
'Karena mereka tidak berguna. Tidak perlu bagi mereka untuk mencoba mendekati target lagi.'
[Anda... Benar.... Nyo....]
Sistem tiba-tiba kehilangan suaranya.
Agni tidak banyak mempermasalahkan. Dia melihat ke ujung koridor dan menemukan seseorang bersandar di dinding menunggunya.
Ada sedikit perasaan aneh di hati Agni. Dia mengabaikannya dan pergi dengan Jordan ke mobil.
Mereka pergi ke rumahnya. Dia membangun dan membeli rumah di tempat-tempat yang sering dia kunjungi. Ini juga lebih praktis saat bepergian daripada selalu mencari hotel atau penginapan.
Agni bersandar pada kursi. Dia menemukan Ryan hari ini berkat bantuan sistem. Setelah menyelidiki keluarga mereka sangat lama, dia menemukan bahwa semua tebakannya salah.
Masih ada seseorang dibalik layar yang mencoba menyakiti Jordan.
Agni menutup mata lelah. Jordan disebelahnya juga tidak menganggu. Dia bermain dengan ponselnya sendiri.
Sistem memberitahu dia bahwa kemajuan perbaikan dunia sudah 48% yang tidak mengejutkan. Meski sistem heboh, Agni tetap santai. Apa yang dia lakukan adalah karena usahanya sendiri, tidak perlu baginya untuk terlalu bersemangat.
Sistem saat ini sedang hening entah bagaimana. Sistem tidak memberitahu Agni apa yang terjadi. Namun dia dan sistem tau bahwa hal ini terjadi karena adanya protagonis. Selama Agni dekat dengan protagonis dalam beberapa jarak, sistem tidak akan bisa menghubunginya. Dia ingat sepertinya ini tidak terjadi di awal misi.
Agni melakukan percobaan beberapa kali dan memastikan sistem benar-benar tidak bisa dihubungi ketika dia bersama protagonis dalam jarak 3 meter.
Mereka sampai dikediaman. Yona tidak tinggal disini. Dia memilih untuk pergi ke hotel yang dekat perusahaan. Yona kembali ke perusahaan bersama pengemudi sementara Jordan masuk dengan Agni.
Rumah ini juga digunakan Jordan saat dia kembali dari syuting. Agni mengatakan lebih nyaman dan memberinya kunci dengan mudah.
"Aku akan memasak, nona, kamu bisa beristirahat sebentar."
"Pesan saja makanan. Kamu juga lelah hari ini."
Jordan merasa hangat dihatinya. Tapi dia menggelengkan kepala.
"Tidak perlu, aku akan membuat mie ayam bagaimana?"
Bukankah untuk menarik wanita, pertama-tama ikat dulu perutnya?
Jordan sedang melakukan itu.
"Oke, buat punyaku agak pedas."
Jordan mengangguk dan pergi ke dapur. Agni juga tidak menganggur, dia pergi ke ruang belajar.
Saat ini sistem bisa bicara dengannya meski sedikit putus-putus, seperti kekurangan sinyal.
Agni melihat dokumen di mejanya dan mulai mengerjakan. Untuk urusan hari ini, dia sudah meminta dokumen ke rumah. Dia akan rapat di sore hari dan menyelesaikan proyek cabang sebelum pergi ke kota berikutnya.
Agni tiba-tiba merasa kagum pada pemilik asli karena berusaha sangat keras. Pantas saja bisa mendapatkan kedudukan tinggi di usia muda.
Jika GORD company bisa memasuki 500 besar daftar dunia sebagai orang kaya. Agni dengan JA company sangat luar biasa bisa memasuki 20 besar.
Agni dengan tenang mulai mengerjakan dokumen kembali.
Akhir-akhir ini banyak berita di lingkaran mengenai Jordan diasuh. Namun tidak ada yang menemukan bukti nyata. Banyak media yang tidak berani menyebarkan desas-desus mengenai hal itu di masyarakat umum. Dan ada beberapa yang berhasil mendapatkan bukti hanya diam dan tidak bergerak.
