Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
the Boss (19)



Roda waktu kembali berputar menunjukkan waktu pagi. Jam menunjukkan pukul 4.00 saat orang itu bangun dan melangkah mendekati jendela. Langit di luar jendela ruangan masih gelap. Beberapa bintang memperlihatkan titik di angkasa.


Dia sudah kembali mendapatkan kesadaran sejak tubuhnya menyentuh tempat tidur. Dia mengingat semuanya. Tapi dia tidak berani membuka mata. Dia berharap semua itu mimpi.


Tapi saat ini, ketika dia melihat bulan diantara bintang di luar jendela. Dia tau semua harapannya sia-sia. Dia tau semua yang terjadi adalah nyata.


Menghubungkan semuanya tidak terlalu sulit. Kelompok Yakuza Mori memiliki dendam dengan big Kuroyama. Bagaimana mengatakannya, kisah paling terkenal keduanya adalah Morizawa kalah bertaruh dengan Kuroyama. Kekalahan itu membuat status Morizawa menurun. Namun banyak spekulasi mengenai masalah pribadi keduanya. Dimana Morizawa menyukai anak perempuam Kuroyama yang ditolak kemudian oleh keluarga Kuroyama.


Apapun kisah itu, Shiroyama Aguni merupakan variabel tabu untuk memusatkan kebencian Morizawa. Morizawa membuat banyak rencana untuk menghancurkan Agni. Di dalam perjalanan rencana miliknya, dia mengetahui rahasia mengenai Kuroyama Gakuen. Membuat tujuannya bertambah. Morizawa menjadi orang yang tergila-gila dengan kekuasaan. Niatnya yang semula menghancurkan Agni berubah menjadi menghapus Agni.


Morizawa bukanlah orang bodoh. Dia tidak bisa sendirian menguasai sekolah itu. Morizawa yang sedang terpojok menemukan seseorang yang membantunya. Hoshikawa Mirai.


Dengan bantuan Mirai, rencana Morizawa berjalan baik. Dia hanya melakukan kesalahan karena tidak menghitung penerus kelompok Yakuza Kuma. Shirokuma Jin. Tanpa sadar, Agni dan Jin saling membahu. Mereka saling mendukung yang membuat Morizawa kebingungan. Morizawa berpikir jika hanya seorang Agni, dia dengan mudah menyingkirkannya. Tapi dengan bantuan kelompok Kuma, Agni bisa memiliki koneksi lebih dari itu kemudian.


Morizawa mengawasi Agni dan menemukan Agni menjadi sangat pandai dan mendapatkan banyak informasi. Morizawa terpojok, dia merasa semua yang dia lakukan sudah di ujung tanduk dan sia-sia jika dia meneruskan rencana.


Akhirnya Morizawa mengunakan peruntungan untuk menjadikan Jin sebagai sandera. Dia berpikir menaklukkan Agni dengan Jin. Hanya tidak berharap, Jin sangat penting untuk kelompok Kuma.


Jin menghela nafas melihat luar. Dia menutup mata setelah darah di tangan Agni mengenai pipinya. Agni berputar menggunakan tangannya yang tidak terluka dan mengetuk leher belakangnya. Dia tidak sadar dan tidak tau apa yang terjadi. Jin sadar lagi beberapa jam dengan tubuh dingin Agni berada jauh darinya. Agni tewas di sana. Dan Morizawa koma.


Jin melakukan tindakan eksplosif dan hampir membunuh Morizawa. Untungnya, Ayah Jin, Kuma menghentikan Jin. Karena banyak tekanan tiba-tiba, Jin jatuh pingsan beberapa waktu ini.


Setelah bangun, Jin meminta orang-orang kepercayaannya untuk menyelidiki masalah. Jin akan memejamkan mata ketika orang lain masuk ke ruangannya. Berpura-pura sakit.


Informasi yang dia dapatkan di malam hari juga memuaskan. Dia membaca secara detail bagaimana Takano dan Mirai membuat hidupnya dan Agni menjadi permainan.


Jin mendapat semua informasi dan memutuskan untuk membalas dendam mereka. Tapi, baru saja dia mengingat banyak hal. Jin mendesah dan melihat keluar.


Dunia ini sangat aneh dan membingungkan. Dia baru saja menemukannya dan dia sudah pergi lebih dulu.


“…. Aku, terlambat lagi.”