
Gin kembali ke ingatan masa lalunya. Dia sedang dalam sebuah pengejaran karena salah langkah dalam melakukan transaksi. Pihak lain yang mengejarnya adalah seorang wanita. Karena Gin sangat pintar, berhati-hati dan licik. Dia selalu lolos dengan mudah saat pengejaran. Dia tidak menghentikan pikirannya yang meremehkan. Wanita sangat lemah.
Hingga suatu hari. Gunung besar yang dia ikuti, Tuan Takahashi mengadakan rapat dengan semua anggotanya. Rapat itu meminta mereka agar mengurangi pasokan bahan dagang dan meminta mereka untuk lebih berhati-hati saat bergerak. Karena saat itu bertepatan dengan kondisi politik yang sedang dalam keadaan tegang.
Ketika rapat selesai, Takahashi secara khsus memanggil Gin ke ruangannya. Dia mengingat Gin sering di buru seseorang dari Pasukan Khusus Tentara Wanita. Takahashi dengan baik berbicara pada Gin secara pribadi.
“Gin, boy…. Kamu seharusnya tidak meremehkannya. Kamu akan menyesal saat semua terlambat.”
Gin mengangguk patuh. Namun tidak menyimpan kata-kata tersebut dalam hatinya.
Gin sudah mengikuti Takahashi selama 7 tahun saat itu. Dia bukan tidak percaya pada Takahashi ketika tidak menyimpan kata-kata itu dengan serius. Dia hanya berfikir wanita selalu lebih lemah dari laki-laki. Sehingga dia secara tidak sadar tetap meremehkannya.
Dan pola pikir Gin sangat sulit diubah.
Kemudian??
Gin tertangkap oleh wanita tersebut. Takahashi tertawa terbahak-bahak saat mengambilnya dari pusat penahanan. Takashi memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah. Penangkapan Gin saat itu di duga karena Gin memakai produk narkoba. Setelah menjalani tes dan beberapa interogasi sederhana, Gin bisa dilepaskan jika ada wali yang mengambilnya. Takahashi memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah, ditambah Gin tidak dalam keadaan bersalah. Oleh karena itu, sangat mudah membantunya keluar.
“Aku sudah bilang. Jangan meremehkan wanita.”
Semua itu masuk ke kepala Gin. Tapi sejak saat itu, Gin jatuh cinta dengan wanita yang menangkapnya. Dia mengambil jalur politik setelah lulus untuk mengejarnya. Gin yang baru menginjak politik beberapa bulan langsung memutar kemudinya. Politik selalu memiliki hal kotor membuatnya tidak tahan dan mundur. Akhirnya dia memutuskan memasuki jalur hukum. Setelah dia menjadi central dalam pengadilan. Dia berhasil menjalin hubungan. Menikah, dan sekarang memiliki seorang putra.
Mengingat semua itu, Gin membandingkan kata-kata Takahashi dengan kata-kata Agni.
“Gin, boy…. Kamu seharusnya tidak meremehkannya. Kamu akan menyesal saat semua terlambat.”
“Paman Gin, Kamu seharusnya tidak meremehkan ku.”
Mulut dan mata Gin melengkung. Sudah sangat lama sejak dia tersenyum sangat bahagia. Bukan hanya senyuman, dia merasa tawa keluar dari mulutnya. Semakin dia tertawa semakin dia tidak tahan.
Benar, Sudah terlambat untuk menyesalinya. Dunia ini memang seperti itu.
“Hahahahahahaa….” Akhirnya Gin tertawa lepas.
Agni merasa tidak nyaman ketika mendengar Gin tertawa lepas.
Apa yang terjadi?
Apakah pamannya tiba-tiba menjadi gila setelah ditodong oleh keponakannya sendiri?
[Nyonya, sepertinya Paman Anda mengalami kerusakan]
Agni: ‘…..’
Kerusakan kepalamu!
Setelah sistem.memberi kehadirannya. Dia ingat sistem tidak menghubunginya setelah keluar rumah sakit. Meskipun baru beberapa hari, ini cukup aneh dengan sistem yang sering mengganggunya.
‘Kemana saja kamu?! Bagaimana kamu baru muncul?!’
[Nyonya, maaf, saya tidak memberitahu anda. Ada error pada dunia. Semua sistem yang terikat pada dunia memerlukan perbaikan sehingga tidak terpengaruh oleh error]
‘…. Ada yang salah?’
[…. Iya. Tali Nyonya, jangan khawatir. Anda dapat yakin tugas kita masih berlaku, menyelamatkan target sehingga tidak menghancurkan dunia]
‘….’
Sementara Agni tidak.bisa berkata-kata oleh sistem. Suara Gin terdengar.
“Nak, kamu sekarang cukup hebat bukan.”
“Paman Gin?”
“Baiklah, aku menyerah. Kamu bisa menandatangani hak waris mu setelah 17 tahun. Aku tidak akan menundanya.”
