Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Dragon King Doesn't Married (2)



Lari


Melihat keadaan sekitarnya, pemimpin yang jauh dari garis depan, bersembunyi di sebelah kandang memiliki pikiran untuk mundur. Dia tidak menyangka bahwa seorang beast laut mampu bertahan di hadapan banyak senjata.


Tapi dia terlambat. Saat satu-satunya prajurit didepannya hancur. Sebuah jarum es ditembakkan melalui kandang besi. Jarum es melesat langsung menuju pemimpin.


Pemimpin yang ingin melarikan diri setelah pasukannya musnah, tidak memiliki kesempatan itu. Sebelum dia sempat berbalik, jarum es sudah menusuk dahinya. Sedetik kemudian, tubuh pemimpin perlahan berubah menjadi beku. Agni melepaskan satu tembakan jarum lagi untuk menghancurkan tubuh sang pemimpin.


Kemudian, lingkungan itu berubah sunyi.


Air yang tadinya mengelilingi Agni telah hilang. Hanya ada genangan air kecil di bawah kaki Agni.


Agni ingin mencerna informasi dunia ini. Tapi, sistem belum mengirimkannya.


Agni : ....


Sebuah suara berderak dari benda logam mengalihkan perhatian Agni.


Agni melihat orang-orang yang berada di dalam kandang dengan ringan. Dia masih ingat beberapa dari mereka memanggilnya ‘Yang Mulia’ dan memintanya untuk lari. Dia tiba-tiba merasa lelah.


Agni menghela nafas, judul itu sangat berat bagi Agni. Tapi pikiran itu hanya berlangsung selama tiga detik. Agni perlahan mendekati kandang tersebut. Dia tidak yakin kondisinya saat ini. Sistem belum keluar dan Agni tidak bisa menghubunginya. Dia hanya tau, dia berhubungan dengan orang-orang ini.


Agni mendekati kandang besi itu. Di setiap langkahnya di daratan, terdapat jejak kaki basah. Dia melihat ke bawah dan menarik air di bawah kakinya. Air itu sangat menurut dihadapan Agni. Agni membentuk air itu menjadi bola air. Bola air mengenai kunci besar kandang. Air merembes di setiap inci kunci.


Dia tidak tahu apakah ini akan berhasil. Matanya begitu licik untuk mencoba semua hal.


Kemudian, kunci besi itu membeku dan pecah menjadi serpihan kecil.


Orang-orang yang berhasil melihat kandang terbuka hanya berdiri bodoh. Mereka awalnya ingin Agni pergi dan meminta bantuan. Saat air mulai mengelilingi Agni, mereka pikir, dewa mereka akhirnya datang atas doa mereka.


Tapi tidak. Itu semua Agni.


Diantara mereka ada orang-orang yang mengenal tubuh Agni. Mereka tidak berharap dia memiliki kemampuan seperti itu.


Agni berdiri di kandang paling ujung. Dia mengendalikan air untuk menghancurkan kunci. Bunyi pintu besi terbuka karena kehilangan kuncinya terus menerus berbunyi. Agni menyelesaikan 17 kandang dalam sekali jalan. Dia melihat bahwa diantara beberapa orang ada manusia yang tidak bisa disebut manusia. Bentuk kepala mereka aneh atau ada bulu tebal di beberapa bagian tubuh mereka.


Orang-orang keluar dengan tubuh masih memiliki lingkaran besi. Mereka berkumpul dengan beberapa lainnya. Agni melihat mereka berkumpul menjadi beberapa grup.


Agni berkedip. Ada perasaan bersalah dimatanya. Karena dia menghancurkan semua pasukan tadi, dia tidak tau apakah kunci borgol itu ikut hancur. Dia bisa saja membuka benda itu dengan air, tapi dia tidak yakin mampu menghindari menyakiti mereka. Dia merasa belum terlalu menguasai kemampuan ini.


Agni hanya berdiri disana. Awalnya dia tidak terlalu aneh. Sampai Agni menyadari banyak dari mereka terdiri dari anak-anak, wanita, dan orang tua. Alisnya berkerut erat.


Tepat ketika dia tidak tau harus melakukan apa, suara serius dan datar bergema di kepalanya. Suara itu sedikit terbata-bata mengandung rasa takut.


[Tuan Rumah, se-selamat datang.... di.... di dunia tingkat menengah. Hybrid.]


‘Oh, siapa ini. Kemana saja kamu?!’


Dengan seenaknya menariknya ke dunia aneh tanpa penjelasan apapun. Dia bisa mati! Tidak, dia bahkan hampir mati karena bom!


Lupakan dunia pertama yang damai sehingga dia tidak mengalami apapun. Tapi di dunia ini, atau dunia berikutnya. Siapa yang menjamin dia tidak akan mati sesaat setelah pindah.


Agni mulai memaki di pikirannya dengan kesal. Dia berpikir untuk menerima ingatan sebelum menjalankan tugas. Setidaknya, berikan penjelasan. Sebelumnya, Agni mendapat pemberitahuan untuk pergi ke dunia yang berpusat di lingkaran hiburan. Bagaimana sekarang bisa seperti ini.


Tapi itu hanya sebentar. Agni menenangkan pikirannya pada detik berikutnya. Dia melihat orang-orang disekitarnya. Apakah sistem baru saja mengatakan ‘dunia tingkat menengah. Hybrid’. Agni menunduk. Saat ini dia memiliki sebuah pertanyaan penting. Ketika dunia ini diberi nama Hybrid, apakah isi dunia ini sama seperti itu. Agni mengingat buku yang dia baca sebelumnya di ruang juga memiliki judul ini. Apakah artinya dunia sebelumnya juga memiliki nama.


