
sekarang sudah 1 minggu davie berada di kota lain untuk mengurus bisnis nya dan revia di rumah uring-uringan dia tidak mendapatkan info tentang ayah nya vinno .
gavin pun datang ke kamar revia membawakan makanan .
"kak".
gavin langsung masuk .
"ya ".
"makan dulu nih jangan kebanyakan fikiran gitu".
gavin tersenyum.
"ouh ya di rumah sepi mama gue kemana?".
tanya revia.
"emm dia keluar bentar katanya mungkin ngurus kantor".
gavin meletakkan makanan untuk revia di atas meja di dekat soffa yang ada dalam kamar itu.
"gav?".
"apa?".
"kok gue ngerasa aneh ya?".
"aneh kenapa".
gavin bingung.
"gue ngerasa papa gue masih hidup dan perasaan gue ga enak sekarang ,seakan-akan gue hanya sendiri".
"jangan terlalu di fikirin kalau emang om ravindra masih hidup nanti ga mungkin sampai Sekarang dia ga muncul kan".
"tapi yang gue liat si sekolah itu bener dia sumpah deh! gue ga lagi bengong gua sadar dan itu dia yahh walaupun ga ada yang percaya".
revia murung.
" gue percaya karna gue ga liat pemakaman om ravindra,masa langsung di kremasi kan aneh gitu harus nya pihak keluarga nya bisa liat wajah nya ".
"itu makanya tapi entahlah ,apakah itu nyata atau hati gue yang terlalu rindu".
"jangan difikirkan lagi ya sekarang makan dulu,ouh ya aku mau keluar bentar nih gapapa kan".
Gavin meyakinkan revia.
"iya gapapa kan pengawal banyak di sini gausah khawatir".
"tapi gue Bentar kok nanti gue balik lagi".
"yaudah gih,lagian di sini rame kok banyak pengawalkan ".
"hehehe iya juga sih,yaudah pamit yak bye".
gavin pergi keluar .
revia makan sedikit dan ia mulai melangkah kan kaki ke balkon kamar dan menatap ke bawah , pengawal yang sibuk setiap waktu ,taman revia yang indah di hiasi lampu taman itu.
aku merasa sendiri dalam keramaian, aku rapuh dalam kebahagiaan. revia.
"walau di sini banyak orang rasanya ga lengkap kalau ga ada papa, sebanyak apapun kebahagiaan yang datang, yang pergi pasti nya tidak terganti ".
revia sibuk menatap bintang dan ia berharap jika papa nya telah tiada ,papa nya bisa melihat nya Sekarang dari sana.
sementara di sisi lain ada 1 Mobil yang memasuki gerbang rumah revia.
"emm siapa itu?kak davie bukan!itu bukan mobil nya".
revia bergumam sendiri.
pengawal bertanya pada pria itu yang ternyata adelard.
"aku mau ketemu calon anak ku boleh kah?".
"silahkan tuan,nona muda ada di atas".
kata pengawal itu.
adelard naik ke lantai atas dan mengetok pintu kamar revia.
"masuk".
jawab revia yang masih di balkon kamar nya.
"em hei lagi apa?".
tanya adelard.
"ouh om adelard,ga ada revia cuma lagi bosen aja. jadi ,liat pemandangan dari sini".
revia tersenyum.
aku harus lakuin ini sekarang mumpung di kamar ini ga ada siapa-siapa walau nanti nya aku akan tertangkap yang penting niat ku tercapai. adelard.
revia membelakangi adelard ,ia memandangi langit yang di penuhi bintang sementara adelard memegang vas bunga dan siap melayangkan itu pada revia. revia yang merasa aneh menoleh pada adelard.
"om....a-apa yang om lakuin".
"mati kamu!!!!".
adelard melempar vas kaca itu tepat pada dahi revia.
brakkk
vas itu menjadi serpihan dan dengan kental cairan berwarna merah itu mengalir di kepala revia.
"awwwhhhh".
revia yang kesakitan dan di dengar oleh pengawal dari bawah.
"nona!!!!!".
mereka kaget melihat wajah revia berlumuran darah.dengan sigap mereka berlari ke lantai atas namun adelard mendorong revia yang sedang lemah karna darah nya yang terus mengalir.
"omm jangannnn!!!!".
revia menahan tubuhnya namun adelard lebih dulu mendorong tubuh nya .
"aaaaaaaaaaaa".
revia yang shock pelan-pelan kehilangan kesadaran nya dan....
brukkkkk!!!
bau anyir sangat pekat pada tubuh revia .tepat mobil davie masuk ia datang dengan wajah ceria karna ia fikir akan bertemu adik nya .
semua pengawal menahan adelard namun mereka tak menemukan revia . mereka semua tertunduk saat davie dan vinno datang.
