
*****
Hari ini aldi harus bekerja dan tentu saja ia berat meninggal kan istri nya. Tapi sebagai seorang suami tentu ia tidak mau bermalas-malasan dirumah.
Aldi turun ke lantai bawah dan berbicara dengan lucas. Mereka sudah rapi dengan pakaian dan dasi mereka.
" lucas cek semua dokumen apakah sudah lengkap? Kalau sudah kau ikut ke kantor bersama ku".
Ucap aldi.
"Sudah tuan".
Ucap lucas.
" sebentar kau tunggu disini".aldi berbalik dan kembali ke lantai atas.
Aldi kembali kekamar dan melihat revia.
Sementara revia enggan membuka matanya.
"Kenapa kembali? Bukan kah seharusnya kekantor? ".Revia melihat aldi yang baru masuk.
" sayang bukan kah sebaiknya kau ikut bersama ku".
Ucap aldi.
"Aku mager ah, gara-gara kamu juga kan, udah berangkat aja sana ".Revia mengusir aldi.
" baiklah pagi ini aku ada jadwal meeting, jaga diri baik-baik oke".aldi mengecup pipi revia.
"Oke kau sudah ribuan kali mengatakan itu pergilah sayang".Ucap revia.
" baiklah daaa sayang".aldi berangkat bersama lucas.
Aldi meeting bersama client dan tak terasa sudah waktu nya jam makan siang. Aldi kembali keruangan bersama lucas dan juga sekretaris pribadi nya, ya seorang wanita sexy yang senantiasa menempel dan berusaha mendapatkan aldi.
" pergilah makan siang. Aku dan lucas akan keruangan ku".Usir aldi pada sekretaris nya .
"Bagaimana dengan anda tuan? Anda tidak makan siang bukan kan sebaiknya kita makan siang bersama? ".
" tidak pergilah".aldi enggan menanggapi nya.
"Ayolah".Paksa wanita itu. Seakan sudah terbiasa melakukan itu
Perempuan itu menggandeng tangan aldi tepat saat aldi membuka pintu ruangannya, disana sudah berdiri revia yang berniat memberikan kejutan kepada suami nya tapi ternyata dia lah yang dikejutkan oleh apa yang ia lihat sekarang. Revia melihat itu semua tepat didepannya.
" sayang? ".
Aldi kaget dan menepis kasar tangan sekretaris nya tersebut.
" seperti nya aku datang diwaktu yang ga pas ya? Aku pergi aja deh".
Revia mengemasi tas nya dan ingin pergi tapi aldi menahan istri nya.
"Sayang ,sayanggg hei ....dengerin dulu ini ga seperti yang kamu lihat".aldi buru buru mendekati istri nya.
" biarkan saja dia pergi, anda sibuk kan nyonya revia".
Ucap wanita yang berstatus sekretaris aldi tersebut.
"Lucas antarkan aku ".
Revia menatap lucas.
" lucas diam disini!! ".
Perintah aldi.
" lucas kau dengar tidak! Antarkan aku pulang sekarang ".
Ucap revia.
" tidak! ".
Ucap aldi.
Aldi dan revia menatap lucas tajam.
Yatuhan aku harus mengikuti perintah siapa, ini semua karna perempuan ular ini membuat kacau saja, berani sekali dia bertingkah seperti itu didepan istri tuan muda.
Batin lucas.
" baik aku pulang sendiri ".
Revia meninggal kan aldi, sementara aldi terus ditahan oleh perempuan itu.
Revia dengan cepat pergi dari kantor aldi. Sehingga aldi tidak sempat menyusul revia.
Revia masih didalam taksi ia tidak tau kemana ia harus pergi sekarang.
" kerumah amanda? Aaa tidak tidak dia pasti sibuk mengurus pernikahan".
Gumam revia..
Revia mendapatkan ide dan menelfon kakak ipar nya.
Telfon
"Hallo revia ada apa? "
"Kakak sibuk ga? ".
Ucap revia.
" engga sibuk malah bosen dirumah sendirian, kan davie pergi kekantor ucap clara sendu.
" baiklah, hati hati dijalan ya dek".
