
Agni kemudian berkedip.
Setelah mengetahui kebenaran tentang kelahirannya dicuri. Jordan tidak memaksakan diri untuk masuk ke keluarga kaya itu. Dia menggunakan sisa uangnya untuk mulai berinvestasi. Dia benar-benar menarik diri dari industri entertainment.
Tidak ada yang menyangka, ketika dia hampir mencapai puncak. Seorang gadis menarik perhatiannya. Orang itu adalah tubuh asli. Humaira Kusuma Agni.
Karena Agni bisa masuk daftar 20 orang kaya di dunia, dia sangat pandai melihat bakat. Saat itu dia sudah sekarat, di melihat Jordan yang berusaha dan menggapai banyak hal tanpa bantuan siapapun. Dia memutuskan untuk memberikan semua kekayaannya ada Jordan. Tentu tidak gratis. Dia ingin makamnya memiliki bunga baru setiap bulan. Dia pikir itu baik-baik saja, karena dia pasti akan menyumbangkan semua kekayaannya jika tidak bertemu Jordan.
Dia membuat surat wasiat sebelum meninggal. Dia belum sepakat dengan Jordan namun dia menghargai sikap Jordan. Sehingga dia membuat surat wasiat terlebih dulu.
Dan keputusan itu sangat benar. Pelintas yang awal mencoba menganiaya dirinya.
Itu adalah sebuah pesta yang diselenggarakan oleh keluarga mereka. Dia pergi dengan Jordan. Bahkan jika dia sekarat, dia tidak akan langsung mati, karena itu, tubuh asli masih akan menikmati harinya dengan tenang.
Siapa tau, di pesta, pelintas merasa Jordan sangat mengancam. Pelintas berpikir Agni adalah kelemahan Jordan. Dia merancang Agni.
Agni sakit-sakitan dan tidak memiliki banyak kekuatan akibat bius. Dia berjuang dengan putus asa.
Di saat terakhirnya, Jordan menemukannya. Dia hanya memiliki satu nafas tersisa saat itu. Sangat terlambat untuk penyelamatan.
Akhirnya Agni meninggal.
Kemarahan yang menumpuk dari banyak kemalangan membuat Jordan akhirnya meletus. Dia menyelidiki dan membuat pelintas dan semua kaki tangan masuk ke penjara. Tapi dia tidak puas. Dunia yang rusak ini, dia ingin menghancurkannya.
Jordan mendanai penelitian tentang peledak di sebuah pedesaan terpencil. Ketika daya ledak benda itu bisa menghancurkan sebagian bumi, dia tidak ragu untuk menyalakannya.
Itu akhirnya.
Agni tidak bisa tidak merasa luar biasa.
Protagonis ini, sangat menarik.
Agni pikir, orang ini adalah bunga mawar yang harus di rawat dan di lindungi. Siapa sangka, mawar ini memiliki duri yang lebih tajam dari pisau. Bahkan jika terlihat rapuh, dia bisa melawan dengan kuat.
Agni menghela nafas. Malam ini adalah hari kejatuhan Jordan dimulai, hari dimana pelintas itu merancang Jordan.
Agni menggunakan ponsel seperti biasa.
"Halo, Ketua. Ada yang bisa saya bantu?"
Sekertaris sangat ingin mengeluh. Apa bos tidak tau sekarang masih tengah malam. Bagaimana dia bisa memanggilnya begitu saja. Jika bukan karena gajinya tinggi, mungkin sekertaris ini sudah berhenti sejak lama.
"Acara besok malam, apakah ada undangan."
"Ya, sepertinya ada sebuah perayaan ulang tahun tetua tertentu. Dia mengundang banyak pengusaha dan artis. Saya mendapat berita bahwa itu akan sangat mewah. Apakah anda akan hadir?"
Sekertaris sedikit terkejut. Tidak biasanya Ketua menghadiri hal-hal semacam ini.
Ada apa dengan dunia. Seorang Ketua yang sangat dingin dan pendiam benar-benar menghadiri sebuah acara semacam itu.
Sekertaris merasa dunianya sangat kecil.
".... Yona, apa kamu mendengar ku. Halo... Yona.... Yona...."
"Ah, iya Ketua. Maaf saya memiliki pikiran lain dan tidak mendengar dengan jelas. Bisakah anda mengulanginya?"
"Besok aku akan hadir. Kirim baju dan set perhiasan. Untuk hadiah, siapkan seperti biasa saja."
"Baik, saya mengerti Ketua."
"Oh, besok aku tidak akan ke perusahan. Jika ada yang perlu di tanda tangani bawa ke rumah."
"Baik. Kalau begitu saya akan menyiapkan keperluan besok pagi dan mengirimnya ke rumah anda. Selamat malam ketua."
"Um.."
Panggilan terputus. Agni menghela nafas pelan. Dia duduk di sofa dan mulai bermain dengan ponselnya.
[Nyonya....]
'Hmm?'
Sistem diam. Agni hanya membutuhkan beberapa menit untuk memilah informasi yang dia berikan. Namun setelah itu, dia memanggil sekertarisnya. Entah bagaimana, sistem merasa sangat tidak nyaman.
Dia sudah meningkat, seharusnya dia bisa lebih membantu!
[Itu.... Nyonya.... Kamu....]
'Muntahkan.'
[Eh?]
'Muntahkan semuanya.'
[Itu, anda, apakah anda tidak memiliki pertanyaan?]
'....'
Serius, bahkan jika sistem meningkatkan dirinya. Dia masih seperti seorang anak cacat mental.
Agni menghela nafas pelan.
Dia berkedip sebentar sebelum mendapat ide.
'Bisakah kamu meretas di dunia ini?'
Sistem tiba-tiba merasa mendapat tulang punggung. Dia dengan tegak dan keras membalas.
[Nyonya, apakah anda meremehkan saya. Jangankan di dunia ini. Di dunia antar bintang tidak ada yang bisa mengalahkan saya.]
'Bagus. Temukan informasi tentang Jordan dan kirim ke ponselku.'
Hanya itu? Dia sudah sangat sombong tapi tuan rumahnya hanya memberi tanggapan mudah.
Tapi, dia tidak bisa melakukan apapun yang menganggu dunia ini. Apa yang diperintahkan Agni adalah hal yang paling masuk akal yang bisa dia lakukan.
Sistem merasa ingin menangis.
Tapi masih dengan jujur menemukan informasi untuk Agni.