Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Dragon King Doesn't Married (5)



Sejak Reka dilahirkan, dia telah menemui berbagai jenis Hybrid. Diantara para Hybrid, duyung memang Hybrid paling cantik dan menawan. Rata-rata dari duyung yang telah dia temui memiliki rambut biru dan hijau, yang merupakan ciri khas lautan. Ada juga beberapa duyung yang memiliki tranformasi aneh dengan gigi gergaji atau tubuh atas setengah ikan. Meski begitu, duyung masih makhluk tercantik di dunia. Para Elf yang mencintai kecantikan bahkan akan mengaku kalah jika mereka bertemu para duyung. Tapi, Reka tidak pernah menaruh sedikitpun perhatian pada Hybrid ini. Mungkin karena usia yang masih muda, Reka juga tidak tau.


Bahkan jika mereka akan terpesona dan kehilangan akal saat berhadapan dengan duyung, Reka tidak akan melakukannya. belasan kali dia bertemu duyung, namun tidak ada sedikitpun tatapan memuja dimatanya.


Tentu saja, dia mengakui bahwa duyung itu cantik. Namun hanya sebatas cantik, bagaimana mengatakannya, kecantikan duyung begitu rapuh dimatanya. Duyung memang cantik, mereka juga kuat di lautan, tapi hanya itu. Di daratan, mereka tidak berbeda dari anak-anak manusia. Lemah dan mudah di intimidasi.


Bagi Reka, beast paling menawan yang pernah dia lihat, cantik dan paling kuat di dalam dunia ini hanyalah naga.


Dia pernah bertemu sekali dengan seorang naga jantan. Naga yang dia lihat memiliki rambut hitam panjang dan mata merah, naga itu berubah menjadi manusia di depan matanya.


Saat itu dia tidak panik, dia sangat tenang. Dia tidak tau apa yang dilakukan naga itu, dia hanya tau naga itu tidak akan menyakitinya. Aura yang dipancarkan naga itu begitu kuat dan mendominasi, namun tidak menyakiti Reka sama sekali. Reka tidak bisa tidak terpesona olehnya.


Maafkan Reka yang masih 20 tahun, dia tidak mengetahui akal sehat dunia. Bahkan jika itu duyung paling gagah dan menawan di lautan, Raja Duyung, Neptunus, Neptunus tidak akan dengan berani mengangkat tangan pada seekor naga. Mereka mungkin bisa mengklaim kecantikan di dunia, tapi kekuatan dan dominasi, para duyung akan memberi jalan pada para Naga untuk maju.


Hanya bercanda, beraninya mereka pada kelompok yang bahkan bisa membuat pasukan raja iblis mengalami banyak kerugian 700 tahun yang lalu. Daripada melawan, mereka juga mungkin menyanjung para naga.


Seperti itu, Reka tidak pernah menganggap duyung kuat dimatanya, sampai dia bertemu dengan orang yang dipanggil ‘Yang Mulia’ oleh hybrid lain ini.


Dia jelas seorang duyung, jelas seorang betina, tapi dia sangat kuat. Dia tidak memerlukan perlindungan seperti betina pada umumnya, tidak seperti duyung lain yang melemah setelah berada di daratan, dia masih sangat kuat. Reka bahkan tidak tau bagi air itu datang padanya. Saat ini, Reka mengatur ulang pikirannya, dia harus menghapus kata lemah pada duyung. Duyung tidak sepenuhnya lemah, khususnya dengan duyung di depannya.


Reka melihat duyung itu dengan mata penuh gairah sejak awal. Dia ingin menyapanya. Tapi Reka melihat duyung itu sudah di kerumuni banyak orang. Dia dengan jelas memperhatikan duyung itu dengan baik menerima sapaan mereka. Reka merasakan penyesalan di hatinya. Reka juga ingin maju dan menyapa, tapi dia tidak berani. Sampai mata mereka bertemu.


Mata itu tidak dingin dan acuh seperti yang dia lihat pada naga. Hangat dan ramah. Reka tidak bisa tidak mengingat ibunya ketika melihat mata itu. Hatinya berdetak dengan aneh, sedikit lebih cepat. Tapi begitu saja, saat mata itu berpaling darinya, ada perasaan aneh dihatinya. Bukan kesedihan yang sama ketika ibunya meninggalkannya. Tapi perasaan yang membuatnya tidak rela. Dia ingin mata itu hanya menatap padanya.


Dia merasa dirinya mungkin gila.


Kemudian duyung itu mengatakan namanya, Reka berpikir itu kesempatan, dia mendekati dan menyapanya. Ketika merasakan duyung itu ingin bicara dengannya, kebahagiaannya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Dia senang. Tapi duyung itu kembali di kelilingi banyak orang.


