Queen January

Queen January
Prank dimulai (part 20)



Aldi, laras dan raffa memutari hutan. Dari kejauhan aldi melihat sesosok tubuh terbaring dan tentu saja aldi segera mendekati. Benar saja itu adalah revia . Aldi kaget bukan main melihat keadaan revia.


Bagaimana tidak kepala nya di penuhi darah dan revia tak sadarkan diri.


"ya ampun revia". Laras kaget melihat teman nya yang terkapar tak berdaya itu.


Aldi? Dia sangat emosi tangan nya terkepal jika saja dia tau itu perbuatan vino mungkin dia tidak akan selamat dari aldi.


"kenapa orang itu tega melakukan ini pada revia". Raffa berjongkok melihat revia lebih dekat.


Re kenapa kaya gini sih aku gamau tanpa kamu. Aldi.


Entahh kenapa aldi khwatir dan terlihat jelas wajah nya gusar sekali.


"re bangun ". Aldi mengelus wajah revia berharap mata yang terpejam itu kembali menatap nya.


Sebaik nya aku muncul pasti dia sekarang akan mengamuk, kita lihat seberapa penting nona revia bagi anda. Vino.


Aldi akan menggendong revia dan vino muncul.


" maaf tuan saya khwatir dengan anda dan nona jadi saya putuskan untuk menyusul karna anda tidak ada di lokasi kemah jadi... "


Belum sempat vino meneruskan kata-kata nya aldi sudah menarik krah baju vino.


" brengs*k". Aldi memukul vino yang baru datang.


Vino merasakan ngilu di sudut bibir nya.


"kalau lo lakuin semua sesuai perintah ga bakal kayak gini. Lihatt! Sekarang gara-gara lo revia jadi kayak gitu! Ot*k lo dimna si hah kemana kecerdasan lo itu hah. Harus nya lo tau di tengah hutan begini ga ada sinyal".


Vino menunduk setelah mendapat pukulan dari aldi.


Hebat sekali anda nona saya menyuruh anda tetap bangun supaya dia saja yang berjuang menggendong anda tapi anda berakting seperti korban pembunuhan saja huh. Vino.


Nafas aldi memburu dan emosi nya masih belum reda.


"m maaf tuan saya memang salah sebaik nya sekarang kita bawa nona revia ". Vino cepat - cepat mengalihkan topik dari pada aldi makin emosi karna nya.


Singkat cerita sekarang mereka berada di tempat perkemahan dan aldi setia di samping revia. Dan dia sudah di tangani dokter ala2 dari vino.


Aldi menatap wajah revia dan terus memainkan jemari nya.


"re kamu ga kangen apa lihat aku jangan tidur mulu re ". Aldi meletakkan tangan revia di pipi nya.


" aku ga akan lengah jagain kamu lagi re aku janji". Aldi terus mengoceh. Kalau saja revia sudah bangun mungkin aldi akan mengurus vino.


Revia pelan-pelan membuka mata nya.


"hmmmhhh".


Aldi melihat revia yang sudah sadar entah kenapa ia senang sekali padahal selama ini dia tidak pernah peduli soal keadaan cewe manapun yang menggoda nya.


"re syukurlah kamu sadar, masih ada yang sakit ga? "


Aldi mengelus dahi revia yang di perban.


" ga ada kok ". Revia memegang tangan aldi.


" aku seneng bisa ketemu kamu lagi". Revia tersenyum.


"re jangan mikir macem-macem kamu ga boleh pergi dari aku kan kamu udah janji ". Aldi mencubit hidung revia.


" aaa sakitt ". Revia merengek padahal semua ini hanya kerjaan vino.


" maaf-maaf sayang aku obatin deh". Aldi mencium hidung revia dan berhasil membuat re jadi salting.


"ihh genit aaaa km mah". Revia mengerucut kan bibir nya.


"kenapa? Mau di cium lagi itu? ". Aldi menatap revia.


