Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!

Quick Transmigration System: Male God, Please Don'T Kneel Down!
Dragon King Doesn't Married (10)



Tanah ini penuh dengan bebatuan sepanjang pandangan mata. Tidak ada tumbuhan selain lumut yang tumbuh. Beberapa kali terdapat bunga atau rumput setinggi 10 sentimeter yang tumbuh diantara celah atau ujung-ujung batu.


Agni menghela nafas lelah. Jika bukan karena air yang ada di bawah kakinya yang masih mengalir, mungkin dia sudah menyerah dan memilih untuk tidur di tempat.


Lagipula, mengapa? Mengapa Raja Iblis yang seharusnya dibangkitkan lagi dalam tiga ratus tahun akan kembali pada zaman sekarang? Mereka pasti bercanda!


Kembalikan dia ke dunia awal atau dunia kedua. Dia ingin bermain sebagai anak SMA atau bos besar. Dia tidak mau menjadi pesuruh seperti ini!! Percuma saja mengeluh.


Agni sedang dalam perjalanan mencari darah naga. Untuk membangkitkan darah naga Reka, dia membutuhkan sebuah mutiara laut dan darah yang akan dibangkitkan.


Dia telah memberikan mutiara laut tersebut ke Reka dan memintanya menelannya. Mutiara laut ini dia dapatkan dari hadiah sistem sehingga Agni tidak perlu bersusah-payah mencari di kedalaman laut.


Sementara untuk mendapatkan darah naga, dia akan membicarakannya setelah melewati gunung batu ini. Agni pergi seorang diri, sementara Reka mengajukan diri untuk melihat istana bersama Feru. Sebelumnya...


"Jika mereka membutuhkan darah Hybrid muda untuk membuka segel Raja Iblis, mereka tidak akan membunuh Hybrid begitu saja. Mereka akan mengumpulkannya sebelum digunakan. Dan dari kata-katamu, sepertinya, putri jadi-jadian itu belum menemukan tempat Raja Iblis disegel."


Dibawah tatapan penuh harap dan gembira dari dua Hybrid dan Feru, Agni melanjutkan. "Tentu saja ini hanya spekulasi saya, tidak menutup kemungkinan dia membunuh dan mengekstrak darah Hybrid terlebih dahulu atau sudah menemukan lokasi segel Raja Iblis."


"Kalau begitu saya akan melihatnya," kata Reka dengan serius. Agni tidak keberatan, dia hanya melihat Feru.


"Tidak, kita tidak bisa kembali," protes Feru. Dia lebih mengetahui tentang situasi ini dibandingkan dengan dua Hybrid ini. Mereka hanya akan membahayakan nyawa mereka jika pergi.


Namun, Reka tidak menyerah. "Aku harus pergi."


"Tidak, Hybrid seperti mu hanya akan menjadi tumbal di sana."


"Tapi aku harus melihat keadaan yang lainnya," ujar Reka dengan penuh tekad.


Feru yang mendengar itu menunduk. Dia berkata dengan tenang, "Aku sudah cukup."


"Tidak. Kamu adalah manusia, kami tidak bisa percaya padamu," sanggah Reka dengan cepat.


Kedua Hybrid dewasa yang tinggal bersama mereka tentu saja mendukung pendapat Reka. Ini membuat Feru memiliki keputusan yang sulit. Jika bukan karena situasi saat ini, Agni merasa mereka seperti sepasang kekasih yang sedang berdebat. Meskipun mereka sama-sama adalah laki-laki, cara bicara mereka yang saling melindungi benar-benar membuat Agni tertawa di dalam hatinya. Sangat disayangkan keadaan seperti ini, atau mungkin dia bisa menikahkan mereka.


"Mari kita dekatkan mereka," pikir Agni.


Melihat situasi yang masih membeku dan tegang, Agni dengan wajah tenang dan terlihat tidak menyembunyikan apa-apa, kembali bicara. "Pergilah bersama, Feru dan Reka. Hindari semua manusia, prioritaskan menemukan Hybrid. Ingat, hanya mencari."


"Lalu bagaimana dengan kami?" tanya kedua Hybrid tersebut.


