
Jepang, 2075. Di atas Dataran Tinggi Ikoma, sepanjang barisan gunung Kirishima. Berdiri sebuah sekolah megah dan indah. Para siswa mengenakan seragam cantik dan elit. Kepala mereka menghadap ke atas, kesombongan yang tidak bisa di tutupi.
Kuroyama Gakuen atau Sekolah Kuroyama. Sekolah yang terdiri dari 3 tingkat pendidikan mulai SD, SMP dan SMA. Sekolah Kuroyama dikenal sebagai sekolah dengan prestasi baik bagi setiap siswa. Pendidikan dan pengajaran yang diberikan merupakan yang paling unggul di Jepang. Tidak ada yang akan mengingkari jika setiap orang yang masuk dan lulus dari sekolah tersebut adalah seorang elit.
Tapi apakah benar seperti itu? Kenyataannya semua itu hanya setengah benar.
Semua lulusan elit yang mendaftar ke perusahaan besar atau berhasil di setiap kesempatan hidupnya hanyalah sedikit orang yang terlihat dipermukaan. Dibalik cahaya ada kegelapan. Pepatah itu bukanlah sebuah hiasan. Khususnya di Sekolah Kuroyama
Orang luar mungkin tidak pernah melihat kegelapan itu. Dan mungkin hanya segelintir orang yang dapat mengetahui kegelapan dari sekolah tersebut.
Sekolah Kuroyama menerima 250 siswa setiap tahunnya. Namun tidak jarang 100 siswa tambahan yang masuk, melewati pintu belakang.
Pintu belakang yang dimaksud bukan hanya pintu belakang dalam makna kiasan, membayar seseorang sehingga bisa masuk ke sekolah. Namun juga makna sesungguhnya. Para murid akan berjalan melewati pintu belakang untuk sekolah.
Orang luar melihat Sekolah Kuroyama sebagai sekolah yang hanya dimasuki kalangan bangsawan atau orang kaya. Untuk lebih tepatnya mereka adalah orang terpandang. Namun, untuk dunia yang memiliki tingkat kekerasan tinggi ini, bagaimana sekolah dengan banyak orang kaya seperti itu bisa bertahan. Oleh karena itu, dibalik sekolah yang terlihat glamor dan elegan tersebut, banyak orang dari golongan bawah yang masuk ke sekolah. Golongan bawah ini tentu saja bukan mereka orang miskin atau mereka yang bingung mendapatkan uang setiap tahunnya. Atau orang-orang yang memiliki banyak riwayat di hitam di hidupnya.
Mereka adalah orang-orang golongan yang bekerja dengan membabi-buta tidak takut apapun.
Istilah yang sering digunakan pada mereka adalah Yakuza. (Karena ini Jepang, saya singkirkan kata Mafia Jepang. Kecuali kalo nanti saya gunakan setting tempat Italia, mari kita gunakan Mafia saja... Eh, ohohoho sepertinya saya mengungkapkan beberapa hal di depan)
Jadi sekolah Kuroyama terbagi menjadi 2 wilayah. Gedung depan, dengan siswa berseragam mencolok cerah dari dunia atas, para bangsawan dan Gedung belakang, dengan siswa berseragam gelap dari dunia bawah, para Yakuza.
Protagonis dunia ini, Hoshikawa Mirai, memiliki latar belakang sebagai anak perempuan yang hilang dari keluarga besar Hoshikawa ketika berumur 3 tahun. Setelah kembali dia memiliki saudara tiri yang licik mengganggunya. Untuk pendidikan para bangsawan, tentu saja Mirai masuk ke Sekolah Kuroyama untuk melanjutkan pendidikannya. Di sana dia bertemu protagonis laki-laki, protagonis sesungguhnya dunia, Morizawa Takano.
Takano melihat Mirai seperti seorang bidadari yang polos, lembut dan baik. Mereka melalui banyak hal sebelum akhirnya bersama. Mereka menyingkirkan segala bentuk halangan dalam hubungan mereka. Kakak tiri Mirai dan sepupu Takano adalah umpan meriam utama dalam dunia. (Umpan Meriam \= anda tau umpan meriam? Mereka adalah umpan, karena umpan pada meriam, mereka di takdirkan mati. Intinya, umpan meriam lebih seperti penjahat dalam novel agar protagonis bisa mencapai kesuksesan. Tentu saja, umpan meriam utama adalah mereka yang sering muncul dalam novel)
Setelah berhasil membantai kakak perempuan tirinya, Mirai dan Takano hidup bahagia dalam dunia yang kacau balau tersebut.
Dalam prosesnya, umpan meriam.bukan hanya kakak perempuan Mirai. Ada beberapa orang yang menjadi umpan meriam untuk mereka. Setelah menyelesaikan banyak umpan meriam, ada beberapa umpan meriam yang tidak bersalah dan tidak pernah muncul dalam pandangan dunia. Umpan meriam yang tidak bersalah ini merupakan target penyelamatan dari sistem.