“Tidak, tentu tidak. Hahahahaa. Mari bicarakan semua. Datanglah ke rumah besok. Bibi mu Rena juga merindukan mu.”
“…. Um, begitu. Baiklah.”
Agni melepaskan Gin begitu saja. Percakapan mereka sangat mudah. Bahkan semua plot sulit yang Agni pikirkan tidak terjadi. Tapi Agni tidak khawatir. Jika itu orang lain, mereka memang akan saling meragukan. Tapi Agni memiliki intuisinya. Intuisinya berkata, Gin tidak mengkhianatinya. Dia akan menjelaskan semuanya begitu mereka bertemu kemudian. Karenanya dia melepaskan Gin begitu saja.
Gin juga cukup terkejut karena Agni menerima begitu saja. Dia hampir meragukan Agni ketika melihat matanya yang tegas. Tidak ada keraguan di mata itu. Sama seperti bagaimana Pak Tua Takahashi melihatnya dulu, kepercayaan. Perasaan dipercaya yang lama tidak Gin alami kini kembali. Hatinya sedikit hangat.
Namun sebelum itu, dia akan menyelidiki perkembangan Agni satu tahun terakhir.
“Aku akan datang ke rumah paman kalau begitu.”
“Aku akan menunggumu. Hubungi aku sebelum kamu datang.”
Dan begitu saja. Pertemuannya dengan Gin memberinya sedikit petunjuk. Semua akan jelas ketika mereka bertemu.
Mereka kemudian memutuskan untuk pergi.
[Nyo-nyonya...]
‘Ah, kamu disini. Jadi, bagaimana perkembangan tugas ku?’
[Saat ini baik-baik saja. Persantase keberhasilan tidak dapat di ukur karena kesalahan dunia. Namun perkiraan sudah mencapai 76%….. Eh!!]
‘Lebih tinggi dari yang ku duga.’
[Nyo-nyo-nyonyaaaa.…. Ini.…]
‘Apa??’
[Anda bisa memperoleh persantase sebanyak ini dalam satu tahun dalam jarak 2 tahun?!! Ini bahkan belum genap sa.…]
‘Ssttt…’
Sistem yang masih ingin memborbardir Agni dengan banyak penyataan tidak mungkin tiba-tiba terdiam ketika mendengar siulan Agni.
Agni sudah merasakan seseorang mengikutinya sejak dia keluar dari toko. Dari suara langkah kakinya hanya ada 3 orang yang mengikuti. Membuat Agni tidak khawatir dan memilih jalanan sepi. Dia berpikir menyelesaikan semua sekali jalan.
Tapi dia salah kali ini, intuisi menyuruhnya untuk segera pergi setelah dia cukup jauh. Tepat ketika kakinya hampir menghindari jalanan sunyi. Dia berhadapan dengan 5 orang yang tiba-tiba keluar di depannya. Dia berbalik tapi di belakangnya, langkah 3 orang bertambah. Agni kemudian melihat lebih dari 10 orang menunjukkan diri.
Agni melihat orang-orang disekelilingnya. Dia tersenyum dengan nostalgia.
“Wah, wah.… Ku kira siapa? Bukankah ini, Takano-san…. Apakah ingin bermain?! Tidak ku sangka, hanya untuk seorang gadis. Takano-san bisa bermain seperti ini. Aku bahkan ragu kamu adalah Takano-san.”
“Shiroyama…. Kamu terlalu banyak tau.”
“Ah? Apakah itu mengenai Keluarga Hoshikawa dan Bos Morizawa di Sekolah Kuroyama? Tidak, apakah mereka benar-benar bekerjasama untuk mendapatkan Sekolah Kuroyama?!! Ugh, tentu saja. Dengan memiliki sekolah Kuroyama, mengendalikan dunia bawah akan mudah, bukankah begitu.”
Takano memiliki wajah buruk setiap kali kata-kata terlontar dari mulut Agni. Dan Agni, yang mengatakan semua itu dengan setengah tebakan menjadi sangat senang. Respon Takano adalah kebenaran yang dia butuhkan. Setelah mengabungkan kebenaran dari Takano dan mengumpulkan semuanya dari paman Gin. Agni tidak lagi jauh dari kebenaran.
Ketika bertemu Gin berikutnya, Agni hanya perlu mendapatkan penegasan dari tebakannya.
Dan dunia ini. Dia akan membuat dunia.sistem membayar karena tidak membiarkannya mati dengan tenang.
Namun sebelum itu, dia harus lolos dari puluhan orang ini. Jika saja dia memiliki senjata, itu bukan hal sulit untuk lolos. Tapi saat ini Agni hanya memiliki tangan kosong. Seorang gadis yang berhadapan dengan pria. Dari segi kekuatan, Agni sudah kalah.
Tapi apakah dia akan menyerah? Dia akan melawan bahkan jika dia mati.
Mungkin juga baik jika dia mati.…
Tepat ketika pikiran Agni melambung, sebuah rantai mengayun dari belakang. Ayunan tersebut tepat menuju kaki kirinya.