‘Foxy, apa nama dunia sebelumnya?’


Sistem, yang tiba-tiba mendapat pertanyaan tidak masuk akal : [....]


Siapa dia? Dimana dia? Apa yang dia lakukan?


Bagaimana Tuan Rumahnya bisa begitu jeli dan menanyakan hal semacam itu. Apakah tuan rumah menemukan sesuatu. Itu bukan tidak mungkin. Tapi ini sedikit tidak masuk akal. Hanya saja, mungkin tidak ada tuan rumah begitu perhatian hingga menanyakan sebuah dunia. Tiba-tiba sistem memiliki banyak kemungkinan.


[Ini, mengapa anda menanyakannya?]


‘tanyakan saja...’


[Dunia pertama bernama The Boss. Titik berat pada kekerasan membuat dunia dikenal dengan nama tersebut. Berikutnya, Movie Actors..... Berpusat di lingkaran hiburan]


‘Sebelumnya, aku memasuki dunia tingkat menengah peringkat 3. Bagaimana dengan dunia ini hanya menjadi dunia menengah?’


[Ini... Ketika saya belum menjadi Sistem Penyelamatan Alam Semesta. Tugas itu sama dengan sistem lainnya. Hanya ketika saya menjadi Sistem Penyelamatan Alam Semesta, peringkat rendah yang kita miliki sama dengan peringkat menengah sistem lain. Karena itu, kita tidak memiliki peringkat untuk setiap dunia selain tingkat rendah, menengah dan tinggi. Dunia sebelumnya adalah dunia tingkat rendah]


‘Artinya, saat ini aku melakukan tugas di dunia tingkat tinggi di sistem biasa?!’


[Ya, begitu]


Sistem mengeluh dalam hatinya. Dia seharusnya tidak menjawab sejak awal. Dia begitu lupa tuan rumahnya bukanlah orang biasa. Terkadang memiliki tuan yang pandai dan penuh perhatian bukanlah hal baik. Bahkan dalam pembahasan samar, dia mampu melihat celah. Dia masih menemukan hal yang biasanya diabaikan. Sistem merasa bermasalah.


Agni mengabaikan sistem dan kembali fokus. Dia menghindari orang-orang tadi dan pergi ke tempat lain. Tidak terlalu jauh berjalan, Agni menemukan tempat sepi dan bersih. Agni duduk dan memandang orang-orang yang sedang berkumpul dan bicara. Dia sedikit mencerna ingatan tubuh asli. Sistem baru saja mengirimkannya.


Meskipun ada sedikit ketidakpuasan. Dia bisa memakluminya. Karena sistem tidak hanya menyelamatkan satu orang, melainkan satu dunia. Peningkatan pada tugas bukanlah hal yang mustahil.


Setelah memilih beberapa ingatan yang masuk ke kepalanya. Agni memiliki wajah dingin dan suram. Sama seperti sebelumnya, di dunia ini, dia tidak hanya menyelamatkan tokoh kunci. Dia harus menyelamatkan dunia itu sendiri.


Dia, dia berharap tidak memiliki masalah. Dia tidak diincar seperti sebelumnya.


Hybrid, Agni mengetahui makna kata tersebut. Faktanya, kehidupannya membaca dulu sering melihat cerita dengan makhluk semacam ini. Hybrid adalah suatu hal, benda, atau teknologi yang menggabungkan dua buah hal, benda, atau teknologi yang berbeda, namun dengan tetap mempertahankan dengan baik, sifat, maupun karakteristik dari kedua unsur tersebut. Kembali ke pemandangan dihadapannya, Hybrid disini digabungkan dari dua makhluk hidup.


Agni melihat anak-anak kecil dengan telinga di atas kepalanya dan ekor dibelakang badannya dengan menyipit. Tuhan tau dia menahan diri sejak awal untuk tidak menyentuh mereka.


Agni memiliki kecintaan sendiri dengan benda-benda lucu dan imut. Dia hanya pernah melihat makhluk ini di film. Bahkan permainan kostum beberapa event di dunia dulu tidak senyata ini. Sentuhan telinga dan ekor di dunia dulu juga tidak begitu baik. Itu sedikit mendingan karena dia memelihara kucing. Namun tetap saja, dia ingin melihat beast asli. Dia ingin menyentuh mereka. Dia tidak tau apakah itu akan berbeda dengan menyentuh hewan asli. Dihadapkan dengan mereka sat ini. Agni merasa dia ingin menggila.


Beberapa memiliki karakteristik hewan-hewan kecil lucu seperti kucing, Kelinci dan hamster. Tapi ada satu yang bewarna hitam dengan ekor seperti rubah. Meskipun dia terlihat sedikit dewasa, dia tidak mengeluarkan hormon laki-laki pada umumnya. Tapi dia juga bukan anak kecil. Hanya satu ringkasan yang bisa Agni ambil saat itu.


Lucu.


Rubah itu sepertinya merasakan pandangan Agni. Dia mengangkat kepalanya yang menunduk. Matanya bertemu dengan mata Agni.


Sebuah pikiran mengalir di kepalanya. Sangat tampan. Dia merasa darah mengalir deras di tubuhnya. Jantungnya berdetak kencang seperti ingin keluar dari tubuhnya.


Indah, cantik, menawan, mempesona. Bahkan jika dia pernah melihat dan bertemu gadis cantik. Hanya Agni yang dia rasa sangat indah.


Waktu seperti berhenti untuknya saat itu.