
sekarang semua orang sedang mengkhawatirkan revia. mama,ibu nya dan kei termasuk sahabat nya.
revia sedang berada si ruangan yang berbau khas obat-obatan dengan infus dan oksigen menempel. Dokter dengan cepat meneriksa revia.
re kenapa jadi kayak gini . aldi.
"nyonya apa perlu tuan davie di beritahu soal ini". seorang kepala pengawal menghampiri mama revia.
"t-tapi bukan kah davie ada rapat di luar kota dia pasti akan sangat khawatir mendengar ini".
"jika tidak diberitahu mungkin akan lebih buruk lagi nyonya".
"baiklah kau telfon sajaa aku tidak sanggup mengatakan nya".
"baik nyonya".
Di sebrang sana davie ravindra stevan sedang rapat dan hp nya berada di tangan vino.vino mengangkat telvon dari pengawal itu.
"ya ada apa?terjadi sesuatu pada revia".vino langsung mengatakan itu karna revia sedang sakit".
"i-iya tuan ini .... emmm anu...lebih buruk".
"bicara dengan benar".
pengawal itu menceritakan semua nya dan vino sangat khawatir entah bagaimana ia akan menjelaskan nya pada tuan nya nanti.
davie telah selesai rapat dan mau mengurus pekerjaan lainnya.
"ayo vino kita pergi".
"t-tunggu tuan ada hal penting yang harus saya sampaikan".
"apa?katakan".
"revia ,nona revia d-dia".
"revia kenapa!!!katakan,dia kenapa????".
"kata pelayan dia kesakitan dan pingsan sekarang dia dirumah sakit,belum sadarkan diri".
deghhh
davie sekarang benar-benar kaget.
"kita kembali sekarang aku tidak peduli dengan rapat nya".
vino dan davie datang dengan cepat . dengan raut wajah khawatir davie meninggalkan pekerjaaan nya. .
pada saat sampai mereka langsung menuju tuangan revia.
"mana revia".davie bertanya pada mama nya.
"dia ada di dalam".
"shittt!!! kata nya revia tidak apa-apa lalu kenapa sampai seperti ini".
davie cemas.
dokter pun keluar dan davie sangat kesal pada nya.
"kenapaaa adikku bisa seperti itu".
"sabar tuan".
"kau jelaskan sekarang !!!adikku kenapa!!!!".
"dia tidak cocok dengan obat sembarangan kau tau itu kan".dokter itu menatap Davie.
"tapi revia hanya memakan obat yang kau berikan apa maksudnya ini".mama revia protes.
"bukan seperti nya dia mengonsumsi obat selain yang aku berikan selama 1 minggu sebelum dia sakit . itu memicu penyakit nya dan memperburuk keadaan kesehatan nya.dia juga mengonsumsi nya dalam jumlah yang berlebihan". dokter itu menerangkan semua.
"sekarang dia tidak apa-apa tapi belum boleh pulang".
"kau ikut aku sekarang".davie menarik vino.
"t-tuan".
"kau adalah sekretaris sekaligus penjaga adikku biasanya tidak ada hal,yang tidak kau ketahui tentang adikku ataupun keluarga ku bahkan hal sekecil apapun tidak luput dari pengamatan mu !!!!!lalu kenapa!!!!! adikku sampaiii menelan obat yang bukan resep dari dokter dan tidak ada yang mengetahui satu pun!!!!apa guna nya aku memperkerjakan banyak pengawal jika tidak bergunaaa!!!!.".
"maaf tuan ini salah saya".
"kemana keahlian mu itu hahh!!!!dan revia, bukan kah kau menganggap nya adikmu kenapa kau tidak mengawasi nya!!!!arghhhhh".davie hampir memukul vino.
nona ternyata kau masih belum mengerti. setelah ini aku tidak akan membiarkan hal sekecil apapun luput dari pandangan ku.kau benar-benar membuat onar .vino
-
-
-
1 minggu berlalu revia sekarang keluar dari rumah sakit. kei dan ibu nya menempati rumah baru pemberian mama revia sesuai permintaan revia sebelum nya. lengkap dengan fasilitas sepeti mobil dan motor.kei akan melanjutkan pendidikan nya disini.
"hati-hati nona".vino membukakan pintu mobil dan membantu revia masuk.
"aku tidak apa-apa".revia menatap vino.
"jangan membantah nona . tuan davie menunggu anda ".revia menatap semua orang di rumah itu. pengawal nya kini bersikap lebih profesional.
"keluar".davie memberikan perintah pada vino.
revia duduk di kasur dengan perasaan canggung.
"kenapa". davie menatap revia dingin tidak ada raut ceria dan hangat di wajah nya.
revia memeluk bantal dan menunduk.
