan untuk nanti malam juga saya letakkan di sana. Untuk hadiah akan saya kirimkan nanti malam seperti biasa. Apakah ini baik-baik saja?"
"Ya."
Agni duduk dengan malas. Dia melihat kotak di atas sofa. Dia berdiri dan pindah untuk melihat.
Gaun biru dengan model tali di bahu. Bagian punggung sedikit terbuka. Bagian depan baju ini memiliki bunga mekar di bagian pinggul. Dari bagian pinggul, bunga biru itu memudar menjadi putih, sedikit ungu dan akhirnya merah cerah. Sangat menawan. Agni menyentuhnya dan mengetahui bahwa baju ini memiliki bukaan di kakinya, seperti cheongsam tapi tidak terlalu panjang.
Agni tidak perlu mencobanya untuk tau gaun ini pas pada tubuhnya. Dia mengangguk dan melihat set perhiasan biru dan merah yang menawan.
"Saya mampir ke perusahaan dan mendapatkan beberapa dokumen dari asisten Ziya untuk ditandatangani. Jika tidak ada masalah, saya akan kembali ke perusahaan dulu."
Yona meletakkan tumpukan berkas dari map yang sejak awal dia bawa di meja setelah mendapat anggukan Agni. Yona tanpa sengaja melihat ponsel Agni yang memperlihatkan gambar Jordan.
Yona berkedip sejenak. Dia tiba-tiba merasa sedikit menyesal.
Lihat, bosnya ternyata juga seorang pengejar bintang. Tapi karena kesibukannya di perusahaan, dia mungkin tidak akan pernah bisa melihat idolanya.
Tapi kemudian Yona merasa iri dan kesal.
Bukankah itu mudah, bosnya tinggal mengeluarkan uang dan idola itu akan datang.
Sedangkan dia, dia mungkin harus menunggu kehidupan sebelumnya hanya untuk makan bersama Jordan.
Yona menghela nafas tanpa dia sadari.
"Kamu menyukainya?"
"Ah? Ini, itu, siapa yang tidak menyukai Jordan. Tampan dan berbakat, siapa yang bisa membencinya? Aku dengar dia tidak pernah memakai pemain pengganti untuk syuting. Selain itu, dia juga tidak pernah mengganti suaranya untuk film! Semua film dan drama yang dia buat berakhir sukses besar. Sungguh, sangat luar biasa. Sangat hebat."
"Kamu penggemar?"
"Ya, Ketua bukan?"
"Hm, entahlah."
Siapa yang tau akan menjadi apa nanti.
Agni mengeluarkan senyum kecil sebelum mengambil ponsel dan mengurus berkas.
Yona dengan wajah tidak mengerti perlahan berbalik keluar dari apartemen Agni. Tapi sebelum dia benar-benar keluar dia teringat sesuatu.
"Ketua, haruskah saya menghubungi Roy untuk menemani anda ke pesta?"
"Tidak. Jangan khawatirkan itu."
Agni menjawab tanpa mengangkat kepalanya. Dia hanya fokus pada setumpuk berkas pemberian Yona.
Yona mengangguk dan menghela nafas. Sangat disayangkan. Roy mungkin hanya seorang pegawai di perusahaan, tapi dia sangat tampan. Meski tidak setampan Jordan.
Yona merasa sedikit bersyukur karena tahu ternyata Ketua adalah penggemar Jordan sepertinya. Dia pikir Ketua adalah sosok dingin dan tinggi. Tidak tertarik pada dunia dan hanya bekerja seperti mesin. Tapi syukurlah Ketua masih seperti manusia lainnya.
Yona berpikir, jika Ketua mendapatkan beberapa barang berharga dari idola, dia tidak akan sungkan untuk meminta kesejahteraan pegawai sedikit.
Sementara itu, sistem yang melihat wajah Agni merasa ngeri. Entah ide iblis macam apa yang dipikirkan tuan rumahnya.
Sebelumnya, cara yang Agni gunakan untuk membantu Shirokuma Jin dan menyelesaikan semua masalah tersembunyi sangat mengerikan. Dia merasa Agni mungkin akan membuat ide aneh lain di dunia ini.
Sistem merasa, daripada takut, ada sedikit antisipasi dalam penantiannya.
Sistem tiba-tiba merasa aneh.
[Nyonya....]
'Hm?'
[Itu.... Bagaimana anda bisa mengerjakan berkas sangat cepat. Apakah di kehidupan anda dulu, anda pernah bekerja di bidang ini]
'Nggak sama sekali.'
Sistem terdiam. Jika Agni tidak pernah menyentuh bidang itu, bagaimana dia bisa bekerja dengan terlihat profesional! (ノ`Д´)ノ彡┻━┻
Agni meletakkan pena. Dan tangan kirinya menyentuh pergelangan tangan kanan.
'Apa kamu bodoh. Tubuh asli adalah orang yang mampu berdiri di antara 20 besar orang terkaya di dunia. Sangat mudah menyelesaikan hal-hal ini dengan ingatannya.'
[Benar... Jadi begitu...]
Tidak, tunggu, bagaimana bisa begitu mudah! (☉。☉)
Beradaptasi adalah proses yang sangat sulit dan membutuhkan waktu yang lama. Tapi tuan rumahnya melakukan hal itu seperti minum air. Sangat mudah.
Sial, sistem merasa dia sangat tertekan.
Tun rumahnya sangat kuat. Dia merasa tidak berguna lagi dalam sekejap.
Pikiran sistem, Agni tidak tau. Agni hanya melakukan pekerjaan tubuh asli dengan tenang.
Jika sistem lebih teliti, dia mungkin menemukan Agni tidak begitu mudah beradaptasi. Hal-hal yang dilakukan Agni memiliki sedikit perbedaan dari tubuh asli. Dan beberapa informasi yang dia gunakan untuk mengerjakan berkas jauh lebih fleksibel dari tubuh asli.
Sayang sekali, sistem tidak melihatnya.
Akhirnya malam itu datang. Agni bersiap sebelum pergi merias wajah. Dia pergi mengendarai BMW nya sendiri. Ada sedikit antisipasi di matanya. Entah bagaimana, dia bisa melihat apa yang terjadi nanti.