Queen January

Queen January
menyebalkan(part 55)



setelah pulang sekolah revia sekarang duduk di tepi kolam renang nya sambil membaca novel kesukaan nya. beberapa saat kemudian kak davie nya pulang bersama vino .


"hai dek lagi apa?".


davie mencium pipi revia.


"eh kakak aku lagi baca novel".


"emm gitu yaudah kakak masuk dulu ya eh ya btw gavin mana?".


"di kamar nya kali ".


revia mengangkat bahu nya .


"oke daa revia".


"selamat menikmati hari anda nona".


vino tersenyum pada revia.


cih,sok manis sekali . revia.


revia melanjutkan aktivitas nya dan revia merasakan melupakan sesuatu.


"emm bentar ... gue kayak kelupaan sesuatu tapi apa gitu".


revia memegang dagu nya sambil berfikir.


"ahh ulang tahun kak davie kan seminggu lagi omg!!! ".


revia melompat kegirangan karna dia ingin nge-prank kakak nya itu.


revia melompat-lompat dan diperhatikan oleh gavin.


"woiii kenapa lu kak".


gavin menatap revia.


"ihhh kepo ".


"yaelah yaudah deh makan yuk sekarang!di cariin tuh sama mama nya kak".


"yaudah deh".


revia masuk untuk makan bersama keluarga nya.


revia banyak makan entah kenapa . tentu nya ia bodo amat akan hal itu.


"re kamu baik-baik aja kan".


davie menatap revia.


"kenapa emang".


"kok tumben kamu nambah makan nya".


"ya gapapa emang suatu keajaiban gitu ".


"hehehe ga malah bagus kamu jadi makin chubby".


davie mencubit pipi revia.


"aaa mamah kak davie jahat".


revia merengek.


"davie jangan ganggu adek nya makan . biarin aja re mau nambah berapa kali juga namanya juga cewe kalau lagi mood makan ya gitu kan masa pertumbuhan dia".


"hehehe iya mah".


davie cengengesan.


selesai makan revia menahan gavin yang hendak meninggal kan meja makan.


"emmm gavin".


revia senyum -senyum.


"ngapa?".


"gendong".


revia mager karna kebanyakkan makan.


"punya kaki?".


ucap gavin.


"punya ".


"yaudah gunain".


gavin tau revia sengaja merepotkan nya.


"dasar jahat".


"yaudah-yaudah sini".


gavin menggendong revia ke kamar nya.


"aku berat ya?".


"banget".


gavin menurunkan revia di tempat tidur.


"ihhh emang nya aku seberat itu orang badan aku ga gemuk".


"dosa lu tuh berat".


"gavinnnnnnn laknat!".


"canda kak".


gavin terkekeh.


tiba-tiba sebuah notif pesan masuk ke handphone revia.


"bentar".


revia membaca pesan yang ada di dalam ponsel nya . teman kelas revia mengajak berkumpul semua orang di kelas sepakat hadir.


"acara apaan malem-malem gini".


gavin ikut membaca sambil menyender di pundak revia.


"kata nya mau ngumpul di sini".


revia memperlihatkan alamat nya.


gavin pun memeriksa ternyata itu sebuah bar .


"engga ga lo ga boleh ke sini".


gavin menatap revia tajam.


"kenapa sih gavin ihh lebay banget paling cuman ngumpul biasa".


revia cemberut.


tiba-tiba aldi masuk di tengah perdebatan revia dan gavin.


"eh hey lagi apa nih".


aldi tersenyum dan ikut duduk di kasur.


"lo siapa".


gavin tidak suka ada orang lain masuk kamar kakak nya.


"harus nya gua yang nanya lo siapa!".


"gua adek nya anak om andika kenapa?".


"ouh elo, gua aldi pacar revia".


aldi menatap revia.


"oh lo pacar nya nih bilangin pacar lo ini dia ga boleh tuh ikut ngumpul-ngumpul sama temen kelas nya".


"lah kenapa".


aldi bingung.


"ihhh itu loh temen-temen ngajak ngumpul kamu cek aja wa kamu".


aldi membuka ponsel nya dan aldi mengerti kenapa gavin tidak mau revia kesana.


"ouhh bener re kamu gausah pergi ".


"lahhh kok gitu si".


"wkwkwkwk ga di bolehin kan wlekk".


gavin menjulurkam lidah nya pada revia.


"ihhh gavinn keluar!".


revia melempar gavin dengan bantal.


"wkwkwkw ga jadi pergi uuuu".


gavin keluar dengan tertawa puas.


aldi geleng-geleng kepala melihat keisengan gavin pada revia.


"udah mending kita beli donat gimana".


aldi tersenyum.


"hm".


revia cuek.


"sayang bar itu ga baik buat kamu. kamu pacar aku dan aku gamau kamu kenapa-napa. jangan mikirin itu . ayok beli donat atau kemana aja deh yang kamu mau".


aldi mengusap pipi revia.


"emm mau rujak".


revia cemberut.


"rujak!".


aldi kaget.


"kenapa!".


"kamu...emm ga lagi hamil kan".


aldi menggoda revia.


"aaaaa aldiiiiii jahat!!!!!".


revia meninggalkan aldi di kamar.


"eh hey sayang ".


aldi menahan tangan revia.


revia hanya diam dan aldi membawa revia ke mobil nya dan mereka sedang berada dalam perjalanan.


"mmm re jangan diam aja dong".


aldi merasa bersalah telah mengusili revia.


"hmm".


revia hanya diam dan di luar hujan turun dengan deras nya.


"oke kita cari rujak ya".


"gamau. mau turun di sini".


revia tiba-tiba menangis.


aldi memberhentikkan mobil nya dan memeluk revia.


"ssstt. sayang hey... kenapa ,aku minta maaf soal tadi ya ".


"kamu jahat".


revia terus saja menangis Aldi bingung kenapa gadis nya yang ceria menjadi pemurung seperti ini.


"aku minta maaf oke pliss jangan nangis".


aldi menangkup pipi revia dan menghapus air mata nya. aldi mengecup kedua mata revia dan merasa sangat bersalah membuat revia menangis.


"emm aku mau bakso ".


tiba-tiba saja keinginan revia berubah.


"re... bilang kamu lagi kenapa sih kok mood nya berubah-ubah gitu".


aldi mengelus kepala revia.


"ga kenapa- napa cuma lagi datang bulan".


revia cemberut.


"ouhhh pantesan hehehe maafin aku ya sayang bikin kamu kesel".


"mau baksoooo".


revia merengek.


"oke-oke kita cari bakso".


aldi tersenyum dan memahami revia.


pantes aja dia nangis hufttt ... revia bakal emosian nih besok-besok sama gua. wkwkwkw gua harus jaga sikap selama dia m nih . aldi .