Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Movies Actors Hidden Boss (22)



Jordan duduk di balkon. Dia melihat bulan yang bersinar cerah di langit penuh bintang. Dia mengingat percakapannya dengan Reza.


Jordan tidak menyangka bahwa gadis yang dia sukai ternyata seorang jenius. Karena tidak dibatasi sejak awal, gadis itu sangat berkembang.


Dia pandai dalam biologi dan teknologi. Dia ingin bergabung di industri penelitian. Reza, Agni dan dua orang teman baik mereka awalnya akan memasuki lab penelitian negara bersama.


Siapa yang tau, ketika dua orang itu tidak ada, Reza mengalami nasib buruk. Mereka ingin membantu saat itu, tapi Reza menolak. Hanya menerima uluran tangan Agni.


Kemudian, keluarga Agni mengalami kecelakaan. Saat itu, impian mereka musnah. Agni mengatakan bahwa dia tidak akan ikut dengan mereka. Dia ingin membangun perusahaan sendiri. Dia ingin memiliki kekuatan.


Mereka tidak bisa menolaknya. Salah satu dari mereka dipaksa untuk masuk ke akademi militer oleh keluarganya. Lainnya tetap memasuki lembaga penelitian teknologi negara. Anggie, Anak yang berhasil masuk ke lembaga penelitian merupakan putra satu-satunya Tuan Bern dari kota lain. Dia selalu menganggap Agni sebagai kakaknya. Jordan tidak tau siapa orang yang masuk kemiliteran, tapi dia bernama Norman.


Mereka akhirnya benar-benar berpisah saat itu.


Reza masih sering menghubungi kedua temannya. Tapi, Agni tidak. Mereka semua paham bahwa energi Agni terbatas karena dia harus pergi ke perusahaan atau pergi ke kota lain.


Pantas saja, hanya butuh beberapa bulan untuk Agni bangkit dari kebangkrutan. Sayang sekali kedua orang tua Agni tidak menunggu hal itu.


Berdasarkan cerita Reza, kedua orang tua Agni meninggal secara Aneh. Ayahnya meninggal dalam kecelakaan mobil, dihari yang sama, ibunya meninggal di bawah belati perampok.


Ayahnya bekerja menjadi karyawan biasa. Polisi bilang, ayahnya meninggal karena mabuk. Agni sendiri tau itu tidak mungkin, ayahnya bukanlah orang yang mudah minum dihari biasa. Bagaimana bisa dia tiba-tiba minum dan mengalami kecelakaan.


Ibunya membuka toko bunga sejak keluarga mereka meninggal. Dalam rekaman CCTV, Perampok itu masuk, dia menodongkan pisau ke ibunya. Ibunya terlihat sedang mengumpulkan uang saat perampok tiba-tiba mendekati ibunya dan menusuk perut ibunya. Itu sangat aneh, jelas ibunya menuruti permintaan perampok. Namun, polisi melepaskan kasus karena perampok itu ditangkap.


Tapi Agni tidak bisa melepaskannya. Karena itu, dia mendirikan kekuasaan, mendapatkan kekuatan dan mulai penyelidikan.


Dia menemukan beberapa kejanggalan. Seperti kecepatan mobil ayahnya yang semakin lama semakin cepat seolah-olah orang yang mengemudi tidak sadar. Sampai menabrak sebuah bangunan. Disisi lain, perampok yang datang pada ibunya seperti diperintahkan. Seolah-olah tujuannya sejak awal adalah nyawa ibunya.


Tapi kemudian Agni menemui jalan buntu. Dia sering datang ke Reza dan mengobrol saat itu. Akhirnya dia menghentikan penyelidikannya.


Reza mengatakan semua itu pada Jordan dengan harapan Jordan bisa membuat Agni bahagia. Membuat Agni menjauhi semua pemikiran itu. Reza benar-benar berharap Agni hidup santai tanpa beban.


Jordan bernafas dengan tenang. Bahkan jika Reza tidak mengatakannya. Dia pasti akan menjaga Agni dengan baik.


Malam itu Jordan tidur nyenyak tanpa mimpi. Saat dia melihat ponsel, ada pesan masuk yang belum dibaca. Itu dari Ryan. Jordan membalasnya dengan mudah sebelum pergi mandi.


"Nona...."


Agni menghentikan sendok. Mereka saat ini sedang makan. Pagi ini, Jordan hanya memasak mie sederhana. Kuahnya terasa menyegarkan. Agni harus mengakui bahwa dia puas dengan makanan ini.


"Nona, Ryan ingin mengundang kamu untuk makan bersama. Sore ini."


"Dengan kedua orang tua mu?"


Jordan mengangguk.


"Jam berapa?"


"Lima."


Agni berpikir sejenak. Dia masih harus pergi ke perusahaan hari ini. Dia tidak yakin apakah bisa menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu.


"Baik, tapi, kamu bisa pergi lebih dulu. Aku akan menyusul. Apakah ini tidak apa-apa?"


"Ya."


Mereka melanjutkan makan dengan tenang.


Sementara itu, di sebuah bar kelas atas. Seorang pria mengetukkan jari ke meja depannya. Dia satu-satunya orang yang menggunakan masker dan topi di ruangan tersebut.