Dimas telah gagal beberapa bulan yang lalu. Dia sangat kesal karena Jordan berhasil dengan baik dan menarik seorang wanita kaya.
Dia mendengar berita itu. Awalnya dia menertawakan Jordan snpai dia tau siapa wanita yang bersama Jordan. Jika saat itu Jordan digantikan oleh dia, mungkin dia saat ini menikmati semua yang dimiliki Jordan.
Dimas mengingat wanita tua yang semalam bersama dengannya tiba-tiba merasa jijik. Kenapa Jordan bisa mendapatkan wanita kaya, cantik dan muda sedangkan dia harus bersama wanita tua. Ini sangat tidak adil.
Dimas menunggu sangat lama dan akhirnya menemukan trobosan. Seseorang memberinya banyak foto Jordan dengan wanita itu dalam berbagai pose ambigu.
Melihat wajah cantik di foto, Dimas benar-benar merasa Jordan sangat beruntung yang memuaskan.
Ponsel di dekatnya tiba-tiba berdering. Dimas melihat nomor tidak dikenal dan menjawabnya dengan cepat.
"Halo."
"Menerima fotonya?"
"Apakah ini dari anda. saya menerimanya. Namun, bagaimana saya harus melakukannya. Saya tidak berani menyinggung wanita ini."
"Jangan khawatir, target kita hanya Jordan."
Dimas terdiam lama. Kepalanya tiba-tiba mendapat ide. Dia mengangguk mengerti. Mengingat dia sedang melakukan panggilan. Dia dengan tergesa-gesa menjawab bahwa dia mengerti dan akan segera melakukannya.
"Nona, kamu benar-benar pergi hari ini?"
"Kenapa?"
Jordan dan Agni saling memandang. Mereka ada di ruang tamu, Agni membawa sebuah koper kecil hitam yang terlihat tidak begitu berat.
Persetan dengan tubuh dan cinta! Dia saat ini sangat berharap Agni menginginkan semua itu dirinya.
Dia tidak ingin munafik, sejak Agni menyelamatkannya. Jordan sudah memiliki kesan tinggi pada Agni.
Tapi sepertinya tidak bisa. Agni memang memperlakukan dia dengan sangat baik, namun perlakuan itu tidak seperti seorang kekasih, seolah Agni hanya menjaganya.
"Tidak rela?"
"Hm!!"
Jordan berkedip panik. Apakah dia ketahuan. Tidak, ekspresinya tidak pernah bocor. Melihat wajah Agni, Jordan tau dia sebenarnya tidak serius mengatakannya. Jordan merasa kehilangan dihatinya. Namun dia tidak menunjukkannya. Dia melihat Agni dengan senyum.
"Ya, akan sangat menyenangkan jika kamu tidak pergi. Bisakah kamu tetap disini sampai aku selesai syuting."
Mereka kembali memandang, Agni menunduk dan mengeluarkan ponselnya.
"Tentu."
Ya? Apa yang baru saja dia dengar?
Agni menyetujui permintaannya begitu saja?
"Aku, aku bercanda."
"Benarkah? Jika kamu ingin aku tinggal, aku tidak masalah. Aku hanya perlu mengundurkan jadwal."
Jordan merasa sangat senang. Dia tidak tau alasan Agni bersedia menerima permintaannya dengan sangat mudah. Meski dia tidak pernah meminta apapun, tapi apa yang dilakukan Agni saat ini benar-benar membuat Jordan sangat bersemangat.
Apakah dia memiliki kesempatan. Apakah ada sedikit harapan baginya. Jordan mengambil tangan Agni yang memegang ponsel dengan reflek. Dia melihat wajah Agni. Melihat wajah tenang dan mata hitam murni Jordan seperti disiram air dingin.