Bagaimanapun, Reka adalah anak 20 tahun yang setara dengan anak manusia berusia 10 tahun. Dia kesal dan ingin bertindak impulsif, namun berhasil menahannya. Sampai gadis itu datang dan mengajaknya pergi. Hanya mata yang mengisyaratkan agar dia mengikuti duyung itu. Reka tidak banyak berpikir dan mengikutinya. Sampai dia melihat duyung itu jatuh duduk dan memejamkan mata lelah.


Saat itu, Reka menemukan wajahnya pucat dan kurang darah. Alih-alih merasa duyung ini lemah, dia kebingungan, ada perasaan yang memberitahunya untuk menyelamatkan duyung ini,


Dia bisa merasakan bulu mata gadis itu bergetar kelelahan. Mengingat apa yang sudah terjadi, Reka tidak bisa menahan penasaran gelisah. Apa yang sudah dilalui gadis ini, dia tidak tau harus berbuat apa, saat itu dia merasa tidak berguna. Tapi nalurinya masih mempu bergerak. Dia pergi mengambil minuman dan makanan yang di temukan dari tenda prajurit yang sudah mati dan membawanya ke gadis itu.


Reka melihat gadis itu kembali duduk dengan tegak, dia perlahan mendapatkan rona mewah di wajahnya yang masih sedikit pucat, Reka berpikir, gadis itu sangat kuat, bahkan jika dia dalam kondisi yang lemah, dia pulih dengan cepat.


Saat itu, Reka momen khawatir di hati Reka mengempis. Namun dia masih tidak membiarkan gadis itu sendiri, dia perlahan mendatanginya, memberi gadis itu air dan makanan yang dia ambil. Gadis itu awalnya terkejut sebelum menerima pemberiannya dengan senang hati. Setelah menerima minuman darinya, gadis itu melihatnya dengan mata berseri-seri.


Ada arus hubungan pendek di kepala Reka. Dia tidak bisa berpikir dan hanya melihat wajah memukau gadis itu berlama-lama, sampai tidak tau kapan gadis itu berdiri menepuk pundaknya.


“Ya, aku belum tau siapa namamu.”


“Lóng[1]?”


Agni memiliki senyum samar di bibirnya. Dia mengenal kata ini. Dan kata ini benar-benar pantas untuk pemuda di depannya.


Ini memang bukan waktunya, tapi tidak salah bagi Agni untuk membantu Reka berkembang. Mengetahui bahwa tugas itu tidak mungkin dia lakukan sendirian, membuat Reka menjadi sekutu bukanlah hal yang salah. Meskipun, sekutu ini akan membantunya melakukan banyak hal yang seharusnya dia lakukan atas perintah sistem.


Siapa yang tidak mau pekerja gratis?


Agni tidak pernah cukup melakukan hal menarik. Cukup dengan dunia pertama yang merupakan dunia uji coba. Agni tidak banyak melakukan hal menarik selain bermain dengan otaknya. Dunia kedua juga tidak memerlukan banyak pemikiran, itu hanya seperti puzzle yang harus dicari setiap pecahannya. Yah, meskipun akhirnya tidak memuaskan karena musuhnya adalah orang gila karena bucin.


Agni tiba-tiba merasa sangat kesal, tapi dia tidak bisa membalas sistem, semua itu juga terjadi diluar kehendak sistem. Dia dengan tenang merencanakan pengalihan tugas ke orang lain. Bahkan jika tugas ini seharusnya miliknya, apa yang salah ji dia bersenang-senang dan membuat orang lain melakukan tugasnya. Dia tidak melakukan ini setiap saat.


Dia akan melakukan apa yang dia mau selama tugas selesai, dia yakin sistem tidak akan mengeluh.


Lalu, pilihan terbaik untuk melakukannya tugas ini tanpa membutuhkan dia bersusah-payah mengulurkan tangan, ada disini. Pemuda yang melihatnya dengan mata rubah yang bisa mencuri hari seseorang. Tapi, mata itu tidak menunjukkan kedipan setelah sekian lama.


Tunggu, apakah ada yang salah dengan orang ini? Tidak mungkin. Dia tidak bisa kehilangan satu kunci.


“Hei, apa kamu baik-baik saja?”


“Ah.... Aku, Ya....”


Agni bisa melihat wajah Reka berubah menjadi merah muda. Dia mengalihkan pandangannya ke arah lain.


Itu dia?


Begini saja?


Tidak, adakah yang bisa memberitahunya bagaimana peran utama dunia ini bisa begitu mudah jatuh dibawahnya. Bagaimana bagian penuh perhitungan untuk membuatnya melakukan apapun yang dia inginkan!!


Bajingan!


Bukankah ini akan mudah?!


Sistem, keluar! Jelaskan padaku! Aku berjanji tidak akan membunuhmu!!


Pojok penulis:


[1] Lóng \= Bahasa China yang berarti Naga.