"kau tidak sayang padaku ,benar?ya ,karna aku adalah kk yang buruk bagimu. bahkan kekhawatiran ku itu tidak berarti apa-apa bagimu bukan. lalu?apa guna nya aku hidup , sementara kau tidak pernah mendengar kan ku.kau ingin aku mati bukan begitu?".davie memegang kedua pundak revia .
"a-aku tidak menginginkan itu".revia menunduk .
"itu hanya perkataan di mulut mu saja sementara di hatimu kau sangat membencimu ku . aku adalah kakak yang buruk . jika kau memang menyayangi dan menghargai ku sebagai kakak mu .harusnya kau dengarkan aku".
"kak, aku mohon jangan bicara seperti itu".revia bergetar mengucapkan itu krna menahan tangis nya.
"jangan membunuh ku secara perlahan seperti ini!!!. aku akan memberi mu jalan mudah nya".
davie mengambil pisau dan meletakkan pada tangan revia.
"kak apa yang .....".
davie memotong pembicaraan revia.
"lakukan!!!!!kau tidak menyayangi ku!!!!!aku tidak mau hidup kalau kau terus seperti ini!!!!".
"kak tidak!!!!!. maafkan aku".revia menengis.
davie mengarah kan pisau itu ke arah nya dan revia melempar kan nya ke lantai.
"gaa !!!!kak gaa".revia memeluk davie"aku mohon maaf ".
"kenapa re!!!!! kamu ga pernah mikirin aku. kakak sayang sama kamu apa itu ga ada arti nya buat kamu".
revia menangis dan memeluk davie.
"kalau kakak ga bisa gantiin papa buat kamu. kenapa kamu ga buat kakak nyusul papa aja hah!!!!".
"maaf".hanya kata-kata itu yang keluar di sela-sela isakan tangis revia.
"kakak sayang sama kamu".davie benar-benar menumpahkan kesedihannya.
"dulu setelah kehilangan mu. setiap hari kk melihat anak kecil, kakak membayangkan bagaimana jika adikku masih hidup. bagaimana?pasti aku akan sangat bahagia dan punya semangat hidup.tapi sekarang adikk ku telah kembali dan dia tidak menyayangi ku".
"re sayang sama kakak jangan ngomong gitu ". revia benar-benar merasa bersalah.
"hah hufttt ".davie menghela nafas dan menahan tangisannya ,davie menatap adiknya. davie benar-benar menangis.
"kakak".
"jawab!apa kau benar-benar adikku".
"kenapa kakak bertanya seperti itu".
"kenapa aku seperti tidak mengenal dirimu.kenapa!!!!!kau dulu selalu ,selalu bilang kalau kau akan sangat ketakutan tanpa aku . tapi sekarang aku yang ketakutan kehilangan mu"!.
davie mengusap kasar wajah nya dan air mata menetes lolos begitu saja.
"aku rindu sosok mu yang sebenarnya. jangan menjadi orang lain!!!ada apa dengan mu!!!!aku sangat rindu mendengar kata-kata manismu.
"kakak aku ketakutan !
kak jangan tinggalin re .
kakak hebat , pahlawan re . apa nanti jika sudah besar kakak akan meninggalkan aku ,kau selalu bertanya begitu. lalu aku berjanji dan aku berkata tidak akan meninggal kan mu".
davie menangis dan mengingat re kecil nya dengan revia , dulu yang penurut .
beberapa tahun lalu.
hari sedang hujan dan seorang gadis mungil bersama seorang laki-laki sedang berlari memasukki rumah. siapa lagi kalau bukan kakak nya.saat itu petir terus menyambar .langit sangat gelap. gadis kecil itu terus memegang tangannya,sedang kan
mama dan papa nya bekerja.
"kak aku takut".gadis itu menutup telinga nya mendengar petir.
"jangan takut ada aku di sini ,kakak bakal jaga kamu oke".
gadis itu memeluk kakak nya dan tertidur berdua di kasur
Davie mengingat betapa re tidak ingin melihat nya sakit . melihat nya sedih tapi sekarang entahlah.
"hiks ".revia terisak menatap kakak nya.
apa aku membuat kak davie sesedih ini.aku membuat nya menangis . membuat dia sedih.revia.
"huh ".davie menghapus air matanya dan bangkit dari kasur.
"kak ".
davie tidak mendengarkan revia sekarang dia di ruang kerja dan menghabiskan waktu di sana tidak peduli makan atau kesehatan nya dia menyelesaikan semua pekerjaan nya.
malam hari pukul 01.00 revia belum tidur dan masih berdiam diri di kamar.
revia berjalan ke ruang davie dengan lemas.
krek.