"Bos, apakah kita akan bergerak?"


"Ya, ambil pesanan ku. Mulai rencana kita."


Orang-orang disekitarnya berdiri. Mereka sedikit membungkuk sebelum pergi.


Sementara itu, Agni meninggalkan pekerjaannya di siang hari untuk bertemu Jordan. Dia meletakkan sebuah alat kecil yang mampu mendengar dari jarak jauh ke salah satu kancing baju Jordan.


Tentu saja, dia meletakkannya dengan sepengetahuan Jordan.


"Aku tidak bermaksud apa-apa. Ini untuk keamanan."


"Oke, Nona."


"Kamu tidak akan bertanya?"


"Aku tau. Aku akan segera menyelesaikan pekerjaan ku."


Kemudian mereka berpisah.


Sebelum berangkat Jordan mendapatkan pesan yang mengatakan perubahan tempat. Jordan merasa aneh, tapi, dia tidak banyak berpikir dan meneruskan pesan ke Agni.


Jordan pergi mengendarai mobilnya sendiri. Tempat yang digunakan untuk pertemuan berada di ujung kota. Sebuah paviliun terkenal, tempat itu sangat indah berada di tengah danau. Paviliun itu memiliki puncak tertinggi yang menyuguhi pelanggan dengan pemandangan kota.


Jordan memarkirkan mobil lalu berjalan ke jembatan untuk menuju paviliun.


Saat berada di pintu masuk Jordan tidak bisa menahan pikiran bahwa paviliun itu sangat besar dan indah. jika puncak tertinggi memberikan pandangan tentang kota, lantai terendah memberikan pemandangan sekitar yang penuh bunga dan beberapa tumbuhan.


Danau itu sendiri berisi banyak teratai dan ikan berwarna-warni. Jordan melihat ke danau saat melewati jembatan, dia tidak bisa melihat dasar danau. Entah berapa dalam danau itu.


Jordan berdiri di depan pintu beberapa saat sebelum mengetuknya. Dia masuk perlahan dan mengerutkan kening saat melihat banyak orang didalamnya.


Dia mengetahui orang-orang itu. Meskipun mereka tidak pernah bertemu secara langsung, Ryan telah memberitahunya tentang keluarganya.


Di sela-sela, Jordan bisa melihat ekspresi minta maaf Ryan.


"Oh, Bukankah ini bintang besar kita."


"Masuk, masuk cepat duduk di sini."


Jordan hanya berdiri tenang dan mengabaikan mereka. Membuat suasana menjadi sedikit tegang. Jordan bisa melihat ekspresi kedua orang tuanya yang tidak nyaman.


"Ibu, Ayah, Paman, Bibi, Ryan apa kabar."


Beberapa orang yang sudah bicara sebelumnya menjadi lebih malu karena diabaikan oleh Jordan.


"Sombong! Apakah ini sikapmu pada orang yang lebih tua, duduk!"


"Maaf, aku tidak mengenal kalian, mengapa aku harus duduk dengan kalian."


Jordan mengalihkan pandangan ke tempat ayah, ibu, dan kedua orang tua Ryan.


"Ayah, ibu haruskah kita mengganti ruang. Nona sudah memberiku kartu untuk bermain di tempat ini."


Pria tua itu tiba-tiba menggebrak meja.


"Kubilang, duduk!"


Ruang diantara alis ibu Jordan mengerut, wajahnya terlihat jelas tidak senang dengan sikap mertuanya.


"Ardan, kemarilah sebentar."


Jordan hanya diam mendengar kata-kata Ryan. Dia berbalik akan keluar.


"Tunggu, duduklah sebentar."


Jordan benar-benar muak, dia tidak pernah mengatakannya pada Agni. Sebelumnya, mereka tidak ingin mengenalinya tapi, melihat dia dekat dengan Agni, mereka selalu ingin mendekatinya. Sejak Jordan berhubungan dengan kedua orang tuanya, keluarga ini dengan sengaja selalu mencari keberadaan di depannya.


Benar-benar menyebalkan.


Jordan akhirnya kembali menatap mereka. Dia ingin tahu apa yang mereka butuhkan darinya.


"Apa yang kalian inginkan."


Keluarga itu saling memandang sementara orang tua Jordan dan orang tua Ryan menyesap teh di depan mereka dengan tenang.


"Jordan, ada sedikit masalah di perusahaan. Bisakah kau minta tolong pada kekasihmu untuk membantu perusahaan kita."


"Kenapa? Apa hubungannya perusahaan itu hancur atau berkembang dengan ku?"


Bahkan dia tidak memiliki sedikitpun saham di dalam perusahaan itu, kenapa dia harus repot membantunya, kenapa dia harus menyusahkan Agni untuk membuat perusahaan itu tetap berdiri.


Lelaki tua itu memiliki wajah suram.


"Bagus, bagus, kamu tidak memberiku pilihan."


Beberapa pria tiba-tiba keluar, mereka menangkap orang tua Jordan, orang tua Ryan dan Ryan. Jordan telat merespon sehingga dia juga tertangkap.


Jordan tidak tahu apa yang terjadi kemudian, sekelilingnya tiba-tiba menjadi gelap dan dia tidak sadar.