Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Movie Actors Hidden Boss (6)



"Apakah kamu..... Layak?"


Ding~


Lift terbuka dan Agni meninggalkan Dimas begitu saja.


Agni mengabaikan Dimas setelah itu. Bagaimana Dimas marah dan tidak mau tidak ada hubungannya dengan Agni. Sementara itu, sistem diam-diam memperhatikan seluruh perubahan wajah Dimas. Sistem tidak bisa menahan rasa ngeri melihat wajah Dimas berubah sampai menjadi hitam penuh kebencian.


Apakah semua manusia hidup seperti ini.


Sistem mengambil keputusan untuk mempelajari manusia. Di mengunduh banyak buku dari internet untuk dibaca. Dia juga mencari banyak informasi dari situs-situs web di internet.


Dalam beberapa jam singkat, sistem berhasil memasukkan banyak data terkait manusia ke dalam memorinya. Merasa dia sangat kuat dan mungkin mampu membantu Agni. Sistem ingin mengatakannya. Siapa tau, sensasi akrab terhalang benda hitam muncul padanya.


Sistem merasa ada tirai hitam yang menutup dunianya. Mencegahnya melihat dan berkomunikasi dengan dunia luar. Yang paling buruk, dia tidak bisa menghubungi Agni sedikitpun. Sistem merasa kesal karena dia mungkin tidak berguna untuk Agni kali ini.


Sementara itu, kembali ke beberapa jam sebelumnya. Agni yang dicemaskan oleh sistem sudah naik ke lantai 12. Ini adalah lantai tempat kedua wanita itu menunggu Jordan. Menurut informasi yang diberikan sistem. Jordan memang naik ke lantai ini. Namun, dia tidak begitu saja percaya bahwa Dimas akan memberinya tempat yang aman. Akhirnya dia masuk ke ruangan yang diberikan oleh agennya. Tapi, ruangan itu adalah awal dari hancurnya masa depan Jordan.


Agni mengingat hal itu sambil dengan tenang bersandar di dekat lift. Dia tidak bermaksud mencegah Jordan sebelum memasuki ruangan. Dia merasa itu akan sangat terlambat.


Dia membuka ponsel dan bermain. Setelah dua jam singkat, dia masih tidak melihat siapapun yang membuatnya kesal. Agni memutuskan untuk bertanya pada sistem.


'Foxy, kapan pemeran utama akan muncul.'


Nihil. Agni tidak mendapat tanggapan apapun dari sistem, Agni mengerutkan kening.


'Hai, Foxy, apa kamu mendengar ku?'


Ding~


Bukan suara sistem yang menjawabnya. Melainkan suara lift berhenti. Ketika lift terbuka, Agni melihat seorang pria tampan yang baru dia selidiki pagi tadi berdiri sempoyongan dengan wajah merah. Matanya sedikit berair, tidak seperti bentuk badannya yang besar, pria itu terlihat sangat lemah. Entah kenapa Agni merasa pandangan didepannya sangat mempesona.


Itu tidak berlangsung lama. Agni dengan tenang menghampiri Jordan yang baru keluar dari lift. Dia memegang baju di pergelangan tangan Jordan dan menariknya ke lift khusus.


"Ikut dengan ku."


Awalnya Jordan melawan, namun dia sangat lemah dan tidak berdaya. Dia dengan pasrah mengikuti orang yang menariknya.


Dia merasa sangat bodoh sekarang. Biasanya dia menghindari makan dan minum di perjamuan semacam ini. Tapi dia tidak bisa melawan perasaan nostalgia yang diberikan Dimas saat bicara dengannya. Ketika mereka membicarakan panti asuhan dan kenangan masa kecil itu, Jordan merasa sangat tenang dan menurunkan penjagaannya.


Dia tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Samar-samar, Jordan bisa melihat wanita dengan gaun biru akrab didepannya. Jordan mungkin menebak apa yang akan terjadi nanti. Tapi Jordan tidak akan menyerah dan membiarkan wanita ini mendapatkan apa yang dia inginkan. Jordan berpura-pura lemah. Dia dengan tenang mengumpulkan kekuatannya untuk pergi.


Karena menunduk dan berpura-pura lemah, Jordan tidak sadar dia pindah dari lift biasa ke lift khusus. Setelah masuk, Jordan hanya bersandar pada dinding besi dingin dan mulai melonggarkan ikatan dasi di lehernya. Dia mengutuk dalam hati. Dia pikir hanya akan memiliki obat tidur, siapa sangka akan menjadi obat bius semacam ini. Dia tidak bisa menahan diri untuk melirik perempuan yang menariknya.