"ada apa? kenapa kalian semua di sini dan om adelard??".
davie bingung.
"t-tuan ... dia dia mendorong nona muda dari lantai atas".
kata salah seorang Pengawal.
"hah hahahaha kalian nge prank aku lagi nih??? udah lah jangan jahat gitu sama om adelard ,dah ah aku mau ketemu revia".
davie melangkah kan kaki nya ke kamar revia .
"re sayang kakak pulang".
davie membuka pintu kamar revia.
vino ikut melihat kamar revia. ada makanan dan mereka melihat serpihan kaca yang terdapat tetesan darah.
vino mengambil serpihan kaca itu.
"tuan ini darah!!! saat nona terluka waktu itu !!!bau anyir ini ,ini darah nona revia".
vino melihat di balkon ada bercak darah.
ya kepala revia yang berdarah ia memegang dahi nya dan memegang balkon untuk menahan tubuh nya namun semua sia-sia.
"jadiii...ini semua????".
davie merasakan oksigen menipis di Ruangan itu.
"ga mungkin! gimana mungkin dia ???".
vinno tak habis fikir.
"manaaaa adik gue sekarang mana!!!!!!!".
davie dengan cepat menuruni tangga dan memukul adelard habis-habisan.
"anj*ng lo bangs*d adek gua mana hah ".
adelard terluka karna pukulan davie.
"tuan tadi nona terjatuh dari balkon kamar nya namun saat kami lihat ke bawah ia sudah tidak ada".
kata seorang pengawal itu.
"arrrgggghhhhhhhhhhh".
davie terduduk lemas dan menangis frustasi.
"buat apa lo semua di sini kalau ga bisa jaga adek gua hah".
davie memukul pengawal-pengawal itu.
"re !!!!!!!!!!!!!!".
terlalu banyak rasa sakit yang gua terima,masa kecil adek gua aja gua gatauuuu!!!dan Sekarang dia menghilang lagi.... davie.
"pergiiiiii!!!!cari revia sampai ketemu bawa pengawal tim keluarga ravindra cepat!!!!!!!".
vinno memerintah kan beberapa pengawal pergi. untuk beberapa keadaan darurat mereka memerlukan orang-orang kepercayaan keluarga ravindra ,tim ini tentu nya bersenjata dan tidak satupun orang tau pergerakan nya yang diam-diam mematikan.
"tuan sebaiknya kita tahan orang ini dan jangan di beri ampun".
vinno melirik adelard.
"sini lo".
davie menyeret adelard ke gudang dan mengikat nya di sana. adelard sudah kehabisan tenaga.
davie mengikat tangan ,kaki dan tubuh nya dengan tali.
"lo akan berakhir di sini gua pastiin itu !!!!sialannnnn!!!!".
davie memukul adelard pada bagian pundak nya hingga adelard kehilangan kesadaran.
davie berjalan lemah ia tidak tahu kenapa adiknya selalu di ambil dari nya.
"arrgghhhh".
davie melempar semua benda-benda kaca itu ke dinding.
"kenapa!!!!ga gua aja yang gantiin re kenapa!!!!!!ambil nyawa gue tuhannnnn !!!!jangan buat takdir sekejam ini untuk adik guaaa!!!!".
davie melempar barang-barang yang ada di depan matanya .
sekarang lantai rumah itu benar-benar berantakan.
davie masuk ruang kerja nya dan menghancurkan semua.
"gua ga butuhhhhh ini semua !!!!!!".
mata davie sudah memerah menahan sakit yang ada pada dirinya.vinno tak bisa berbuat apa-apa. jika ia menghentikan davie maka pasti ia akan celaka.
davie membuka lemari pada ruangan nya dan mengeluarkan beberapa botol bir. ia meneguk minuman itu tanpa henti.
"hah....".
davie tersenyum saat ini kondisi nya benar-benar mabuk berat.
gavin pulang dan memarkirkan motor nya ia heran kenapa pengawal sedikit di rumah ini.
"selamat mall.....".
gavin mematung melihat rumah ini berantakan dan pengawal hanya tertunduk.
"apa yang terjadi???".
tanya gavin pada pengawal di sana.
mama revia baru memasuki rumah dan ia sama bingung nya dengan gavin .
"ada apa ini hah!!!!".
tanya mama revia.
pengawal itu dengan kepala tertunduk menceritakkan semua nya dan betapa kaget nya gavin dan mama revia mendengar cerita itu.
"ga mungkin adelard kayak gitu".
mama revia langsung masuk ke ruangan davie.
"hahaha hallo mama".
davie tidak mampu berdiri di samping nya ada vinno yang setia berdiri. sementara ruangan davie acak-acakan.
"bilang!!!!apa semua itu benar hah".