"hahahhahha revia kamu ada-ada aja maksud aku hidung kamu bukan bibir kamu ih".


Vino memperhatikan kelakuan aldi sangat berbeda dari sebelumnya.


Dia memang cowok yang di damba kan kaum hawa di sekolah dan tentu saja dia dingin cuek dan kejam. Dia tidak peduli pada cewe yang mengejarnya tapi entah kenapa revia berbeda di mata aldi.


"ihhh kamu mah seneng banget isengin aku". Revia kesal melihat aldi dan dia malah nyaman dengan akting nya. "awww kepala akh sakit".


"hah! Oh ya Kamu minum obat aja ya". Aldi mulai khawatir.


"hah? Ee ga usah aja aku ga suka obat nya pait ".


Yang bener aja gue minum obat bisa amnesia gua kan pala gue ga sakit. Ini kan gara-gara vino ih. Revia.


" tapikan kepala kamu masih sakit kalau minum obat jadi cepet sembuh nya re. " aldi sangat khawatir stelab kejadian tadi dia berfikir akan kehilangan revia.


" gpp kan bentar lagi juga pulang oh ya laras sama raffa mana". Revia tidak melihat 2 org teman nya yang selalu tauran itu.


"lagi pacaran kalik". Aldi berbicara sambil fokus memainkan rambut revia.


"kapan jadian nya mereka?". Revia jadi kepo.


"kenapa? Kamu cemburu? Suka sama raffa? "aldi menatap mata revia dan menusuk-nusuk pipi revia dengan jari nya.


" ih enak aja aku kan cuma pengen tau. Aldiii bisa ga sih tangan kamu diem nanti aku amnesia gimana aku ga ingat kamu".


Aldi masih fokus dengan pekerjaan nya tadi.


"ya jangan lah kamu ga boleh lupain aku. "


" aaa aldi aku lagi sakit kamu jahat aaaaaa". Revia pura-pura menangis dan aldi malah percaya saja jelas-jelas tidak ada air mata nya.


"maaf sayang jangan nangis dong". Aldi memeluk revia. "maafin aku ya yaudah kamu boleh bales aku kamu mau apain aku". Aldi menenangkan revia.


"mw gigit tangan kamu". Revia menatap aldi.


"hah apa gigit? Emang kamu gamau nyium aku gitu elus-elus pipu aku kek". Aldi gemas dengan permintaan revia.


"gamau! Mau gigit kalau gamau yaudah aku minta sama indra aja". Revia cemberut dan tidak mau menatap aldi.


"eh ga boleh jangan minta apa - apa sama dia selama ada aku. Aku ga suka sama si indra2 itu. "


" yaudah mau gigit ". Aldi memberikan tangan nya dan benar saja revia menggigit tangan aldi sekencang-kencang nya sampai aldi berteriak.


" aaaaa auhhh ".


Ya ampun ini calon bini gue kesurupan macam betina apa ya kok permintaan nya malah gini. Sakitt banget tangan guee aaaaaa. Aldi.


" udah hehehe". Revia dengan manis nya tersenyum dengan rasa tidak bersalah nya.


"ya ampun sayang tangan aku kayak di gigit macan nih ". Aldi memperlihatkan tangan nya.


" kenapa?kamu dongkol? Kamu merasa dibebani sama aku gitu?."


Revia menyudutkan aldi.


"engga-engga sayang huft gpp kok buat kamu apa si yang engga ".


" sayang - sayang mulu pacaran engga".


"ohh mau jadi pacar aku ternyata ya hahah". Aldi menggoda revia yang sudah kesal.


"aaa ga lucu ". Revia makin cemberut.


" iya deh sayang kamu itu calon masa depan aku jadi ga perlu pacaran kamu ga boleh deket-deket cowo lain kamu cuman milikk aku ".


Aldi srius mengatakan itu pada revia dan tentu saja si penguping setia(vino) masih mendengarkan nya.