Ucap clara.
rumah.
Revia sampai dirumah nya kembali, tentu saja vino melihat itu karna ia ditugaskan menjaga dana mengawasi clara dirumah bersama para bodyguard.
"Revia? Kenapa kesini? Ada perlu dengan davie? Aldi menyakiti mu? ".
Vino langsung menghujani revia dengan banyak pertanyaan.
" astaga kak Vino apakah aku tidak boleh datang kerumah ku sendiri".
Ucap revia.
"Tentu saja boleh tapi wajahmu, seperti habis menangis ayo mengaku. Aldi menyakiti mu? Akan ku telfon davie? ".
Ucap Vino.
" tidak mata ku tadi kemasukan debu aja aku masuk dulu oke, i'm fine".Ucap revia meyakinkan. revia kabur begitu saja dari hadapan vino yang menatap nya dengan penuh rasa curiga.
"Eh revia".
Clara memeluk revia yang baru masuk.
" ayo duduk ".
Revia dan clara duduk diruang tamu.
Mereka bercerita revia menceritakan semua kepada clara, layak nya seorang adik menceritakan masalah nya pada kakak nya, mereka menghabiskan waktu dengan maskeran bersama dan makan di cafe favorit revia.
" seru juga ya jalan-jalan begini tanpa suami wkwk". Canda clara.
"Iya hehe".jawab revia.
" oh iya nanti kamu mau pulang atau gimana saran kakak sih, sebaiknya pulang dan bicarakan masalah kalian. Kakak ga ngusir kamu, kalau misalnya kamu belum nyaman ketemu aldi, kamu menginap saja".
Clara memegang tangan revia.
Tiba -tiba HP revia berdering sudah ratusan kali HP itu bersuara dan disana tertulis nama aldi.
"Angkat aja, gabaik loh dia pasti nyariin kamu". Saran clara.
" huft oke kak".
Revia mengangkat telfon dari aldi, dan benar saja nada kekhawatiran aldi terdengar sangat jelas.
"Sayang kamu dimana? ".
" kamu gapapa? ".
" maafin aku re, ayo pulang sayang *.
Ucap aldi bertubi -tubi.
"Kamu nanyain aku? Ga sama simpanan kamu aja? ".jawab revia.
" astaga sayang. Aku tidak punya simpanan, dan kalau kamu mau aku akan memecat wanita itu sekarang ".
Ucap aldi.
" kalau aku mau? Berarti kamu gamau dong? ".Ucap revia tegas.
" re, bukan gitu dengerin aku, kamu puang kita selesaikan ini ".
Revia memutuskan sambungan telepon sebelum aldi sempat selesai berbicara.
" kak pulang yuk, aku nginap di tempat kakak aja".revia terlihat menahan air mata nya
malam hari.
revia akan beristirahat namun ia mendengar suara ribut-ribut antara bodyguard nya, ya dengan siapa lagi kalau bukan suami nya.
"kalian melarang ku masuk? kau ingin mati ya".aldi kesal dengan bodyguard nya davie ini yang menghalangi ia bertemu istri nya sendiri.
" maaf tuan, ini perintah dari nona revia sendiri ".
ucap bodyguard itu.
" lepaskan dia ada apa ini".clara datang dan menyuruh bodyguard itu pergi.
"huft syukur lah kau datang kakak ipar, dimana istri ku".
" dia ada dikamarnya masuklah, dia tidak baik baik saja, kelihatan nya murung sekali".
clara kasihan dengan mereka.
"aku akan melihat nya dulu".
pamit aldi.
revia mendengar itu semua ia pura pura tertidur dikamar nya, ia enggan harus berbicara dengan suami nya itu. sesampainya aldi dikamar revia, ia melihat wanita itu tertidur.
" sayang".aldi mendekati revia.
"huft, sudah tidur ya, maafkan aku ya sayang. tapi jujur aku tidak mencintai siapapun selain dirimu".aldi mengelus kepala revia.
" selamat tidur tuan putri, aku tidak akan mengganggu mu istirahat lah".
aldi memilih tidur di sofa kamar itu, ia tidak ingin membuat revia marah lagi.