Apakah perempuan ini yang meminta Dimas untuk memberinya minum.


Tapi bagaimana bisa dia menjemputnya di lift. Alih-alih menunggu di dalam kamar. Jordan bisa dengan jelas merasakan kartu yang dimasukkan Dimas saat dia akan naik tadi.


Jordan berusaha berpikir untuk menyelamatkan dirinya sendiri.


Jordan yang sibuk dengan pikirannya tidak melihat Agni terus menatap pintu lift.


Baru saja, sebelum pintu tertutup sempurna, Agni melihat seorang pria yang mirip dengan Jordan muncul terengah-engah dari tangga. Dia melihat ke kanan dan kiri. Agni tidak tau apa yang orang ini lakukan. Ketika pintu lift tertutup sempurna. Agni masih berpikir tentang pria itu.


Saat lift sampai ke lantai 25, mata Jordan yang buram sedikit jelas melihat wanita tidak jauh darinya. Dia bisa mengenali wanita itu sebagai orang yang berdiri bersama orang-orang besar bidang keuangan.


Wanita seperti ini, apakah perlu membiusnya?


Tidak, dari awal karirnya, Jordan bahkan tidak pernah bertemu dengan orang ini.


Jordan kembali mengingat tubuh langsing berbalut gaun indah biru. Kakinya yang panjang sedikit terlihat membawa banyak imajinasi liar. Dan wajah kecil itu.


Jordan tidak tau apakah ini pengaruh obat atau hal lain, dia merasa wanita di dekatnya ini sangat baik.


Saat mereka keluar lift, Jordan dengan tenang berdiri dibelakang Agni. Dia tanpa ragu mengulurkan tangan melingkari tubuh Agni.


Agni mengerutkan kening. Dia menyentuh tangan Jordan di perutnya. Dia ingin menarik tangan itu pergi ketika menyadari nafas lemah dibelakangnya. Lupakan saja, Agni berpikir Jordan tidak bisa berjalan dengan benar karena obatnya.


Dia tidak sadar itu adalah keputusan salah yang pernah dibuatnya.


Jordan bisa merasakan tubuh kaku Agni penuh penolakan. Namun, entah bagaimana Agni membiarkannya. Agni masih memiliki tubuh kaku dan tidak nyaman di pelukan Jordan.


Apakah seseorang seperti ini benar-benar akan membiusnya? Jordan sangat meragukannya.


"Kenapa...."


Suara Jordan lirih dan pelan. Seperti berbisik. Namun, Agni mampu mendengarnya karena Jordan tepat di belakang. Agni tidak tau apa yang akan ditanyakan Jordan.


Kenapa Dimas melakukan itu padanya?


Kenapa dia menjadi seperti ini?


Kenapa orang lain melakukan ini padanya?


Agni tidak bisa menebak apa yang akan ditanyakan Jordan. Sampai pertanyaan itu terdengar kembali di telinganya.


"Kenapa .... Selamatkan.... Aku...."


Agni diam. Mereka sampai di kamar presidensial pesanannya. Sebelum ke perjamuan, dia sudah meminta lantai 25 untuk dirinya sendiri.


"Entahlah. Tapi aku tidak bisa membiarkan mu hancur. Setidaknya tidak selama aku ada di dunia ini."


Agni tidak bisa mengatakan tentang sistem. Dia hanya bisa melontarkan kalimat bajingan semacam itu. Agni tidak tau bahwa kata-katanya membawa gelombang besar pada lawan bicaranya.


Jordan tanpa sadar mengeratkan pelukannya. Kata-kata singkat dan jelas itu tiba-tiba membawa banyak kebahagiaan pada hatinya. Jordan tidak tau apa namanya.


Ketika dia dibius, dia berpikir tentang yang terburuk. Bagaimana karirnya hancur. Bagaimana dia akan ditenggelamkan oleh kata-kata buruk netizen. Bagaimana dia tidak bisa lagi berdiri di industri hiburan. Tapi Jordan tidak pernah berpikir seseorang akan menyelamatkan dirinya sendiri.


Tidak tau bagaimana dia lahir. Besar di panti asuhan dan tidak memiliki keluarga. Beruntung dia tampan dan menarik seorang agensi di industri hiburan, dia pekerja keras dan mau menanggung kesulitan sehingga bisa naik ke posisi sekarang. Tapi karena dia tidak memiliki latar belakang. Dia sering tersandung saat perjalanan karirnya.


Kali ini juga termasuk, bahkan mungkin yang paling fatal.


Tapi seseorang menyelamatkannya.


"Masuk dan tunggu sebentar. Aku akan berusaha menyelamatkan."