
Aku kaget dengan siapa yang menarikku dan terlebih didalam nya ada vino yang menyetir dan seorang cowo di sebelah ku.
"vino apa apaan ini kenapa kau membawaku dengan paksa".
Vino hanya diam dan fokus menyetir.
Huh menyebalkan orang bertanya itu dijawab kau malah diam saja dasar kulkas berjalan.
"kamu siapa"?.
Aku tak mengenali dia tapi wajah nya tidak asing bagiku.
Dia tersenyum dan menjawab
"coba kau ingat kata kata ini, jangan pernah takut selama ada aku di sampingmu".
Dia memperlihatkan lesung pipi nya sama seperti ku.
Kata kata itu mirip kak Davie ravindra stevan. Dia kakak ku tapi apa mungkin ini dia.
"kakak"! Aku menduga duga karna dia tak asing bagiku.
"akhirnya kau mengingatku princes kecilku". Dia memelukku cukup lama aku kangen setelah berpisah dengan kk sejak kecil.
"kenapa ga pernah cari aku huh? ga syg lagi ya sama re, aku takut ga ada kakak aku takut ga bisa ketemu kakak lagi".
Aku terus protes dengan nya sambil menangis.
"hei princes. aku minta maaf untuk itu dan kejadian yang menimpa kamu waktu itu membuat kita terpisah. Kakak ngira kamu udah..... ".
Dia menggantung kata kata nya.
" kan kakak bisa cari aku kayak sekarang ".
Aku terus protes walau aku tau semua ini karna tante ku.
Dia mencoba melenyap kan ku dan mengatakan pada semua orang kalau aku sudah tiada suapa apa. Supaya anak perempuan nya bisa menjadi pewaris di keluarga ku. Padahal itu kan tidak mungkin.
" kakak minta maaf re waktu itu kk ga terlalu kuat untuk bisa lindungin kamu, kakak janji kalau kamu mau hukum kakak ga apa-apa, kakak akan terima asal bisa lihat re lagi". Dia malah murung.
"gpp kok aku tau ga mudah buat kakak nyari aku karna kakak masih kecil belum segede ini".aku mencium pipi kakakk ku.
"tapi sekarang kakak janji ga ada yang bisa nyelakain kamu dan nyentuh kamu seujung rambut pun". Kakak mengelus kepala ku dan terus menciumi nya.
"kakak papa mana kok ga nyarii aku juga ". Aku masih dalam pelukan kakak ku.
degh
apa yang harus ku jawab papa udah ga ada re tapi ga mungkin Ku bilang sekarang. Davie
" re sekarang jangan mikir macem macem ya kakak kangen sama kamu. kakak, masih mau habisin waktu sama re kan baru ketemu".
Mobil ini terhenti di rumah aldi aku tidak sadar dari tadi karna asik dengan kakak ku.
"loh kok ke rumah aldi siii". Aku menegakkan kepala ku dari pelukan kakak.
Dan dia memperhatikan wajah ku lebih tepat nya pipi ku yang memar.
"re ini kenapa"?.
Kak davie seperti nya geram sekali. "apa siswa disana menyakiti mu?!".
"ga ada kok kak ini cuman......... "
Belum selesai aku bicara kak davie malah menekan pipi ku tentu saja sakit.
" awwww". aku meringis.
"tuhkan sakit berarti ini baru aja kan? ".
Vino membukakan pintu aku dan kk turun dan dia merangkul ku ke dalam di sana sudah ada aldi.
"eh bocah sini lo". Kakak memanggil aldi dengan kesal.
"gue nitip ade gue sama lo kenapa pipi nya lecet gitu hah! Siapa yang bikin ade gue kayak gitu!!.
Aldi menunduk
" itu gara gara gue kak"!
Kakak ku langsung marah
"aldi stevano apa kau sudah gila bagaimana kau bisa memukul adikku hah! kalau kau tak bisa menjaga nya aku akan membawa nya pergi jauh dari mu".
Aku gamau mereka sampai berantem seperti itu.
"kak aku bisa jelasin semua nya re mohon jangan marah dulu ".
Kak davie hanya fokus pada aldi dan dia menarik krah baju aldi.
" kak davie cukuppp!!!". Aku berteriak pada nya dan mereka masih saja tak mengihirau kan ku.
"kalian emang ga sayang sama aku ya".
Aku masuk kamar dan membanting pintu
" kalian jahattttt ". Aku membanting alat alat di kamarku.
aku ga suka liat orang yang aku sayang berantem kenapa kalian kayak gitu. gua cukup lama kehilangan kalian. gua ga pengen ada masalah lagi kenapa ga ada yang ngertiin aku. Paaaah aku kangennn.
" nona buka pintu nya apa yang anda lakukan". Suara makhluk yang satu itu terdengar mengetuk pintu.
Kak dan aldi sudah berdiri di depan pintu kamar ku dan mereka terus menyuruh ku keluar.
"dek, kakak minta maaf jangan kayak gitu kamu boleh marah sama kakak .tapi keluar ya obatin dulu pipi kamu sayang".
Aku tidak peduli dan aku berendam di kamar mandi masih memakai baju sekolah dan air nya ku biarkan terus mengalir.
Sudah 1 jam aku masih di tempat yang sama.
"re kalau kamu ga keluar kakak dobrak pintu nya, revia stevani!!!. Kakak memanggil lu seperti itu artinya dia tidak mau menunggu.
Dan Braakk!!!
Pintu kamar ku pun berhasil di dobrak nya.
"re!!!!,kamu dimana ".
Kk melihat barang barang yang aku berantakkin dan menyuruh bibi membereskan nya.Dia mengetuk pintu kamar mandi ,aku masih di dalam bak mandi dengan air dingin. memang aku tak tahan dengan air dingin tapi aku membiarkan tubuh ku di sana. lebih tepat nya memaksakan.
aku keluar dari kamar mandi dengan baju kaos dan celana jeans
"hmm". Aku tak menatap kakak ku dan aku duduk di kasur. "kenapa di dobrak si pintu kaamar nya". Aku kesal dengannya.
"re". Dia memelukku "kenapa tubuh mu sedingin ini. jangan menyiksa dirimu".
Aku hanya terdiam di pelukan kakakk ku.
"kakak minta maaf ... kakak udah denger semua dari aldi tapi tetep aja kakak gasuka kamu kenapa napa. Kk takut kehilangan kamu lagi".
Kenapa aldi atau pun kak davie selalu bicara kehilangan terus sih.
Aldi masuk dan melihatku.
"princes !maafin aku ya ". Dia menggenggam tanganku. " aku janji akan ngendaliin emosi aku ". Dia menunduk.
Aku diam saja di pelukkan kk ku,karna rasa kantuk ku yang melanda.
" dek kamu tidur?".
tidak ada jawaban dariku.
detik berikut nya aku benar-benar tertidur.
Dia mengelus pipi ku.
"keluar lo gue mau nemenin ade gue untuk kali ini gue maafin lo aldi ".
ucap davie.
"huftt iya deh gue keluar". Aldi kembali keruangan kerja nya.
"ga nyangka ya kamu udah segede ini". davie terus mengelus pipi revia.
"papa pasti seneng di sana kalau lihat putri kecil nya udah dewasa. "
Kakak menidurkan ku dan menyelimuti ku.
" selamat tidur princes kakak". Dia mengecup dahi ku dan pipi ku yang memar dan menatap wajah ku.
Aku menggeliat dan masih tertidur "hmmm"
Kk memelukku dan tertidur sambil mendekap ku.