Queen January

Queen January
Amanda kecelakaan (part 82)



Sekarang daffa dan amanda tengah asik berada disuatu tempat bersama daffa.



"Aku senang menghabiskan waktu bersama mu, aku ingin selamanya seperti ini".


Ucap daffa tulus.


" lalu kapan? ".


Ucap amanda.


Daffa menatap amanda dan mengerti maksud dari perkataan amanda.


" setelah orang tua ku kembali dari semua kesibukan dan bisnis mereka".


"Kenapa? ".


Tanya amanda.


" apa maksud mu kenapa? ".


Daffa bertanya balik.


" kau tau, kurasa revia adalah gadis yang beruntung karna mendapatkan kepastian dari cinta nya, sementara aku, entahlah ".


Amanda mencurahkan isi hati nya.


" Maaf amanda. Aku janji akan membicarakan ini dengan orang tua ku. Jadi sabar dulu ya".


Daffa merangkul amanda.


"Baiklah mari kita pulang ".


Amanda mengajak daffa karna haripun semakin gelap.


" let's Go".


Ucap daffa.


Amanda berlari duluan meninggal kan daffa.


"Sayang, stop jangan lari-lari ".


Cegah daffa.


" why?".


Ucap Amanda berjalan mundur tanpa ia sadari ia telah berada dijalan, sekarang sudah gelap dan tentu saja mobil dengan kecepatan tinggi tidak melihat Amanda yang mundur tiba-tiba.


"Amandaaaaaa!!!!! ".


Teriak daffa saat itu, daffa dengan sangat jelas melihat bagaimana Amanda tertabrak oleh mobil tersebut.


Amanda merasakan sakit di sekujur tubuh nya dan berikut nya yang ia rasakan hanya gelap.


" Amanda! Bertahan lah, please ".


lirih daffa.


Daffa membawa Amanda ke dalam mobil dan dengan segera kerumah sakit.


" kamu pasti kuat sayang, bertahan lah".


daffa khawatir melihat keadaan Amanda saat ini dengan darah yang mengalir terus di kepala nya.


Sementara yang menabrak Amanda sudah kabur begitu saja .


daffa tak sempat memikirkan itu karna yang terpenting baginya sekarang adalah keselamatan Amanda.


*


*


*


Rumah revia.


"Ekhem udah balik? ".


kata davie pada adik nya itu.


Tatapan davie seperti mencurigai seorang pencuri.


" udah. Kakak juga udah? ".


Revia tersenyum dan menghindari tatapan kakak nya.


" gausah basa basi, kamu ngapain sama aldi tadi hah? ".


davie mendekati adik nya, menginterogasi revia.


" aku? Ga....... ".


Belum sempat revia berbicara handphone nya tiba-tiba berdering.


" bentar kak".


revia mengambil ponsel dari tas nya, dan ternyata yang menelfon adalah daffa.


" siapa aldi ya? Barusan ketemu ga puas apa?dasar kalian,pasangan bucin".


Timpal davie.


" bukan. Ini daffa tauk".


Revia mengangkat telfon dari daffa.


Telfon.


"hallo kenapa daffa? ".


" hallo re buruan ke rumah sakit. A-amanda kecelakaan".


"Apa??!!.


" iya re aku serius, aldi juga mau kesini,kamu buruan datang. Udah ya aku mau ngabarin itu aja".


daffa memutuskan panggilan.


Terlihat raut wajah panik dari revia segera ia berbalik dan menuju mobil.


dengan sedikit berlari revia memasuki mobil nya.


"Nona! Anda mau kemana".


Ucap salah satu bodyguard.


Tapi davie memberikan tanda agar bodyguard itu membiarkan revia pergi.


bodyguard itu pun mengangguk dan mengerti.


Rumah sakit.


Terlihat disana ada orang tua Amanda. Dan juga ada aldi dan daffa. Yang sedang mondar mandir didepan ruangan amanda.


revia segera mendekati mereka.


" hallo om tante ".


Revia bersalaman dengan orang tua amanda dan menarik daffa.


" sini gua mau bicara sebentar ".


Bisik revia.


" w-what".


Ucap daffa.


"Gimana amanda bisa kecelakaan sih, trus yang nabrak siapa! ".


Revia menginterogasi daffa.


" SUMPAH,, aku juga gatau siapa yang nabrak revia,ini juga lagi diselidiki."


Daffa sedikit tegang karna revia mengintimidasi dirinya.


" kalau amanda sampai kenapa-napa awas ya, harus nya kamu jagain dia ".


Ucap revia sambil menunjuk wajah daffa.


" sayang udah jangan gitu, ini musibah gaada yang tau".