"hahaha gausah peduliin revia sekarang mama senang kan dia jatuh hahaha dan terluka parah,sekarang dia menghilang gitu aja .senang kan puasss!!!!! hiks".
davie menangis .
"ga!!!!! davie cari adik kamu!!!!".
mama revia shock mendengar itu.
"hah aku... aku mau nyusul papah".
davie tertidur di soffa dan mengigau.
sementara gavin menghubungi teman-teman revia mereka ga percaya dan memarahi gavin karna mengira hanya candaan. Sekarang mereka berkumpul di rumah aldi.
"jangan main-main lu ".
aldi menahan emosi nya.
"gua ga bohong lo kira gua malem-malem ke sini cuman buat bohingin elo!!!ga guna".
bentak gavin.
"gimana Cerita itu om adelard kayak gitu. dan masa revia ga di temuin dia kan terluka".
amanda merasa sedih melihat apa yang menimpa sahabat nya.
"udah!!!Sekarang hubungi kepala pengawal kalian masing-masing dan suruh nyari revia. mustahil ga ketemu. kalau semua tim dari keluarga kita turun tangan,sementara itu kita ikut nyari revia gua ga tenang kalau kayak gini".
ungkap daffa.
aldi yang mendengar itu benar-benar terpuruk.
"hufttt".
aldi mengacak-acak rambut nya.
"aldi Sekarang bukan waktu nya bersedih kita nyari revia yuk".
amanda mengambil jaket hitam nya dan masuk mobil diikuti gavin dan daffa juga aldi.
"reee kamu dimana".
aldi menyusuri jalanan sementara tim dari keluarga masing-masing terus mengabari mereka hanya mendapatkan info ada seorang pria berpakaian serba hitam membawa revia yang kondisi nya tak sadarkan diri dan kepala nya berlumuran darah.
"cari tau siapa laki-laki itu dan posisi nya jika sudah dapat langsung datang ke lokasi !!! dan tangkap laki-laki itu".
aldi mematikan telfon nya.
mereka dalam mobil masing-masing sehingga mereka berkomunikasi lewat telfon.
"hallo al kita nyari revia ke daerah perdesaan aja gua curiga orang itu bawa revia kesana".
daffa menelfon aldi .
mobil mereka ber empat mengarah ke daerah yang sepi. namun hingga saat ini tidak ada juga kabar dari revia.
"ouhhh shit!!!!!".
aldi menelfon salah seorang teman nya dan menyuruh semua anggota geng nya yang dulu turun tangan mencari revia.
makin banyak orang makin bagus aku gamau berlama-lama kehilangan kamu re.aldi.
Sekarang sudah hampir pagi hari .berita hilangnya revia sudah tersebar .dan dimana-mana ada pria berpakaian hitam lengkap dengan senjata ,siapa lagi kalau bukan bodyguard 4 keluarga itu.
Sekarang aldi memberhentikan mobil nya dan melihat matahari sudah akan terbit di daerah perdesaan itu.
"hufttt gimana nih guys".
daffa menyender pada mobil nya.
" udah semua pengawal turun tangan kenapa ga ada kabar juga ".
amanda mondar mandir dan ia terlihat sangat lelah karna tidak tidur.
gavin memandangi matahari yang pelan-pelan terbit di daerah perdesaan itu . sangat indah namun membuat hati nya tersayat.
"hiks".
gavin menangis ,ia tau revia sangat suka tempat seperti ini karna masa kecil nya di habis kan di desa bukan kota yang ramai.
"gav jangan nangis kita ga akan nyerah! kita ga boleh nyerah!!! re pasti baik-baik aja gua janji sama lo".
aldi mengusap air mata nya sendiri yang menetes.
"lo ga bisa jamin kakak gua baik-baik aja".
gavin frustasi.
"gua jamin dengan nyawa gua".
aldi menatap matahari pagi itu.
karna kalau bukan dengan kamu siapa lagi re. aku ga bisa kenal orang baru. aku berjuang mencari kamu setelah dipisahkan di masa kecil sekarang kita akan di pisahkan lagi. kalau kamu ga ketemu juga aku juga mau ikut menghilang .
supaya aku ga perlu nyari kamu kalau aku menemui sang pencipta lebih dulu .
aldi bengong mengingat bagaimana ia menemukan revia.
"di jangan murung gitu gua yakin kita ga akan gagal kali ini".
amanda merangkul aldi.
"gua cuman ingat gimana susah nya gua nemuin revia dan tingkah lucu nya saat ga ngenal gua. gua dulu datengin rumah ibu nya dan gua masuk kamar nya . dia langsung teriak saat gua meluk dia dan nangis gamau ikut sama gua".
aldi meneteskan air mata nya.
"sekarang....sekarang gua ga sanggup mand nahan rasa sakit ini".
aldi terduduk lemah.