Apa yang dia pikirkan. Tentu saja itu tidak mungkin.
"Ya, aku hanya bercanda. Pergilah."
"Jika kamu mengatakan itu, baiklah."
Agni tentu saja tidak ingin terlalu bersama Jordan. Alasan terbesarnya adalah dia kesulitan menghubungi sistem. Dia sudah meminta sistem memata-matai Dimas, wanita yang bertemu dengannya di lift dan wanita yang menargetkan Jordan. Tiga hari yang lalu, sistem mengatakan ada perkembangan. Namun dia masih harus memastikan. Selain data dalam komputer, dia tidak bisa mengetahui isi pikiran Dimas dan orang di belakangnya.
Sebelumnya, dia melihat wajah Jordan penuh keterikatan. Entah apa yang ingin dia sampaikan, mungkin masalah syuting, atau masalah keluarga kandungnya. Mungkin dia mendengar sesuatu saat dia bersama Ryan. Agni tidak tau. Ketika dia berpikir akan tinggal dan menunggu Jordan mengatakan apa yang mengganggunya, Jordan kembali normal dan mengatakan itu hanya bercanda.
Agni menerima itu begitu saja dan berangkat.
Agni pergi bersama Yona. Jarak antara bandara dan rumahnya sekitar 3 jam. Saat dia hampir sampai, sistem tiba-tiba berdering.
[Ding~ Ding~ Ding~]
'Foxy, berisik. Ada apa?'
[Nyonya, ini gawat, perkembangan tugas anda menurun menjadi 35% dan ini terus menurun!!]
'Apa yang terjadi?'
Melihat tuan rumahnya yang tenang, sistem juga ikut tenang. Dia mulai membuat laporan pada Agni.
[Ada berita buruk di internet mengenai Jordan. Itu adalah gambar ambigu dengan seorang wanita. Wajah wanita itu dibuat menjadi mozaik. Namun wajah Jordan terlihat sangat jelas. Ini adalah foto yang saya laporkan pada anda 3 hari yang lalu. Saya berhasil menyelidiki orang yang mengincar Jordan, namun saya belum memastikan wajah dan alasan dibalik prilakunya. Berita buruk di internet berasal dari Dimas]
Mata Agni menjadi dingin. Mereka sudah berhenti di pintu masuk bandara. Namun Agni tidak turun. Dia melihat spion persegi yang menempel di atas. Dia mengucapkan kata-kata dengan nada rendah.
"Kembali."
Pengemudi itu terkejut. Dia sudah melayani Agni sangat lama. Pada awal Agni mendirikan perusahaan, suhu tubuhnya sangat rendah mencekam, hampir seperti sekarang. Dia sangat kejam dalam setiap tindakannya. Kemudian perusahaan membaik, Agni juga berangsur-angsur tenang.
Melihatnya sekarang, siapa yang membangunkan singa ini.
Pengemudi dengan patuh mengangguk. Dia memutar mobil kembali menuju rumah.
'Foxy, cadangan foto dan foto yang tidak memiliki posisi aneh. Berikan padaku. Aktivitas sehari-hari kami, berikan aku foto mengenai itu juga.'
[Nyonya, apakah anda sudah memikirkan tindakan balasan sejak lama]
Agni hanya diam. Jika dia tidak membuat rencana, apakah dia akan menunggu sistem tidak berguna ini membantunya. Agni berpikir, selama dia bisa melakukan semuanya sendiri, untuk apa meminta bantuan orang lain. Itu hanya akan merepotkan.
'Juga, awasi orang itu. Aku ingin semua informasi tentangnya.'
[Baik. Tapi, orang ini, meskipun belum banyak data yang terkumpul, ada satu orang yang berhasil disimpulkan, anda juga mengenalnya]
'Siapa?'
[Paman Reza, teman dari tubuh asli]
Agni menyipitkan matanya. Menarik, tubuh asli memiliki sedikit memori tentang orang ini.