Aldi merangkul revia.


"Jangan gitu ya".sambung aldi.


" serius? Masih sempat bermesraan di depan gua? ".


" diem. Lo emang salah! Gua cuman ngajarin calon istri gua cara bersikap yang bener".


Timpal aldi.


"Ayolah gua juga khwatir, gimana kalau revia yang kayak gitu bisa gila lo".


Ucap daffa.


"LO!?!! JAGA KATA KATA LO NJING!!".


Aldi memegang leher daffa Dan memberikan sebuah bogeman mentah di pipi Daffa.


" BENER KAN?! KALAU REVIA YANG KAYAK GINI LO SEHANCUR APA ANJ**G??!!?".


Ucap daffa tak mau kalah.


" guys ayoo dong sekarang bukan waktunya bertengkar ".


Revia mencegah mereka.


" aldi ayo minta maaf".


Sambung revia.


Aldi menghela nafas nya dan melihat daffa.


"Sorry bro. Maaf".


Ucap aldi.


Kenapa gua jadi emosi gini sih.


Batin aldi.


" no problem . Maaf juga".


Sekarang mereka menunggu Amanda yang tak sadarkan diri, ia kehilangan banyak darah. Daffa semakin khawatir dan mulai menyalahkan dirinya .


"Harusnya gua bisa jagain Amanda, gua bego banget".


Gumam daffa.


Aldi mendengar ucapan daffa.


" udahlah ini bukan salah lo, jangan nyalahin diri sendiri ".


Aldi merangkul sahabat nya itu.


" keep strong bro positif thinking oke".


Sambung aldi.


Keesokan harinya


Revia tertidur di kursi bersama yang lainnya. Ia terbangun dan memutuskan membeli sarapan untuk semua orang.


"Huft lo belum sadar juga manda".


Revia menatap ruangan amanda lalu kemudian melangkah pergi.


" semoga nanti amanda sadar ".


Gumam revia sendiri.


Beberapa menit kemudian aldi dan daffa terbangun dengan posisi mereka tertidur saling menyenderkan diri satu sama lain.


" hooaammmzzz ree..... ".


Belum sempat aldi menyelesaikan kalimat nya. Ia sudah terkejut karna kekasih nya itu tidak ada ditempat.


"Mana revia".


Sambung daffa.


" kalau tidak salah ia terlihat ke arah kantin mungkin membeli sarapan ".


Ucap papa amanda.


" saya mau nyusul revia bentar om".


Pamit aldi.


"Aku disini".


Ucap revia membawa beberapa makanan untuk semua orang.


" kok pergi ga bilang sih sayang".


Ucap aldi sehalus kain sutra.


"Aku bukan anak kecil aldi jadi jangan berlebihan seperti itu".


Revia memberikan sarapan pada daffa dan keluarga amanda.


Dokter kemudian keluar dari ruangan amanda.


" dok, bagaimana keadaan putri kami".


Ucap kedua orang tua amanda dengan sedikit cemas.


"Amanda sudah sadar tapi kalau ingin menemui dia satu-satu jangan berisik karna Amanda butuh istirahat".


Jelas dokter.


" syukurlah Amanda sudah sadar".


Ucap revia.


"Kalau begitu om sama tante masuk dulu ya".


Orang tua amanda masuk dan revia dan yang lain menunggu diluar.


" oke om".


jawab mereka bertiga.


setelah semua masuk sekarang hanya tinggal Amanda dan revia yang sedang mengobrol santai.


"ada yang sakit ga Amanda? ".


tanya revia.


" i'm fine re, cuma kepala gua pusing dikit ".


ucap Amanda menyeringit.


" huft syukur deh lo ga amnesia, lagian ngapain lari-lari Amanda, harusnya lo lari ngejar daffa, bukan ke jalan".


canda revia.


"yaelah lo nyumpahin gua amnesia! ".


Amanda menatap revia.


" kagak lah, bisa frustasi pangeran lo yang satu itu kalau lo amnesia ".


" bagus juga ya kalau gua amnesia ".


" ada ada aja lo".


ucap revia dengan wajah kesal.


"gausah manyun manyun lo, gua udah sadar dari tadi malam sebenarnya tapi gua ngantuk ******".


ucap amanda dengan santai nya.


" ****** lu kita semua khawatir lo malah molor, dah ah gua balik".


revia menakuti amanda.


"ehhh awww kepala gua".


akting amanda.


" kenapa lo".


revia mendekati amanda.


"becanda wlek 😝".


amanda tertawa.


" amandaaaaaa!!! nggak asik lo ".


revia mencubit perut amanda.