Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Movie Actors Hidden Boss (24)



"Nak, apa kamu ingin tau, kenapa kamu bisa ada di posisi sekarang?"


Jordan hanya diam. Dia mencoba membiasakan dirinya dengan angin dan menenangkan hatinya.


Tidak apa-apa, semua akan baik-baik saja.


"Ini semua untuk balas dendam. Aku akan berbagi sebuah kisah. Dulu, ada seorang pangeran yang sangat tampan, sangat cerdas dan sangat baik dalam segala hal. Tiba-tiba, dia menemukan seorang belahan jiwa, dia ingin bersama dengan belahan jiwa itu, tapi gagal. Setelah waktu yang lama, belahan jiwa itu bersama dengan saudara sang pangeran. Pangeran sangat menyedihkan, bukan begitu?"


Rio berpose menangis sebelum kembali bicara.


"Akhirnya, sang pangeran memutuskan untuk berubah karena putus asa. Tapi, pangeran tidak bisa hidup melihat saudara dan belahan jiwanya bahagia bersama. Dia membuat rencana untuk bersama, tapi rencana itu gagal. Dan belahan jiwanya pergi bersama saudara pangeran. Dari sana, pangeran benar-benar lepas kendali. Dia membuat banyak rencana dalam empat tahun setelah pernikahan saudaranya. Dia menciptakan banyak kecelakaan untuk membunuh saudaranya. Tapi, dia tidak tau rencananya selalu gagal oleh anak kecil. Apa kamu percaya? Seorang anak kecil benar-benar melihat rencana ku yang sempurna. MEMBUAT KU DIBUANG KE LUAR NEGERI!"


Rio menarik nafas dalam-dalam setelah berteriak histeris. Dia sedikit menyunggingkan senyum.


"Saat di luar negeri, aku membangun kekuatan. Aku mengingat mereka yang telah menghina dan menjatuhkan ku. Lalu, aku mendapat nasihat. Jika tidak bisa bersama dengan orang itu, maka tidak ada yang bisa bersama dengannya. Aku membunuhnya. Aku Membunuhnya Dengan Tanganku Sendiri. HAHAHAHAHA."


"Tapi, aku naif. Aku tidak menyangka gadis itu akan menemukan ku. Tapi, Aku berhasil mengancam seseorang untuk menggantikan ku. Dan akhirnya, aku akan segera membuangnya. Benih menjijikkan dari kedua orang itu."


Jordan hanya diam. Dia mengepalkan tangannya saat mendengar kata-kata penuh kebencian dan kegilaan itu.


Sementara itu, Agni telah membuat mobil masing-masing orang didepannya mampu mendengar semua yang terjadi di tempat Jordan. Reza dan Gustam memiliki ekspresi membunuh saat mendengar dia membalas orang-orang yang telah menjatuhkannya. Penyelidikan Gustam tidak salah. Orang ini benar orang yang membunuh kakak dan kakak iparnya. Dia juga membunuh anaknya. Gustam mempercepat mobilnya.


Di dalam mobil. Seluruh hawa dingin disekitar Agni tiba-tiba menghilang.


Ini.....


Benarkah?


Dia sebenarnya berurusan dengan orang cacat mental?


Apa-apaan ini!! (⁠ノ⁠`⁠Д⁠´⁠)⁠ノ⁠彡⁠┻⁠━⁠┻


Agni menarik nafas dalam-dalam, lalu menghembuskannya. Dia selalu berpikir tentang motif pelaku melakukan hal-hal ini. Entah kepentingan warisan, kekuasaan, atau apapun. Dia tidak menyangka itu adalah alasan konyol karena cinta.


Memang, memperjuangkan cinta itu tidak apa-apa. Namun, bukankah seseorang harus tau saat harus menyerah. Dia bilang, dia jenius. Tapi dia dibutakan oleh kebencian dan menghancurkan orang-orang disekitarnya karena alasan cinta?


Kalau ini bukan cacat mental, lalu apa.


Kembali ke gedung. Rio semakin mendekat ke tepi. Kaki Jordan saat ini tergantung ke luar. Hanya sedikit dorongan, dia akan berakhir.


"Setelah selesai menghancurkan dua orang itu, awalnya aku ingin langsung menghabisi gadis itu. Siapa tau, gadis itu sangat lincah dan licik. Dia seperti ayahnya yang lihai. Saat aku sadar, dia sudah mendirikan J.A Company sebagai benteng. Sial, bukankah lebih baik baginya untuk mati ditangan ku daripada membuat hal-hal menjadi semakin rumit."