Di dunia ini, target penyelamatan bernama Shirokuma Jin.
Diceritakan. Jin sedang dalam perjalan pulang ketika melihat seorang gadis tengah dalam kesulitan. Gadis itu dikelilingi 5 orang anak berandalan dengan rambut warna-warni. Jin memiliki hati nurani jelas dan ingin menolong orang tersebut. Tapi mengingat dia selalu berpura-pura bodoh dan lugu, dia melewati tempat kejadian tersebut dengan acuh.
Dia hanya memanggil polisi setelah melewati tikungan 400 meter dari mereka.
Hanya saja meninggalkan gadis yang kesulitan adalah kesalahan fatal bagi Jin.
Sebenarnya, dari sudut pandang manapun Jin tidak memiliki salah. Dia tidak menolong karena bodoh bisa di tolerir. Dia sudah selalu berusaha menyelamatkan diri sendiri, menghindari orang lain dengan bodoh dan lugu. Di dunia yang kejam, bagaimana dia bisa merusaknya demi orang lain yang tidak dia kenal. Lagipula, akhirnya dia memanggil polisi dan membantu.
Tapi siapa yang membuat Jin berurusan dengan protagonis.
Setelah mengabaikan hal tersebut, Jin beraktivitas seperti biasa. Tapi Takano yang sedang dalam pengejaran hubungan dengan Mirai mendengarnya. Dia mulai merencanakan serangan pada Jin karena sikapnya.
Penyerangan tersebut terus menerus gagal. Bagaimana tidak, 3 tahun bersama ayahnya adalah dunia kelam untuk Jin. Dalam masa itu, dia tidak bisa makan jika dia tidak bertarung. 2 tahun bersama ibunya juga tidak jauh lebih baik. Ketika dia tidak bersekolah atau belajar. Dia akan bersama orang-orang di jalanan saling beradu pukulan. Dia tidak pernah pulang ke rumah dalam keadaan utuh dan bersih.
Setelah menyembunyikan kegelapan dalam dirinya, Jin hanya berpura-pura menjadi anak laki-laki dengan Sindrom Einstein untuk hidup dengan normal.
Dia kebetulan menemukan beberapa majalah mengenai hal tersebut.
Sindrom Einstein adalah suatu kondisi di mana seorang anak mengalami permulaan bahasa yang terlambat , atau kemunculan bahasa yang terlambat , tetapi menunjukkan bakat di bidang pemikiran analitis lainnya. Seorang anak dengan sindrom Einstein akhirnya berbicara tanpa masalah, tetapi tetap berada di depan kurva di bidang lain.
Tapi Takano menemukan identitas Jin. Takano merupakan salah satu penerus salah satu Yakuza di sana. Dia mencari informasi anak dengan Sindrom Einstein sebelum menemukan bahwa itu adalah musuh lamanya. Takano akhirnya sadar bahwa Jin hanya berpura-pura. Melihat musuh didepannya bagaimana Takano bisa tinggal diam.
Takano memanggil 100 orang untuk menghadang Jin. Akibat pertempuran 1 dengan 100 orang, kaki Jin remuk dan tangan kirinya tidak bisa di gunakan.
Jin yang mengalami banyak kesengsaraan mulai gelap hati. Dia mulai menumbuhkan kekuatan dan mengakibatkan kehancuran ekonomi dunia. Pasar saham yang tidak menentu dan inflasi di banyak belahan dunia.
Kehancuran moneter membuat dunia perlahan-lahan pecah dan akhirnya hancur.
Untuk itu, Agni harus membantu agar Jin tidak menghitam dan melakukan banyak keburukan.
Fokus disini, dia harus membantu Jin menghindari titik fatal semua bermula. Dan itu adalah ketika kakinya remuk. Menurut cerita, kaki itu tidak mendapat perawatan tepat waktu sehingga tidak bisa di sembuhkan.
Melihat semua itu, Agni menjadi semakin bergegas.
Agni masuk dunia tepat di hari saat Jin menghadapi krisis. Bagaimana dia tidak cepat-cepat ketika orang yang harus dia selamatkan saat itu dalam proses menghitam. Pertempuran tidak menguntungkan Jin dimulai sejak 1 jam yang lalu. Selama 1 jam terakhir dia menangani masalahnya dan memikirkan alur utama dunia berapa banyak luka yang diderita Jin. Bahkan jika orang itu kuat, 1 vs 100 sangat menguras tenaga. Apalagi ini bukan dunia fiksi, tidak mungkin dia akan selamat.
Setiap detik merupakan waktu kematian bagi Jin.
Agni melewati banyak gang dengan tergesa-gesa. Dia berharap tidak terlambat.