Agni menjelaskan bahwa dia meminta dua Hybrid tersebut untuk memimpin Hybrid lain untuk pergi mencari tempat bersembunyi. Jika tidak menemukan, biarkan mereka bergabung dengannya ke wilayah duyung. Biarkan mereka membangun kekuatan dengan tenang dan aman. Jika sewaktu-waktu Raja Iblis benar-benar dibangkitkan, mereka bisa ikut bertarung dan membantu.


Kedua Hybrid tersebut setuju untuk pergi ke wilayah duyung. Keduanya merasa bahwa mereka bisa menemukan keluarga mereka di sana. Agni meminta mereka untuk mengumpulkan orang-orang dan memberi Reka perbekalan.


Dua hari kemudian, Agni mengirim Reka dan Feru pergi. Itu benar-benar hanya dua orang. Suku Rubah memiliki keterampilan unik untuk menyamarkan bau mereka dan berpenampilan seperti manusia asli. Agni memberikan mutiara laut untuk ditelan Reka saat itu. Agni berkata, "Kamu seharusnya bisa merasakan darah naga. Kamu bisa mencoba membangkitkannya. Sementara itu, aku akan mencari katalis agar kamu bisa berubah menjadi naga lebih cepat."


Reka sangat terkejut saat itu karena tidak menyangka ada darah naga mengalir di nadinya. Dia memberikan banyak pertanyaan kepada Agni, dan Agni juga menjawab pertanyaannya dengan sabar. Kemudian, Reka dan Feru pergi.


Kembali pada saat ini, Agni baru saja melewati gunung pertama dan paling pendek. Namun, ada delapan gunung batu lagi yang harus dia lewati. Agni tidak tahu apakah dia berhasil sampai ke tujuannya.


"Aku seharusnya menyerahkan ini ke seseorang yang lain," ucap Agni penuh penyesalan.


Di gunung tengah, puncak tertinggi, seekor ular sanca hitam besar merayap melewati batu-batuannya. Di depannya ada makhluk besar yang tubuhnya biru dan hampir sama seperti batu-batu di sekitarnya. Ular itu mundur, namun makhluk itu berhasil menangkapnya.


"Ular lezat. Troll bisa makan ular lezat malam ini," kata makhluk itu.


Ular itu meronta-ronta mendengar ucapan makhluk itu. Troll menyeret ular ke dalam sebuah gua raksasa. Di dalamnya terdapat peralatan makan yang besar dari kayu dan batu.


Troll itu menimbang ular di tangannya, lalu ia memasukkan ular ke sangkar yang ia kira cukup. Kemudian, ia mempersiapkan bumbu untuk memasak ular dan membuat api untuk merebus air.


Namun, saat ia sedang sibuk, ular itu berubah menjadi manusia kecil yang bersembunyi di celah batu dan melihat lubang masuk yang tertutup rapat. Manusia ular tahu bahwa ia tidak bisa lolos dari tempat itu.


Setelah semuanya siap, Troll ingin mengambil ular itu, tetapi ia tidak menemukannya.


"Makan malam? Dimana makan malam, Troll? Ular kecil? Ular kecil!" gua itu dipenuhi teriakan kesal dan marah dari Troll yang kehilangan makanannya.


Tiga hari kemudian, Agni tiba di puncak tertinggi. Ia merasa sangat bahagia sehingga ingin menangis.


Dari puncak, pemandangan berbeda tampak. Empat gunung terakhir memiliki banyak tanaman meskipun tanah mereka tidak jauh berbeda dari empat gunung yang telah dilewati Agni. Meskipun empat gunung pertama memiliki banyak tanaman, tidak semuanya bisa dimakan. Mulai dari puncak gunung, dibelakangnya terdapat lembah dan hutan yang mengagumkan.


Agni mengambil beberapa buah dan tanaman yang ada di hutan. Saat ia mencari tempat duduk untuk makan, ia terperangkap di sebuah jebakan dan tiba-tiba terangkat ke udara, terperangkap di dalam jaring.


Sebelum ia bisa melakukan apapun, sebuah batu besar bergerak ke arahnya.


"Troll mendapatkan ikan!"


"Hah?"