Rio menarik nafas. Dia melihat orang lain yang diikat di kejauhan.


"Lalu, aku memiliki cara. Karena aku bisa menghancurkan beberapa perusahaan rendah itu. Kenapa aku tidak melakukannya untuk perusahaan lain. Aku akan menyerap perusahaan itu sampai aku bisa melebihi gadis itu."


Kakek Jordan dan beberapa orang mengerutkan kening. Kakek Jordan tiba-tiba memiliki firasat buruk. Tapi, orang-orang yang diikat berpikir jernih. Sekarang, mereka tau siapa yang menyakiti keluarga mereka. Sayang sekali, orang tua itu sudah terlalu tua dan dibutakan keserakahan.


Mengabaikan semua itu, mereka saat ini berpikir cara menyelamatkan Jordan.


"Artis besar. Gadis itu tidak memiliki celah sejak awal. Tidak ada yang bisa menemukan kelemahannya. Tapi, terimakasih. Kamu muncul."


Rio tiba-tiba tertawa. Dia tertawa sangat kencang sebelum berhenti.


"Karena kamu, kelemahannya akhirnya muncul. Aku bisa bertindak. Sejak awal, aku tahu kamu anak dari perusahaan besar G.O.R.D company, jangan katakan apapun tentang ketenaran. Aku mengetahuinya sejak kamu di panti asuhan. Bagaimana? Jangan bagaimana, tentu saja karena aku yang mengambil mu. Hahaha, Kedua orang tua mu sangat dekat dengan mereka, mereka sangat ingin menjodohkan gadis sialan itu dengan mu bahkan sebelum gadis itu lahir. Tapi, aku tidak setuju, aku tidak suka itu. Aku hanya bisa menghilangkan mu. Lalu,"


"Kamu, Kamu...."


Ibu Jordan akhirnya tidak bisa menahan. Dia sangat sedih mendengar teman dekatnya meninggal saat itu. Tapi, lebih dari itu, dia sedih karena anaknya meninggalkannya. Dia tidak menyangka orang kejam dan tidak masuk akal itu ternyata biang keladinya.


"Diam. Aku tidak suka di sela saat bicara."


Seorang pria dibelakang langsung mendekati ibu Jordan. Ayah Jordan yang melihatnya terkejut, dia dengan cepat melindungi istrinya. Pria itu tidak melakukan tindakan apapun. Hanya berdiri dengan tongkat disebelah mereka.


"Sampai mana tadi, ah, benar. Lalu, kamu masuk ke industri hiburan. Dan keluarga mu mengetahui mu. Awalnya, aku ingin G.O.R.D menjadi urutan ke sepuluh yang dihancurkan, karena ada kamu, aku membuatnya menjadi urutan ketiga. Bukankah itu luar biasa. Membuat mu memiliki skandal, menghancurkan reputasi perusahaan, membunuh penanggungjawab utama, atau membuat beberapa kesalahan berantai dari bawah yang menurunkan harga saham dan lainnya. Boom. Perusahaan mudah untuk dialihkan padaku."


Kakek Jordan sekarang hampir jatuh. Jika bukan karena kedua pengawalnya yang mendukung dari belakang, dia mungkin sudah jatuh saat ini.


Bagaimana jika orang itu mengingkari kata-katanya. Kakek Jordan tiba-tiba merasa sedikit menyesal. Dia melirik kedua anak dan menantunya dan cucu yang paling dia banggakan dengan perasaan bersalah.


"Tapi, aku tidak perlu melakukannya lagi. Bukankah ini takdir? Kamu dekat dengan gadis sialan itu, Membuat gadis itu memiliki kelemahan, aku tidak perlu menyusahkan diriku dengan orang-orang tua kejam di mall itu. Tuhan sepertinya ada di pihak ku."


Jordan saat ini mendengus. Sejak dia mendengar J.A company, hatinya bergetar. Dia tidak tau bahwa Agni akan memiliki masalah sebesar ini. Dia tidak menyangka akan jatuh ke tangan orang ini. Dia bisa menebak Agni bermasalah karena ini.


Dia tiba-tiba memiliki sedikit ide berani. Dia melirik keatas.


"Kamu mungkin tidak bisa mengancamnya menggunakan aku. Kami tidak pernah ada dalam hubungan itu. Dia hanya membuatku menjadi tameng untuk menyingkirkan orang lain. Dia..."


"Mengancam? Aku? Hahaha, Setelah ini, aku akan membuat gadis itu menjadi pelaku pembunuhan kalian semua. Aku akan membuatnya merasakan hidup yang lebih buruk dipenjara. Hahahaha, biarkan dia berharap tidak pernah dilahirkan. Biarkan dia merasakan penyesalan paling menyakitkan. Aku tidak akan menawar namamu untuknya. Aku tau aku tidak bisa melawan gadis itu secara langsung."


Saat ini, banyak orang tiba-tiba masuk dengan senjata api. Rio terkejut dan berbalik. Saat dia melihat Gustam, dia memiliki tatapan membunuh.


"Dasar lalat pengganggu. Kenapa kalian semua tidak musnah saja!!"


Beberapa bawahan Gustam langsung melumpuhkan orang-orang kuat di ruangan itu.


Sebelumnya, agar tidak mengejutkan ular, mereka memarkirkan mobil jauh dari gedung. Mereka dengan tenang mengalahkan orang-orang Rio disepanjang jalan. Mereka menggunakan headset untuk melihat tindakan Rio. Mendengar dia sudah sampai diakhir, mereka akhirnya bertindak.


Tapi, Rio yang terkepung tidak panik. Dia melihat sekeliling dengan senyum menyeramkan.


"Setidaknya, aku akan membuatnya menyesal dan merasa bersalah seumur hidup."


Kemudian dia mendorong Jordan keluar. Orang-orang tidak siap. Mereka maju dengan panik, keluarga yang peduli dengan Jordan juga berhamburan mendekat. Saat ini, Rio berusaha kabur. Dia tidak menyangka ada sepuluh orang menunggunya diluar. Meskipun dia pandai beberapa pertahanan diri, itu tidak sempurna. Dia dikalahkan oleh orang-orang itu.


Saat terjatuh. Jordan tiba-tiba memiliki ingatan penting melayang di kepalanya.


"Tenang saja. Aku akan ada di dekatmu. Bahkan jika ada seseorang yang mencoba memisahkan kamu dariku, aku akan menemukan mu. Apakah ini baik-baik saja?"


"Janji tidak akan meninggalkan Ardan. Janji akan selalu menemukan Ardan?"


"Baik, aku berjanji."


Untungnya, dia tidak datang. Untungnya, dia tidak melihat ini. Untungnya, dia baik-baik saja.


Jordan menutup matanya perlahan.


Hanya dalam satu menit singkat, dia merasa bajunya ditarik. Dia membuka matanya untuk menemukan orang yang baru saja dia pikirkan ada didepannya bersama Reza.


Agni melihat Jordan saat akan memasuki gedung. Untuk tindakan pencegahan, dia tidak mengikuti ke atas, dia menunggu dua lantai dibawahnya. Benar saja, kelinci yang terpojok akan menggigit.


"Nona....."


Reza dan Agni berhasil menarik Jordan naik. Saat mereka menghela nafas. Agni terhuyung, kakinya tersandung di udara, dan dia jatuh keluar. Jordan dan Reza sama-sama melebarkan mata mereka. Tapi, mereka masih terlambat. Agni jatuh.


"Tidak." Reza mencoba menggapai Agni. Tapi hanya angin yang dia genggam.


"AGNI!!!" Jordan tiba-tiba mendekati tepian lagi. Reza melihat niat Jordan dan menariknya mundur.


"Tidak, lepaskan aku. Biarkan aku pergi. Nona, nona, Agni, Agni, AGNI.... Jangan...."


Jangan tinggalkan aku....


Terjadi tabrakan besar. Dan orang dibawah sudah hancur. Jordan tiba-tiba menatap kosong ke bawah. Matanya yang terbuka tiba-tiba mengeluarkan air. Reza juga mengalihkan pandangan dari sana.


Mereka tau, itu sudah terlambat. Reza tidak bisa membiarkan Jordan ikut mengalami kecelakaan.


Orang-orang diatas tidak tau siapa yang jatuh. Keluarga Jordan menangis mengira dia sudah meninggal.


Tapi Gustam melihat sekilas rambut panjang yang menari. Hatinya bergetar. Dia mengabaikan orang-orang itu dan keluar.


Di ruangan itu, dia melihat Reza menunduk dengan air mata, sesekali dia terisak. Sementara Jordan ada di depannya. Posisinya menghalangi Jordan bergerak maju. Saat ini, Jordan tidak memiliki ekspresi. Matanya tidak bernyawa. Ada bekas air mata di wajahnya.


Dia berharap, dia tidak pernah mengatakan janji itu.